Book Review – The Rose Society (The Young Elites #2) by Marie Lu

1

img_20151217_144732_zpsjitwiop9

Once Upon a Time, a Girl had a Father, a Prince, a Society of Friends.

Then they betrayed her, and She Destroyed them all

Setelah diusir dari Dagger Society, Adelina dan Violetta pergi ke Merroutas, Sealand, untuk mencari “Magiano” salah satu Young Elites. Tak hanya itu, Adelina berniat untuk membangun komunitas baru untuk membalas dendam terhadap kerajaan, terhadap para Inkuisisi.

Selama perjalanan, Adelina dan Violetta terus berlatih untuk menggunakan kekuatan mereka. Mereka pun bertemu dengan seorang “Malfetto” yang memiliki kekuatan berharga, “Imitate”, dia adalah pencuri ulung, pengguna trik No. 1 dan seseorang yang mampu meniru kekuatan “Elites” lain. Dia adalah “Magiano”.

Adelina berusaha sekeras mungkin, agar Magiano berkenan untuk bergabung, untuk membantunya membalas dendam, untuk membantu Adelina Merebut Tahta kerajaan dan menyelamatkan semua Malfetto.

Sementara disisi lain, Dagger Society yang dipimpin Raffaele menuju ke Beldain, Skyland, sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Ratu Maeve, yang juga merupakan seorang “Young Elites”. Sang Ratu memiliki “Dark Power” dan kemampuan nya adalah “Bring the Dead Back to Life”.

Ratu Maeve memiliki sebuah rencana, ia juga ingin mengambil alih kerajaan Kenettra agar hubungan dagang antara Kenettra dan Beldain dapat tetap berlangsung. Dan ia membutuhkan “Sang Pangeran”.

Sang Pangeran harus tetap hidup…

Ditengah usaha nya untuk merekrut Magiano, Adelina bertemu dengan Elites lain, ia adalah “Rainmaker” salah satu Elites yang “dienyahkan” dari Dagger Society.

Adelina (White Wolf), Violetta (Puppet Master), Magiano dan Rainmaker pun bekerja sama, membentuk sebuah komunitas Elites baru untuk melawan Inkuisisi dan menghancurkan Giuiletta sang ratu Kenettra. mereka adalah “The Rose Society”.

To Drive Fear Into Those Who Will Confront Us

To Bind Us Together

I Pledge Myself to The Rose Society

Until The End of My Days

To Use my eyes to see all that happens

My Tongue to Woo Others to our side

My Ears to hear every Secret

My Hands…To Crush My Enemies

I Will do Everything in My Power to Destroy all who Stand in My way

Di sisi lain, Dagger Society juga merencanakan sebuah rencana bersama Ratu Maeve untuk menyingkirkan Giuiletta. Giuiletta dan Teren pun tidak tinggal diam, mereka akan berusaha sekeras mungkin untuk mempertahankan tahta.

Lalu siapakah yang akan berhasil? Mampukah Adelina memimpin The Rose Society dan menghancurkan inkuisisi? Apakah Dagger Society  akan berhasil dengan rencana nya?

photogrid_1450338488962_zps0feq7t2y

 

My Review

The Rose Society (TRS) lebih dark dibandingkan dengan The Young Elites (TYE). ampun deh buahahahaha…

TRS ini lebih seruuuu dibandingkan dengan TYE, konfliknya lebih banyak, perangnya dan berantem2 nya lebih cihuy… apalagi ada tokoh-tokoh baru macam Maeve, Magiano, Sergio, Leo yang kemampuan nya bikin elap keringet.

seperti biasa , Marie Lu bisa banget buat perasaan kita naik turun, awal baca bab bab awal saya kayak pejuang adelina ikut-ikutan dukung dia, berasa labil ke Dagger Society karena udah “ngebuang” Adelina, tapi bisa ngerti perasaan mereka kenapa mereka berbuat gitu ke adelina..

Ditengah-tengah cerita, saya dibuat luar biasa jatuh cinta ke “MAGIANO” oh MY GOD, dear Marie Lu, thanks to create such a manly and lovely guy like him ❤ , suka banget sama magiano, walau karakter dia kurang di eksplore, tapi saya udah berasa cinta banget hahaha

We Are Drawn to stories…

and every scars carries one..

hiding it makes you more beautiful…

but revealing it… makes you… you..

so wear it proudly..

– Magiano to Adelina –

Disisi lain, saya terharu biru dengan reunian adelina dan enzo,, tapi sekaligus ikut ngerasain patah hati nya Magiano. dan how’s Teren? OMG just forgot that i told you all that i love him in my previous review.. after read TRS,, i hate him so much! fiuh,,, his love to giuletta was just to crazy that made me want to throw him into the fire crater *deep sigh*.

belum lagi sepanjang cerita yang dibikin ombang ambing dan deg-deg an sama apa yang bakal terjadi di halaman selanjutnya hahaha … kalo sebelumnya kita cuma deg-deg an sama Dagger Society Vs Inkuisisi (Kerajaan Kenettra) nah sekarang kita makin dibuat deg-deg an sama Kerajaan Beldain with Dagger Society Vs Kerajaan Kenettra with Inkuisi Vs Rose Society dengan segala prahara dan kejutan nya LOL

overall, pengembangan ceritanya makin seru, tapi menurut saya pribadi banyak ranah yang belum di eksplore, terlalu banyak malah … seperti yang sudah saya tulis di review sebelumnya, Marie Lu itu kurang mengeksplore setiap karakter dan kekuatan para Elites… dan di TRS pun terjadi lagi..

kecuali beberapa elites lama ya, yang udah mulai diceritain di TRS, tapi ke tokoh2 baru belom,,, agak sedih jadinya, padahal saya penasaran banget, sama masa lalu Magiano dan Sergio…

oh ya, di TRS “loveline” nya lebih di eksplore, ga kayak di TYE, tapi tenang,, ga lebay kok,, cuma ada sedikit bumbu bumbu yang bikin nyesssssss….

nah,, endingnya,,, lagi-lagi ada suatu kejutan yang bikin penasaran sama buku selanjutnya… which is ga tau kapan terbitnya hahahaha… tapi jujur lebih suka ending TYE karena ada epilog maeve yang menjual (?)…

salut banget sama Marie Lu, yang bikin tokoh utama wanita dengan karakter kayak Adelina,,, *keprok keprok banget*

tapi tokoh utama pria nya? ampe sekarang saya masih ga ngerti siapa hahahahaha awalnya saya pikir enzo.. atau teren,,, eh di buku ke dua muncul Magiano… uhmm will see lah ya….

so.. buku ini layak baca?

yes for sure! i give 4.25/5 point for this book… semoga aja Mizan Fantasy segera terjemahin novel ini ya,, karena saya mau baca ulang lagi,,, hihi

Advertisements

Book Review : The Young Elites by Marie Lu

11

photogrid_1450055133535_zpsvejsxsou

Wabah Penyakit menyerang Bangsa Kenettra, orang dewasa yang tak sanggup melawan wabah tersebut meninggal. Sementara anak anak yang selamat harus menanggung sebuah “tanda” dan memiliki kekuatan. Mereka disebut “Malfetto” titisan iblis, karena kekuatannya yang dianggap berbahaya bagi orang lain.

Adelina Amouteru, sang Adik “Violetta” dan Ibu nya juga tak lepas dari penyakit ini. Ibu nya tak sanggup melawan sang penyakit dan kemudian meninggal, sementara Adelina dan sang adik selamat. Namun Adelina harus rela kehilangan mata kirinya yang sebelumnya membusuk dan membengkak, rambutnya pun berubah warna menjadi pucat putih keperakan. Berbeda hal nya dengan Violetta yang juga sembuh namun tampak normal dan cantik seperti sebelumnya, penyakit itu tidak “merusak” nya.

Dengan perubahan fisik tersebut, Adelina diperlakukan tidak adil oleh sang Ayah. Ia hidup dalam kebencian, dendam dan rasa iri karena sang ayah yang lebih menyayangi Violetta dan selalu menyakiti Adelina.

Berbeda dengan “Malfetto” lain yang dapat memunculkan kekuatan tertentu saat mereka kecil. Adelina tidak merasakan kekuatan apapun selain perubahan dan kecacatan fisiknya.

Hingga suatu hari, sang ayah yang terus menerus merasa malu memiliki anak seorang Malfetto, berniat untuk menjual Adelina ke pedagang kaya. Namun Adelina menolak dan memutuskan untuk kabur dan berlari sejauh mungkin untuk menyelamatkan dirinya.

Tapi takdir berkata lain, sang Ayah menemukan nya, dan berusaha memprovokasi dirinya. Dengan amarah yang begitu besar pada sang Ayah, tanpa sadar Adelina memunculkan “ilusi” menyeramkan dihadapan sang Ayah, hingga ia meninggal.

Adelina ketakutan dan langsung melarikan diri, hingga akhirnya tertangkap oleh “Inkuisisi” – para pengawal kerajaan yang selama ini berusaha untuk menangkap dan membunuh Malfetto-. Adelina pun dipenjara dan akan dijatuhi hukuman mati.

Saat hari eksekusi tiba, Adelina dibawa ke sebuah lapangan untuk dihukum mati, dan disaksikan oleh rakyat kota estenzia – Ibu Kota Kenettra – . saat itu, Ia bertemu dengan Kepala Inkuisisi “Teren Santoro” , Teren memiliki warna biru – abu yang sangat pucat, seakan-akan mata itu kosong, hampa. Teren mengutuk perbuatan Adelina dan Malfetto lain.

Tiba-tiba keadaan berubah ketika beberapa orang merangsek maju ke lapangan dan menyerang inkuisisi. Salah satu diantara mereka menggunakan jubah dan topeng dan langsung menyelamatkan Adelina. Adelina pun pingsan tak sadarkan diri, namun ia mendengar Teren menyebut sang penolong “The Reaper”.

Ketika tersadar, Adelina telah berada di sebuah kamar mewah, ia pun bertemu dengan “Raffaele” seorang pria yang sangat rupawan. Raffaele pun menjelaskan mengenai kelompok mereka yang disebut “Dagger Society” , sebuah kelompok bagian dari “Young Elites” yaitu Malfetto yang memiliki kekuatan dan berniat untuk menghancurkan kerajaan (yang berniat membunuh seluruh Malfetto).

Pemimpin dari Dagger Society adalah Enzo “The Reaper” orang yang menyelamatkan Adelina dari hukuman mati. Enzo memiliki kekuatan untuk memanipulasi Panas dan menciptakan Api. Sementara Raffaele adalah “The Messenger” yang mampu merasakan kekuatan dan perasaan Malfetto lain. Dagger Society memiliki beberapa anggota Elites lain yang juga memiliki kekuatan khusus.

Enzo pun mengajak Adelina bergabung dengan Dagger Society. Adelina pun setuju dan melaksanakan beragam pelatihan untuk mengeluarkan seluruh kekuatannya. Sementara disisi lain, Teren Santoro menculik Violetta dan mengancam akan membunuhnya jika Adelina tidak mau membongkar rahasia Dagger Society.

Sementara Adelina berada dalam keraguan, siapakah yang harus dia pilih? Siapa sebenarnya Teren dan Enzo? Mampukah ia menyelamatkan sang Adik dan mengeluarkan seluruh kemampuan nya?

photogrid_1450338488962_zps0feq7t2y1
My Review

Satu kata buat The Young Elites.. WOW!!!!!!

Saya adalah penggemar Marie Lu semenjak baca Legend The Series, makanya excited banget sama novel ini. Bertanya-tanya, apa novel ini akan sebagus Legend?

Sebetulnya, saya sudah baca versi inggrisnya dari Bulan Maret 2015, tapi ampe sekarang belum bikin review nya.. apalagi alasan nya kalo bukan males! Wkwkwkwk nah makanya pas keluar Edisi terjemahan dan baca ulang (sebelum baca The Rose Society) akhirnya saya memutuskan untuk menulis review singkat ini. Oke kita mulai

Berbeda dari series Legend yang bertemakan Dystopia. Kali ini Marie Lu memilih tema Fantasy untuk The Young Elites series. Sempet takut sih, bisa ga dia bikin novel ini jadi bagus dengan tema fantasy? Dan ternyata… YESS! Novel Fantasy ini keren,, walau Terlalu “DARK” menurut saya.

Alur cerita nya menarik. Tokoh utama yang memiliki kekuatan “Menakutkan” tapi hidup dalam Kebencian, dendam, ketidakpercayaan. Tokoh Adelina ini sepertinya menyeramkan, wajar kalo Dagger Society diam-diam takut sama dia. Tapi ga bisa nyalahin Adelina Sendiri, karena belasan tahun hidup dalam kebencian sang ayah dan rasa kurang kasih sayang. Dia lelah dimanfaatkan. Jadi ini salah satu titik lemah sang tokoh utama, yang menurut saya menarik. Sang tokoh utama justru menjadi sedikit Villain. (?)

Sama seperti Legend Series, Marie Lu kembali menggunakan Beberapa POV. Kalo di Legend Cuma ada 2 POV dari 2 tokoh utama, kalo di The Young Elites ada beberapa POV. POV terbanyak pastinya Adelina, kemudian Teren Santoro, Raffaele dan ada 1 POV dari Enzo.

Gara-gara POV teren lumayan banyak,., saya pun jatuh cinta sama dia hahahaha tumben yah suka sama villain. Dimana seharusnya saya jatuh cinta sama Enzo,, tp ternyata nggak.,. saya justru tertarik nya sama Teren.

Mungkin banyak yang mikir, kekuatan-kekuatan yang dimiliki Elites ini sebelas dua belas sama yang ada di buku lain, pengatur ilusi, pengatur angin, pengatur api, dll tapi tetep aja marie lu bisa menyuguhkan dengan tetap menarik.

Saya juga suka sama latar nya yang berbau kerajaan, jadi ga melulu setting kota modern kayak di dystopia. Jadi cukup fresh sih karena udah lama juga saya ga baca buku fantasy kerajaan gini.

Yang menjadi kekurangan adalah, masing-masing tokoh kurang di explore. Marie lu lebih menguatkan si Adelina. Tapi saya malah penasaran banget sama elites-elites lain, terutama enzo dan Raffaele. Di novel ini Cuma diceritain sedikit aja. Huhuhu

Gaya Bahasa marie lu juga enak banget, dari pas baca edisi asli Bahasa inggris itu udah berasa oke. Dan bagaimana dengan terjemahan nya? biasanya saya suka complaint kalo baca buku terjemahan itu, banyak yang jelek. Tapi…

Seriously.. TERJEMAHAN The Young Elites Kece badai! Hahaa suka banget! Cuma agak kecewa sih, karena beberapa julukan juga ikut diterjemahin, coba kalo tetep sesuai aslinya, Kayak “dagger society”, “Young Elites”, The Messenger”, “The Reaper”, “white Wolf”, “Windwalker”, dll

dan suka banget sama Cover nya, cover USA (yang kiri) udah pasti kece badai. dan cover indonesia (yang kanan) walau ga sama dengan cover asli, tapi tetep kece!

Overall… KALIAN HARUS BACA! Ini rekomen buat yang suka dark fantasy, romance nya SEDIKIT, jadi ga bikin eneg, hehehe

Kabarnya novel ini akan difilm kan loh, hak adaptasinya udah dibeli oleh Fox dan Temple Hill ( production House yang sama yang menangani The Maze Runner) dan Marie Lu juga masih on process untuk nyelesain Screenplay, semoga cepet ada konfirmasi ya… karena udah jarang kan film-film bertemakan fantasy, jadi ini bisa jadi ajang untuk membuka celah bangkitnya film fantasy haha

Oh ya, sebenernya saya masih pengen bahas panjang lebar, tapi rentan spoiler banget, makanya saya jadi Cuma bahas kulitnya aja,,Kalo mau diskusi, bisa chat sama saya langsung 😛 *sok penting*

Yeay! Next baca The Rose Society, semoga ada niat buat bikin review nya… see youuu