Book Review : City of Glass (The Mortal Instruments #3)

Sebenarnya basi banget baru mulai baca series ini setahun terakhir, baca nya ga marathon pula alias kalau sempet aja, alhasil sampe sekarang masih stuck di buku ketiga. Bukan nya ga suka atau apa, tapi setiap mau baca selalu kalah sama buku-buku yang lain. Maafkan… nah berhubung sebulanan ini shadowhunters udah mulai, dan ternyata season kedua ga hanya mengulik kisah di buku kedua tapi juga langsung tancap buku ketiga, alhasil gw buru-buru nguprek rak buku dan ngambil “City of Glass” untuk segara dilahap. Ceritanya sih biar ga kena spoiler…  tapi apa mau dikata, nasib anda yang super telat,  buka timeline Facebook dan sebuah spoiler yang menggelegar jiwa dan raga terbaca… ya udahlah ya mau gimana.. okelah mari curhat sedikit tentang buku ini.

  20170206_162741_zps7ubau9oo

Original Title : City of Glass

ISBN13 : 9786028801478

Edition Language : Indonesian

Series : The Mortal Instruments #3

Paperback, 752 pages

Published December 2010 by Ufuk Press (first published March 24th 2009)

City of Glass menceritakan kisah perjalanan Clary ke kota kaca dengan tujuan untuk menyelamatkan sang ibu. Kota ini merupakan kota leluhur Shadowhunters dimana banyak peraturan yang harus ditaati. Tapi yeah ini Clary, sepertinya kenekatan akan selalu menjadi hal utama yang dilakukan dibandingkan harus menuruti semua aturan yang ada.

Berkat bantuan “Kekuatan” nya ia pun bisa menembus portal kota kaca tanpa ijin. Tak pikir panjang iya berusaha mencari “warlock” yang bisa menyembuhkan ibu nya. Ia tak sendiri tapi dibantu oleh Sebastian, seorang shadowhunters yang peduli pada clary tapi sangat misterius.

Disisi lain, karena terjebak bersama rombongan keluarga Lightwood yang sedang melakukan perjalanan ke kota kaca, Simon pun dihukum dan terpaksa mendekam dalam penjara. Ia dipaksa untuk mengakui suatu kebohongan. Dimana keluarga Lightwood yang akan menjadi korban nya.

Valentine masih dengan kegilaan nya untuk membasmi seluruh Penghuni Dunia Bawah, menciptakan pasukan shadowhunters sesuai keinginan nya dan membunuh siapapun yang menolak bergabung dengan nya. Ia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan mortal instrument terakhir.

Karena Valentine lah, hidup para Penghuni Dunia Bawah dan juga Shadowhunters terancam, dan satu-satunya jalan adalah bersatu untuk melawan Valentine dan pasukan nya, tapi apakah mereka bisa bergabung? Bahkan hingga saat ini para penghuni dunia bawah diharamkan masuk ke kota kaca. Lalu bagaimana nasib Clary dan ibu nya?

Review :

 Wow!

Suka banget sama buku ketiga ini, alurnya cepat, action nya banyak dan well romens nya masih bisa diterima. Walau buku ini tergolong super tebal tapi tetep asik aja bacanya, dan berasa tau-tau udah tamat aja.

Clary masih seperti biasa, nekat, ceroboh dan suka-suka. Jace juga masih galak tapi tetep Hot. Sementara Simon? Ih wooowww kenapa simon makin nyayangin banget sih ❤ dia tuh Hot banget disini hahaha semenjak jadi Vampire makin kece badai. padahal awal-awal gw suka banget sama jace, yah ampe sekarang juga sih haha tapi simon ini scene stealer banget. ❤

Hubungan cinta Magnus sama Alec juga gemesin banget, alec nya yang masih muda, kurang pengalaman bikin kisah mereka itu jadi menarik secara ya Magnus nya pengalaman cinta nya udah kayak apaan tau hahaha. Kalo izzi ? entah ya kayaknya di buku ini izzi kurang di explore, yang outstanding dan bikin penasaran malah si tokoh baru, Sebastian.

Honestly gw agak nyesel baru baca TMI setaunan ini, padahal TMI ini bener-bener “ade banget”, secara gw suka romens kan, dan apalagi romens campur fantasi plus action kayak gini. Makin makin lah itu heboh nya. hehehehe

Cassandra Claire ini nyiptain tokoh-tokoh yang asik-asik banget, dia tau mau dibawa kemana masing-masing karakter nya, dan setiap buku pengembangan karakter nya makin oke. Tapi paling suka sama cerita yang dibuat sih, ga bertele-tele, (at least menurut gw ya) gw pikir kisah yang ada di City of Glass ini bakal panjang ke seri-seri berikutnya, tapi entah, kayaknya nggak? Atau gw ga tau aja karena belum baca ? hihihi

Gw sih berharap banget para penghuni bawah ini akan lebih di eksplore di buku selanjutnya, dan kekuatan Clary plus Jace bisa lebih dimaanfaatkan. Oh ya beda sama buku-buku seri lain, ending di City of Glass ini nampaknya ga se-Cliffhanger itu… ini tuh seolah-olah semua kisah bisa berakhir disini bukan nya masih terus sampai buku ke-6 dst. Tapi syukurlah, jadi saya bisa napas baca buku yg lain dulu (walau sejujurnya pengen banget namatin semuanya sekarang juga T_T).

Oh ya, yang bikin malas dari baca TMI ini adalah terjemahan nya, ya ampun,,, typo dimana-mana dan lumayan bikin ganggu. Sedih sih,, tapi ya udahlah daripada bikin bete tetep dilanjut baca nya. semoga kalo emang seri lain nya itu diterjemahin, typo nya bisa diilangin semua ya.. amin

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s