Book Review : The Young Elites by Marie Lu

photogrid_1450055133535_zpsvejsxsou

Wabah Penyakit menyerang Bangsa Kenettra, orang dewasa yang tak sanggup melawan wabah tersebut meninggal. Sementara anak anak yang selamat harus menanggung sebuah “tanda” dan memiliki kekuatan. Mereka disebut “Malfetto” titisan iblis, karena kekuatannya yang dianggap berbahaya bagi orang lain.

Adelina Amouteru, sang Adik “Violetta” dan Ibu nya juga tak lepas dari penyakit ini. Ibu nya tak sanggup melawan sang penyakit dan kemudian meninggal, sementara Adelina dan sang adik selamat. Namun Adelina harus rela kehilangan mata kirinya yang sebelumnya membusuk dan membengkak, rambutnya pun berubah warna menjadi pucat putih keperakan. Berbeda hal nya dengan Violetta yang juga sembuh namun tampak normal dan cantik seperti sebelumnya, penyakit itu tidak “merusak” nya.

Dengan perubahan fisik tersebut, Adelina diperlakukan tidak adil oleh sang Ayah. Ia hidup dalam kebencian, dendam dan rasa iri karena sang ayah yang lebih menyayangi Violetta dan selalu menyakiti Adelina.

Berbeda dengan “Malfetto” lain yang dapat memunculkan kekuatan tertentu saat mereka kecil. Adelina tidak merasakan kekuatan apapun selain perubahan dan kecacatan fisiknya.

Hingga suatu hari, sang ayah yang terus menerus merasa malu memiliki anak seorang Malfetto, berniat untuk menjual Adelina ke pedagang kaya. Namun Adelina menolak dan memutuskan untuk kabur dan berlari sejauh mungkin untuk menyelamatkan dirinya.

Tapi takdir berkata lain, sang Ayah menemukan nya, dan berusaha memprovokasi dirinya. Dengan amarah yang begitu besar pada sang Ayah, tanpa sadar Adelina memunculkan “ilusi” menyeramkan dihadapan sang Ayah, hingga ia meninggal.

Adelina ketakutan dan langsung melarikan diri, hingga akhirnya tertangkap oleh “Inkuisisi” – para pengawal kerajaan yang selama ini berusaha untuk menangkap dan membunuh Malfetto-. Adelina pun dipenjara dan akan dijatuhi hukuman mati.

Saat hari eksekusi tiba, Adelina dibawa ke sebuah lapangan untuk dihukum mati, dan disaksikan oleh rakyat kota estenzia – Ibu Kota Kenettra – . saat itu, Ia bertemu dengan Kepala Inkuisisi “Teren Santoro” , Teren memiliki warna biru – abu yang sangat pucat, seakan-akan mata itu kosong, hampa. Teren mengutuk perbuatan Adelina dan Malfetto lain.

Tiba-tiba keadaan berubah ketika beberapa orang merangsek maju ke lapangan dan menyerang inkuisisi. Salah satu diantara mereka menggunakan jubah dan topeng dan langsung menyelamatkan Adelina. Adelina pun pingsan tak sadarkan diri, namun ia mendengar Teren menyebut sang penolong “The Reaper”.

Ketika tersadar, Adelina telah berada di sebuah kamar mewah, ia pun bertemu dengan “Raffaele” seorang pria yang sangat rupawan. Raffaele pun menjelaskan mengenai kelompok mereka yang disebut “Dagger Society” , sebuah kelompok bagian dari “Young Elites” yaitu Malfetto yang memiliki kekuatan dan berniat untuk menghancurkan kerajaan (yang berniat membunuh seluruh Malfetto).

Pemimpin dari Dagger Society adalah Enzo “The Reaper” orang yang menyelamatkan Adelina dari hukuman mati. Enzo memiliki kekuatan untuk memanipulasi Panas dan menciptakan Api. Sementara Raffaele adalah “The Messenger” yang mampu merasakan kekuatan dan perasaan Malfetto lain. Dagger Society memiliki beberapa anggota Elites lain yang juga memiliki kekuatan khusus.

Enzo pun mengajak Adelina bergabung dengan Dagger Society. Adelina pun setuju dan melaksanakan beragam pelatihan untuk mengeluarkan seluruh kekuatannya. Sementara disisi lain, Teren Santoro menculik Violetta dan mengancam akan membunuhnya jika Adelina tidak mau membongkar rahasia Dagger Society.

Sementara Adelina berada dalam keraguan, siapakah yang harus dia pilih? Siapa sebenarnya Teren dan Enzo? Mampukah ia menyelamatkan sang Adik dan mengeluarkan seluruh kemampuan nya?

photogrid_1450338488962_zps0feq7t2y1
My Review

Satu kata buat The Young Elites.. WOW!!!!!!

Saya adalah penggemar Marie Lu semenjak baca Legend The Series, makanya excited banget sama novel ini. Bertanya-tanya, apa novel ini akan sebagus Legend?

Sebetulnya, saya sudah baca versi inggrisnya dari Bulan Maret 2015, tapi ampe sekarang belum bikin review nya.. apalagi alasan nya kalo bukan males! Wkwkwkwk nah makanya pas keluar Edisi terjemahan dan baca ulang (sebelum baca The Rose Society) akhirnya saya memutuskan untuk menulis review singkat ini. Oke kita mulai

Berbeda dari series Legend yang bertemakan Dystopia. Kali ini Marie Lu memilih tema Fantasy untuk The Young Elites series. Sempet takut sih, bisa ga dia bikin novel ini jadi bagus dengan tema fantasy? Dan ternyata… YESS! Novel Fantasy ini keren,, walau Terlalu “DARK” menurut saya.

Alur cerita nya menarik. Tokoh utama yang memiliki kekuatan “Menakutkan” tapi hidup dalam Kebencian, dendam, ketidakpercayaan. Tokoh Adelina ini sepertinya menyeramkan, wajar kalo Dagger Society diam-diam takut sama dia. Tapi ga bisa nyalahin Adelina Sendiri, karena belasan tahun hidup dalam kebencian sang ayah dan rasa kurang kasih sayang. Dia lelah dimanfaatkan. Jadi ini salah satu titik lemah sang tokoh utama, yang menurut saya menarik. Sang tokoh utama justru menjadi sedikit Villain. (?)

Sama seperti Legend Series, Marie Lu kembali menggunakan Beberapa POV. Kalo di Legend Cuma ada 2 POV dari 2 tokoh utama, kalo di The Young Elites ada beberapa POV. POV terbanyak pastinya Adelina, kemudian Teren Santoro, Raffaele dan ada 1 POV dari Enzo.

Gara-gara POV teren lumayan banyak,., saya pun jatuh cinta sama dia hahahaha tumben yah suka sama villain. Dimana seharusnya saya jatuh cinta sama Enzo,, tp ternyata nggak.,. saya justru tertarik nya sama Teren.

Mungkin banyak yang mikir, kekuatan-kekuatan yang dimiliki Elites ini sebelas dua belas sama yang ada di buku lain, pengatur ilusi, pengatur angin, pengatur api, dll tapi tetep aja marie lu bisa menyuguhkan dengan tetap menarik.

Saya juga suka sama latar nya yang berbau kerajaan, jadi ga melulu setting kota modern kayak di dystopia. Jadi cukup fresh sih karena udah lama juga saya ga baca buku fantasy kerajaan gini.

Yang menjadi kekurangan adalah, masing-masing tokoh kurang di explore. Marie lu lebih menguatkan si Adelina. Tapi saya malah penasaran banget sama elites-elites lain, terutama enzo dan Raffaele. Di novel ini Cuma diceritain sedikit aja. Huhuhu

Gaya Bahasa marie lu juga enak banget, dari pas baca edisi asli Bahasa inggris itu udah berasa oke. Dan bagaimana dengan terjemahan nya? biasanya saya suka complaint kalo baca buku terjemahan itu, banyak yang jelek. Tapi…

Seriously.. TERJEMAHAN The Young Elites Kece badai! Hahaa suka banget! Cuma agak kecewa sih, karena beberapa julukan juga ikut diterjemahin, coba kalo tetep sesuai aslinya, Kayak “dagger society”, “Young Elites”, The Messenger”, “The Reaper”, “white Wolf”, “Windwalker”, dll

dan suka banget sama Cover nya, cover USA (yang kiri) udah pasti kece badai. dan cover indonesia (yang kanan) walau ga sama dengan cover asli, tapi tetep kece!

Overall… KALIAN HARUS BACA! Ini rekomen buat yang suka dark fantasy, romance nya SEDIKIT, jadi ga bikin eneg, hehehe

Kabarnya novel ini akan difilm kan loh, hak adaptasinya udah dibeli oleh Fox dan Temple Hill ( production House yang sama yang menangani The Maze Runner) dan Marie Lu juga masih on process untuk nyelesain Screenplay, semoga cepet ada konfirmasi ya… karena udah jarang kan film-film bertemakan fantasy, jadi ini bisa jadi ajang untuk membuka celah bangkitnya film fantasy haha

Oh ya, sebenernya saya masih pengen bahas panjang lebar, tapi rentan spoiler banget, makanya saya jadi Cuma bahas kulitnya aja,,Kalo mau diskusi, bisa chat sama saya langsung 😛 *sok penting*

Yeay! Next baca The Rose Society, semoga ada niat buat bikin review nya… see youuu

Advertisements

11 thoughts on “Book Review : The Young Elites by Marie Lu

  1. haii, reviewnya keren banget!! aku juga penggemar marie lu sejak baca LEGEND THE SERIES. aku jadi penasaran sama young elites, cuma belum sempet beli dan baca. jadi pengen cepet2 beli 🙂

  2. Hehehe makasihhh.. Ayo dibacaaaa… Tye beneran ga kalah keren dr legend… Dan kabarnya buku keduanya bakal segera dirilis sama mizan loh…

  3. Pingback: Book Review – The Midnight Star (The Young Elites #3) by Marie Lu | Dhechan's Diary

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s