Book Review : Passenger #1 by Alexandra Bracken

Don’t Judge a Book By its cover – jangan menilai suatu buku dari sampulnya. Yup! kalimat seperti ini sangat sering diucapkan khususnya di kalangan Bookworm. Memang terkadang banyak novel yang design cover nya sangat biasa tapi cerita nya sangat mencengangkan XD tapi karena kita terlanjur men-judge sampulnya, kita pun enggan untuk membaca apalagi mengoleksi nya. Hingga akhir nya melewatkan sebuah kisah Indah di dalamnya 🙂

Untuk kasus saya sekarang kejadian nya justru sebaliknya, I Do Judge a Book by its Cover !.

Well, saya suka mem- follow akun-akun bookstagramer di Instagram dan jujur sangat iri dengan beragam koleksi buku nan cantik dan menarik yang mereka pajang di beranda, salah satunya Passenger.

Passenger ini merupakan karya kedua dari Alexandra Bracken yang juga merupakan penulis The Darkest Minds series. Kebetulan saya juga menggemari seri ini, jadi tahun lalu begitu melihat buku cantik ini “Berseliweran” di Timeline, saya langsung kebakaran jenggot, apalagi ketika tahu ceritanya mengenai Science Fiction – Time Traveler saya semakin semangat untuk mengoleksi. kebetulan sepertinya belum ada satupun koleksi saya yang bertemakan Time Traveler.

Sinopsis :

bnobgp6bcxl

Original Title : Passenger

Hardcover, 486 pages

Published January 5th 2016 by Disney-Hyperion

Series : Passenger #1

ISBN : 1484715772 (ISBN13: 9781484715772)

Edition Language : English

Characters : NicholasEttaSophia Ironwood

https://www.goodreads.com/book/show/20983362-passenger

 

Etta Spencer, seorang pemain biola yang sedang di elu-elu kan di seluruh dunia, ia dianggap ’ajaib’ dengan segala kepiawaian nya memainkan salah satu alat musik cantik tersebut. Etta sangat menyukai hidupnya, karir nya, ibu nya dan Alice yang selama ini menemani dirinya dan mengajari nya dunia musik.

Awalnya ia berpikir, kehidupan monoton nya ini akan berlangsung selamanya. Hingga suatu hari, sesaat sebelum ia naik ke atas panggung, beberapa orang yang tak dikenal mengacaukan pertunjukan, dan membunuh Alice, Etta yang masih shock karena kejadian tersebut terlempar ke sebuah dunia yang sama sekali tidak ia kenal. Etta pun pingsan….

Ketika tersadar, ia sudah berada di atas sebuah kapal, bersama orang-orang yang tidak ia kenal, bersama Sophia yang ternyata juga musician yang berada di pertunjukan musik tersebut. Sophia pun menjelaskan bahwa ia adalah seorang Time Traveler, sang penjelajah waktu.

Etta bukanlah orang biasa, ia mewarisi darah dari keluarga penjelajah waktu, yang bahkan tidak pernah ia dengar sebelumnya dan ia ditugaskan untuk menyelesaikan sebuah agenda untuk menyelamatkan sang waktu.

Etta masih tak percaya, ia yang hidup dibesarkan oleh seorang ibu yang penuh rahasia tidak pernah mengetahui tentang perjalanan waktu, ia tidak pernah berpikir bahwa ada alternate timeline dalam dunia nya. Yang Etta tahu saat ini adalah, ia telah pergi ribuan kilometer jauh nya dari kota ia dilahirkan. Tidak,, tidak hanya itu… ia berada ratusan tahun dari timeline nya.

Etta tidak sendiri, ia ditemani oleh Nicholas Carter yang merupakan keturunan dari keluarga Ironwood, sebuah keluarga yang saat ini memegang kekuasaan dalam dunia penjelajahan waktu. Sama seperti etta ia ditugaskan untuk menyelesaikan sebuah agenda mencari sebuah objek yang telah dicuri dari keluarga nya.

Bersama Nicholas, Etta pergi menjelajah waktu dan benua, mencari setiap detail atas semua clue yang ada. Dan dari setiap clue tersebut, satu demi satu rahasia pun terkuak.

Review :

Passenger ini merupakan Duologi, yang kebetulan buku keduanya Wayfarer juga sudah terbit dan akan saya bahas juga nanti.  Seperti yang saya sebutkan diawal, kisah Passenger ini bertemakan Time Traveler dan premis nya sendiri cukup menarik. Saya seakan diajak melompati waktu dan menjelajah ke berbagai tempat tentunya dengan setting waktu dan timeline yang berbeda-beda.

Keunggulan utama dari novel ini adalah sang penulis dengan sangat piawai nya menjabarkan dengan cukup detail mengenai lokasi dari setiap tempat yang dikunjungi hingga pakaian yang digunakan pada timeline tersebut. Jujur saja, saya langsung penasaran dan meng-googling kota-kota dan berbagai baju yang disebutkan di novel ini 🙂

Belum lagi adanya 2 pov dari sang tokoh utama, Etta dan Nicholas menjadi nilai tambah sendiri bagi novel ini. Khususnya untuk saya yang menyukai novel dengan pov lebih dari 1 orang XD. Karena jujur hal ini akan sangat membantu untuk memahami semua karakter masing-masing tokoh.

Konflik awal di buku pertama pun cukup menarik, yakni pencairan sebuah benda yang memegang kunci penting dalam Time Traveler, entah apapun itu. Jujur pada awalnya saya belum dapat membayangkan hal ini. XD

Tidak hanya itu, Saya suka dengan ide dan peraturan Time Traveling di kisah ini, bagaimana disana ada 4 golongan keluarga yang bertindak sebagai Traveler, Historian dan bahkan Guardian. Wow, memang iya tidak semudah itu untuk menjaga keadaan waktu agar tidak berubah ya? Belum lagi antara Passage satu dan yang lain nya, tempat untuk mereka melakukan penjelajahan antar waktu, ternyata memiliki kelemahan tersendiri.

Rasanya sulit untuk menceritakan kisah ini tanpa memberikan Spoiler , tapi untuk penggemar science fiction rasanya patut untuk mencoba novel ini, ya setidaknya jika tidak dapat memuaskan dahaga kalian, buku ini dapat menjadi sebuah pemanis yang sangat cantik di rak buku kalian :p.

Jangan heran kalau akan ada bumbu-bumbu Romansa dalam buku pertama ini, yah apalagi kalau bukan kisah antara kedua tokoh utama. Tapi kisah percintaan nya sendiri masih dapat diterima dan tidak berlebihan sampai mengurangi isi cerita.

Satu hal yang mengurangi nilai dari Passenger justru alurnya melaju cukup lambat di 200 halaman pertama. Adegan pembuka nya terlalu banyak dibahas. Sepertinya sang penulis ingin kita memahami dengan sangat detail latar belakang dalam setiap kejadian antar tokoh nya. Padahal menurut saya banyak bagian yang bisa dihilangkan dan mungkin akan lebih seru jika lebih membahas tentang perjalanan waktu nya sendiri. Tapi mungkin seorang Alexandra Bracken menyimpan hal itu untuk Wayfarer ya… J Selain itu, buat kamu penggemar Action jangan berharap hal tersebut ada disini =)

Novel ini ditutup oleh ending yang sangat menggantung alias Cliffhanger dan membuat saya harus menunggu satu tahun untuk membaca sekuel nya.

kesimpulan nya, saya cukup suka sama novel ini, walau jika dibandingkan dengan The Darkest Mind harus diakui bahwa Passenger belum se-apik itu. Tapi saya salut dengan Alexandra Bracken yang melakukan penelitian tentang berbagai lokasi di novel ini, karena yah kita tidak hanya diajak bertualang di amerika dan sekitarnya, tapi juga di Eropa dan Asia, well… saya tidak akan melanjutkan karena rentan Spoiler :p

Review ini ditulis oleh alter ego nya ade dengan tujuan untuk mengikuti giveaway penulisan Review yang diadakan oleh greeny Onie.  

Untuk buku kedua, Wayfarer saya juga berencana untuk menulis review nya, tapi nanti, karena saat ini saya masih Ongoing membaca buku tersebut =)))

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s