Book Review – The Midnight Star (The Young Elites #3) by Marie Lu

0

“We exist because this world exist. It’s a responsibility of ours. Whether or not anyone will remember it” – Magiano

img_20161103_152701_zpsnrqf3ujw

Sinopsis :

“There was once a time when darkness shrouded the world, and the darkness had a queen”

Setelah berhasil menaklukan Kenettra, Adelina pun menjadi seorang Ratu menggantikan Guiletta yang sebelumnya berkuasa. Namun untuk menjadi seorang ratu, ada harga yang harus ia bayar, sang adik, Violetta pergi dari sisinya, hal ini membuat Adelina merasa dikhianati lagi dan lagi.

Beruntung anggota The Rose Society yang masih bertahan ,Sergio dan Magiano, tetap berada disisinya dan bahkan Sergio dipilih untuk menjadi kepala inkuisisi menggantikan Teren Santoro yang saat ini terperangkap di penjara Dungeons.

Namun, menaklukan Kenettra ternyata tidak membuat Adelina puas, ia pun mulai berkeliling ke seluruh negeri untuk menaklukan wilayah lain, dan berusaha untuk menjadikan derajat “Malfetto” lebih tinggi dibandingkan rakyat biasa, ia ingin memperlihatkan bahwa sudah saatnya keadilan bagi kaum malfetto ditegakan, namun ternyata hal ini menjadikan nya Ratu yang dibenci oleh rakyatnya sendiri, dan mengakibatkan banyaknya percobaan pembunuhan oleh tentara dan rakyatnya.

Seiring berjalan nya waktu, Ilusi Adelina yang semula merupakan kekuatan nya yang berharga menjadi boomerang bagi dirinya sendiri. Namun, ternyata hal itu tidak hanya terjadi pada Adelina, namun juga terhadap Elites lainnya.

We are doomed to be forever young.

Satu demi satu keaneahan terjadi, tidak hanya terhadap diri para elites, tapi juga terhadap mahluk hidup dan lingkungan disekitar mereka. Apakah yang sebenarnya terjadi?

“We were never meant to exist, “

“And we will never exist again. But we cannot take the entire world with us.”

img_20161103_154134_zpscnmolin9

iya saya tau tinggi nya beda2 *nangis

Review :

Marie Lu is such a cruel!!!!!!!

How can she do that to us??? Im crying like crazy T______________T

Ya ampun ini masih baper banget loh,, baru banget selesai baca,,, nangis-nangis kejer dan langsung nulis ini….

Oke kita mulai review nya *elap air mata*

The Midnight Star merupakan seri terakhir dari trilogy The Young Elites. Sebuah seri yang bener-bener gw sukain selama 2 tahun terakhir ini. Seri akhir yang bener-bener buat gw penasaran, pengen buru-buru baca tapi sekaligus ga mau cepet selesai. Seri terakhir yang membuat gw berkespektasi tinggi.

Dan,,, ternyata memang gw ga boleh berekspektasi ketinggian, The Midnight Star rupanya ga sebagus dan seheboh The Rose Society yang menurut gw merupakan buku terbaik diantara 2 buku lainnya. Kisah di The Midnight Star atau kita singkat aja TMS cukup singkat untuk sebuah kisah penutup. Bayangkan hanya 330an halaman, gw pertama tau shock banget loh.

Dan ternyata iya dugaan gw menjadi kenyataan, buku yang tergolong tipis ini belum bisa menuliskan sebuah kisah penutup yang harus nya cukup megah,,, tapi justru hanya menjadi sebuah kesimpulan singkat dari seluruh konflik dan misteri yang udah terjadi dari buku-buku sebelumnya.

Entah kenapa gw ngerasa kali ini, marie lu nulisnya keburu-buru banget, ga detail.. serba singkat.. padahal.. harusnya bisa kalau mau dibuat detail dan konflik-konflik yang lebih heboh, buku ini bakal se-dark buku-buku sebelumnya.

Tapi apakah hal itu membuat gw memberikan nilai rendah atau bahkan ga suka terhadap buku ini?

Wow anda salah besar…. Dibalik kekurangan itu semua,,, marie lu tetaplah seorang penulis yang sangat piawai mengaduk-aduk perasaan para pembaca nya… astagah gw dibuat nangis-nangis terutama di bagian akhir.

gw benar-benar ga nyangka cerita nya diputar sejauh itu di akhir,,, gw ga nyangka harus banyak yang “pergi” disini,,,

Tapi mungkin itu memang yang terbaik ya,, marie lu sama sekali ga mau memaksakan kisahnya agar disukai semua pembaca,, nggak,, dia sangat realistis…

TMS ini less action banget, kalo di TRS kita dibuat heboh sama peperangan antara Dagger Society dan Rose Society,, disini nggak…

Disini lebih ke gimana cara nya seorang Adelina yang hidup nya udah kelewat dark berusaha mengatasi kehidupan baru nya sebagai sang ratu,,, dia seakan bingung harus menjadi ratu seperti apa… dan gw bahagia banget,, Magiano selalu ada disisinya,, dan iya gw makin cinta banget sama magiano… dia itu husband material banget deh,,, ❤

“I have everything I could ever want here, Adelina,” he finally says. “You’ve handed me what feels like the world’s riches, a palace, a life of luxury.” He draws closer. “I get to be at your side. What more do I need?”

Satu hal yang gw sedih in banget,,, kenapa,,,,,,, pov magiano Cuma satu 😦

Udah sih gitu aja,,, gw tetep sayang banget sama series ini,,, bakal kangen berat sama Magiano,,, Teren,,, hikz T_T

Maaf ga bisa bikin review yang bagus dan detail. 1) takut spoiler… dan 2) masih baper berat

Nilai untuk The Midnight Star 4/5

bmsjcvhhcpt_zpsrwovwvxd

Previous Review :

  1. The Young Elites
  2. The Rose Society

Continue reading