Book Review : An Ember In The Ashes #1 – Sabaa Tahir #PenerbitSpring

Setelah kemarin gw bahas PS I Like You, novel terbitan Penerbit Spring yang baru terbit di Awal Desember ini, kali ini gw mau bahas sedikit tentang An Ember In The Ashes, yang juga diterbitkan di waktu yang sama dengan PS I Like You. Penerbit Spring kayaknya non stop banget nih ngerilis novel-novel best seller yang tema nya kece-kece. Ga hanya berkutat dalam genre romance, tapi penerbit spring juga sukses dalam menerjemahkan novel bergenre fantasy, yah sebut saja The Lunar Chronicles yang lumayan heboh kemarin. Dan sekarang giliran An Ember In The Ashes yang jadi bintang nya.

An Ember In The Ashes ini merupakan novel bergenre Fantasi  (tapi menurut gw lebih banyak dystopia nya) yang ditulis oleh Sabaa Tahir. Sebenernya novel ini merupakan novel pertama yang dia tulis, tapi langsung heboh dan masuk jajaran New York Time Best Seller. Wow banget yah….

An Ember in The Ashes adalah sequel pertama dari tetralogi An Ember In The Ashes. Buku keduanya berjudul A Torch Againts the Night juga sudah rilis agustus 2016 kemarin.

Anyway, Sebelum gw review tentang novelnya, gw mau kasih sedikit sinopsis tentang ceritanya … check it out

img_20161226_082410_792_zpsrqflgnq3

Judul : An Ember In The Ashes

Seri : An Ember In The Ashes #1

Penulis : Sabaa Tahir

ISBN13 : 9786027432284

Penerbit : Spring

Tahun Terbit : 28.04.2015 (USA) & 01.12.2016 (Indonesia)

Edisi : Bahasa Indonesia

Jumlah Halaman : 520 hal

https://www.goodreads.com/book/show/32870406-an-ember-in-the-ashes

Sinopsis

Laia seorang budak. Elias seorang prajurit. Keduanya bukan orang merdeka.

Laia adalah seorang “Scholar”, ia tinggal bersama dengan Nan, Pop & Darin Sang Kakak. Awalnya hidup nya baik-baik saja hingga suatu malam “Prajurit Mask” datang kerumahnya dan membunuh Nan, Pop serta menculik sang kakak yang dituduh melakukan pemberontakan terhadap Imperium.

Laia yang ketakutan pun lari, namun rasa bersalah yang begitu besar membuatnya mencari kelompok pemberontakan “Resistance” dan meminta mereka untuk menolong sang kakak. Namun ada harga yang harus ia bayar. Ia dituntut untuk menjadi mata-mata dan mencari informasi mengenai “Komandan Blackliff”, Keris Veturia dan bekerja dirumahnya sebagai Budak.

Sementara di Blackliff, yang merupakan sekolah militer bagi bangsa Martial terpilih, kehidupan juga berlangsung kejam. Walau nantinya mereka akan menjadi Prajurit Mask namun berbagai tekanan, latihan dan hukuman harus mereka hadapi, mereka dituntut untuk membunuh tanpa ampun dan bersifat keji tak terkira.

Elias Veturius, yang notabene merupakan prajurit mask terhebat, muak dengan hal tersebut. Ia pun merencanakan untuk pergi dari Blackliff namun rencana nya tercium oleh sang sahabat, Helene Aquilla dan sang Augur yang tahu “segalanya”.

Sang Augur pun memberikan nya sebuah ramalan…

Dari kalangan pemuda yang ditempa oleh pertempuran, akan bangkit Dia yang telah dinobatkan, Kaisar Agung, momok bagi musuh-musuh kita, Panglima Militer terhebat. Dan Imperium akan runtuh.

Awal nya Elias enggan mempercayai ramalan itu, namun kalimat-kalimat Augur Cain terus bergema di kepalanya.

Kau akan lolos. Kau akan meninggalkan Imperium. Kau akan hidup. Tapi, kau takkan menemukan kedamaian ketika melakukannya.

Ia pun akhirnya memutuskan untuk bertahan di Blackliff, dan akhirnya terpilih menjadi salah satu Aspiran, bersama dengan Helene, Marcus & Zac, yang merupakan kandidat Kaisar terpilih. Para Aspiran diharuskan untuk mengikuti 4 ujian dan hanya 2 orang yang akan bertahan, 1 orang akan menjadi kaisar dan 1 orang akan menjadi BloodShrike. Sementara sisanya akan mati…..

Disisi lain, Laia berjuang untuk bertahan ditengah kekejaman sang Komandan. Laia seorang yang lemah dan pengecut, namun keinginan kuatnya untuk menolong sang kakak, menjadikan ia lebih berani, walau ia harus mengorbankan dirinya untuk “disiksa”.

Setiap waktu, Laia harus melapor ke Resistance atas segala perkembangan yang terjadi. Ia pun kerap menemui Keenan dan pemimpin utama Resistance, Mazen. Namun, kesulitan mencari informasi membuat ia kurang dipercaya.

Lalu akankah Laia bertahan sebagai budak sekaligus mata-mata dan menyelamatkan sang kakak? Dan bagaimana dengan Elias? Mampukah ia memenangkan seluruh ujian? Atau ia akan menyerah dan pergi meninggalkan Blackliff? 

Review

Fiuh,,, novel ini keren! Sebenernya awalnya bingung sih,, novel ini masuk ke genre mana, Dystopia karena ini terlihat seperti sebuah aksi pemberontakan dan pembagian kelompok masyarakat? Atau Fantasy, karena adanya unsur Kerajaan, Sihir, Mistis, Jin, Ifrit, NightBringer dan bahkan Ghul? (oh maaf gw ga jelasin detail ini di sinopsis karena rawan spoiler :p) tapi sebodo amat sama genre, pokoknya novel ini Worth to Read. Ga heran ya sukses berada dalam jejeran New York Time Best Seller ^^.

An Ember In The Ashes memiliki 2 pov dari 2 tokoh utama, Laia dan Elias. Hal ini merupakan nilai plus menurut gw Pribadi, karena gw selalu suka pov yang lebih dari satu, membuat gw lebih paham isi hati tokoh-tokohnya *cailah

Tema yang diangkat cukup kuat, walau ya… secara umum standard, “perbudakan”, “pembagian kelompok masyarakat” , “ Penjajahan” dan “Pemberontakan”. Tapi Sabaa Tahir bisa membangun kisah dengan sedemekian rupa dan mengkombinasikan nya dengan unsur fantasi sehingga menjadikan novel ini jauh lebih menarik…..

Gw suka cara dia memperkenalkan kita kedalam “tatanan” dan cara dia membangun karakter tokoh utama (kita sebut saja Elias dan Laia). Perubahan nya berasa dari bab ke bab. Dan entah, baca novel ini berasa ga mau berhenti, walau agak dark dan Less Fun tapi seru banget. Suka sama kisah pelatihan dan ujian di blackliff.

Dan yup,, romance nya ada banget… tapi ga terlalu ditonjolkan, jadi buat yang ga suka romance masih bisa di tolerir lah ya….Tokoh-tokohnya itu lovable banget… kuat semua karakter nya.. walau sejauh ini yang paling bikin penasaran Keenan, kisah dia kurang di explore disini, ga kayak Helene.

Tambahan lagi ya… masalah terjemahan pun kece berat.. ga usah diragukan lagi sih ya.. gw belum pernah kecewa sama terjemahan penerbit Spring. Covernya juga oke berat,, Simple, hitam legam dan berasa banget Dark nya LOL. Belum lagi tambahan pembatas buku yang ciamik, ada keempat tokoh utama nya : Laia, Elias, Keenan dan Helene. Ah senangnya ❤

Yang pasti, waktu kalian ga akan terbuang secara percuma ko ketika baca novel ini. Seru banget! Semoga buku keduanya segera diterbitkan Spring juga ya…..

4/5 untuk novel ini!

Advertisements

One thought on “Book Review : An Ember In The Ashes #1 – Sabaa Tahir #PenerbitSpring

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s