Book Review : Rebel #Legend4 by Marie Lu

0

Apabila berbicara mengenai Legend Series, tentunya gw akan selalu diingatkan dengan ending kisahnya yang menyayat hati, kenapa nggak coba? Dari sekian banyak novel dan series, kayaknya Legend series (yang sebelumnya ditutup dengan champion) menempati jajaran novel dengan ending yang menyedihkan dan terkesan menggantung. Tapi bukan berarti endingnya jelek ya. Nggak sama sekali, justru gw salut dengan kisah penutup yang ditulis oleh marie lu ini, membuat kita selalu teringat dan bertanya-tanya, apakah yang akan terjadi selanjutnya.

Tapi tidak sedikit juga fans yang terpuaskan dengan berakhirnya series ini. Banyak fans (termasuk gw) yang ga bisa move on, dan masih ingin kisah ini dilanjutkan. Masih ingin Bersama Day dan June. Alhamdulillah yah doa kita semua dikabulkan.

Pada awalnya, Marie Lu hanya menulis Novella atau kisah pendek mengenai Day dan June yang berjudul Life After Legend. Novella ini pun tidak diterbitkan secara meluas, melainkan hanya sebatas Bonus Pre Order untuk novel Warcross, walau alhamdulillah ya, beberapa tahun kemudian novella ini terangkum juga dalam Novel Warcross edisi baru (warna biru) yang membuat saya bela-belain belinya walau mahal dan udah punya yang versi putih, hanya karena ingin baca kelanjutan kisah Day dan June.

Tapi lagi-lagi gw pribadi tidak terpuaskan, Life After Legend pun masih tetap mengantung,,, uhmmm…. Walau pada akhirnya Marie Lu kembali merilis Novel sepanjang 5 halaman sebagai bonus Pre Order Novel Wildcard yang tentunya hanya bisa di dapatkan di US. Sedih ya, kan penasaran.

Kemudian, suatu hari, Marie Lu membuat gempar para pembaca, ketika ia mengumumkan akan merilis satu lagi novel Legend Series, sebuah kisah penutup yang menjadikan Legend tetralogi. Kisah ini berjudul Rebel, yang menunjuk Eden Wing sebagai salah satu tokoh utama.

Gila… pas baca berita ini gw senang bukan kepalang, gapapa deh kalau ga fokus Day sama June, gapapa… gw tetap penasaran, dan pengen tau juga kisah eden gimana. Gw excited banget! Makanya pas akhirnya novel ini rilis, gw langsung beli dan baca…..

IMG20190923173315 (2)

Sinopsis

 

Respect the Legend. Idolize the Prodigy. Celebrate the Champion. But never underestimate the Rebel.

Eden Wing telah hidup dalam bayang-bayang saudaranya selama bertahun-tahun. Meskipun ia adalah siswa top di akademinya di Ross City, Antartika, serta seorang penemu yang brilian, namun kebanyakan orang mengenalnya hanya sebagai adik laki-laki Daniel Wing.

Satu dekade yang lalu, Daniel dikenal sebagai Day, bocah lelaki dari jalanan yang memimpin revolusi yang menyelamatkan Republik Amerika. Tapi Day bukan lagi pemuda yang sama yang pernah menjadi pahlawan nasional. Saat ini ia lebih suka bersembunyi dari dunia dan meninggalkan masa lalunya. Yang penting baginya sekarang adalah menjaga Eden tetap aman ― bahkan jika itu juga berarti melepaskan June, cinta besar kehidupan Daniel.

Disaat keduanya berjuang untuk menerima perubahan diri mereka setelah kejadian kelam di Republik, jarak yang tumbuh di antara mereka menjadi sebuah konflik baru. Eden mendapati dirinya begitu tertarik ke sisi gelap Ross City, bahkan saudara lelakinya yang legendaris pun tidak dapat menyelamatkannya dari hal tersebut. Setidaknya ia tidak mampu apabila sendirian.

Review

Membaca Rebel seakan mengulik emosi-emosi yang ada di diri gw, pasca menamatkan kisah champion, apalagi gw sengaja membaca ulang seluruh series legend sampai novella nya sebelum memulai membaca Rebel. Jadi kebayang masih hot-hot nya lah.

Belum apa-apa gw sudah dibuat gemas oleh kondisi kakak adik Eden dan Daniel ini (oke sekarang biasakan memanggil Day sebagai Daniel ya). Gimana enggak coba, keduanya dari yang semula luar biasa dekat jadi tertutup antara satu sama lain. Eden merasa enggan menceritakan bagaimana ia tidak dianggap oleh orang lain sebagai dirinya sendiri, bagaimana ia bahkan tidak punya teman dan menerima bullyan dari orang lain, bagaimana masa lalu begitu menghantui mimpi-mimpinya hingga Eden enggan untuk tertidur lebih lama.

“But most people don’t know me like this. Instead, they’ll say : this is Eden Bataar Wing, Daniel’s younger brother”

Sementara Daniel juga menolak menyulitkan Eden dengan betapa ia selalu dihantui oleh ingatan ketika ibu dan kakaknya dibunuh, ketika ia harus berjuang hidup sebagai kriminal di republik, bagaimana ia kerap bermimpi buruk. Belum lagi, penyakit yang diakibatkan oleh republik membuat ingatannya hilang secara temporary, Daniel kesulitan untuk mengingat beberapa hal yang baru saja terjadi.

“Sometimes things don’t happen for a reason”

Keinginan menjaga satu sama lain, membuat Daniel begitu protective terhadap Eden, namun ini justru membuat Eden ingin memberontak. Walau dibalik itu semua, Eden juga begitu ingin menjaga sang kakak dan selalu cemas terhadap pekerjaannya sebagai AIS, badan intelejen antartika. Ia cemas, dimana setiap hari sang kakak selalu bertarung dengan nyawa dan menyimpan berjuta rahasianya seorang diri.

“It’s my protection of him that seems to have pushed him away”

Kalau membaca sedikit pemaparan gw ini, kisah rebel ini jelas seperti kisah brotherhood biasa ya? Yah kalian tidak sepenuhnya salah, namun bukan marie lu apabila hanya menuliskan kisah biasa, melalui Rebel kita akan diajak untuk mengikuti konflik politik yang ada di antartika, dimana sebelumnya kita hanya mengetahui kisah ini sekilas saja ya.

Namun, jujur jika dibandingkan dengan buku pendahulunya.. Menurut gw rebel menempati peringkat terbawah dari segi isu, plot dan konflik. Yah lebih karena legend – prodigy – champion sih, karena trilogy sebelumnya ini memang sebagus itu.

Tapi, entah kenapa gw tetap suka novel ini, karena lagi-lagi marie lu membuka mata gw tentang isu social, kemanusian dan politik, disini kita bisa melihat, mau bagaimana pun, menciptakan sebuah “keadilan” itu sulit. Karena, pasti akan ada pihak yg ga puas.. Dan dari isu inilah marie lu menciptakan sebuah kisah.. Tentang eden…

Kenapa eden? Yah ternyata.. Ada hal menarik dari sisi seorang eden.. deng deng deng deng……

 

“Your past is always a part of you”

Wah gila.. membaca rebel seolah membuat gw membaca kisah nyata, Ini tuh kayak real banget, gw suka perbedaan cara pandang dan cara menghadapi trauma yang diangkat di novel ini.. Gw suka banget brotherhood nya day dan eden.. bagaimana mereka berusaha saling menjaga dengan caranya masing-masing, walau bikin kesel yang baca juga sih hihihihihi.

Walaupun fokus utama kisah ini ada pada eden, namun POV Daniel juga masih ada kok, jadi kita masih bisa melepas rindu pada sosok kesayangan ini, Walau agak disayangkan ga ada pov June disini. Walau ga ada POV June, tapi bocoran untuk kalian, sosok June masih ada kok….. walau tidak sebanyak eden hehehe…

Selain Eden, Day dan June, kita masih menjumpai beberapa tokoh lama yang ada di trilogy legend kemarin, dan tentunya kita juga akan berkenalan dengan tokoh-tokoh baru di Ross City.

Apabila gw ditanya, lo puas ga sama kisah rebel dan bagaimana Legend series yang semula hanya trilogy kemudian tiba-tiba berubah menjadi tetralogi? Maka gw akan jawab…. PUAS.

Gw sangat berterima kasih pada marie lu, karena Rebel telah menjadi kisah penutup dan juga menjadi pelipur rindu dari akhir kisah di champion..

“I’ve looked over my shoulder for a decade. I  wondering what it was that missing in my life. Turns out, all this time, it was you”

InsyaAllah kali ini aku ikhlas

Selamat tinggal Day.. June.. Eden.. Terima kasih telah menjadi sosok yang gw sayangi beberapa tahun ini.. Dan selamanya…

 

 

 

Book Review : Champion #Legend3 by Marie Lu

0

Setelah sukses dibuat berdebar-debar ketika membaca Legend dan Prodigy, akhirnya gw bisa mengetahui akhir kisah Day dan June melalui Champion, yang merupakan buku terakhir dari trilogy Legend yang ditulis oleh Marie Lu.

Oopps… mungkin itu adalah kalimat yang harusnya gw tulis beberapa tahun silam, sebelum Marie Lu mengumumkan bahwa ia akan merilis satu novel tambahan yaitu Rebel. Tapi gapapa lah ya, anggap aja Champion tetap menjadi kisah terakhir, untuk saat ini….

WhatsApp Image 2019-09-30 at 15.16.02

Sinopsis (Dikutip dari Goodreads)

Paperback, 457 pages

Published March 2014 by Mizan Fantasi (first published November 5th 2013)

Original Title : Champion

ISBN13 : 9789794338278

Edition Language :  Indonesian

Series : Legend #3

Perang kembali pecah. Pihak Republik dan Koloni saling mencurigai satu sama lain sebagai dalang di balik penyebaran virus baru yang mematikan. Kali ini, Koloni berada di atas angin karena bersekutu dengan Afrika. Untuk bertahan, Republik harus menemukan vaksin dari virus tersebut, dan jawabannya ada dalam diri Eden, adik Day. Atas perintah Elector, June harus membujuk Day untuk menyerahkan satu-satunya keluarga yang dimiliki pemuda itu.

Setelah semua penderitaan dan kehilangan yang mereka alami karena Republik, sanggupkah Day dan June memberikan pengorbanan yang lebih besar lagi untuk negara ini? Dan masih adakah secercah harapan bagi keduanya untuk menjalani hidup bahagia bersama?

Review

Di akhir kisah Prodigy, Day memberikan dukungan sepenuhnya terhadap elector muda, Anden. Sementara June, memutuskan untuk menerima tawaran Anden sebagai salah satu calon “Princeps” yang mungkin bisa disebut sebagai tangan kanan elector ya. Keputusan ini tak lepas dari saran seorang Day yang tidak ingin menghambat karir wanita yang ia cintai, walau ini akan menyebabkan hubungan keduanya retak.

“Time heals all wounds. But not this one. Not yet.”

Uhmm.. gemesh banget sih gw bacanya hahaha.. mereka berdua nih malu tapi mau, sama sama ga mau nyakitin satu sama lain, saling berusaha merelakan yang pada akhirnya justru menyakiti diri sendiri.

Di awal kisah, sebagai penggemar June Day gw kesal dengan sedikitnya interaksi mereka. Belum lagi dibuat gemash sama sikap Anden yang berusaha “mendekati” June. Sempat kesel sih, sama June nya juga yang kayak memberikan “angin” ke Anden.

Eh tapi kenapa ini gw jadi bahas hubungan romansa. Oke lanjut..

Marie lu masih menyuguhkan kita sebuah konflik politik yang begitu hebat. Kali ini hubungan antara Republik dan Koloni semakin memanas, padahal awalnya mereka sepakat untuk menjalin hubungan baik, tapi entah kenapa tiba-tiba terdapat virus yang bermutasi dan menghantui penduduk koloni, hal ini tentunya membuat koloni murka dan berusaha menyerang republik.

Anden sebagai pemimpin tertinggi republic pun berusaha menemukan antidote dari virus tersebut, tapi tentunya tidak semudah itu kisanak.  Disinilah kita bisa melihat pengembangan karakter seorang Anden, bagaimana ia mengambil keputusan dan menjalin hubungan diplomasi dengan antartika dan bahkan koloni.

“Sometimes, the sun sets earlier. Days don’t last forever, you know. But I’ll fight as hard as I can. I can promise you that.”

Duh makin suka deh gw sama champion, makin terlihat jelas ni world building satu sama lainnya.. dan setting Antartica pun makin dijelaskan disini, membuat gw terperangah, ko bisa sih seorang marie lu berimajinasi seperti ini.

Yang bikin gw miris cuma kondisi Day, sedih banget dia bisa jatuh sakit seperti itu, tapi lagi-lagi seolah marie lu ingin membuktikan, bahwa Day itu manusia jadi sehebat apapun dia, dia punya limit juga.

Gw juga senang, tidak hanya Day yang berkontribusi disini, tapi bahkan Eden juga… hubungan kakak adik Wing ini luar biasa, berkali-kali gw dibuat berkaca-kaca bahkan menangis.

Pada akhirnya, Champion menyuguhkan salah satu ending dystopia terbaik menurut gw. Gila dah, mau dibilang closed ending juga enggak, karena bener-bener open ending deh,, nyesek banget pula… fiuh.. tapi mungkin inilah yang terbaik..

“I’ve been searching a long time for something I think I lost.
I felt like I found something when I saw you back there.”

Tapi jangan sedih lah… akhirnya setelah menunggu bertahun-tahun Novel Rebel rilis juga huhu,, jadi kita bisa melihat kelanjutan kisah mereka.

Book Review : Prodigy #Legend2 by Marie Lu

1

Prodigy adalah novel kedua dari series Legend yang ditulis oleh Marie Lu. Dimana menurut gw, lagi-lagi novel ini memberikan sebuah ketegangan tersendiri dari awal sampai akhir, gw benar-benar dibuat penasaran akan kelanjutan kisah di setiap halamannya. Apalagi mengingat ending di Legend yang makin bikin penasaran ya, rasanya ketika membaca Prodigy kita ga akan dikasih kesempatan untuk menaruh buku ini, oke gw lebay.

IMG20190606221507

Sinopsis (Dikutip dari Goodreads)

Paperback, Indonesian, 468 pages

Published October 2013 by Mizan Fantasi (first published January 29th 2013)

Original Title : Prodigy

ISBN13 9789794338063

Edition Language : Indonesian

URL : http://fantasi.mizan.com/index.php?fuseaction=buku_full&id=7123

Series : Legend #2

Setelah berhasil meloloskan diri dari eksekusi publik, Day yang ditemani oleh June lari ke Las Vegas. Mereka memerlukan bantuan Kelompok Patriot untuk menyembuhkan luka tembak di kaki Day, menemukan Eden, serta menyelundup ke Koloni. Sebagai balas budi, Day dan June harus membantu menyulut pemberontakan rakyat Republik dan membunuh Elector yang baru, Anden. June bersedia melakukan apa pun demi Day, namun instingnya mengatakan bahwa Anden tidaklah sekejam Elector sebelumnya dan rencana pembunuhan ini adalah sesuatu yang salah. Selain itu, ada yang mencurigakan dalam diri Razor, pemimpin Kelompok Patriot. June berusaha membuat Day sepaham dengannya, tapi Day sudah terlanjur digelapkan oleh amarah pada pemerintahan Republik.

Dalam dunia yang kacau balau ini, masing-masing pihak berpegang teguh pada apa yang mereka yakini. Pihak manakah yang pada akhirnya akan menang? Berhasilkah June meyakinkan Day untuk menyabotase rencana pembunuhan Elector? Dan setelah semua ini berakhir, dapatkah June dan Day tetap bersama?

Review

Prodigy mengajak kita untuk ikut memberontak kepada republik sedari awal kisahnya dimulai. Bagaimana tidak, kita akan terbawa kesal atas perlakuan republik terhadap Day, keluarganya serta Metias. Jika di novel pertama setting nya hanya seputar Los Angeles dan Denver, kali ini melalui Prodigy kita akan diajak berkelana ke Koloni. Melihat Koloni dari sudut pandang yang sesungguhnya.

“The World outside of the republic isn’t perfect, but freedoms and opportunities do exist out there and all we need to do is let that light shine into the republic itself”

Tidak hanya itu, kita akan diajak berkenalan ke sebuah kelompok pemberontak yang bernama Patriot, dari sinilah akan banyak tokoh baru, entah itu lawan atau kawan. Belum lagi, sosok Anden yang tiba-tiba muncul sebagai elector menggantikan ayahnya yang meninggal menjadikan kisah prodigy semakin menarik.

Jika diawal kisah Day June masih hangat-hangat nan penuh cinta, di prodigy hubungan keduanya akan mengalami pasang surut, perbedaan pendapat, rasa bersalah yang tersimpan hingga rasa cemburu akan sosok baru, Anden dan Tess membuat pertengkaran itu selalu ada. Gw jadi gemas sendiri bacanya, kayak pengen bilang, haduh coba dewasa dikit, tapi gw diingatkan, oh ya mereka masih 15 tahun.

“Why do I even care? It shouldn’t hurt this munch, should it? Don’t I have more important stuff to worry about?”

Di novel legend, kita nyaris dibuat buta dan percaya bahwa republik 100 persen salah, namun di prodigy kita akan diajak berpikir lebih luas, bahwa ada dalang dibalik semuanya, gw suka banget sama twistnya disini. Ga hanya itu, reformasi dan pertarungannya pun lebih berasa, lebih banyak baku hantam. World buildingnya lagi-lagi semakin baik! Gila lah gw dibuat terkejut oleh beberapa hal yang kalau gw certain malah jadi spoiler.

“in a world without Day, many things would be different”

Sosok Anden sebagai elector baru pun lebih banyak diceritakan dan menjadi pencuri hati bagi pembacanya, yah paling nggak bagi gw. Gw suka aja bagaimana Anden yang muda, menggebu-gebu ingin mengubah negara yang nyaris dihancurkan oleh ayahnya. Dia kayak ga malu gitu meminta bantuan orang lain, dari orang yang dipercaya tentunya.

Seperti gw certain sebelumnya, akan ada kelompok baru bernama patriot yang ikut berjuang. Jadi bakal banyak banget tokoh-tokoh baru disini, so, udah mulai sedikit nih porsi antara June dan Day nya. Hehehe..

Yang perlu gw ingatkan sejak dini adalah, ending di prodigy agak bikin sakit hati dan sedih, jadi persiapkan diri kalian ya.

Book Review : Legend #1 by Marie Lu

0

Marie Lu adalah seorang penulis yang memiliki berjuta ide cerita, oke lebay, tapi sungguh, gw tuh sayang banget sama penulis yang satu ini. Ada penulis yang hanya bisa fokus ke satu genre aja, tapi Marie Lu beda, dia bisa menciptakan berbagai buku dengan genre yang berbeda-beda, tapi tetep sama bagusnya!

Novel pertama Marie Lu yang gw baca adalah Legend series. Kebetulan saat itu baca edisi terjemahan yang diterbitkan oleh Mizan. Mungkin banyak yang belum tahu novel ini, karena saat ini pun sulit di dapatkan di toko buku, plus covernya yang agak uhmmmmm…. Gw pun kalau bukan karena rekomendasi orang, agak enggan dan mungkin ga ngeh kalau buku Marie Lu bagus wkwkkw.. maapin

Jadi gw Panjang lebar banget ya, postingan ini sesungguhnya mau ngebahas novel Legend, kenapa? Karena gw baru aja kelar baca ulang edisi inggrisnya dalam rangka menghayati dan mengingat detail cerita sebelum Rebel (Novel keempat Legend) rilis di bulan oktober nanti.

IMG20190606221033

Sinopsis (Dikutip dari Mizan Fantasi)

Tahun 2130. Amerika Serikat telah terbagi menjadi dua wilayah: Republik di Barat dan Koloni di Timur. Keduanya menghadapi perang saudara yang tak ada habisnya. Seakan itu belum cukup, rakyat Republik di rumah-rumah kumuh harus menghadapi wabah penyakit dan konflik kesenjangan sosial.

Day, warga miskin Republik, mempunyai puluhan catatan kriminal dan tak punya rekaman sidik jari maupun potret diri. Selama lima tahun, pemuda itu menjadi buronan paling dicari, terlebih setelah dia dituduh membunuh Metias, salah satu tentara militer Republik.

June, adik perempuan Metias dari ranah elite dan calon prajurit militer, bersumpah untuk memburu Day demi membalas dendam atas kematian kakaknya, sekaligus mengabdi pada Republik. Namun, kenyataan berkata lain saat June dan Day saling jatuh cinta. Bagaimana hubungan keduanya berlanjut? Dan apakah yang akan dilakukan June untuk menghadapi intrik dengan Day serta negaranya?

“Penuh ketegangan dan adegan-adegan laga yang sesuai untuk semua jenis pembaca.”
Los Angeles Times
“Petualangan filmis dengan tokoh-tokoh yang menarik dan menawan.”
Kirkus Reviews

 

Review

Gila deh, gw baca ulang dan makin baper menjadi-jadi.. Marie Lu emang paling jawara mengaduk-aduk perasaan pembaca.

Novel Legend mengisahkan bagaimana Daniel Altan Wing atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Day harus hidup sebagai buronan selama bertahun-tahun dan menangung ketidakadilan selama hidupnya. Namun hal ini justru menjadikannya sebagai orang yang memiliki kepedulian sangat tinggi.

Melalui caranya ia berusaha untuk membantu rakyat miskin, walau itu artinya ia harus melawan pemerintahan yaitu Republik Amerika. Hal inilah yang menjadikan Day seorang Kriminal. Namun belum satupun militer republik yang berhasil menangkap Day.

Di sisi lain, June Iparis, salah satu kalangan elite pemerintah, yang berhasil melewati ujian dengan nilai sempurna, dan siap untuk menjadi agen militer selanjutnya mengikuti jejak kakaknya Metias Iparis harus menerima kenyataan pahit, bahwa sang kakak terbunuh oleh salah satu buronan yang paling dicari di seantero republik, Day. Semenjak itu, June bertekad untuk memburu kemanapun Day pergi dan membalaskan dendam atas kematian sang kakak.

“I Will hunt you down. I will scour the streets of Los Angeles For You”

Legend ber-setting di tahun 2130, disini kita sudah tidak melihat lagi Amerika dalam keadaan utuh, diceritakan bahwa saat itu Amerika telah terbagi dua yaitu Republik dan Koloni dimana keduanya terus menerus berseteru. Dari sini kita bisa melihat ya, bahwa Legend mengambil team Dystopia, dengan kehancuran dimasa yang akan datang. Cukup menarik menurut gw, gw jadi ngebayangin kalau amerika kebagi dua kayak gini. Uhmmm…

yang paling gw suka adalah world building yang dibangun oleh marie lu sedari awal ini sangat baik, bagaimana ia menceritakan keadaan amerika, dengan segala kondisi pemerintahannya. Kita akan dibuat membayangkan perbedaan antara Republik dan Koloni yang begitu signifikan, dimana yang satu adalah pemerintahan sosialis dan yang satu pemerintahan kapitalis. Bukan novel dystopia namanya apabila tidak menggunakan isu wabah penyakit, demikian halnya di novel legend ini, selain bumbu tentang perjuangan dan pemerintahan yang berat sebelah, wabah penyakit yang digunakan sebagai senjata biologis. Semua keadaan dikisahkan dengan begitu natural dan senyata mungkin. Marie lu juga berusaha dengan baik mengambarkan perbedaan kondisi kaya dan miskin dengan sangat baik.

Marie Lu mengambil dua pov utama yang berasal dari Day dan June, sehingga kita bisa merasakan perbedaan pemikiran yang cukup signifikan. Dari pemikiran tersebut, kita juga akan melihat pengembangan karakter yang sangat baik.

Walau ini tema dystopia, tapi layaknya novel young adult lain, kita masih akan disuguhi oleh bumbu-bumbu cinta remaja antara keduanya, dan ini, sweet banget sik, walau ya apabila gw berpikir secara logis, cinta yang begitu cepat antara anak berusia 15 tahun ini agak kurang make sense, tapi karena ini Day dan June jadi gapapa.

Selain kisah perjuangan dan percintaan, yang menjadikan novel ini begitu menarik adalah bagaimana kisah keluarga juga diangkat menjadi salah satu faktor sentral bagi kedua tokoh utama. Diawal gw sempat menyebutkan tentang Metias Iparis kakak June, tapi dari sisi Day pun ia memiliki keluarga yang akan menjadi alasan Day untuk balas dendam, yaitu sang ibu, kakaknya John dan adiknya Eden. Hal ini yang membuat gw terenyuh dan ga sadar membuat air mata gw bermunculan.

Gw suka banget sama gaya penulisan marie lu yang sederhana namun menusuk, alur dan plot nya dituliskan dengan begitu cantik, deskripsinya pun tidak menyulitkan, benar-benar membuat kita paham mau kemana arah kisahnya.

Dan Day adalah salah satu karakter novel terbaik yang pernah gw baca, gw suka banget sama sifat dan kepedulian Day, tapi bukan berarti dia selalu kuat, nggak, justru Day tanpa malu memperlihatkan kalau dia juga punya titik lemah.

“Each day means a new twenty-four hours. Each day means everything’s possible again. You live in the moment, you die in the moment, you take it all one day at a time.”

Yang pasti Legend adalah salah satu novel dystopia terbaik yang pernah gw baca.

oh ya, setelah baca ulang, gw jadi punya fancast sendiri nih…  Menurut gw Remy Hii (yang main di spiderman far from home + crazy rich asian) cocok jadi sosok Anden yang berkarisma, terus Mackenyu Arata jadi DAY!!!  duh dia tu japanese tp jago banget bahasa inggris, dan cantik *eh , yang terakhir Barbara Palvin (Victoria Secret Model) cocok jadi June Iparis.. cantik banget!

 

 

 Nah kalau Fancast kalian siapa?