Book Review : When Dimple Met Rishi by Sandhya Menon

0

Adakah yang saat kecil dulu atau bahkan sampai sekarang hobby menonton serial atau film India? Ayo ngaku… kalau saya dulu masih kecil Zaman SD-SMP termasuk yang hobby nonton film India, terutama filmnya Shah Rukh Khan + Kajol. Doi tuh kayak idola pada zamannya gitu. Tapi entah seiring perkembangan zaman saya sudah tidak pernah menonton film india.

Kemudian, tiba-tiba Penerbit Spring mengumumkan akan menerbitkan sebuah Novel dengan tema India yang berjudul “When Dimple Met Rishi” , woah saya jadi excited sendiri, karena penasaran, seperti apa sih Novel Young Adult dengan tokoh utama orang India? Jujur saja saya belum pernah baca yang seperti ini, kalau tokoh utama orang amerika, afrika atau bahkan Korea dan Cina, sudah biasa, nah kalau India? Uhmm jadi penasaran….

IMG_20181125_144950_662

Sinopsis

 Paperback, 400 pages

Published December 2018 by Spring (first published May 30th 2017)

Original Title : When Dimple Met Rishi

ISBN13 : 9786026682352

Edition Language: Indonesian

 Dimple Shah, gadis india yang lahir di Amerika, Orangtuanya (terutama Sang Ibu) bersikukuh ia harus bisa menjadi layaknya gadis India, yang pandai berdandan, mengikuti perjodohan dan menikah muda dan menjadi Ibu Rumah Tangga. Namun hal ini sangat bertolak belakang dengan apa yang Dimple inginkan. Ia masih muda, masih ingin menggapai cita-citanya untuk kuliah dan menjadi alih teknologi.

“Sungguh? Begitukah menurutmu? Aku harus membuang-buang tempat di otakku?  Untuk tampil menarik? Dan kalau aku tidak berusaha keras tampil cantik, seluruh keberadaan-ku menjadi tidak sah? Tidak ada yang penting – baik kecerdasanku, kepribadianku, maupun prestasiku ; harapan-harapan dan mimpi-mimpiku tidak ada apa-apanya kalau aku tidak pakai eyeliner?”

Rishi Patel, Anak pertama dari keluarga patel, yang juga lahir di Amerika. Beban berat sudah ia pikul karena merasa harus memenuhi harapan kedua orang tuanya. Termasuk masuk ke MIT dan mengikuti perjodohan dengan anak dari sahabat orang tuanya, keluarga Shah.

Rishi pun bertemu dengan Dimple di Insomnia Con untuk mengabarkan bahwa ia adalah tunangannya.. namun…….. Dimple yang tak tahu apa-apa menjadi sangat terkejut. Lalu bagaimanakah nasib perjodohan keduanya?

“Perjodohan lebih seperti kepraktisan daripada kisah cinta. Tentang kecocokan hubungan jangka panjang”

Review

Saya cukup suka novel ini, terutama setengah bagian awal. Interaksi Dimple dan Rishi ini cute banget. Dimple yang cuek, menggebu-gebu dan sangat fokus pada mimpi sementara Rishi yang hangat dan sangat ingin membanggakan keluarganya walau itu artinya harus mengubur mimpi-mimpinya dalam dalam.

“Aku hanya tidak memahami gunanya membuang-buang waktu – waktuku dan waktu orang lain – untuk sesuatu yang tidak akan pernah terjadi”

Saya suka bagaimana keduanya saling mendukung, membuka hati dan memahami. Proses pendekatan nya pun mau-mau malu bikin senyum-senyum sendiri saat membacanya.

Rishi ini favourite banget deh, sangat-sangat gentleman.

“Rishi : Pemuda itu tidak memiliki tipu muslihat. Tidak ada permainan akal, tidak mencoba tampak keren atau menjadi sesuatu yang lain. Rishi tanpa malu-malu menjadi diri sendiri”

Keunikan novel ini adalah bagaimana kita diajak masuk untuk sedikit memahami tentang budaya india, mulai dari makanannya, bahasanya hingga bagaimana mereka dibesarkan. Kita akan melihat tipikal orang India yang agak kolot sampai yang sangat modern. Jangan heran juga kalau akan ada banyak Bahasa india di selipkan disini. Tapi tenang ada foot note nya kok di bawah.

Plot dan konflik nya sebenarnya mudah tertebak, tapi bagaimana sang penulis menceritakan alurnya begitu manis, walau pada akhirnya terkesan agak bertele-tele. Tapi tidak mengurangi kemanisan kisah ini kok.

Novel ini cocok banget untuk kamu penggemar novel romance.

Oh ya, sepanjang membaca novel ini saya menggambarkan Shah Rukh Khan dan Kajol sebagai Rishi dan Dimple. Hiihi cocok ga ya?

Advertisements

Book Review : “What To Say Next” by : Julie Buxbaum

0

Banyak orang berkata, untuk apa membuang waktu membaca Novel Fiksi? Terlalu banyak menjual mimpi. Tapi menurut saya, banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sebuah novel fiksi. Salah satunya tentang kehidupan. Seperti yang saya dapatkan ketika membaca “What To Say Next” karya Julie Buxbaum.

IMG_20181108_185951_880

Sinopsis (Dikutip dari Goodreads)

Paperback, 370 pages

Published February 2018 by Penerbit Spring (first published July 11th 2017)

Original Title : What to Say Next

ISBN13 9786026682178

Edition Language : Indonesian

Kit- gadis populer yang tidak tahan karena kehidupan berjalan normal padahal ayahnya baru saja meninggal- memutuskan untuk makan siang bersama pemuda antisosial genius bernama David Drucker. Di luar dugaan, mereka mengisi satu sama lain.

Sampai akhirnya kebenaran tentang kematian ayah Kit perlahan terungkap.

Bisakah persahabatan mereka bertahan walau diterpa kebenaran?

“Kesedihan ini terlalu besar untuk air mata cewek yang konyol. Ini terlalu besar untuk segalanya”

Review

Jujur ya, saya sudah lama punya novel ini, tapi entah kenapa enggan untuk mulai membaca, pasti selalu terkalahkan oleh novel lain. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk mulai melirik timbunan yang ada di rak buku, terutama buku terbitan Spring.

Novel ini menceritakan kisah tentang gadis popular dengan pria yang memiliki “Asperger Autisme”. Kebayang donk kok bisa? Gadis popular pasti selalu hidup dalam lingkungan yang ramai dan hal ini berbanding terbalik dengan para penderita Asperger yang terkesan lebih individual dan hidup dalam dunia nya sendiri.

Selama ini, David hidup dalam dunia nya sendiri, tanpa seorang pun teman yang mendampinginya. Hingga suatu saat Kit duduk di meja yang sama dengannya. Kit, satu-satunya gadis yang memiliki nilai positif di dalam buku catatan seorang david. David sungguh tak menyangka, kejadian singkat itu mengubah hidupnya.

“Tidak peduli apa pun yang kita lakukan, kemalangan akan terjadi di saat yang paling tidak terduga – terlalu sulit untuk dijalani”

Demikian halnya dengan Kit, ia tak menyangka keputusannya untuk menjauh dari teman-teman nya pasca kematian sang ayah, dengan memilih meja seseorang yang selama ini “tak kasat mata” begitu mengubah pandangan hidupnya.

David yang terbuka, jujur dan apa adanya mampu menenangkan hati Kit yang lelah dengan anggapan semua orang bahwa hidupnya Normal setelah insiden maut itu, padahal tidak. Hal itu sama sekali tidak normal. Namun dengan David, Kit mampu menjadi dirinya sendiri.

Lima Tahap Berduka : Penyangkalan, Kemarahan, Penawaran, Depresi, Penerimaan

Tapi ternyata semuanya tidak semudah itu, David dengan syndrome nya memiliki pemikiran yang begitu berbeda dengan orang lainnya. Dan ternyata ada sebuah rahasia tersembunyi dari kecelakaan ayah Kit.

Wah.. saya salut sekali dengan penulis yang dengan begitu baik mendeskripsikan pemikiran David. Bagaimana David yang begitu menyukai Sains berusaha menjadikan semuanya penuh akan logika. Saya sangat takjub, paling tidak saya jadi menjadi memahami jalan pikiran seorang David. Sungguh Unik.

“Inilah rasanya mengobrol dengan David Drucker. langsung terjun ke Inti pembicaraan”

Selain POV dari David, ada juga POV dari Kit, jadi semakin menarik, di satu sisi kita bisa memahami jalan pikiran David sekaligus Kit. Saya suka bagaimana mereka dekat dalam waktu yang singkat namun tidak terburu-buru. Uhmm susah di deskripsikan.

Dengan mengangkat tema Autisme, pastilah akan ada konflik bullying, karena yah seperti yang kita tahu, saat ini hal ini memang kerap terjadi, begitu halnya dengan David. Saya agak miris bagaimana iya diperlakukan begitu hina oleh orang lain dan dianggap tidak normal.

Kelebihan dari Novel ini, selain mengangkat tema persahabatan, bullying dan Autisme, penulis juga berusaha menampilkan konflik keluarga yang twist nya bikin saya berdebar *eh. Suka deh pokoknya.

“Kita tidak akan pernah tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya”

Satu lagi novel dari Penerbit Spring yang patut dibaca.

Backpacker Trip : Semarang 7-10 September 2018

0

Hai, ade kembali ingin menceritakan pengalaman jalan-jalan di Semarang tanggal 7 – 10 September 2018 kemarin. Trip ini merupakan trip pelipur lara, karena awalnya gw lagi stress banget, jenuh banget sama kerjaan, pengen traveling, city tour ke tempat yg emang belum pernah dikunjungi, gw pun memutuskan ingin pergi ke Vietnam, eh apa daya, ga dibolehin sama ortu, cerita ini panjang sik, intinya gw susah banget buat ijin ke luar negeri beberapa tahun ini,

Alhasil balik arah ke Semarang. Kenapa semarang? Sama kayak Singapore, semarang itu salah satu tempat fav gw, entah kenapa walau berkali-kali kesini gw tetep ga bosen.

Awalnya sempat bimbang sih, apakah harus semarang lagi? Banyak tempat yang udah didatengin juga. Eh ternyata, beberapa tahun terakhir semarang punya berbagai lokasi wisata baru yang nge hype. Baiklah! Semarang I’m coming!

IMG20180909183929

Hari ke-1 : 7 September 2018

Trip kali ini gw pergi sama Sofie, Alhamdulillah ya doi mau nemenin gw wkwkwk. Kami naek kereta Menoreh, kereta ini kelas ekonomi tapi ver bagusnya gitu lah, tempat duduknya dua-dua dan tergolong asik tapi tetep murah, Cuma 200 ribuan gitu. Kereta menorah ini berangkat pukul 20.35 dari Stasiun Pasar Senen dan sampai Semarang pukul 03.28, Alhamdulillah on time.

 

Hari ke-2 : 8 September 2018

Sampai semarang masih subuh, bingung donk kita mau ngapain, nunggu di dalem pun diusir satpam, alhasil kami nongkrong di luar sampai pagi.

Sekitar pukul 7 pagi kami berangkat ke hotel Ibis Budget yang lokasi nya di Tendean, lumayan deket loh sama mall paragon. Rekomen sik buat kamu yang backpackeran, walau yes kamarnya sempit banget wkwkkw.

Sampai hotel kami belum bisa check in, alhasil Cuma numpang cuci muka dan nitip tas, perjalanan pun kami lanjutkan. Tujuan pertama adalah…. Sarapan!

IMG20180908074254IMG20180908071121IMG20180908070528

Yak pagi-pagi langsung brutal ke pecinan Cuma buat sarapan di Nasi Liwet Ayam bu Pini , sumpah ya,,, ini nasi liwet ENAK banget dan murah banget! Banyak banget orang yang kesini, padahal masih pagi loh.

Setelah kenyang, kami pun keliling pecinan, jalan kaki tentunya, itung-itung bakar kalori, maklum kalau ke semarang tuh pasti kerjaan utama, kulineran jadi banyakin jalan deh biar cepet kosong perutnya *eh

IMG20180908074520

Lokasi kedua adalah Lumpia Gang Lombok, lumpia disini merupakan salah satu lumpia yang paling tenar di Semarang, lumpia nya besar dan tebal. Jujur ini baru pertama gw makan disini, karena sebelumnya pas kesini tutup. Dan yak pas makan ternyata emang seenak itu lumpia nya! oh ya lumpia gang Lombok buka dari jam 9 pagi kalau ga salah, jadi bisa buat alternative sarapan, yah kalau buat gw, alternatif coffee break Dikata training pake coffee break. Selain ada lumpia, di gang Lombok ini juga ada Kuil gitu, tapi kemarin ga bisa foto-foto soalnya pas banget ada kegiatan disana.

IMG20180908080633IMG20180908082113

Pagi-pagi udah sarapan dua kali tapi masih belum bisa checkin, alhasil kami jalan kaki sampai dekat hotel donk, demi ngebuang kalori hahaha, pas mau di dekat hotel kami sengaja cari Coffee Shop gitu, ketemu lah sama Peacock Coffee. Wah ternyata kopi nya lumayan enak walau agak mahal, dan tempatnya cozy banget loh. Rekomen sih menurut gw.

IMG20180908092206IMG20180908093105

Waktu menunjukan pukul 11 siang, meluncurlah kita ke hotel, dan kembali ya jalan kaki dengan bermodalkan google maps, sumpah deh gimana ga gampang lapar, selama di semarang kerjaannya jalan kaki.

Setelah Check in kami pun bersih-bersih dan istirahat sebentar, tapi ga menunggu lama, perut kembali keroncongan, sekitar jam 1 siang pun kami kembali melanjutkan perjalanan kuliner. Kali ini kami mau makan siang di Soto Bangkong. Padahal di Jakarta ada ya? Tapi gw baca blog pada ngerekomendasiin ini, jadi ya tetep aja kami kesini, toh gw juga belom pernah makan. Dan yak! ENAK jendral! Apa sih de yang ga enak menurut elu? Soto nya tuh enak, walau kurang asin sih menurut gw, tapi tinggal di racik sedikit ditambah sate-satean yang super enak, dan… perut pun puas!

IMG20180908133952

Kembali, perut kenyang hati senang, perjalanan pun dilanjutkan, kali ini kami melaju ke Klenteng Sam Poo Kong, lagi-lagi gw da pernah kesini, tapi karena Sofi belum pernah jadi kita mampir aja sebentar. Eh sekarang di sam poo kong ada tanda-tanda lokasi yang bagus buat foto gitu loh haha seruu jadi ga riweuh buat cari spot foto yang bagus.

IMG20180908142701IMG20180908145414

Semarang itu panas, yes… jadi ga usah pakai lama di Klenteng, kami lanjut  ke Masjid Agung Semarang, salah satu Mandatory Visit kalau kesini. Oh ya, hari pertama di semarang ini, kami kemana-mana naek grabcar, karena terhitung lebih murah dibanding naik turun angkot, plus saat itu lagi ada promo gitu. Lumayan banget menghemat budget.

IMG20180908152654

Selanjutnya kami melipir ke Toko Oen ya ALLAH MAKAN LAGI , dan karena disana ada menu babi nya, jadi kami Cuma pesen es krim yang non Rhum plus Pofertjes, ya ALLAH enak banget Pofertjes nya huhu btw nulisnya bener ga sik?

IMG20180908163858

Karena makan mulu dan merasa berdosa, kami pun jalan hampir 2km untuk ke Lawang Sewu , nyampe lawing sewu udah lemes wkwkwk, ya udah akhirnya kami ga lama disana, Cuma foto bentar terus cus, dan pas juga sik sampai sana udah mau magrib jadi agak horror ye…

Karena udah magrib kami pun memutuskan untuk solat magrib di Masjid Raya Semarang , karena emang sekalian mau makan malam di Simpang Lima. ALLAHUAKBAR MAKAN LAGI….  Sayang banget tapi, pas ke Masjid Raya lagi di renov gitu, jadi riweuh banget deh mau wudhu dan solatnya huhu.

Jadi gaes, salah satu makanan Fav saya di semarang itu TAHU GIMBAL… jadi ya kalau semarang jangan lupa makan Tahu Gimbal, khususon Tahu Gimbal Pak Edi  yang lokasi nya di Taman KB semarang, tinggal jalan kaki dari Simpang Lima gitu.. enak banget loh Tahu Gimbalnya, padahal gw ga gitu suka tahu loh, tapi entah kenapa tahu ini fav banget.

IMG20180908185141

Malam telah tiba, perut telah sangat kenyang, ade dan sofie pun kelelahan, alhasil kami balik deh ke hotel buat istirahat,, perjalanan hari ini usai, yuk siap-siap untuk perjalanan besok! Yey!

Hari ke-3 : 9 September 2018

Hari ketiga tiba! Setelah kemarin seharian muterin kota semarang, hari ini kami main agak jauhan ke “puncak”nya kota semarang. Karena agak jauh kami pun sewa mobil, supaya mempermudah, karena akses ke lokasi wisata hari ini memang cukup lumayan. Oh ya, kalian bisa sewa mobil di traveloka, dan please cek promo nya, kemarin kami dapat promo jadi murah banget gitu harganya hehehe

Sebelum memulai perjalanan kami pun mengisi perut alias sarapan di hotel, makan yang banyak biar semangat! Nggak deng biar ga rugi aja .

1536754125051

 

Pukul 8 pagi, drive nya sudah tiba, kami pun memulai perjalanan pertama yaitu ke spot wisata baru semarang yang lagi hype banget, yaitu Brown Canyon. kalau kata bapak driver, ngapain sik mbak kesini, Cuma gitu doank. Dan emang gitu doank wwkwkw.. Jadi brown canyon ni kayak daerah pertambangan gitu tapi entah kenapa jadi punya bentuk (?) yang bagus ala ala amerika gitu, cocok lah buat foto-foto. Tapi gosah kelamaan ya disini, banyak debu!

IMG20180909112555IMG20180909120251

Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke daerah Puncaknya semarang, yaitu Umbul Sidomukti, disini agak dingin tapi ga dingin-dingin amat, karena emang lagi musim panas. Banyak banget spot wisata dan arena pemacu adrenalin disini, sebut saja flying fox hingga Sepeda gantung (?) . kami pun sok-sok an yekan naik sepeda gantung, BUSET YA ALLAH udah ga mau, lemes banget, baru naek sepeda sampe tengah udah gemeter ni kaki huhu, heran sama orang yang bisa bergaya pas naek sepeda ini, gw boro-boro , ga pingsan aja udah bagus!

15367540235801536754041111

Banyak banget loh spot foto seru di Umbul Sidomukti , karena ini lokasi wisata alam, jadi pemandangannya bagus banget gitu. Cuma salahnya, kami kesini pas hari minggu. Alhasil penuh bangeeettttt… setelah capek disini, kami pun melanjutkan perjalanan ke Wisata Ampelgading bandungan, lokasinya ga terlalu jauh dari Umbul Sidomukti, dan yak masih bertemakan wisata alam. Lokasi disini terhitung kecil banget sik, Cuma segitu doank spot nya, tapi… BAGOOOSSSSSSSSS… buat foto hihihi

IMG20180909131915

1536753959673

Setelah itu kami lapar, ya udah niat nya melanjutkan perjalanan ke luar bandungan sekalian balik ke kota semarang, tapi… astaga,, hari minggu macetnya huhu…

Ditengah perjalanan, pak driver nawarin kita untuk ke Goa Kreo, soalnya katanya sayang kalau ga mampir, toh deket semarang juga. Jadilah kami ke Goa Kreo, sempet makan Siang eh sore disana juga. Rupanya Goa Kreo ini cakep loh lokasinya. Selintas mirip Waduk Jatiluhur yang di purwakarta itu. Tapi sebenarnya Goa Kreo ini terkenal sama Monyet nya *eh. Maksudnya banyak banget monyet disini, mulai dari yang balita sampai yang buibuk bapakbapak.

IMG20180909163818IMG20180909165448

Agak lelah sih jalan d goa kreo ni, karena banyak tangganya huhu.. tapi emang kece loh, kalo masih banyak waktu mungkin kami masih jalan-jalan sampai ujung. Sayang sudah sore, kami pun bertolak kembali ke kota semarang.

IMG20180909164444

Malamnya sebelum menikmati hidangan malam yang nikmat (?)  kami putuskan untuk melancong preet ke Kota Tua yang terletak di deket Pecinan, sekalian solat magrib ceritanya.  Seperti namanya kota tua, lokasi ini memang banyak banget spot bangunan tua dan juga pernak pernik bahkan kendaraan tua. Ada becak-becak ala Cina zaman dulu gitu, jadi kita bisa foto disitu, tapi bayar. Kalau mau gratis sih bisa, di gedung-gedung tua gitu, kalau malam cantik deh.

IMG20180909183041IMG20180909184216

Di kota tua juga ada pasar pernak pernik gitu loh, kalau kalian cari benda-benda tua gitu bisa banget. mulai dari kertas-kertas lama sampe segala tv ada hehehe..

IMG20180909180036

Setelah puas dengan kota tua, kami melanjutkan perjalanan ke  Pasar Semawis yang terletak di pecinan. Pasar Semawis ini cuma buka pas weekend, isinya tuh kayak kios-kios makanan banyak banget. berbagai makanan ada. Asli seru banget dan ramai banget! akhirnya gw sama sofie nyicip beberapa makanan sambil duduk di trotoar karena emang udah ga bakal deh dapet meja, penuh! Mereka pada ga mikir besok kerja apa ya.

IMG20180909185510IMG20180909191041

Setelah kenyang kami pun balik ke hotel untuk istirahat.. besok pulang huhu

 

Hari ke-3 : 10 September 2018

Hari ini pulang…. Tapi masih malem deng , karena kami pesan kereta Tawang Jaya Premium dengan jam kepulangan 20.20 wib, ceritanya biar puas dan maksimal di semarang hehehe…

Bangun tidur ku terus sarapan pagi, enggak deng mandi dulu. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Kampung Pelangi. Ceritanya kampung ini ala-ala korea gitu yang kampungnya dihias penuh warna ala ala pelangi gitu. Lucu sih, banyak mural dan spot lucu buat foto hehe.. tapi karena kampungnya kecil, jadi ga butuh waktu lama buat keliling.

IMG20180910073552IMG20180910074053

Terus kita bingung donk, masih pagi mau kemana, alhasil mampir ke pandanaran buat beli oleh-oleh. Di daerah pandanaran ini ada bandeng juwana dan berbagai toko oleh-oleh, jadi ga usah bingung kalau cari oleh-oleh.

Setelah beli oleh-oleh, dan ngebungkus lumpia *heh. Akhirnya kami memutuskan untuk balik aja ke hotel, tadinya mau ke smp Loyola kan buat jajan Lekker Paimo, tapi.. akhirnya kami putuskan nge gofood aja wkwkwk…

Lekker Paimo ini salah satu makanan fav di semarang semua aja fav lu . kenapa fav dan tenar di semarang? Karena biasanya kan kalo lekker Cuma isi meses atau keju, tapi kalau disini banyak banget varian nya.. ada sosis , kornet dan lainnyaaaaa…

Sambil nunggu waktu siang, kami pun bobo dulu wkwkwk.. terus pas abis dzhur baru deh check out. Karena kereta kami malam dan malas banget bawa-bawa barang, alhasil kami titipin tas di hotel dan langsung melanjutkan perjalanan kuliner. Kali ini kami makan Nasi babat yang happening banget di semarang, yaitu Nasi Babat Pak Karmin.

IMG20180910132608

Nasi goreng babatnya enak! Tapi ya gitu lengket nasinya pulen bukan pera kayak nasi goreng kebanyakan. Tapi emang beneran enak dan rekomen sik!

Setelah makan nasi goreng babat,,, kami lanjut ke Lunpia Mbak Lin, kalau dibanding sama lunpia gang Lombok rasanya sebelas dua belas gitu lah, Cuma emang kalo lunpia gang Lombok udah ga terlalu bau rebung nya, kalau mbak lin masih sedikit bau. Setelah itu kami bungkus lunpia di gerobak sebelah, soalnya lebih murah, walau kalo dari segi rasa jauh, yaiyalah!

IMG20180910141142

Terus bingung lagi yekan mau kemana, dari lunpia mbak lin, kami pun cari tempat nongkrong yang asik, yaitu di Tekodeko Koffiehuis. Biasa lah kita disana ngopi2 cantik gitu, harganya ga terlalu mahal. Tempatnya asik, Cuma yang bikin agak malas , kemarin pas dapat kursi yang ga ada sandaran nya. aku kan butuh sandaran…… baca : udah tua, punggung lelah

Setelah menghabiskan waktu dan udah gaje akhirnya kami ngemall sebentar ke Mall Paragon dan Cuma buat jajan wendys, ceritanya bekel di kereta wkwwk..

Yak setelah itu saatnya pulang, kita ambil tas di hotel dan ke stasiun,,, Jakarta I’m coming!

1536753864139

Terima Kasih untuk ceritanya Semarang, I’m gonna miss you… (re : food)

Oh ya, berikut Itinerary Semarang nya ya .. tapi maap kemaren saya mager banget buat ngitung, tapi kayaknya 3 hari di semarang menghabiskan budget 1 jutaan deh,, murah!

Itin Semarang part 1Itin Semarang part 2

Backpacker Trip – Lost in Singapore : 1- 3 Mei 2018

2

Setelah setahun lebih, akhirnya si Ade ada postingan jalan-jalan lagi ya… sedih banget rasanya…. Tapi gapapa lah daripada ga ada sama sekali. Kali ini, saya mau ceritain pengalaman Short Trip ke Singapore tanggal 1-3 Mei 2018 (ya ALLAH udah lama banget tapi baru ditulis). Jujur awalnya sama sekali ga ada rencana mau pergi ke Singapore, ngapain juga ke Singapore pas hari kerja kalau ga ada kebutuhan mendesak… tolong di garis bawahi ya… kebutuhan mendesak…

Jadi.. sekitar 2 minggu sebelum hari keberangkatan, saya ga sengaja lihat postingan di Instagram, kalau salah satu BAND favourite saya, sebut saja 5 Seconds of Summer (5SOS) bakal ngadain concert di Singapore, tepatnya tanggal 2 Mei 2018. Lah…. Saya shock… perasaan tweet dan IG mereka udah di Turn On Notification deh, kenapa masih bisa kelewat info kayak gini??????

Dan yah… Namanya juga si Ade, yang sangat Impulsive, memiliki teman bernama Tiwi, yang ga kalah Impulsive. Langsung heboh berduaan, galau dong, mau berangkat apa ga, pengen banget nonton concert ini, karena terakhir nonton di Jakarta tuh sekitar 2 tahun lalu dan entah kapan mereka bakal ke Jakarta lagi. Tapi…. Itu tanggal 2 hari kerja….

Jadi lah kita berdoa, minta izin ke Leader dan HRD masing-masing, memohon petunjuk Allah juga cailah. Alhamdulillah dapat izin kami nya, khususon saya Cuma dikasih izin (potong) cuti satu hari saja, alhasil Cuma cuti di tanggal 2 Mei itu dan langsung balik ke Jakarta buat kerja tanggal 3 Mei nya.. huhu, gapapa deh daripada ga pergi sama sekali…

Anyway… jadi panjang curhatnya,,, yuk lah langsung ke bagian Jalan-jalan nya aja,, untuk concert nya saya skip yaaaaa, ga usah detail di ceritain nya hihihi…

IMG20180501150809

LOST IN SINGAPORE

-Preparation-

Persiapan merupakan tahapan paling penting sebelum melakukan suatu perjalanan. Dengan persiapan yang baik, insyaALLAH perjalanan nya akan lebih dimudahkan. Yah kendala dalam perjalanan pasti ada, tapi paling nggak bisa di minimalisir

Nah, tahap pertama yang harus dilakukan adalah….. :

  1. PASPORT

Wajib punya Paspor yaaa.. dan Cek masa berlaku nya, minimal 6 bulan sebelum expires!

IMG20180501051448

  1. BOOKING TIKET CONCERT

Tujuan perjalanan kali ini adalah untuk nonton konser, jadi jangan lupa di booking dulu tiketnya.. daripada zonk!

Kali ini, Promotor 5SOS – Live Nation bekerjasama dengan www.apactix.com untuk penjualan tiketnya, jadi langsung aja deh registrasi dari booking disana. Caranya gampang, setelah registrasi dengan menggunakan paspor, langsung klik pilih seat dan payment. Payment nya sendiri bisa menggunakan credit card.

Ada beberapa vendor tiket yang meminta kita untuk membawa Paspor dan Credit Card saat penukaran tiket, jadi dibawa aja ya buat jaga-jaga walaupun pada kenyataan nya jarang sih sampai ditanyain credit card. Biasanya Cuma diminta menunjukan Print Out Confirmation sama Paspor aja.

Oh ya, ada beberapa pilihan untuk pengambilan tiketnya, bisa dikirim, ambil di ticket box sebelum acara atau di venue. Nah karena kita datangnya mau mepet aja sebelum concert, jadi pilih yang : Delivery Method: Venue Collection

Harga tiket di Singapore ini terbilang murah dibandingin sama harga di Jakarta 2 tahun silam loh.. Cuma ada 2 kelas yaitu Free Seating dan Free Standing, karena kami sudah Tua, jadi duduk aja ya daripada capek. Hihi… harga tiket Free Seating sendiri hanya SGD 108 , masih ditambah sama Booking Fees SGD 4, plus Delivery Cost SGD 1.5 sih, tapi tetap aja lebih murah.

  1. BOOKING TIKET PESAWAT

Kemudian, jangan lupa booking Tiket Pesawat. Cari yang paling murah dan paling pagi, karena kalau pesawat pagi kemungkinan Delay nya tuh lebih sedikit.

Saya udah feeling banget nih, harga tiket pesawat nya bakal mahal banget karena beli nya mepet, dan bener aja donk. Dibanding sama perjalanan saya tahun lalu, harganya lumayan beda banget huhu.. tapi mau gimana ya kan

Untuk Tiket Pesawat, kami booking di https://www.traveloka.com/en-id/flight situs yang paling enak, paling gampang dan banyak kombinasi pilihan.

Untuk Perjalanan ini, kami berangkat menggunakan Lion Air (ada Free Bagasi 25kg) dan pulangnya menggunakan Jet Star (No Baggage), kalau di total kena sekitar Rp 1.1 juta per orang nya.. mayaaaannn…. Harusnya mah bisa jauh lebih murah kalau ga mepet hihihi.

  1. BOOKING PENGINAPAN

Setelah booking tiket pesawat, hal yang perlu kita lakukan adalah cari penginapan!

Alhamdulillah Tiwi dan Saya bukan tipikal orang yang ga bisa diajak susah, jadi kemarin kami sepakat untuk stay di Hostel yang murah… catat ya Murah.

Lagi-lagi kami menggunakan https://www.traveloka.com/en-id/hotel untuk pemesanan penginapan.

Dari beberapa kali perjalanan ke Singapore, lokasi fav untuk menginap adalah di sekitar Lavender, karena ada di jalur hijau yang searah ke Changi Airport, jadi ga ribet pas datang dan pulang. Ditambah, kebanyakan hostel murah itu ya di sekitar Lavender ini.

Setelah melakukan berbagai pencarian, kami pun sepakat untuk stay di Hostel @ SG Traveler, yang jaraknya dekeeettttt dari MRT Lavender, Alhamdulillah. Kami booking Mixed Room 1 kamar 4 orang. Hostel nya terbilang cukup bagus ko, dan bersih, yah sesuai harga sih yang Cuma  Rp 351 ribu perorang untuk 2 hari hahaha. Dapat sarapan pula :p

  1. BOOKING SIM CARD / PAKET INTERNET

Setelah beres semua, karena saya ga berniat datang ke Atraksi2 berbayar di Singapore , jadilah kami langsung fokus untuk beli sim card dalam artian paket internet! Karena, ini merupakan salah satu hal yang paling penting.

Kalau budget kalian terbatas, dan handphone kalian memiliki fitur Dual Sim Card alangkah baiknya, kalian beli aja Sim Card Singapore di https://www.traveloka.com/en-id/connectivity . Hanya dengan Rp 151.739 kalian bisa mendapatkan Simcard M1 100 GB Promo 4G untuk pemakaian 5 hari. Yang paling enaknya, kalian bisa saling tether satu sama lain, jadi irit kan, harga segitu bisa buat berdua. Kemarin saya pakai ini berdua dan sinyal nya tetep maknyuuusssssss….

Oh ya, pengambilan Sim Card ini langsung di : Changi Recommends – Singapore Changi Airport. Jangan lupa print email confirmation  nya yaaaa

Note : Buat kamu yang mau jalan-jalan ke USS, Dome Garden By The Bays, Madame Tussaud, dan lainnya, saran saya pembelian tiket atraksi bisa dilakukan di https://www.traveloka.com/en-id/activities , nanti tinggal scan barcode aja di lokasi. Asik banget deh, selain harganya lebih murah dibanding beli disana, lebih mudah juga kan.

Wow sebentar lagi saya jadi tim promosi traveloka….

  1. BIKIN ITINERARY

Ini ga kalah penting nih.. kenapa? Karena bisa memudahkan kalian saat berpergian. Jadi waktu kalian bisa lebih efektif dan efisien. Itinerary ga harus 100% dilakukan , tapi paling ga, kalian dapat gambaran tujuan kalian selama di Singapore mau kemana aja.

Karena tahun kemarin, saya sudah ke USS dan Ke Dome Garden By The Bay. Jadi tahun ini saya memilih ke beberapa lokasi GRATIS yang belum pernah saya kunjungi, plus kembali ke beberapa tempat lama juga sih buat nemenin tiwi hihi.

  1. SIAPKAN EZ LINK

Di Singapore pembayaran untuk MRT dan Bus bisa dilakukan dengan menggunakan EZ LINK, yah semacam E Money lah disini. Dengan menggunakan EZ LINK juga lebih mudah karena tingga TAP aja. Pluuuusssss… kalau pakai EZ Link harga tiket untuk MRT nya juga lebih murah loh, dibanding beli tiket satuan di setiap perjalanan.

Nah EZ Link ini bisa kita beli di Indonesia, ada beberapa orang yang jual online, atau bisa dibeli di Changi Airport.

Kalau saya sih Alhamdulillah kemarin minjem hihihi.. TOP EZ Link itu Minimal banget SGD 10 yah, jadi kalkulasi kan dengan baik, kemana saja kalian mau pergi dan kira-kira butuh berapa banyak saldonya, supaya ga mubazir mengendap disana.

-Day 1 : 1 May 2018-

Yeay! Hari yang dinantikan tiba!

Jangan lupa malam hari sebelumnya, kalian packing yaa… bawa pakaian secukupnya. Kalau handuk biasanya di sediakan di hostel. Jadi lumayan bisa ngurangin bawaan. Yang terpenting bawa : Colokan kaki 3 , Charger dan Powerbank! Untuk Powerbank sendiri kapasitas maksimum yang boleh dibawa itu 100 wh (sekitar 20.000 mAh, tergantung votage)

Kemarin, saya pergi menggunakan Backpack, wah lumayan juga ya, sekarang semakin tua makin encok kalau bawa backpack hahaha, tadinya mau bawa koper aja, Cuma karena harus langsung ke kantor… jadi…

IMG20180501051353

Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 02.30 wib untuk mengejar Damri yang jam 03.00 WIB, karena yaaa pesawat kami jam 06.15 wib. Karena ini perjalanan luar negeri dimana harus antri Imigrasi, jadi harus Spare waktu agak banyak. Dan benar aja donk, baru antrian check in aja udah rame banget. CK!

IMG20180501030315

Alhamdulillah, Pesawat berangkat On Time, sekitar pukul 09.00 waktu Singapore kami sudah sampai. Setelah itu, kami langsung ke imigrasi dan mengurus pengambilan SIM CARD nya.

IMG20180501083906

Lokasi pengambilan sim card ini di counter Meet N Greet  ya,, lokasi nya paling ujung gitu, jadi mayan lah jalannya. Setelah itu saya langsung tuker sim card dan pasang mode Tether, biar bisa digunain berdua. Oh ya, dengan melakukan tether ini otomatis batere hape jadi lebih boros, makanya kita harus bawa powerbank yang full.

IMG20180501095623

Urus sim card done, kami pun langsung melaju ke stasiun MRT, jangan lupa untuk top up EZ link nya ya.. sekali top up itu SGD 10. Pastikan jumlah EZ link yang kamu butuhkan selama perjalanan. Kalau kamu mau ke sentosa berarti harus extra top up, tapi kalau nggak, ya ga usah isi banyak-banyak gitu, soalnya sayang.

IMG20180501110531

Tampak Depan Hostel

Karena malas dengan bawaan yang banyak, kami pun langsung menuju ke hostel yang terletak di lavender. Sebelumnya setiap saya ke Singapore, saya memang selalu stay di hostel daerah lavender, tapi biasanya ganti-ganti gitu lah lokasinya, tergantung yang paling murah yang mana. Nah kali ini tempat yang beruntung adalah Traveller @SG. Eh tapi pas sampai lokasi, ternyata kami dipindahkan ke Backpacker SG yang letaknya tepat disebelah traveler sg. Asli deh saya puas banget, karena letaknya yang memang dekat dari MRT stasiun, dan hostelnya bersih plus murah!. Sama seperti di hotel, waktu check in itu sekitar jam 1 dan 2 siang, karena kami datang jam 10 otomatis ga bisa langsung masuk kamar. Tapi tenang kita bisa titipin tas kita disana kok.

IMG20180501110052.jpg

Ruang Tamu nya

Sebagai backpacker, kami ga ingin menyianyiakan waktu untuk menjelajahi Singapore (sesering apapun saya ke Negara ini, tetep aja ga pernah bosen,,, belom). Tujuan pertama kami adalah Labrador Park. Disini tuh kayak kawasan Nature Reserve gitu. Tadinya kami mau sampai ke nature reserve nya, tapi ternyata jauh kalau jalan kaki, dan malas untuk sewa sepeda karena ribet harus pakai aplikasi dan cc gitu, alhasil kami hanya jalan-jalan di sekitar stasiun MRT. Tapi jangan salah, tetep bagus banget loh…

IMG20180501132531

Labrador Park

Di Labrador Park ini ada wilayah yang kayak hutan bakau (?) di PIK. Jadi kita bisa menyusuri jembatan nya. pemandangannya indah buat foto-foto. Dan ga sedikit yang piknik disana loh. Kalau kalian suka suasana nature, kayaknya wajib mengunjungi Labrador Park ini.

IMG20180501132218

Berlayer Creek di depan Labrador Park

Destinasi selanjutnya adalah Haw Par Villa yang lokasi nya ga jauh dari Labrador Park. Tapi please kalau mau naik bis, perhatikan arah tujuan ya, Tanya aja sama orang daripada salah. Karena kami sempat nyasar disini karena salah arah pas naik bus wkwkwkw.

IMG20180501122623

Haw Par Villa ini semacam Theme Park yang menyajikan kisah dari Chinese myth. Kalau kalian pernah nonton a long with the gods, nah ini semacam ver statue nya. jadi kita bisa melihat berbagai patung-patung yang menggambarkan kehidupan (pembalasan) setelah kematian. Ada beberapa lokasi yang creepy gituu soalnya dibikin gelap, biar terkesan benar-benar berada di hari setelah kematian kali ya.

IMG20180501123444

Setalah dari Haw Par Villa kami pun menuju ke orchard gateway, tadinya mau ke library yang ada di orchard, eh malang banget ternyata lagi tutup. Jadilah kita makan. Secara ya, pagi Cuma makan beard papa dan langsung berkelana jalan kaki. Perut pun keroncongan nya bukan main.

Dari Haw Par Villa kami mencoba kembali naik bus, dan nyasar lagi hahaha asli yaaaaaa… ya udah malah jadi mampir dulu ke area West Cost yaitu Clementi Woods, ini tuh kayak taman kota gitu loh..

IMG20180501140712

Clementi Woods

Setelah muter muter sama abang tukang bis, alhasil kami sampai orchard dengan selamat. Karena bingung mau makan apa di orchard, yang pasti ga ada ayam geprek. Alhasil kami memutuskan untuk makan di 4 Fingers dank arena edisi irit plus Cuma buat ngeganjel perut aja, kami pun pesan menu combo untuk berdua. Dan… YA ALLAH enak banget ya ALLAH,,, asa pengen nambah tapi sayang budget #SobatMissqueen

IMG20180501154034

Oh ya di orchard gateway ini ada berbagai makanan enak dan snack buat oleh oleh macam Garett atau Irvins gitu. Jadi bisa lah jajan disini kalau malas nyari di mall lain.

IMG20180501151235

ini si tiwi lagi jajan

Perjalanan pun kami lanjutkan dengan berburu oleh oleh di Mustafa Centre. Karena waktu yang begitu terbatas (belom solat) alhasil ga bisa belanja lama-lama, seperlunya aja. Buat yang belum tahu, Mustafa Centre ini semacam supermarket yang super besar yang menjual berbagai jenis makanan, pakaian, elektronik dan lainnya. Harga nya pun relative murah. Yang terpenting, Mustafa Centre ini buka 24 jam. Kece ya. Mustafa Centre terletak di Little India, jadi untuk menuju kesini kita bisa menggunakan MRT dan turun di Farrer Park.

IMG20180501165416

Setelah dari Mustafa Centre, kami berniat untuk solat di masjid terdekat yaitu Masjid ABDUL GAFFOOR. Setelah muter muter ampe capek tapi kok ga nemu ya? Eh ternyata masjid nya lagi di renov. Krik krik banget deh..

Alhasil langsung puter otak mau solat dimana. Dan keputusannya di Masjid Soeltan Bugis. Mayan sekalian makan di resto fav ZAM ZAM restaurant.

Masjid Soeltan yang terletak di Arab Street Bugis merupakan salah satu masjid yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Karena memang arsitektur nya bagus dan lokasinya yang strategis. Biasanya kalau solat saya selalu disini, pewe soalnya tempatnya. Dan ga usah khawatir bawa mukena, karena disini sudah disediakan mukena yang bersih dan wangi.

Setelah solat jama dzuhur ashar, kami pun kembali mengisi perut di Zam Zam restaurant salah satu restaurant timur tengah (?) yang paling saya sukai. Kalau ke Singapore kayaknya wajib banget makan disini. Menu paling fav itu ya MURTABAK nya, ditambah nasi biryani yang aduhai dan kopi Tarik.. aduh endeus deh! Karena porsi setiap menunya cukup besar alhasil kami makan bagi dua (lagi) hihi

Perut kenyang kemudian adzan berkumandang jadilah kami kembali solat di Masjid Soeltan, hitung-hitung sambil menurunkan isi perut sebelum kembali melakukan perjalanan yang melelahkan.

Karena kebetulan sudah di bugis, jadilah kami mengitari wilayah bugis ini. Bugis adalah salah satu kawasan yang cukup ramai loh, banyak juga wisatawan yang memilih untuk stay disini. Karena harga penginapan yang masih cukup terjangkau dan juga dekat dengan banyak kawasan perbelanjaan. Sebut saja Bugis Junction, Bugis + dan bahkan Bugis street salah satu kawasan kaki lima yang banyak menjual makanan dan berbagai oleh-oleh murah, mirip Mustafa centre tapi di lokasi pinggir jalan gitu.

IMG20180501201516

Karena ga ada yang mau dibeli dan perut pun udah kenyang, alhasil kami Cuma keliling dari satu mall ke mall yang lain haha, sempet mampir ke bioskop di Bugis+ untuk cari merch avengers, tapi sayang ga ada.

Setelah lelah berkeliling bugis, dan melihat waktu yang belum terlalu larut, akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Clark Quay. Clark Quay ini terkenal dengan wisata sungai nya. disini kalian bisa naik perahu dan juga mencoba games adrenalin. Clark Quay juga terkenal dengan berbagai Bar nya. nah karena kami ga bisa ke Bar (yaiyalah) jadi kami Cuma duduk duduk cantik di pinggir sungai sembari melihat berbagai kegiatan disana sini. Mostly orang poto-poto wkwkwk.

IMG20180501205947

Selanjutnya kami menuju destinasi terakhir di hari pertama. Agak luar biasa sih full banget ya hari pertama haha. China town adalah tujuan yang kami pilih, seperti namanya disini lah pusat kebudayaan china, ada kuil-kuil dan makanan cina gitu (yaiyalah) hati-hati ya kalau makan disini, karena banyak mengandung babi. Di China Town juga ada jalanan yang khusus untuk menjual berbagai pernak pernik oleh-oleh, lokasi nya tepat di dekat MRT. Karena sudah malam dan banyak stall yang sudah tutup jadi kami tidak terlalu banyak menginvasi China Town. Yang ada kami malah mampir ke minimart dan membeli coca cola ver baru yang ga ada di Indonesia, yaitu rasa stevia dan vanilla. Astagaaa

IMG20180501212703

Lelah rasanya hari itu, setelah duduk sebentar sambil minum cola kami pun langsung kembali ke stasiun mrt dan menuju penginapan. Fiuh.. Alhamdulillah yaa…. Bisa istirahat…

-Day 2 : 2 May 2018-

Yey hari kedua! Hari konser 5SOS! Aakk ga sabar! Tapi konsernya masih soreee jadilah pagi sampai siangnya kami jalan-jalan dulu.

Hostel kami menyediakan sarapan, ya standard si, hanya roti dan sereal. Karena saya bukan penggemar roti jadilah saya lebih memilih untuk menyantap sereal. Oh ya! Murtabak yang kita beli di Zam Zam masih ada, jadi yaaaa kami pun menghabiskan murtabak untuk sarapan hehee.

Destinasi pertama kami di hari kedua adalah Botanic Garden, kenapa kami kesini? Ya karena belum pernah wkwkkw soalnya entah setiap ke Singapore malas aja buang waktu kesana. Tapi karena bingung mau kemana lagi ya udah kesini aja deh…

IMG20180502082220IMG20180502085602

Sesuai namanya, Botanic Garden ini sama lah kayak kebon raya bogor (kebon banget) yang banyak tumbuh-tumbuhan nya.. saya berharap ketika kesini cuacanya adem gimana gitu, tapi ya Singapore panasnya kayak apaan tau yakan, jadilah baru jalan bentar udah ngucur keringetnya, mana itu garden nya gede banget. Pake adegan nyasar pulak! Untung aja, masih bisa nemu spot foto-foto cantik.

Setelah puas keringetan di Botanic Garden, kita lanjut ke Garden by The Bay, karena tiwi belum pernah kesini hihi. Sebenarnya kalau kesini paling bagus tuh malam, soalnya di jam tertentu ada pagelaran music gitu (pagelaran banget). Maksudnya ada lagu-lagu yang mengiringi kerlap kerlip pepohan gitu, cantik banget deh. Tapi ga masalah sih kalau bisanya siang, ga kalah bagus juga ko, walau agak panas aja, sebenarnya saya da beberapa kali kesini, tapi tetep aja belum muterin semua karena emang wilayah nya kemarin gede banget, jadilah saya kemarin keliling ke spot yang baru, salah satunya patung bayi gede, dimana ni patung biking w heran, ko bisa ditopang gitu doank.. uhmmmmmmmmmmmmmmmmmm

IMG20180502095259IMG20180502103343

Berkali-kali ke Singapore tapi saya belum sekalipun mampir ke bras basah atau Singapore library, alhasil, kunjungan kali ini saya mampir ke dua tempat tersebut. Dan yak ternyata itu di daerah bugis, yaelah padahal sering banget kesini wkwkwkw

Kenapa saya kepo banget sama bras basah, soalnya banyak yang bilang disini lokasi buku bekas yang murah-murah gitu, terus kesanalah saya. Eh ternyata lokasi nya mirip lah kayak di Blok M gitu, tapi saya ga beli apa-apa sik, soalnya kalau di rupiahin tetep aja mahal, dan emang karena belum ada buku yang bikin saya tertarik (Alhamdulillah dompet aman)

IMG20180502115035

Setelah itu ga jauh dari lokasi komplek bras basah, kami jalan ke Singapore national library, wah disini keren, kenapa, karena banyak banget KOMIK MARVEL!!! Akkk di Indonesia ada ga sih kumpulan komik marvel yang bisa dipinjem? (maklum sobat misqueen, mau beli komik marvel tapi ga ada budget)

IMG20180502111951

Singapore national library ini cukup besar, tapi ga besar banget, yang pasti adeeemm bener, lumayan buat istirahat sejenak karena capek jalan kaki hehehe

Perut ade ni gampang banget lapar, jadilah merayu tiwi supaya mau jajan, dan ade suka banget sama subway, alhasil melipir ke subway yang di bugis junction hehe, tinggal jalan kaki aja dari library, jangan lupa kalau ke subway pesen yang combo , karena selain lebih murah cookiesnya enak banget. Kalau ke subway saya doyan banget sama roti parmesan nya,enak!

IMG20180502122208

Perut kenyang hati tentram, biar makin tentram, jangan lupa melipir ke Masjid Soeltan lagi ya untuk solat dzuhur dan ashar hehe biar tenang deh pergi sampai malam nya. eh nonton konser nya.

Karena masih ada waktu sebelum konser, kami pun melanjutkan perjalanan ke Singapore River dan sekalian mampir ke Merlion Park. Ampun deh Singapore, siang bolong tuh berasa kesengat matahari banget, panas bo! Alhasil kita Cuma jalan aja, foto-foto bentar langsung cus ngadem di Citylink mall, udah ga kuat banget kaki nya capek wkwkwk

IMG20180502142456IMG20180502144056

Selanjutnya, ga jauh dari Citylink mall kami langsung menuju Capitol Teather lokasi konser nya 5sos, uwuwuww ga sabar ketemu dedek dedek gemesh! Oh ya agak unik sih disini , antrian nya okelah rapi, Cuma yaitu Free Seat alhasil antrian pertama yg dapet depan, untung aja kemarin itu kami memutuskan langsung ke venue, jadi masih dapat tempat yang lumayan banget.

IMG20180502164549

 

Waktunya konser!!! Gilaakk! Ga sangka saya se kangen itu sama 5SOS!

IMG20180502192024

Huhu, tapi sayang konsernya sebentar banget sumpah!!! Cuma sejam kali, ya elah beda banget sama di Jakarta yang 2 jam lebih.

IMG20180502205244

Cuma enaknya disini, bangku nya empuk dan venue nya ala ala teather gitu dan kecil kapasitasnya jadi bisa liat mereka dari dekat. Fiuh , emang paling enak nonton konser / fanmeet di Negara sendiri.

IMG20180502193422

Konser selesai artinya kita pulang! Tapi sebelum pulang jangan lupa isi perut dulu di BK lavender, tadinya mau di MC D, tapi penuh hihi.. baiklah istirahat dan siap-siap menghadapi kenyataan esok pagi nya! pulang ke Jakarta!

-Day 3 : 3 May 2018-

Hari kepulangan pun tiba, seperti yang saya jelaskan di atas, saya harus langsung masuk kantor, alhasil mengambil flight pagi. Tadinya mau irit kan ya naek MRT aja ke bandara, eh MRT baru ada pukul 6 pagi, sementara jam 5 kami udah harus menuju bandara, ya udah terpaksa mengeluarkan budget ekstra untuk naik grab.

Karena pergi pagi banget dan belum adzan subuh, jadilah kami sholat di changi. Di change ada mushola kok dan enak bersih luas plus ada mukena nya.

Baiklah.. Bye Singapore…. Mau berapa kali ke sini tetep weh ga pernah bosen, semoga dalam waktu dekat bisa mampir kesini lagi, amiin

Oh ya, dibawah ini ada itinerary dan kalkulasi budget ya, semoga bermanfaat. Sampai jumpa di postingan traveling selanjutnya… (kalo ga males)

 

Itinerary

Real Itin Day 1Real Itin Day 2Real Itin Day 3

 

Cash Flow / Budget Trip

PreparationDay 1Day 2Day 3Total