Book Review : 17 Years of Love Song by : Orizuka

0

Orizuka merupakan salah satu penulis favourite saya dari belasan tahun yang lalu… dan 17 Years of Love Song merupakan salah satu buku favourite saya, tak terasa sudah hampir 10 tahun saat saya pertama membaca novel ini. Kemudian, nyari 10 tahun kemudian, melalui media social, Orizuka mengumumkan bahwa Novel 17 years of Love Song akan segera ada lanjutannya yang berjudul Years After. Langsung lah saya pre order novel tersebut. Dan sebelum membaca kelanjutan kisahnya, saya pun memutuskan untuk membaca ulang kisah pertamanya..

Sinopsis (Dikutip dari Goodreads)

Paperback, 206 pages

Published 2008 by Puspa Storia

Original Title : 17 Years of Love Song

ISBN13 9789791481823

Edition Language Indonesian

Leo berusia tujuh belas tahun saat pertama bertemu Nana di padang ilalang belakang sekolah barunya. Leo adalah pemuda pencinta baseball yang berasal dari Jakarta, sedangkan Nana adalah gadis berkursi roda yang tinggal di Purwakarta.

Leo sempat mengaggap remeh kampung tempatnya sekarang tinggal, tetapi Nana mengubah segalanya. Nana membuatnya berbalik mencitai kampung itu, mencintai segala hal mengenainya … termasuk gadis itu.
Semuanya berjalan indah bagi Leo, sampai tiba saat mereka harus berpisah. Leo berjanji untuk kembali, tetapi sebuah musibah yang terjadi membuat mereka benar-benar terpisahkan. Sekeras apa pun Leo berusaha, Leo tak dapat menemukan Nana.

Pada saat mereka akhirnya bertemu, keadaan sudah jauh berbeda.
Akankah mereka dapat merajut kenangan indah seperti dulu?
Hei Nana, apa aku berhasil melakukannya?

IMG_20180403_193734_951

Review

Orizuka itu dikenal sebagai penulis yang kerap kali membolak balikan hati para pembaca nya dengan kisah-kisah yang menginspirasi dan menyayat hati. Demikian lah yang saya rasakan saat saya membaca novel ini.

Walaupun membaca ulang setelah 10 tahun lamanya, namun saya tetap menangis membaca keseluruhan kisah di dalam novel ini.

Novel ini berbicara dari sudut pandang orang ketiga, sehingga kita bisa memahami apa yang Leo dan Nana rasakan. Keunikan nya adalah, di setiap akhir bab, akan ada sebuah ungkapan rasa dari seorang Leo yang indah dan quoteable banget. Manis!

“saat itu, aku berpikir kalau hidupku akan sangat membosankan seperti kampung ini, tapi ternyata aku salah, aku salah besar”

Melalui novel ini, kita akan diajarkan untuk mengejar mimpi, untuk memaknai sebuah kehidupan. Bagaimana Nana menghargai hidupnya membuat saya bersyukur masih hidup dalam keadaan sehat.

“kami hanya tujuh belas tahun saja saat pertama kali bertemu. Inilah awal pertemuanku dengan seorang gadis yang tak pernah kusangka akan menjadi bagian dalam hidupku”

Saya suka, bagaimana Nana mampu mengubah sosok Leo yang tertutup menjadi Leo yang positif dan ceria dan begitu juga sebaliknya. Kita akan melihat perubahan dan pengembangan karakter antara keduanya.

“Pertemuanku dengan seorang gadis bernama Nana membuatku bisa berhenti memikirkan masalahku sejenak. Saat itu, aku tak pernah merasa takut akan waktu yang terus berjalan”

Alurnya pun berjalan dengan cukup baik, dengan mengambil plot masa kini, kemudian flashback masa lalu.

Orizuka dengan cukup baik menuliskan keseluruhan kisah yang adam membuat saya tidak bosan. Tidak bertele-tele.

Yang pasti karakter Leo dan Nana ini loveable banget. Duh saya ga sabar untuk segera membaca kelanjutan kisah ini.

Advertisements

Book review : Biarkan Kereta itu Lewat, Arini! by Mira W #MasihadaKeretayangLewat #2

0

Setelah menamatkan Novel Masih Ada Kereta yang Akan Lewat, Arini karya Ibu Mira W, saya pun tak sabar untuk membaca kisah lanjutan antara Nick dan Arini di Biarkan Kereta Itu Lewat. Wow, mencari novel klasik Indonesia itu penuh perjuangan ya.. saya berkeliling di Lapak buku bekas untuk mencari novel ini, namun hasilnya nihil. Saya menelusuri dunia maya untuk mencari nyaris nihil. Hingga, ketika tak sengaja mengunjungi lapak buku bekas di dekat rumah, saya akhirnya menemukan novel ini! yeah! Mungkin ini seperti jodoh ya, jauh mencari kemana-mana rupanya kita menemukan di dekat rumah #apasih

Oh ya mungkin jika ingin tahu seperti apa kisah dibuku pertama nya, kalian boleh baca review nya disini… Book Review : Masih Ada Kereta yang Akan Lewat, Arini by : Mira Wdan apabila belum membaca buku pertamanya.. saya rasa jangan membaca review buku kedua ini, karena khawatir spoiler hehehe..

20180317_130256_Richtone(HDR)

Sinopsis

Kisah cinta antara Nick dan Arini akhirnya berlabuh di Pelaminan. Namun ternyata pernikahan bukanlah akhir dari segalanya, perbedaan usia antara keduanya pun semakin terlihat. Keduanya berusaha begitu keras untuk menyatukan segala perbedaan yang ada.

Penolakan dari keluarga Nick semakin menghancurkan Arini. Namun kasih sayangnya terhadap Nick membuatnya enggan untuk menyerah.

Lalu apakah pernikahan mereka bisa bertahan?

Review

Berbeda dengan kisah sebelumnya, dimana Arini berusaha keras untuk menghadapi masa lalunya, di buku keduanya ini, Arini justru berusaha keras untuk menghadapi masa depannya.

Perbedaan usia yang dikhawatirkan nya benar-benar menjadi kenyataan. Sedikit demi sedikit, perbedaan prinsip dan keseharian menjadi jurang tersendiri bagi mereka. Kisahnya pun semakin klise, layaknya drama yang berlebih. Membuat saya pribadi berpikir, apakah hal seperti ini terjadi di dunia nyata?

Cobaan demi cobaan pun dihadapi Arini. Fitnah dari orang terdekat pun menghampiri. Nick yang sebelumnya menjadi tokoh kesayangan saya pun mendadak berubah menjadi sosok yang menyebalkan. Namun hal ini memiliki alasan tersendiri. Kedewasaan Nick yang belum sepenuhnya terbentuk menjadi akar permasalahan.

“Bagaimanapun sempitnya jalan yang harus dilewatinya, Arini tidak mau menyimpang kalau dengan itu dia harus merusak ladang orang lain”

Namun, kita akan melihat bagaimana satu dan lainnya berusaha begitu kerasnya untuk menghadapi jurang yang ada. Kita juga akan melihat pengembangan karakter Nick dan Arini yang cukup baik.

“Mudah-mudahan Kereta itu takkan pernah meninggalkan aku lagi”

Pada akhirnya… Kisah Ibu Mira W tetaplah sebuah kisah yang manis, penuh liku dan drama yang tak boleh dilewatkan. Karena dengan novel setipis ini, kita diajak untuk mengikuti berbagai konflik yang ada, itulah keistimewaan dari novel yang ditulis untuk Ibu Mira W. namun jika ingin membandingkan, saya jauh lebih suka dengan kisah di buku pertamanya…

“Kamu tidak tahu betapa sakitnya menunggu sebuah kereta yang tak pernah lewat”

Review Film : The Perfect Husband , Dimas Anggara & Amanda Rawless

2

Kamis 5 April kemarin, gw berkesempatan untuk hadir di Gala Premier salah satu film yang gw tunggu, yaitu The Perfect Husband yang “Ide” cerita nya diambil dari Novel Wattpad yang ditulis oleh Indah Riyana.. oh ya kenapa gw bilang “Ide” nya… ? nanti kita bahas…

Sinopsis

Ayla (Amanda Rawless) seorang remaja SMA yang hidup dengan sang Ayah (Slamet Rahardjo). Sesuai umurnya Ayla hidup dengan gaya nya cuek dan terkesan bebas. Ia memiliki seorang pacar anak Band yang bernama Ando (Maxime Bouttier) .

Suatu hari, Ayla tak sengaja menabrak mobil seorang pria, yang kemudian ia kenal sebagai Arsen (Dimas Anggara). Pada hari pertemuan mereka, Arsen mengaku sebagai Calon Suami nya. Ayla terkejut dan tak terima, lalu ia berusaha dengan segala cara untuk menggagalkan rencana perjodohan tersebut. Lalu apakah Arsen akan menyerah? Atau justru Ayla yang akan menyerah?

IMG20180405184144

Review

Percaya ga percaya, mungkin gw salah satu dari sekian banyak orang yang secara ga sengaja nonton teaser trailer film ini,, dan langsung suka, ampe langsung baca novel nya terus berniat nonton filmnya hahaha . oh ya buat yang mau baca review novelnya bisa disini ya….Book Review : The Perfect Husband by Indah Riyana

Alhamdulillah, beberapa hari kemarin gw ikutan kuis yang diadain oleh Loveable dan menang tiket premier plus novel The Perfect Husband Premium edition! Yiha… ga pake pikir panjang gw langsung dating deh ke gala premiernya.. dan karena dapet tiket tambahan dari Mba Muthia Esfand, gw pun langsung ngajak Ulya buat ikutan nonton , eh ga sangka ternyata doi suka Dimas Anggara XDDD jadi pas lah ya gw ngajak diaa….

IMG20180407171635

Oh seperti gw cerita diatas,,, gw sukaa sama trailer nya! Kenapa.. (walau gw bukan fans nya Dimas Anggara) tapi entah kenapa.. Dimas di trailer itu KEREN PARAH,,, apalagi pas pake baju pilot gitu yekan,, dan trailernya asik banget,, lagunya juga mendukung jadi kesannya film nya ceria..

***

 

IMG_20180407_181257

So… bagaimana dengan film The Perfect Husband ini?

DUDE… GW SUKA BANGET!!! PARAH!

Gw ga expect apa apa ya pas nonton,, tapi ternyata puas banget!!!! Buat kamu para pecinta novelnya, jangan heran deh kalau Film ini BEDA TOTAL dari Novelnya.. tapi entah kenapa malah Bagus… walau gw juga suka novelnya.. tapi di film, ceritanya lebih rapih,, lebih fun! (buat yang mau tau kayak apa perbedaannya,,, nanti ada dibawah ya)

Film The Perfect Husband ini Fun banget! Banyak banget adegan-adegan dan dialog-dialog lucu yang membuat seisi studio ketawa. Padahal simple banget sih, tapi ngena. Kisahnya tu pas. Walau sebenarnya konsepnya sederhana, Perjodohan. Tapi entah kenapa, dibuat sedemikian rupa jadi fresh nan fun.

Film ini ga semata-mata tentang sebuah percintaan antara pria dan wanita. Namun lebih dari itu, ada makna kasih sayang keluarga disana. Itu yang buat film ini istimewa. Kenapa istimewa? Om Slamet Rahardjo mampu membuat kita terenyuh dengan karakternya.. apalagi dari segi akting ga usah dipertanyakan lah ya.. kece banget! Sukses banget deh om Slamet jadi Scene Stealer disini.

Dimas Anggara? Astaga JAWARA Banget asli!!!!!!!! Gilak yaa… gw pikir dia bakal cool gimana gitu,, ternyata nggak.. akting nya sebagai Arsen tuh Natural banget,, kiyut dan gemesin! Bikin gw sama temen gw heboh pukul2an setiap Dimas senyam senyum minta dicubit #eh oke gw jatuh cinta sama Akting dia disini.

Amanda Rawless? Ah gw suka akting dia disini, waktu di Dear Nathan,, akting dia tuh biasa aja kurang hidup.. tapi sebagai Ayla, entah kenapa dia bisa jadi satu dengan karakter yang dimainkannya. Dia bisa jadi anak yang super ngeselin sekaligus bikin terenyuh.

Dan Duo Dimas plus Amanda menjadi kunci disini, chemistry mereka cukup oke!

Yang bikin minus justru sosok Aldo yang diperankan oleh Maxime , maaf banget tapi entah kenapa aktingnya kurang dapet.. sayang banget..

Selain hal diatas, kekuatan film ini juga ada pada pemeran pendukungnya… sosok Dita dan Eza kakak dan ipar Ayla atau bahkan Ayah dan Ibu Arsen sendiri membuat film ini jadi semakin baik.

Gw suka bagaimana pengembangan karakter, inti kisah cerita dan pesan moril disampaikan dengan pas, tidak berlebihan. Keluar dari bioskop pun saya bisa tersenyum bahagia.. semoga nanti ada kesempatan untuk menyaksikan film nya lagi ya… hehehehe

 

 

 

———————————————Perbedaan antara Novel dan Film———————————-

———————————————- SPOILER ALERT———————————————————

———————————————- Jangan dibaca kalau ga suka spoiler——————————

  1. Novel THB itu lebih mellow, agak sedih, tapi Filmnya FUN! Lawak banget deh,,,
  2. Novel THB dan Film nya itu… VICE Versa.. kebalikan banget
  3. Kalau di Novel Arsen lah anak Yatim Piatu, tapi di Film Justru Ayla yang seorang Piatu. Tapi hal ini merupakah kelebihan kisah ini sih jadi lebih make sense
  4. Alasan kenapa Arsen mau dijodohin pun ga maksa, kalau di novel gw ngerasa, apa sik, padahal Cuma beberapa tahun, masa Ayla udah lupa.. gitu. Tapi di Film nggak, dan gw suka!
  5. Kalau di Novel, kakaknya Ayla itu cowok, tapi di Film malah cewek, Mba Dita.
  6. Kalau kita kenal Arsen yang cool di Novel, tapi di Film Arsen nya lebih lucu.. ekspresi Dimas Anggara parah sik! Gemeshable banget.. suka banget setiap dia senyum2 nahan ketawa
  7. Sosok Ando lebih masuk akal di film ga maksa kayak di novel yang ternyata dia suami orang, apaan gitu kan
  8. Ayla nya ga sengeselin di Novel, lebih nyenengin di Film, karena Alasan di Film itu jelas,,,
  9. Kalau di Novel kan Ayla nya anak kuliahan, tp di Film anak SMA, jadi lebih make sense kenapa Ayla manggil Arsen om tua. Karena emang toh umurnya jauh ya
  10. Dan di Film kisahnya Cuma ditutup sampe pas mereka menikah hehe

 

Review #FilmArini #Arini Masih Ada Kereta yang Akan Lewat

2

Tanggal 5 April 2018 merupakan salah satu hari yang saya tunggu, apalagi kalau bukan karena Film Arini Masih Ada Kereta yang Lewat akhirnya tayang….. yeay! Walaupun akhirnya baru bisa nonton film ini di hari kedua penayangannya juga sih,, hihihihi

Kenapa saya nunggu film ini? jawabannya udah jelas kali ya.. karena Ada Morgan Oey XDDD film Arini ini merupakan film ke 10 morgan dalam kurun waktu 4 tahun, pencapaian yang cukup baik. Film yang saya tunggu untuk mengobati rasa rindu juga… *cieeee

Baiklah ga usah banyak cakap.. daripada saya kelamaan nulis terus malah jadi laper,,

152281126116028_700x394

Sinopsis

Pertemuan Nick dengan Arini di sebuah Kereta ternyata meninggalkan sebuah rasa yang mendalam. Sosok Nick yang bebas tak mampu lepas dari sosok Arini yang dewasa. Perbedaan umur yang cukup jauh dan sikap dingin Arini nyatanya tak membuat Nick menyerah.

Memori kelam masa lalu yang menghantui membuat Arini enggan untuk membuka diri. Lalu apakah keteguhan Nick mampu mengobati luka dan membuka lembar baru di hidup Arini?

ARINI-poster-411x600

Review

Saat pertama tau Morgan akan main di Film Arini, saya pun mulai mencari tau, mengenai film ini. Ternyata Film ini merupakan Remake dari sebuah film yang diperankan oleh Rano Karno, Widyawati dan Sophan Sophian. Sebuah film yang sangat sukses di masanya. Film ini ternyata adalah adaptasi novel yang ditulis oleh Mira W dengan Judul, Masih ada Kereta yang Lewat.

Saya pun langsung membaca novel tersebut (review ada disini Book Review : Masih Ada Kereta yang Akan Lewat, Arini by : Mira W ) dan langsung jatuh hati. Saya pun bertanya-tanya, akan seperti apa Film remake ini. apakah akan mengulang kesuksesan yang sama? Atau tidak?

Pertama kali teaser Trailer keluar… saya pun kembali jatuh cinta…  sosok Nick yang urakan ditambah dengan Arini yang elegan membuat rasa penasaran saya muncul.

Tak lama, Trailer Film pun rilis.. dan wow…. Pemandangan indah yang ada di Jerman,, soundtrack yang apik… membuat trailer ini ditonton oleh jutaan viewers di channel Falcon.. saya pun takjub,, dan berharap.. film ini akan mencapai kesuksesan yang serupa dengan pendahulunya.. banyak pula komen positif mengenai trailer ini…

Kemudian, akhirnya film ini rilis,,, dan saya baru bisa menyaksikan pada hari kedua penayangan.. mohon maaf! Lalu seperti apakah filmnya? Saya akan mencoba untuk berkomentar secara apa adanya, menurut pendapat saya pribadi hehehe

***

152281124058885_700x394

Film ini dibuka dengan adegan pertemuan Nick dan Arini disebuah kereta. Adegan yang cukup manis menurut saya.. saya suka bagaimana Naturalnya Morgan disini… yang membuat saya takjub, bahwa sebagian besar scene yang ada di Jerman, menggunakan Bahasa Inggris! Dan Morgan serta Aura Nampak tak canggung untuk mengucapkannya.. (Oh ya di bioskop tempat saya menonton, full filmnya ada teks Inggris hehehe kece ya)

Setelah adegan pertemuan itu.. kita akan diajak berputar di kisah seorang Arini dengan alur maju mundur nya… kita akan dibawa ke belasan tahun silam dimana, memori buruk dan luka yang dialami oleh Arini berasal. Kemudian kita akan diajak untuk kembali ke masa kini untuk menghadapi kisah baru antara Arini dan Nick.. adegan maju mundur ini begitu banyak, namun sayang kurang mampu mengeksekusi detail dan inti cerita dengan baik.

Jika boleh membandingkan dengan novel, kisah masa lalu arini diceritakan dengan begitu kuat. Sehingga pembaca akan paham dan mampu bersimpati terhadap apa yang dihadapi seorang Arini, namun didalam film, kisah masa lalu ini hanya seperti tempelan biasa, kurang kuat, fokus cerita justru berada pada Arini dan Nick di masa kini (dimana saya bahagia karena banyak nick)

Sinematografi nya luar biasa bagus! Saya suka.. cantik! Baik itu adegan di Jerman ataupun di Jogjakarta (dimana saya bingung kenapa tidak di Jakarta seperti novelnya). Namun ada adegan ketika Arini kembali ke apartemennya di Jerman, kameranya terlihat seperti bergoyang… apa ini memang style yang diinginkan ya? Entahlah saya tak paham. Yang pasti, dibalik semua itu, mata saya terobati dengan sinematografi yang indah.

Berbicara mengenai Scoring dan Soundtrack… wow… dari awal film di mulai, kedua hal ini cukup menyita perhatian saya. Scoring dan backsound nya begitu pas! Mampu membuat saya larut dalam kisah Nick dan Arini. Suara Morgan di Do You Really Love Me, Duet dengan Claresta di Mencintaimu dan bahkan suara Claresta di Kaulah segalanya begitu mencuri perhatian,, walaupun ini merupakan lagu remake, tapi aransemen nya kece!!!!

 

Sementara dari segi akting, Morgan lagi-lagi mampu menghidupkan sosok Nick yang bebas, ceria, manja , lucu dan pantang menyerah. Morgan seolah tanpa usaha menjadi Nick di film ini. Morgan adalah Nick dan Nick adalah Morgan, mereka Nampak begitu satu.. dari segi mimik, bahkan gerak gerik nya begitu pas! Saya dibuat senyum dan tertawa dengan tingkah polah Nick, dan kagum karena keteguhan hati nya. You DID A GREAT JOB Gan! I’m so proud of youuuuu!

Bagaimana dengan Aura Kasih? Wah,,, ini film pertamanya yang saya tonton,, dan saya sangat kagum pada perjuangannya untuk memerankan sosok Arini… aktingnya patut diacungi jempol.. gerak gerik dan mimik wajahnya mampu merepresentasikan sosok Arini dengan baik. Bahkan ada beberapa adegan yang membuat saya ikut merasakan apa yang ia rasakan.. Namun sayang, sosok Aura Kasih yang sesungguhnya, belum mampu mencerminkan wanita berusia 39 tahun secara Fisik.. Aura masih Nampak seperti wanita di akhir usia 20 an,,,

Hal ini menyebabkan perbedaan umur belasan tahun yang selalu mereka gembar gembor kan Nampak tak sesuai… karena ya,,, secara fisik tidak terlalu terlihat. Kemudian bagaimana dari segi Chemistry? Ada beberapa scene yang menampakan Chemistry manis di antara mereka,, namun ada beberapa scene yang tak mencerminkan kisah yang cukup kuat diantara mereka.. sayang sih.. padahal biasanya Morgan jago untuk yang satu ini, saya rindu dengan tatapan penuh cinta Morgan kepada lawan mainnya seperti yang kita lihat di Assalamualaikum Beijing atau Love Sparks in Korea..

Mungkin karena kekuatan kisah dan skrip yang memang kurang mendukung? Entahlah..

walaupun jujur, perlakuan Nick kepada Arini tetaaaapppp membuat saya iri! Dan juga Baper XDDDDDD

Kemampuan akting yang baik dari Morgan dan Aura tidak didukung oleh akting dari pemeran pendukungnya… sebenarnya hal ini sudah saya liat sejak menonton trailernya… tapi saya masih berusaha untuk positif..  sosok Haydar  dan Olga Lidya kurang mampu memerankan sosok Helmy dan Ira dengan baik, padahal mereka juga kunci utama dari kisah seorang arini.. huhuhu sayang banget padahal Morgan dan Aura udah bagus…

Namun,,, Film Arini tetap lah sebuah Film yang Manis dan wajib di tonton di BIOSKOP… apabila sosok Dilan di Dilan 1990 mampu mengobrak abrik hati para tante… sekarang adalagi NICK yang juga mampu membuat hati tante gemas dan girang…

Belum lagi banyak banget dialog-dialog yang QUOTEABLE banget deh,, bikin semeriwing pas dengernya hehehe

Yang terakhir Saya berharap Ismail Basbeth juga akan menggarap sekuel Arini yang berjudul Biarkan Kereta itu Lewat, Arini! Karena,, dude,, kita bakal tau sosok Nick lebih dalam! Hehehe