Book Review : Wildcard #Warcross #2 By Marie Lu

1

Tim Sukses Marie Lu is in The House! Pertama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada salah satu timses – Mbak Dyah yang telah memberikan saya kesempatan untuk membaca Wildcard 2 bulan lebih awal dari waktu terbitnya. Alhamdulillah banget, rasa penasaran bisa dikorting 2 bulan hihihi. Tapi mohon maaf ini baru bisa posting di blog sekarang, saat buku nya resmi terbit di pasaran dan resmi di pegang di tangan si ade. Soalnya si ade kan butuh fisik buku nya buat pamer di blog :p . Padahal mah nulis review ini udah dari bulan juli hihihi.

Baiklah, lanjut aja ya…. Wildcard ini merupakan sekuel dari Warcross sebuah kisah Science Fiction yang dituliskan oleh Mba Marie. Berbeda dengan series sebelumnya, kali ini novel Wildcard hanya berbentuk duologi, jadi Wildcard ini adalah buku terakhir. Sedih ya, jujur saya masih ga rela untuk pisah dari Hideo, tapi bagaimana lagi, tipikal Mbak Marie yang enggan untuk membuat series panjang hehehe

Oh iya bagi yang belum baca Warcross disarankan untuk tidak membaca review ini kecuali kamu suka spoiler yaaaaa

IMG20180914192125

Sinopsis :

Original Title : Wildcard

Author : Marie Lu

ISBN 0399548017 (ISBN13: 9780399548017)

Edition Language : English

Series : Warcross #2

Published : September 18th 2018 by G.P. Putnam’s Sons Books for Young Readers

 

 

Setelah mengetahui bahwa ada rencana lain dibalik penciptaan Warcross oleh Hideo yakni sebuah NeuroLink algorithm yang akan mengatur hidup manusia, Emika pun bertekad untuk menghentikan rencana tersebut, salah satunya dengan meminta bantuan para anggota Phoenix Riders. Namun ditengah usaha tersebut, Emika nyaris mati ditembak oleh seorang Bounty Hunters. Beruntung ia diselamatkan oleh Jax Taylor, anggota Black coats, tempat dimana Zero bernaung.

Melalui Black Coats, Emika menemukan beberapa informasi, salah satunya mengenai Sasuke Tanaka, Adik Kandung Hideo, alasan utama dari pembentukan Warcross. Black Coats menjelaskan rencananya pada Emika dan memintanya untuk menjatuhkan Hideo dan merebut NeuroLink Algorithm.

Tentu saja tidak akan mudah untuk menaklukan seorang Hideo, oleh karena itu Zero menantang Emika untuk bertanding di Dark World. Ketika Emika mampu mengalahkan Zero, maka bukanlah tak mungkin Emika akan mampu mengalahkan seorang Hideo. Namun, di pertandingan tersebut Emika menemukan sebuah rahasia lainnya.

Setelahnya, satu per satu rahasia terkuak, dan satu persatu anggota Phoenix Riders nyaris kehilangan nyawa.

“There’s a subtele but significant blankness in everyone eyes. They don’t know an artificial hand is inside their minds, bending their will”

IMG20180914190727

Review

Sama seperti karya-karya sebelumnya, Marie Lu selalu sukses mencabik-cabik hati para pembacanya. Pada awalnya ketika memulai membaca Warcross, saya hanya berpikir, oohh nampaknya karya kali ini lebih fun, tidak akan ada sesi mengiris hati. Namun, setelah saya selesai membaca Wildcard, nampaknya komentar saya harus diubah. Marie Lu tetaplah Marie Lu, seorang penulis yang memiliki imajinasi tinggi yang tidak biasa, dimana mampu menuliskan kisah tentang keluarga, persahabatan yang begitu menyentuh.

“I Have to stop him in order to save him. He was Once the hand that pulled me up. Now I have to be his”

Ketika membaca Warcross, kita diperkenalkan tentang dunia virtual games, kita diajak berpetualang dan bertarung di dunia warcross. Mungkin secara twist, buku pertama ini terlihat tidak begitu istimewa. Namun, Wildcard berbeda. Kisah didalamnya tidak hanya mengenai Virtual Games, namun sudah masuk kedalam dunia Artificial Intelegence yang lebih luas lagi. Saya suka bagaimana imajinasi liar Marie Lu ini bekerja. Saya agak kagum dan kaget dengan perubahan arah cerita. Akan ada twist yang begitu mengusik saya.

“ I’m Still Waiting, Emika”

Di buku kedua ini, kita akan dikenalkan dengan beberapa tokoh baru sehingga tidak terlalu fokus dengan phoenix rider seperti di buku 1 dan mungkin sudah bisa ditebak ya, akan banyak kisah sasuke disini. Seneng sih, tapi sekaligus agak sedih, karena dengan banyaknya kisah sasuke maka kemunculan hideo akan lebih sedikit.

“ While hideo has a piercing stare, there’s wildness in sasuke’s eyes. Something deep and unfeeling”

Pengembangan karakter dibuku kedua ini pun lebih baik lagi. Emika akan dibuat untuk memilih siapa yang lebih baik diantara yang lainnya. Dan akan banyak sisi humanism yang membuat kita berpikir, apakah masa depan akan seperti ini?.

“You are not a lone wolf, Em. If they are going to come for you, they’d better save themselves some time and come for us too. You are phoenix rider. We’re team for a reason”

Kalau dibuku satu kita suguhi lovey dovey nya Hideo dan emika, kalian tim mereka jangan berharap terlalu banyak ya, karena less romance banget disini. Yang di fokuskan justru tentang twist nya, makanya seruuu… jauh lebih seru dibandingkan buku pertamanya. Sehingga secara tidak sadar, saya tidak membutuhkan waktu lama untuk membacanya.

“You are playing in the dark world, inside a ghost from your past”

Sesungguhnya saya gatal ingin mengungkapkan segalanya di review ini, ingin membahas perasaan saya ketika selesai membacanya, tapi…… ah sudahlah tak ingin berspoiler.

Mungkin sebagai penutup, saya suka ending Wildcard, dimana Marie Lu tidak memaksakan cerita dan keadaan, dimana semua dibuat se realistis mungkin. Sangat Marie Lu sekali pokoknya. Agak sedih sih, kenapa kisah ini harus berakhir di buku kedua. Tapi sepertinya memang kita harus move on, kalau kisah ini diperpanjang mungkin jatuhnya malah lebih bertele-tele dan tidak secantik ini.

Advertisements

Book Review : Follow Me Back #1 by A.V Geiger

0

GIMANA RASANYA DI FOLLOW IDOLA SENDIRI?

Ini nulis pakai capslock karena edisi mupeng haha.. Okay kali ini saya mau bahas Novel Wattpad lainnya yang berjudul Follow Me Back karya nya A.V Geiger. Novel ini semi Thriller gitu tapi yang diramu ala-ala Young Adult. Dengan membaca blurb nya aja saya sudah penasaran, ditambah covernya yang misterius banget, hitam putih gitu. Makanya kemarin, selagi mood baca membaik, saya memutuskan untuk mendahulukan novel ini, Alhamdulillah ga mengecewakan malah bikin penasaran dan Cliffhanger parah!

Kenapa sih emangnya??

IMG_20180701_101004_118

Sinopsis

Follow Me Back (Follow Me Back #1)

by A.V. Geiger

Series : Follow Me Back #1

Paperback, 340 pages

Published May 2018 by Penerbit Spring (first published June 6th 2017)

ISBN13 9786026682208

Edition Language : Indonesian

Kehidupan Tessa Hart begitu terbatas, ia terkungkung karena Agorafobia yang diidapnya. Selama berbulan-bulan ia hanya berinteraksi dengan Sang Ibu, Pskiater Ms Regan,  Sang Pacar Scott dan Teman-teman satu fandom Eric Thorn nya. Online di Twitter dan menulis Fanfic mengenai Eric Thorn, merupakan salah satu cara untuk menghabiskan waktu nya.

Eric merupakan salah satu idola yang digilai oleh para remaja, senyuman manis nyaris selalu hadir di wajahnya, namun Tessa tahu, Eric menyimpan sesuatu, sesuatu yang Tessa juga rasakan selama ini, ketakutan dan ketidaknyamanan.

Sementara, bagi Eric Thorn, kematian satu teman sejawat nya yang diakibatkan oleh penggemarnya sendiri begitu menghantuinya. Eric berpikir, dengan kondisi penggemarnya yang seperti ini, lambat laun ia akan mati terbunuh juga. Hal ini membuat Eric begitu waspada.

Belum lagi kejenuhan yang ia alami membuatnya ingin melampiaskan kekesalan nya pada orang lain, kepada penggemarnya. Ia pun memutuskan untuk menganggu salah satu penggemar terbesarnya yaitu @TessaHeartsEric . Lalu, apa selanjutnya yang akan Eric lakukan?

Review

Membaca novel ini seakan bercermin, karena yah, saya sempat berada di beberapa Fandom yang menggilai para Idol, tapi masih dalam batas wajar sih (semoga). Jadi saya sempat senyam senyum dan geleng-geleng kepala ketika Eric mendeskripsikan para penggemarnya dan juga ketika Tessa menceritakan apa yang ia lakukan di dalam Fandom.. ya ampun untung saya udah ga kayak gitu lagi… (ooo boong banget).

Membaca keluh kesah Eric sebagai Idol dan bagaimana karya nya tidak terlalu dihargai oleh para penggemar, membuat saya prihatin, dan kembali berpikir apakah para idol-idol yang dulu saya sukai juga pernah merasakan hal yang sama? Duh…

“Setiap orang yang kau temui memiliki pertarungan yang tidak kau ketahui di dalam diri mereka. Bersikaplah baik. Selalu “

Novel Follow Me Back  ini mengambil sudut pandang orang ketiga, baik untuk sisi Eric dan Tessa. Jadi seru banget, kita bisa tahu apa yang keduanya lakukan dan pikirkan. Bikin makin gemesh deh. Belum lagi format cerita nya yang memasukan mode twitter *eh kedalam setiap bab nya jadi ga terlalu monoton deh.

Alur kisah nya sendiri maju mundur, dimulai dari masa kini, kemudian mundur ke beberapa bulan ke belakang, kemudian maju lagi, mundur lagi.. sampai ujungnya gantung banget.

Saya benar-benar dibuat begitu penasaran, gimana nggak? Banyak banget hal-hal yang menjadi misteri. Dari halaman pertama aja saya dibuat menebak-nebak, sebenarnya siapa yang berbuat kejahatan disini. Kok kejahatan? Karena bab awal dibuka dengan transkrip percakapan antara Eric dan Polisi. Jadi, kebayang kan… belum apa-apa udah penuh misteri.

Thorn : Dimulainya lewat Twitter. Musim panas tahun lalu. Sepertinya sekitar bulan Agustus. Tapi bagiku, semua dimulai sebelum itu. Sebelum aku membuat akun itu…[jeda]

Penulis nya cerdik sih menurut saya, beliau bisa menggabungkan antara kisah romansa dengan thriller tapi dikemas sedemikian rupa hingga cocok untuk genre Young Adult. Porsi nya pas gitu. Saya suka banget sama pengembangan karakter Tessa dan Eric, bagaimana mereka berkenalan, bertengkar, dan memahami satu sama lain. Tidak memaksa, dan nampak begitu nyata. Bikin baper sih lebih tepatnya. Tapi dibalik kisah romansa, terselip misteri dan berbagai pertanyaan yang akan menghantui para pembaca, terutama alasan kenapa Tessa mengidap Agorafobia yang begitu parah.

“Tessa tahu kondisi ini juga tidak menyenangkan bagi Scott karena memiliki pacar dengan Agorafobia akut. Hidup Scott terus berputar, sementara Tessa tetap terkunci di dalam kamar”

Saking cerdik nya sang penulis, jadi bikin kesal. Gimana nggak? Saya pikir dengan segala hal yang dialami Tessa dan Eric, semua akan selesai. Misteri terbongkar. Sudah sampai disitu.. Case Closed. Tapi ternyata nggak loh? Di beberapa halaman terakhir, sang penulis justru membuat plot baru, misteri baru. atau….? Sebenarnya misteri nya memang belum terpecahkan? Entahlah… yang pasti saya jengkel banget setelah selesai membaca. Rasanya Cliffhanger banget. Ditambah saya belum memegang buku keduanya, sementara saya penasaran banget!!!

Semoga penerbit Spring segera menerjemahkan dan menerbitkan sekuel Follow Me Back yang berjudul Tell Me No Lies ya… amiin

Karakter Eric Thorn ini apa ya… SWEET banget.. asliiiiiiiiii bikin iri berat.. sungguh huhu,, Sementara karakter Tessa bikin pengen meluk karena kasihan huhu

“Rasanya menyenangkan punya persahabatan yang sederhana : seperti katup pengatur tekanan pipa, dia bisa melimpahkan stresnya seharian”

Oh ya, dibandingkan novel terjemahan Penerbit Spring yang lain, Follow Me Back ini termasuk yang “agak” banyak typo nya, dari yang salah nama akun twitter dan juga beberapa kata yang kurang sempurna pengetikannya. Semoga dibuku kedua nya dapat diperbaiki ya…

Overall, novel ini wajib baca banget! Terutama kamu yang berada di sebuah Fandom :p

Book Review : Textrovert by Lindsey Summers

0

Kayaknya lagi marak banget ya Kisah Wattpad yang diangkat ke dalam sebuah novel, baik itu di Indonesia atau bahkan di luar negeri. Walau kadang saya pesimis takut kisah nya mengecewakan. Tapi sebenarnya banyak banget novel Wattpad yang memiliki kisah keren nan menarik, salah satunya Textrovert nya Lindsey Summers .

Jujur pertama kali baca blurb nya, saya sempat berpikir, uhmmmmm konsep nya mirip ya sama PS I Like You nya Kasie West atau Simon Homo Sapiens nya Becky Arbetally. Tapi ternyata beda sih…. :p

IMG_20180705_084330_616

Sinopsis

Original Title : Textrovert

Author : Lindsey Summers

Paperback, 292 pages

Published June 2018 by Penerbit Spring (first published May 2nd 2017)

ISBN13 : 9786026682239

Edition Language : Indonesian

Kelley si gadis ceroboh, lagi-lagi menghilangkan ponsel nya untuk kesekian kalinya. Namun, kali ini keberuntungan masih sedikit berpihak pada dirinya. Ponsel yang hilang berhasil dia dapatkan kembali, walau dengan catatan, ponsel tersebut dibawa oleh seorang cowok arogan. Loh kok bisa?

Rupanya, saat berada di Pasar Malam, Ponsel Kelley dan cowok itu tertukar. Sialnya, Kelley tidak bisa langsung mengambil ponselnya karena sang cowok yang harus mengikuti perkemahan football selama satu minggu. Selama itu, Kelley harus rela berhubungan dengan cowok itu untuk saling meneruskan pesan satu sama lain.

Pertukaran pesan itu secara tidak sengaja menjadikan mereka dekat. Namun, ternyata ada rahasia yang belum diungkapkan oleh sang cowok, uhm… apakah hubungan mereka akan sama setelah semuanya terungkap ?

Review

Kisah di Textrovert ini cukup menarik, walau sebenarnya plot utama yang ada didalamnya cukup umum dipakai. Kisah dua remaja yang berkenalan lewat media sosial. Namun, sang penulis berusaha untuk mengembangkan kisah didalam nya menjadi lebih istimewa, minimal berbeda dengan lainnya.

Jujur, saya agak kurang menyukai cara Kelley dan Talon bertukar ponsel. Maksud saya, hello.. sebegitu kebetulannya kah ? dari sekian puluh orang yang ada disana, dan ponsel mereka yang tertukar? Dan harus banget di rerumputan? Aduh,,, agak gimana gituuuuu.. Harusnya bisa dibuat lebih real.

Tapi dibalik kelemahan itu, saya suka alurnya. Saya suka bagaimana Kelley dan Talon menghadapi satu sama lain, dan bagaimana saya akhirnya memahami apa itu “Textrovert”. Baru tahu loh kalau istilah seperti ini ada, oke saya norak.

Dibalik kisah percintaan nya, sebenarnya yang paling saya sukai dari Textrovert adalah hubungan antara Kelley dan Zach, adik kembarnya. Kenapa? Karena selama ini, jarang sekali ada novel yang mengisahkan sepasang kembar berbeda jenis kelamin, kan biasanya duo cewek atau duo cowok, nah ini cewek cowok. Kebayang donk serunya.

“Kau mendasarkan semuanya kepada apa yang orang itu pikirkan. Apa yang kau Pikirkan?”

Saya suka bagaimana pengembangan karakter Kelley dan Zach, tentang mereka yang awalnya begitu dekat, menjauh dan saling memahami kembali. Saya suka banget deh pokoknya! Jujur iri banget punya persaudaraan seperti mereka. Maklum, saya sama kakak saya kayak stranger banget haha *curhat colongan.

Textrovert memang berkisah mengenai romansa remaja, tapi sebenarnya ga hanya itu saja. Disini juga disajikan kisah keluarga, persahabatan, mimpi dan pergulatan menentukan masa depan. Untuk bagian ini, rasanya begitu real dialami banyak remaja. Saya pun dulu juga seperti itu kayaknya *ooh nyama-nyamain

Yang pasti Textrovert ini Fun! Gemesh banget sama text message nya Kelley dan Talon, sempet semeriwing saking geli nya. Kenapa? Karena Talon GOMBAL banget huhu, tapi message nya bisa di contek sih buat ngerayu orang *eh

“Apa kau datang bersama kopi dan krim? Karena kau gula ku”

 “Apa kau tiket parkir? Karena kau membuatku ingin parkir di hatimu”

Namun, ada kelemahan lain dari Textrovert ini, yaitu konklusi menuju ending  atau penyelesaian konflik yang terkesan terburu-buru, harusnya sih masih bisa diperluas. Jadi biar akhir kisahnya makin mantap gitu.

“Semuanya persis sama, tapi terasa berbeda. Mungkin dirinyalah yang berubah. Sepanjang waktu, dia telah bersikap seolah dirinya yang bertukar pesan dengan Talon adalah pribadi yang berbeda, tapi mungkin sebenarnya cewek itu adalah bagian dari dirinya yang sesungguhnya, bagian yang tidak ditunjukkan ke banyak orang.”

Oh ya, sebelum lupa cover Textrovert nya gemesh banget, pinky orens gitu , eye catching bangeettttt… jadi liat dari jauh juga udah notice.

Sekian kurang lebih review nya,, saya mau beralih ke Follow Me Back

 

Book Review : Restore Me by Tahereh Mafi #ShatterMe #4

0

AARON WARNER ANDERSON!!!!!!!!!

Woah.. begitulah kira-kira yang saya teriakkan di dalam hati ketika buku Restore Me ini sampai ke pangkuan saya. Yah walaupun bukan Aaron nya yang dipangku (?) gapapa bukunya aja.. apasih. Mungkin teman – teman dekat saya sudah tahu ya kalau saya begitu mendamba si Aaron ini brb muntah. Jadi, ketika saya tahu bahwa Shatter Me Series akan dijadikan Tv Series saya bahagia banget, terlebih lagi ketika Tahereh juga mengumumkan bahwa akan ada 4 buku lanjutan Shatter Me, yang dimulai dari Restore Me ini, atau bisa kita sebut Restore Me series ya….

Walaupun di Indonesia sendiri penjualan Shatter Me tidak terlalu bagus edisi sotoy dan penggemarnya ga banyak. Tapi di luar sana, fans nya lumayan banyak. Kalau ga, ga mungkin donk sampai ada Tv Series nya (wacana akan tayang di tahun 2019) dan dilanjutin pula bukunya! edisi PEDE.

Mungkin sebagian orang berpikir, GILA ni penulis ga bisa Move On apa gimana? Yah,,, ga bisa dibilang gitu sih, karena Tahereh juga udah Move On kok, terbukti dia juga sudah merilis series Furthermore yang tentu saja masih saya timbun dan selanjutnya juga akan merilis A Very Large Expanse of Sea.  Tapiii… mungkin karena masih banyak fans yang bertanya-tanya mengenai kelanjutan kisah Juliette dan Warner jadi Tahereh memutuskan untuk melanjutkan kisah ini. saya sendiri mah bahagia banget, secara bisa ketemu Warner lagi. ❤

Pada awalnya saya beli series ini karena diskonan, jadi langsung beli tiga. Pas awal baca asli pengen muntah! Juliette itu apa ya,,, lebeh bin ngeselin, ditambah si Adam… pas awal saya masih belum tertarik sama Warner, biasa aja lah… pokoknya baca buku ini tuh rasanya jadi meringis saking lebeh nya, di Goodreads aja saya kasih bintang 2! Tapi karena udah beli buku kedua dan ketiga nya, saya lanjut baca tuh, di buku kedua Unravel Me, mulai ada percikan cinta saya ke Warner, ada pengembangan karakter, penguatan kisah, pokoknya rasa itu mulai muncul. Saya pun menaikkan nilai goodreads untuk buku ini yaitu bintang 3, mayan.

Lanjut deh baca buku terakhir, Ignite Me. Wah! Ga nyangka, saya suka! Suka nya sampe segitunya,, suka banget pokoknya, dan makin menggila sama Warner. Disitu saya sempat tergila-gila sama Warner!!!! Suka banget! Sampai sekarang sih, di Goodreads pun saya kasih nilai sempurna untuk Novel ketiga ini. Karena masih tahapan mabuk kepayang, saya pun beli Unite Me versi Bahasa Inggris, yang merupakan Novella Warner dan Adam. Dari situ saya makin sayang Warner dan makin benci Adam. Saya sampai mention Tahereh untuk ngelanjutin buku ini dan bikin POV Warner.

Alhamdulillah… harapan saya terkabul…

YA AMPUN! Belum mulai review aja curhatan nya da lebeh gini… maafkan..

Baiklah kita lanjut ya.. insyaALLAH ga berspoiler.. tapi kalau belum baca Buku 1-3 nya, lebih baik langsung close tab aja ya…

IMG20180623091703

Sinopsis

Restore Me by Tahereh Mafi

Series Shatter Me #4

Hardcover, 435 pages

Published March 6th 2018 by HarperCollins

ISBN 0062676369 (ISBN13: 9780062676368)

Edition Language English

 Kisah Restore Me dimulai belasan hari setelah Juliette mengambil alih kekuasan di sector 45 dan menjadi seorang Supreme commander. Warner dan Kenji selalu berada disisi Juliette untuk membantunya memimpin Sector. Juliette tidak menyangka dengan menjadi seorang Supreme Commander banyak ancaman yang menantinya. Dunia yang ada disekitarnya ternyata begitu luas dan penuh teka teki. Juliette pun harus memilih, bertahan dan beradaptasi atau hancur karena keadaan.

“You can learn this things. There’s still time. And I will help you”

Review

GILAKKKK SUKA BANGET.. SUKAAAAA POKOKNYA SUKAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!

Rasanya perjuangan beberapa tahun menunggu kelanjutan kisah Juliette dan Warner terbayarkan. Restore Me ini semacam kado berharga untuk Juliette dan Warner Shipper. Kalau kalian membaca series sebelumnya, terlihat sekali kisah di buku ini semakin kuat, saya suka bagaimana Tahereh Mafi secara perlahan membangun World Building yang kuat. Walau terkesan sekali alur yang lambat nyaris di setengah awal cerita, namun setelahnya ceritanya semakin seru dan Twist nya makin terasa, sampai akhir saya dibuat terbengong-bengong dan ingin berteriak, TOLONG BERIKAN SAYA BUKU LANJUTANNYA!!!!

Mungkin banyak yang berpendapat di kisah sebelumnya, Tahereh tidak menceritakan secara detail mengenai setting cerita atau bahkan World Building nya. Namun di Restore Me, setting dan Plot nya semakin jelas, sector 45 tuh hanya sebagian kecil dari dunia yang lebih luas. Semakin menarik deh jadinya.

“Politics, it turns out, is a science I don’t yet understand. Killing things, breaking things-destroying things? That, I understand. Getting angry and going to war, I understand. But patiently playing a confusing game of chess with a bunch of strangers from around the world? GOD…. I’d so much rather shoot someone”

Belum lagi banyaknya tokoh baru yang bermunculan semakin membuat buku ini menarik, dan tokoh-tokoh ini sepertinya memiliki peranan penting di buku-buku selanjutnya.. wow!

Yang paling membuat saya bahagia saat membaca buku ini karena adanya POV Warner!!! Aaarrghh seneng banget ga sih. Kalau di buku sebelumnya kita hanya tahu kisah ini dari sudut pandang Juliette, nah disini selang seling ada POV Warner juga, jadi makin sayang deh sama Warner. Saya ikut-ikutan merasa bahagia kalau Warner Bahagia dan merasa sedih kalau Warner sedih.. ciyeeeee

“But being kind does not come naturally to me, love. You’ll have to be patient with my progress.”

Tokoh-tokoh yang sebelumnya ada di Shatter Me series juga masih ada di buku ini, namun porsi nya tidak sebesar di series sebelumnya. Mungkin hanya Warner, Kenji , Castle dan Delilau yang memegang porsi tebanyak. Dan serius deh saya suka banget interaksi antara Warner dan Kenji! Gemesh banget.

Pengembangan karakter Warner disini benar-benar patut diacungi jempol. Dan yeah,, Warner masih sama penuh rahasia nya seperti sebelumnya..

“But, I’ve been trying so hard to be a different man; to be, if not kinder, then at very least, better. I don’t want to lose the love I’ve come to cherish”

Restore Me masih berupa Dystopia Romance, jadi ya,,,, buat yang ga suka romance kayaknya bakal nyerah baca ini hahahaha.. soalnya itu tadi, lebih dari setengah kisah di buku ini berputar di Warner dan Juliette hihi..

Saya ga tau buku ini akan di terjemahkan di Indonesia atau tidak, tapi rasanya sih tidak, makanya kemarin saya beli versi inggrisnya, walau agak telat karena menunggu paperback di periplus berbulan bulan ga ada, akhirnya nekat mencoba peruntungan beli di bookdepository Alhamdulillah aman hihi..

Saya suka banget sama gaya penceritaan Tahereh di versi inggrisnya. Begitu mudah dimengerti, sederhana dan mengalir lancar. Ga butuh waktu lama bagi saya untuk menamatkan buku ini. Karena bener deh, Bahasa inggrisnya gampang banget. Suka lah pokoknya.

Terus Restore Me juga ga tebel, jadi ga ribet di bawa-bawa. Oh ya, kalau dari segi cover, Restore Me ini masih seirama dengan shatter me series, yaitu gambar mata. Entah kenapa ya… tapi cantik sih aku suka..

Duh udahlah saya mah bias banget kalau bahas Restore Me. Sungguhan deh ga sabar banget buat baca buku lanjutannya dan nonton tv series nya.. ayoooo 2019 buruan dataaangg…

“This is What they talk about when they talk about heartbreak. I thought I knew what it was like before. I thought I knew, with perfect clarity, what it felt like to have my heart broken, but now – now I finally understand”

PS : siapakah Fancast Warner, Juliette,Adam dan Kenji yang tepat menurut kalian?

 kalau saya,,, coba cek deh Parrish Hunter…cocok ga dia jadi Warner :p