Book Review : Wayfarer (Passenger #2) by Alexandra Bracken

0

Setelah satu tahun menanti, dan ingin memiliki buku ini setiap Alexandra Bracken mem-posting Cover Wayfarer di akun sosmed miliknya, akhirnya buku ini sampai juga ke tangan saya,,,, ❤ yah sesungguhnya buku ini sudah sampai dari pertengahan Januari kemarin, Namun baru sempat saya baca 2 minggu ini 😀

Sama seperti buku pertama nya, Cover buku Wayfarer ini Indah dan sangat cantik… ❤ saya suka dengan perpaduan warna ungu, ditambah dengan pohon hijau yang berada didalam tabung. Cover Designer nya benar-benar sangat piawai!. Dan seperti yang saya bilang di review sebelumnya, Passenger dan Wayfarer sangat Collectables dan dapat mempercantik rak buku <3.

20170207_122824.jpg

Wayfarer (Passenger #2) by Alexandra Bracken

Series : Passenger #2

Hardcover, 532 pages

Published January 3rd 2017 by Disney-Hyperion

ISBN : 1484715764 (ISBN13: 9781484715765)

Edition Language : English

Sinopsis :

Setelah berjuang bersama Nicholas di Passenger untuk menemukan sebuah benda yang dapat menyelamatkan sang waktu dan Timeline, Etta pun harus pasrah karena kembali kehilangan benda tersebut, tidak hanya itu ia pun terpisah dari Nicholas dan terlempar ke sebuah Timeline yang bahkan tidak ia ketahui sebelumnya. Etta pun menjadi seorang Orphanage….

Namun… di Timeline tersebut Etta bertemu orang yang tak pernah ia duga sebelumnya… orang yang begitu ia harapkan dan dambakan selama ini, sang ayah….

Etta terjebak dalam kisah antar keluarga para Traveler , Ironwood, Thorn, Linden, bahkan Hemlock. Dan ia tidak tau harus mempercayai siapa. Ditengah dilema nya, ia pun memutuskan untuk menentukan jalan nya sendiri. Namun ia tidak sendiri, ia ditemani oleh Julian sang penerus keluarga Ironwood yang selama ini diduga telah meninggal.

Di sisi lain, Nicholas dan Sophia berusaha mencari dan menyelamatkan Etta serta benda penyelamat Timeline. Mereka pun melompati waktu demi waktu, berusaha menemukan setiap petunjuk yang ada. Namun naas, Nicholas justru terjebak dalam kutukan seorang Auctioner/Witch. Tapi ia tidak menyerah, dan tetap mencari. Ditengah perjalanan mereka bertemu dengan Li Min yang merupakan mantan Shadows.

Mereka bertiga pun bersama-sama melewati waktu dan bertarung dengan pihak-pihak yang juga mengincar benda tersebut sekaligus menghabisi nyawa para Travelers.

Lalu mampukah Etta dan Nicholas bertemu kembali dan menyelamatkan sang waktu ?

“If i was out there performing, i might reach my father or his family. they might recognize me… they’d hear my music and want to come find me..know me”

“I heard you Etta…. i heard you”

20170207_122021.jpg

Review :

Saya suka buku kedua ini dibandingkan buku pertama Passenger, alur nya lebih cepat dan konflik nya lebih menarik. Kita diajak ikut berlarian diantara waktu ke waktu. Diajak berpikir siapa sebenarnya sang antagonis di dunia penjelajah.

Belum lagi ada golongan baru Shadows yang sangat menakutkan dan menghantui para Traveler. Selama ini para Historian berusaha sedemikian rupa menutupi kisah para Shadows. Sehingga ketika mereka akhirnya muncul ke permukaan, semua orang menolak untuk percaya.

Tak hanya menceritakan kisah misterius tentang asal mula konflik di Passenger yaitu Pencarian sebuah benda penyelamat waktu. Wayfarer juga dibumbui oleh sedikit Action yang benar-benar menjadi nilai tambah tersendiri.

Namun… setiap alur yang cepat akan memiliki nilai negatif dibaliknya, berbeda dengan Passenger dimana kita akan memahami dan diajak mengetahui lebih detail mengenai setiap Timeline, di Wayfarer hal ini nyaris tidak ada. Semua berlangsung dengan cepat.

Sama seperti sebelumnya ada 2 pov di dalam buku ini, yakni Etta dan Nicholas, tapi jujur saja, saya jauh lebih menantikan pov Etta, karena saya suka dengan pengembangan karakter Etta dari sosok yang lemah hingga menjadi sosok yang dapat berpikir dengan cepat, perpisahan dengan Nicholas tidak membuat nya berduka lebih lama, ia justru berusaha sedemikian mungkin untuk mengatasi dan menganalisa masalah yang ada.

Berbeda halnya dengan Nicholas yang justru berubah menjadi sosok yang lemah dan ceroboh hanya karena kehilangan Etta. Jujur saya agak kecewa. Untung saja ada sosok Sophia dan Li Min yang nampak jauh lebih kuat dan berhati hati dibandingkan Nicholas.

20170207_122659.jpg

Ada beberapa tokoh baru di dalam Wayfarer, Henry Hemlock, Julian Ironwood dan Li Min. Tapi yess… saya paling suka sosok seorang Henry Hemlock, saya suka setiap interaksi nya dengan Etta dan sungguh membuat saya terenyuh.

Overall, Wayfarer sungguh lebih menarik dengan semua konflik, pengembangan karakter, Fast Pace serta action pack nya dan wow! Saya suka Ending nya, Alexandra Bracken mampu menutup kisah ini dengan sangat cantik dan tidak berlebihan saya suka dengan konklusi dan pemecahan semua konflik yang ada.

Namun, Epilog yang seharusnya menjadi ucapan perpisahan justru membuat saya penasaran dan berharap paling tidak Alexandra Bracken mau membuat Novella tentang Rose dan Henry Hemlock. Ah rasanya memang saya belum rela berpisah dengan keduanya.

Note : Salah satu hal yang menjadi masalah utama adalah kemampuan Bahasa inggris saya yang tak seberapa sehingga membuat saya memeras otak untuk mencerna setiap makna XD.

Review ini juga ditulis oleh Alter Ego untuk memenuhi Giveaway review dari Greeny Oni. Semoga dapat memuaskan ❤

Advertisements

Book Review : Passenger #1 by Alexandra Bracken

0

Don’t Judge a Book By its cover – jangan menilai suatu buku dari sampulnya. Yup! kalimat seperti ini sangat sering diucapkan khususnya di kalangan Bookworm. Memang terkadang banyak novel yang design cover nya sangat biasa tapi cerita nya sangat mencengangkan XD tapi karena kita terlanjur men-judge sampulnya, kita pun enggan untuk membaca apalagi mengoleksi nya. Hingga akhir nya melewatkan sebuah kisah Indah di dalamnya 🙂

Untuk kasus saya sekarang kejadian nya justru sebaliknya, I Do Judge a Book by its Cover !.

Well, saya suka mem- follow akun-akun bookstagramer di Instagram dan jujur sangat iri dengan beragam koleksi buku nan cantik dan menarik yang mereka pajang di beranda, salah satunya Passenger.

Passenger ini merupakan karya kedua dari Alexandra Bracken yang juga merupakan penulis The Darkest Minds series. Kebetulan saya juga menggemari seri ini, jadi tahun lalu begitu melihat buku cantik ini “Berseliweran” di Timeline, saya langsung kebakaran jenggot, apalagi ketika tahu ceritanya mengenai Science Fiction – Time Traveler saya semakin semangat untuk mengoleksi. kebetulan sepertinya belum ada satupun koleksi saya yang bertemakan Time Traveler.

Sinopsis :

bnobgp6bcxl

Original Title : Passenger

Hardcover, 486 pages

Published January 5th 2016 by Disney-Hyperion

Series : Passenger #1

ISBN : 1484715772 (ISBN13: 9781484715772)

Edition Language : English

Characters : NicholasEttaSophia Ironwood

https://www.goodreads.com/book/show/20983362-passenger

 

Etta Spencer, seorang pemain biola yang sedang di elu-elu kan di seluruh dunia, ia dianggap ’ajaib’ dengan segala kepiawaian nya memainkan salah satu alat musik cantik tersebut. Etta sangat menyukai hidupnya, karir nya, ibu nya dan Alice yang selama ini menemani dirinya dan mengajari nya dunia musik.

Awalnya ia berpikir, kehidupan monoton nya ini akan berlangsung selamanya. Hingga suatu hari, sesaat sebelum ia naik ke atas panggung, beberapa orang yang tak dikenal mengacaukan pertunjukan, dan membunuh Alice, Etta yang masih shock karena kejadian tersebut terlempar ke sebuah dunia yang sama sekali tidak ia kenal. Etta pun pingsan….

Ketika tersadar, ia sudah berada di atas sebuah kapal, bersama orang-orang yang tidak ia kenal, bersama Sophia yang ternyata juga musician yang berada di pertunjukan musik tersebut. Sophia pun menjelaskan bahwa ia adalah seorang Time Traveler, sang penjelajah waktu.

Etta bukanlah orang biasa, ia mewarisi darah dari keluarga penjelajah waktu, yang bahkan tidak pernah ia dengar sebelumnya dan ia ditugaskan untuk menyelesaikan sebuah agenda untuk menyelamatkan sang waktu.

Etta masih tak percaya, ia yang hidup dibesarkan oleh seorang ibu yang penuh rahasia tidak pernah mengetahui tentang perjalanan waktu, ia tidak pernah berpikir bahwa ada alternate timeline dalam dunia nya. Yang Etta tahu saat ini adalah, ia telah pergi ribuan kilometer jauh nya dari kota ia dilahirkan. Tidak,, tidak hanya itu… ia berada ratusan tahun dari timeline nya.

Etta tidak sendiri, ia ditemani oleh Nicholas Carter yang merupakan keturunan dari keluarga Ironwood, sebuah keluarga yang saat ini memegang kekuasaan dalam dunia penjelajahan waktu. Sama seperti etta ia ditugaskan untuk menyelesaikan sebuah agenda mencari sebuah objek yang telah dicuri dari keluarga nya.

Bersama Nicholas, Etta pergi menjelajah waktu dan benua, mencari setiap detail atas semua clue yang ada. Dan dari setiap clue tersebut, satu demi satu rahasia pun terkuak.

Review :

Passenger ini merupakan Duologi, yang kebetulan buku keduanya Wayfarer juga sudah terbit dan akan saya bahas juga nanti.  Seperti yang saya sebutkan diawal, kisah Passenger ini bertemakan Time Traveler dan premis nya sendiri cukup menarik. Saya seakan diajak melompati waktu dan menjelajah ke berbagai tempat tentunya dengan setting waktu dan timeline yang berbeda-beda.

Keunggulan utama dari novel ini adalah sang penulis dengan sangat piawai nya menjabarkan dengan cukup detail mengenai lokasi dari setiap tempat yang dikunjungi hingga pakaian yang digunakan pada timeline tersebut. Jujur saja, saya langsung penasaran dan meng-googling kota-kota dan berbagai baju yang disebutkan di novel ini 🙂

Belum lagi adanya 2 pov dari sang tokoh utama, Etta dan Nicholas menjadi nilai tambah sendiri bagi novel ini. Khususnya untuk saya yang menyukai novel dengan pov lebih dari 1 orang XD. Karena jujur hal ini akan sangat membantu untuk memahami semua karakter masing-masing tokoh.

Konflik awal di buku pertama pun cukup menarik, yakni pencairan sebuah benda yang memegang kunci penting dalam Time Traveler, entah apapun itu. Jujur pada awalnya saya belum dapat membayangkan hal ini. XD

Tidak hanya itu, Saya suka dengan ide dan peraturan Time Traveling di kisah ini, bagaimana disana ada 4 golongan keluarga yang bertindak sebagai Traveler, Historian dan bahkan Guardian. Wow, memang iya tidak semudah itu untuk menjaga keadaan waktu agar tidak berubah ya? Belum lagi antara Passage satu dan yang lain nya, tempat untuk mereka melakukan penjelajahan antar waktu, ternyata memiliki kelemahan tersendiri.

Rasanya sulit untuk menceritakan kisah ini tanpa memberikan Spoiler , tapi untuk penggemar science fiction rasanya patut untuk mencoba novel ini, ya setidaknya jika tidak dapat memuaskan dahaga kalian, buku ini dapat menjadi sebuah pemanis yang sangat cantik di rak buku kalian :p.

Jangan heran kalau akan ada bumbu-bumbu Romansa dalam buku pertama ini, yah apalagi kalau bukan kisah antara kedua tokoh utama. Tapi kisah percintaan nya sendiri masih dapat diterima dan tidak berlebihan sampai mengurangi isi cerita.

Satu hal yang mengurangi nilai dari Passenger justru alurnya melaju cukup lambat di 200 halaman pertama. Adegan pembuka nya terlalu banyak dibahas. Sepertinya sang penulis ingin kita memahami dengan sangat detail latar belakang dalam setiap kejadian antar tokoh nya. Padahal menurut saya banyak bagian yang bisa dihilangkan dan mungkin akan lebih seru jika lebih membahas tentang perjalanan waktu nya sendiri. Tapi mungkin seorang Alexandra Bracken menyimpan hal itu untuk Wayfarer ya… J Selain itu, buat kamu penggemar Action jangan berharap hal tersebut ada disini =)

Novel ini ditutup oleh ending yang sangat menggantung alias Cliffhanger dan membuat saya harus menunggu satu tahun untuk membaca sekuel nya.

kesimpulan nya, saya cukup suka sama novel ini, walau jika dibandingkan dengan The Darkest Mind harus diakui bahwa Passenger belum se-apik itu. Tapi saya salut dengan Alexandra Bracken yang melakukan penelitian tentang berbagai lokasi di novel ini, karena yah kita tidak hanya diajak bertualang di amerika dan sekitarnya, tapi juga di Eropa dan Asia, well… saya tidak akan melanjutkan karena rentan Spoiler :p

Review ini ditulis oleh alter ego nya ade dengan tujuan untuk mengikuti giveaway penulisan Review yang diadakan oleh greeny Onie.  

Untuk buku kedua, Wayfarer saya juga berencana untuk menulis review nya, tapi nanti, karena saat ini saya masih Ongoing membaca buku tersebut =)))

 

Book Review : City of Glass (The Mortal Instruments #3)

0

Sebenarnya basi banget baru mulai baca series ini setahun terakhir, baca nya ga marathon pula alias kalau sempet aja, alhasil sampe sekarang masih stuck di buku ketiga. Bukan nya ga suka atau apa, tapi setiap mau baca selalu kalah sama buku-buku yang lain. Maafkan… nah berhubung sebulanan ini shadowhunters udah mulai, dan ternyata season kedua ga hanya mengulik kisah di buku kedua tapi juga langsung tancap buku ketiga, alhasil gw buru-buru nguprek rak buku dan ngambil “City of Glass” untuk segara dilahap. Ceritanya sih biar ga kena spoiler…  tapi apa mau dikata, nasib anda yang super telat,  buka timeline Facebook dan sebuah spoiler yang menggelegar jiwa dan raga terbaca… ya udahlah ya mau gimana.. okelah mari curhat sedikit tentang buku ini.

  20170206_162741_zps7ubau9oo

Original Title : City of Glass

ISBN13 : 9786028801478

Edition Language : Indonesian

Series : The Mortal Instruments #3

Paperback, 752 pages

Published December 2010 by Ufuk Press (first published March 24th 2009)

City of Glass menceritakan kisah perjalanan Clary ke kota kaca dengan tujuan untuk menyelamatkan sang ibu. Kota ini merupakan kota leluhur Shadowhunters dimana banyak peraturan yang harus ditaati. Tapi yeah ini Clary, sepertinya kenekatan akan selalu menjadi hal utama yang dilakukan dibandingkan harus menuruti semua aturan yang ada.

Berkat bantuan “Kekuatan” nya ia pun bisa menembus portal kota kaca tanpa ijin. Tak pikir panjang iya berusaha mencari “warlock” yang bisa menyembuhkan ibu nya. Ia tak sendiri tapi dibantu oleh Sebastian, seorang shadowhunters yang peduli pada clary tapi sangat misterius.

Disisi lain, karena terjebak bersama rombongan keluarga Lightwood yang sedang melakukan perjalanan ke kota kaca, Simon pun dihukum dan terpaksa mendekam dalam penjara. Ia dipaksa untuk mengakui suatu kebohongan. Dimana keluarga Lightwood yang akan menjadi korban nya.

Valentine masih dengan kegilaan nya untuk membasmi seluruh Penghuni Dunia Bawah, menciptakan pasukan shadowhunters sesuai keinginan nya dan membunuh siapapun yang menolak bergabung dengan nya. Ia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan mortal instrument terakhir.

Karena Valentine lah, hidup para Penghuni Dunia Bawah dan juga Shadowhunters terancam, dan satu-satunya jalan adalah bersatu untuk melawan Valentine dan pasukan nya, tapi apakah mereka bisa bergabung? Bahkan hingga saat ini para penghuni dunia bawah diharamkan masuk ke kota kaca. Lalu bagaimana nasib Clary dan ibu nya?

Review :

 Wow!

Suka banget sama buku ketiga ini, alurnya cepat, action nya banyak dan well romens nya masih bisa diterima. Walau buku ini tergolong super tebal tapi tetep asik aja bacanya, dan berasa tau-tau udah tamat aja.

Clary masih seperti biasa, nekat, ceroboh dan suka-suka. Jace juga masih galak tapi tetep Hot. Sementara Simon? Ih wooowww kenapa simon makin nyayangin banget sih ❤ dia tuh Hot banget disini hahaha semenjak jadi Vampire makin kece badai. padahal awal-awal gw suka banget sama jace, yah ampe sekarang juga sih haha tapi simon ini scene stealer banget. ❤

Hubungan cinta Magnus sama Alec juga gemesin banget, alec nya yang masih muda, kurang pengalaman bikin kisah mereka itu jadi menarik secara ya Magnus nya pengalaman cinta nya udah kayak apaan tau hahaha. Kalo izzi ? entah ya kayaknya di buku ini izzi kurang di explore, yang outstanding dan bikin penasaran malah si tokoh baru, Sebastian.

Honestly gw agak nyesel baru baca TMI setaunan ini, padahal TMI ini bener-bener “ade banget”, secara gw suka romens kan, dan apalagi romens campur fantasi plus action kayak gini. Makin makin lah itu heboh nya. hehehehe

Cassandra Claire ini nyiptain tokoh-tokoh yang asik-asik banget, dia tau mau dibawa kemana masing-masing karakter nya, dan setiap buku pengembangan karakter nya makin oke. Tapi paling suka sama cerita yang dibuat sih, ga bertele-tele, (at least menurut gw ya) gw pikir kisah yang ada di City of Glass ini bakal panjang ke seri-seri berikutnya, tapi entah, kayaknya nggak? Atau gw ga tau aja karena belum baca ? hihihi

Gw sih berharap banget para penghuni bawah ini akan lebih di eksplore di buku selanjutnya, dan kekuatan Clary plus Jace bisa lebih dimaanfaatkan. Oh ya beda sama buku-buku seri lain, ending di City of Glass ini nampaknya ga se-Cliffhanger itu… ini tuh seolah-olah semua kisah bisa berakhir disini bukan nya masih terus sampai buku ke-6 dst. Tapi syukurlah, jadi saya bisa napas baca buku yg lain dulu (walau sejujurnya pengen banget namatin semuanya sekarang juga T_T).

Oh ya, yang bikin malas dari baca TMI ini adalah terjemahan nya, ya ampun,,, typo dimana-mana dan lumayan bikin ganggu. Sedih sih,, tapi ya udahlah daripada bikin bete tetep dilanjut baca nya. semoga kalo emang seri lain nya itu diterjemahin, typo nya bisa diilangin semua ya.. amin

 

Review dan Curhatan buku : Jingga untuk Matahari by Esti Kinasih #JinggaSeries #JUM

20

Mungkin orang-orang berpikir, “gila lo de, umur segini masih baca teenlit… please deh masih jaman?” atau kalimat-kalimat nyinyir semacam “receh banget bacaan lo, remaja abis” saat mereka tau gw masih segini nya ngikutin dan baca novel karya Mbak Esti Kinasih.. Tapi sebodo amat deh, gw udah baca karya-karya dia dari jaman SMA dulu, pas teenlit-nya GPU lagi jaya-jaya nya dan karya pertama mbak esti “Fairish” masuk jajaran best seller saat itu. Jadi yah walau udah semakin berumur,,, gw tetep pengen baca karya dia terus :p

img_20170129_141122_714_zpsjgwhotnt

Pembaca dan Penulis mungkin semacam pasangan kekasih, jodoh-jodoh-an dan ga bisa dipaksakan untuk suka satu sama lain. Nah, untuk kasus ini mbak esti semacam jodoh nya gw. Gw tuh cocok banget sama tulisan-tulisan dia, dan yang paling gw suka itu “Fairish” dan “Dia Tanpa Aku”.

Pas awal kerja gw sempet berhenti baca-baca novel, jadi ya sedikit ketinggalan gitu deh sama karya mbak esti yg baru. Jadinya baru sempet baca kisah “Jingga dan Senja (JDS)” itu sekitar bulan September 2011. Tapi, saat itu gw langsung jatuh hati sama sosok ari, dan ga pake mikir langsung beli buku kedua nya “Jingga dalam Elegi (JDE)”. Gw bahkan sampe ikut semacam Booksigning nya mbak esti di Blok M dan Gramedia Matraman. Hihihi

Nah, di acara Gramedia Matraman ternyata dibuka Preorder untuk buku ketiga nya yaitu “Jingga untuk Matahari (JUM)” dan kita cukup bayar Rp 50.000. Ga mikir panjang gw langsung buru-buru ikut PO, apalagi katanya untuk semua yang ikutan PO, kita bisa dapetin tandatangan-nya mbak esti. Wuih banget ga tuh…

FYI… semua ending nya Jingga series ini CLIFFHANGER parah, jadi bisa kebayang donk, gw berharap banget JUM ini cepet rilis… tapi….

Hari demi hari..

Bulan demi bulan..

Tahun demi tahun… gw lewatin,,,

2012…2013…2014…2015…

Ga terbit juga itu buku… tapi… sebagai fans setia mbak esti…ya udah gw berusaha sabar dan ngertiin,,, mungkin dia pengen kasih yang terbaik buat pembaca nya… awal 2016… gw mulai pasrah… gw bahkan udah ga inget alur cerita nya XDDDDDD

Hingga suatu hari,, gw lupa tepatnya kapan… kayaknya tengah tahun 2016 deh, mulai muncul rumor dari editor GPU kalau JUM bakal di FILM in di 2017!!!! Gw langsung… WHAT THE????? Buku nya aja belum adaaaaaa *nangis*

Eh usut punya usut, JUM ini FINALLY bakal rilis di awal tahun 2017!!! Dan nanti bakal ada filmnya! Gw ga santeeeee sumpah ga santeeeeeeee…. Gw berusaha bersabar banget… (sedikit lagi) nunggu JUM rilis…

Dan akhir tahun kemarin, mulai lah gembar gembor PO JUM, terus gw mikir donk,,, gw dulu udah PO dari September 2011,,, udah bayar,, pakabar tuh???? Huhu

Langsung lah gw mention GPU,,, dan yeay! Feedback mereka oke punya,, untuk semua pembaca yang PO dari 2011 bisa melakukan #KLAIMJUMKAMU, jadi kita Cuma perlu kirim email dan melampirkan bukti transfer *yang untung nya selalu gw simpen dengan rapih nya di dompet*. Alhamdulillah, mereka appreciate banget sama kita-kita yang udah sabar PO dari tahun jebot, alhasil kita ga perlu nambah biaya lagi *padahal harga asli nya ternyata Rp 98.000* udah gitu free ongkir pulak! *pengen nangis* *mayan irit*

Dan…. Setelah penantian panjang….. 26 Dec 2016… AKHIRNYA BUKU YANG GW NANTIKAN lebih dari 5 TAHUN tiba juga T____________________T dan tebel banget ya ALLAH…… gw da ga sabar banget mau baca.. Cuma asli deh lupa parah sama cerita nya dan akhirnya gw pending hingga Januari kemarin, karena gw mau re-read JDS dan JDE dulu…

Ya ampun…. Gw kan cerita nya mau review JUM ya… tapi kenapa jadi curhat panjang lebar,, maafkan!

Okee sebelum mulai ke review JUM, gw juga bakal kasih sedikit review tentang JDS dan JDE yak… check it out!

Jingga dan Senja

Series : Jingga dan Senja #1

Paperback : 312 pages

Published February 2010 by Gramedia Pustaka Utama

ISBN139789792254310

Tari dan Ari, dua remaja yang dipertemukan oleh takdir.

 Selain bernama mirip, mereka juga sama-sama lahir sewaktu matahari ter-benam.
Namun, takdir mempertemukan mereka dalam suasana “perang”. Ari yang biang kerok sekolah baru kali ini bertemu cewek, adik kelas pula, yang berani melawannya. Kemarahan Ari timbul ketika tahu Tari diincar oleh Angga, pentolan SMA musuh.

Angga, musuh bebuyutan sekolah Ari sekaligus musuh pribadi Ari, langsung berusaha mendekati Tari begitu cewek itu tak sengaja terjebak dalam tawuran dan Ari berusaha keras menyelamatkannya. Demi dendam masa lalu, Angga bertekad harus bisa merebut cewek itu. Memanfaatkan peluang yang ada, Angga kemudian maju sebagai pelindung Tari.

Ari yang selama ini dikenal tidak peduli terhadap cewek tiba-tiba saja berusaha mendapatkan Tari dengan segala cara. Namun, predikat buruk Ari jelas membuat Tari tidak ingin berurusan dengan cowok itu. Semakin Ari berusaha mendekatinya, semakin mati-matian Tari menjauhkan diri…

img_20170126_194730_622_zpsru9ncnie

Review :

“apa sih yang gue takutin? toh gue udah lama ancur”
Esti Kinasih, Jingga dan Senja

Jingga dan Senja ini merupakan sebuah kisah pembuka dari kisah Ari dan Tari. Sebagai kisah pembuka, JDS tergolong standar sih menurut gw. Fokus utama cerita adalah kisah perkenalan Ari dan Tari yang dilanjutkan dengan proses Pedekate yang ga biasa. Yah kisah cinta tanpa dibumbui pihak ketiga pasti ga asik, disini ada Angga yang menjadi bumbu itu.

Buku pertama ini tergolong tipis, Cuma 312 halaman, ditambah ukuran Font yang relative besar menjadikan buku ini cepat dibaca nya. Dari segi konflik, belum ada konflik yang cukup pelik sampai bikin mikir atau terenyuh gitu, yang ada gw dibuat geleng2 gemesh sama kelakuan si Ari ke Tari yang khas bandel2nya anak SMA banget eh tapi sorry gw pas sma mah anak baik2 banget, ga ngomongin lo juga sih de.

Kalau dari  segi Bahasa, JDS sama seperti novel-novel mbak esti yang lain, gaya bahasanya remajaaaaaaa banget. Makanya kemarin pas re-read ini sempet agak-agak gimana gitu. Secara ya, akhir-akhir ini kan keseringan baca novel terjemahan dan pas baca JDS jadi bleuh XD terkaget2 dan butuh adaptasi lagi.

Tapi overall gw tetep suka JDS… ❤ apalagi novel ini tuh banyak kalimat yang Quoteable banget.

Jingga dalam Elegi

Series : Jingga dan Senja #2

Paperback : 395 pages

Published February 8th 2011 by Gramedia Pustaka Utama

ISBN139789792266474

Sejak peristiwa pagi hari saat melihat mata Tari bengkak, Ari jadi penasaran.

Benarkah itu hanya karena Ari menghapus nomor HP Ata dari HP Tari, ataukah karena Angga?

 Kalau memang karena Angga yang notabene musuh bebuyutan Ari, Ari ingin tahu apa yang telah dilakukan cowok itu terhadap Tari.

Setelah menemukan a shoulder to cry on pengganti Angga dalam diri Ata, perlahan-lahan Tari mulai melupakan Angga. Sikap Ata yang bertolak belakang dengan Ari membuat Tari nyaman bersama Ata.

Ia pun curhat habis-habisan kepada Ata yang lembut, penuh perhatian, baik hati, dan yang baru belakangan Tari sadari berhasil membuat jantungnya berdebar tak keruan.

 Gangguan dan intimidasi Ari sampai tidak diacuhkannya. Inilah yang membuat Ari makin salah tingkah-kini saingannya bukanlah Angga, melainkan saudara kembarnya sendiri.

Namun, saat Tari merasa telah menemukan pelabuhan hatinya, satu rahasia besar perlahan-lahan terkuak.

Tari merasa… lambat laun Ata semakin mirip Ari….

 img_20170127_085905_916_zpsoe0j1cjr

Review :

Hidup itu.. cuma bisa nyanyi satu macem lagu aja. Elegi. Tau elegi itu apa? Lagu sedih. Hidup cuma bisa nyanyi lagu itu aja. Dia nggak bisa nyanyi yang lain untuk kami, Tar. Kadang kami punya cukup kekuatan untuk ndengerin. Kadang nggak. Masalah muncul kalo kami lagi nggak kuat. Nggak ada cara lain kecuali lari. Gue lari sendirian. Ari lari sendirian. Seneng juga sebenernya kalo bisa lari sama-sama. Paling nggak ada tangan yang bisa dipegang. Nggak terasa sendirian. Sayangnya nggak bisa begitu.

-Ata

 

Jingga dalam Elegi ini sedikit lebih tebal dari JDS, tapi kisahnya benar2 menyayat hati ❤ suka banget sama buku kedua ini. Kalau di JDS fokus utama hanya Ari, Tari serta ada bumbu2 si Angga itu, di JDE kita akan diajak berkenalan sama Ata.

Ata? Siapa ata… dia adalah saudara kembar Ari,,, yang tiba-tiba jadi temen curhat nya Tari dalam menghadapi semua keisengan Ari. Kebayang ga sih, Ari aja digambarkan segitu gantengnya, dan ini muncul satu lagi mahluk ganteng yang mukanya sama plek sama ari? *lemes

Konflik di JDE ini lebih dalam dari JDS, satu demi satu misteri kehidupan seorang Ari mulai terungkap, dan entah sadar atau nggak Tari jadi lebih mengerti kondisi Ari. Mbak esti pinter banget deh bikin twist nya, di kode-in satu-satu dan kemudian dibuka perlahan-lahan.

Pengembangan karakter nya juga jauh lebih oke, jujur aja, gw dibuat nangis tersedu2 di bagian akhir2 padahal ini baca kedua kali ini sih gw nya aja ya yang baperan.

yang pasti ending nya “cliffhanger” parah.. jadi bisa bayangin kan.. gw baca ini tahun 2011 dan buku lanjutan nya baru rilis akhir des 2016 / awal jan 2017..

Buset lumutan parah sungguh…. makanya ampe bener2 lupa cerita nya.. jadi harus baca ulang semuanya sebelum baca Jum hahaha

Jingga untuk Matahari

Series : Jingga dan Senja #3

Paperback : 441 pages

Published December 18th 2016 by Gramedia Pustaka Utama

ISBN 6020337235 (ISBN13: 9786020337234)

Ari dan Tari menjalani hari-hari penuh pelangi. Tari bahagia karena ternyata Ari cowok lembut dan penuh perhatian. Sedangkan Ari gembira luar biasa ketika mendengar Ata dan Mama akhirnya kembali ke Jakarta.

Namun, tanpa Ari ketahui, selama ini Ata menyimpan kepedihan yang membuatnya bertekad melampiaskannya kepada Ari dan Papa. Saat itulah Ari menyadari ada “kisah” yang dia tidak tahu di antara papa dan mamanya.

Sementara itu, Tari mulai bingung menata hati. Karena pada saat rasa sayangnya untuk Ari semakin tumbuh, Angga muncul lagi dan “nembak” langsung. Sebenarnya, apa yang menjadi alasan Angga begitu dendam pada Ari dan bertekad merebut seseorang yang paling berharga darinya?

“Kalo lo ngincer cewek yang udah punya cowok, rebut dia di depan cowoknya. Jangan di belakang,” kalimat Ata itu terus terngiang di benak Angga.

img_20170128_151808_052_zpswoxpuwv9

Review :

“Ada masa-masa ketika akhir pencarian itu adalah kosongnya hati. ada masa-masa ketika rasa kangen hanya bisa terjawab oleh tawa dan kenangan. ada masa-masa ketika tangan yang terulur untuk menggapai hanya bisa meraih sosok dalam ingatan”

Gw ga ngerti lagi gimana perasaan gw pas buku ini sampe kerumah,,,, after all this timeeeeeeeeeeeee…. Huhu tapi kesel juga ga bisa langsung baca, karena gw kekeuh harus re-read dulu biar feel nya dapet, dan ternyata keputusan gw ga salah. Karena abis re-read, masih fresh banget di otak, pas baca ini tuh langsung bawa-bawa perasaan.

Oke buku ini tebel banget, 441 halaman untuk novel Teenlit tergolong luar biasa loh. Mbak Esti pun tetep dengan gaya cerita nya yang khas, tetapi gw bisa ngerasain banyak banget perbedaan dan perbandingan kalau mau ngebandingin sama JDS dan JDE.

Salah satunya dari segi teknologi yang berasa banget bedanya XDDDD, dulu di JDS dan JDE masih “SMS” dan pas JUM udah ga jaman banget SMS, yang ada itu tablet, sosmed dll XDDDDDDD yah secara jeda nya ampe 5-6 tahun jadi harus di kondisikan dengan perkembangan jaman yaaa….

Seperti yang gw bilang, Ending di JDE itu Cliffhanger parah dan timeline nya langsung dilanjutkan di JUM ini. Konflik nya jadi luaaaaarrrrr biasa pelik dan BUANYAK…. Pusing ga lo, ini teenlit tapi berat banget hidupnya XDDDDDD

Kalau sebelumnya fokus cerita ada di Ari dan Tari, di JUM ini fokus cerita hampir secara keseluruhan ada pada Ata. Jadi buat yang nunggu-nunggu kisah cinta remaja Ari dan Tari mohon dikesampikan dulu,,, motor nya digeser,,, mohon agar bersabar!

JUM akan ngajak kita melalui kisah-kisah kehidupan Ata yang mungkin tidak diketahui ari dan gw .  dan kisahnya benar-benar dijelaskan dengan lumayan detail, gw bisa ngerasain gejolak emosi yang dialami Ata dan juga Ari. Kisah anak kembar yang seakan-akan beda dunia.

Gw sempet mikir, setelah Ata datang, setelah Ata-Ari-Ibunya berkumpul kisah sedih mereka akan berakhir disitu, tapi ternyata nggak. Justru satu demi satu problematika muncul, kisah demi kisah terkuak. Dan gw berasa pengen ada disamping Ari dan Ata untuk mem-pukpuk mereka .

Walau romansa Ari dan Tari ga di explore dan feel nya malah nggak dapet tapi ada hal lain yang sangat menonjol dari JUM, yaitu BROMANCE nya! uwoo uwooo..

Duh jadi sayang banget sama Ridho dan Aji, mereka itu kayak ngertiin Ari banget, Ari ga usah bilang apa-apa tapi Ridho dan Aji paham, dan kayaknya Cuma ke sahabat nya itu Ari bisa ngebuka diri segitunya, disaat dia malu untuk cerita ke Tari…..

Semakin banyak nya konflik dan misteri,,, semakin banyak pula rasa penasaran gw… hingga tiba di halaman akhir…..

Yang ternyata bersambung……………..

Iya bersambung…………

Seriously…..

Setelah 5-6 tahun gw menanti,,, dan belum tamat juga…. Dan endingnya masih seperti biasa “CLIFFHANGER” parah,, terus gw harus gimana???????????????????????? *nangis dipelukan ridho*

Oke gw sebenarnya udah denger dari kapan tau sih kalau buku ini akan bersambung, yang awalnya Trilogi jadi tetralogi karena mbak esti ngembangin cerita sedemikian rupa,, tapi tetep aja ketika dihadapkan pada realitas yang sesungguhnya gw masih sedih T__T

Tapi ya udah gw pasrah, semoga buku ke-4 : Jingga untuk Sandyakala cepet rilis ya,, huhu

Overall.. disaat banyak orang mengkritik dan ga puas sama JUM, gw sebaliknya,, jujur aja gw cukup puas dengan pengembangan ceritanya, jadi ga kayak teenlit gitu, kompleks banget, dan mungkin karena gw belum mau pisah sama Ari kali yaa……

Anyway, sebagai penutup… ada info nih, kalau sembari menyelesaikan buku ke-4, mbak esti akan menerbitkan kumpulan Cerpen yang merupakan potongan kisah di Jingga Series, dan akan ada 1 buku kisah Ridho!!!!

 screenshot_2017-01-29-14-44-16_zpstsllyttm

Gila…………..! gw seneng banget!!!!!!!!!!!!!!!! Yeay!! Semoga aja cepet terbit semuanya…

Btw, ngomongin Ridho emang iya sih kisahnya itu masih bisa di explore dan penuh misteri yah secara keluarga dia juga broken home kan, jadi gw penasaran gimana caranya seorang Ridho bisa tetep survive kayak gitu ❤

Demikian lah curhatan review  saya, mohon maaf kalo banyak typo dan ngasal banget, maklum,,,, udah sepuh,,, bye then!