Book Review : Wayfarer (Passenger #2) by Alexandra Bracken

Setelah satu tahun menanti, dan ingin memiliki buku ini setiap Alexandra Bracken mem-posting Cover Wayfarer di akun sosmed miliknya, akhirnya buku ini sampai juga ke tangan saya,,,, ❤ yah sesungguhnya buku ini sudah sampai dari pertengahan Januari kemarin, Namun baru sempat saya baca 2 minggu ini 😀

Sama seperti buku pertama nya, Cover buku Wayfarer ini Indah dan sangat cantik… ❤ saya suka dengan perpaduan warna ungu, ditambah dengan pohon hijau yang berada didalam tabung. Cover Designer nya benar-benar sangat piawai!. Dan seperti yang saya bilang di review sebelumnya, Passenger dan Wayfarer sangat Collectables dan dapat mempercantik rak buku <3.

20170207_122824.jpg

Wayfarer (Passenger #2) by Alexandra Bracken

Series : Passenger #2

Hardcover, 532 pages

Published January 3rd 2017 by Disney-Hyperion

ISBN : 1484715764 (ISBN13: 9781484715765)

Edition Language : English

Sinopsis :

Setelah berjuang bersama Nicholas di Passenger untuk menemukan sebuah benda yang dapat menyelamatkan sang waktu dan Timeline, Etta pun harus pasrah karena kembali kehilangan benda tersebut, tidak hanya itu ia pun terpisah dari Nicholas dan terlempar ke sebuah Timeline yang bahkan tidak ia ketahui sebelumnya. Etta pun menjadi seorang Orphanage….

Namun… di Timeline tersebut Etta bertemu orang yang tak pernah ia duga sebelumnya… orang yang begitu ia harapkan dan dambakan selama ini, sang ayah….

Etta terjebak dalam kisah antar keluarga para Traveler , Ironwood, Thorn, Linden, bahkan Hemlock. Dan ia tidak tau harus mempercayai siapa. Ditengah dilema nya, ia pun memutuskan untuk menentukan jalan nya sendiri. Namun ia tidak sendiri, ia ditemani oleh Julian sang penerus keluarga Ironwood yang selama ini diduga telah meninggal.

Di sisi lain, Nicholas dan Sophia berusaha mencari dan menyelamatkan Etta serta benda penyelamat Timeline. Mereka pun melompati waktu demi waktu, berusaha menemukan setiap petunjuk yang ada. Namun naas, Nicholas justru terjebak dalam kutukan seorang Auctioner/Witch. Tapi ia tidak menyerah, dan tetap mencari. Ditengah perjalanan mereka bertemu dengan Li Min yang merupakan mantan Shadows.

Mereka bertiga pun bersama-sama melewati waktu dan bertarung dengan pihak-pihak yang juga mengincar benda tersebut sekaligus menghabisi nyawa para Travelers.

Lalu mampukah Etta dan Nicholas bertemu kembali dan menyelamatkan sang waktu ?

“If i was out there performing, i might reach my father or his family. they might recognize me… they’d hear my music and want to come find me..know me”

“I heard you Etta…. i heard you”

20170207_122021.jpg

Review :

Saya suka buku kedua ini dibandingkan buku pertama Passenger, alur nya lebih cepat dan konflik nya lebih menarik. Kita diajak ikut berlarian diantara waktu ke waktu. Diajak berpikir siapa sebenarnya sang antagonis di dunia penjelajah.

Belum lagi ada golongan baru Shadows yang sangat menakutkan dan menghantui para Traveler. Selama ini para Historian berusaha sedemikian rupa menutupi kisah para Shadows. Sehingga ketika mereka akhirnya muncul ke permukaan, semua orang menolak untuk percaya.

Tak hanya menceritakan kisah misterius tentang asal mula konflik di Passenger yaitu Pencarian sebuah benda penyelamat waktu. Wayfarer juga dibumbui oleh sedikit Action yang benar-benar menjadi nilai tambah tersendiri.

Namun… setiap alur yang cepat akan memiliki nilai negatif dibaliknya, berbeda dengan Passenger dimana kita akan memahami dan diajak mengetahui lebih detail mengenai setiap Timeline, di Wayfarer hal ini nyaris tidak ada. Semua berlangsung dengan cepat.

Sama seperti sebelumnya ada 2 pov di dalam buku ini, yakni Etta dan Nicholas, tapi jujur saja, saya jauh lebih menantikan pov Etta, karena saya suka dengan pengembangan karakter Etta dari sosok yang lemah hingga menjadi sosok yang dapat berpikir dengan cepat, perpisahan dengan Nicholas tidak membuat nya berduka lebih lama, ia justru berusaha sedemikian mungkin untuk mengatasi dan menganalisa masalah yang ada.

Berbeda halnya dengan Nicholas yang justru berubah menjadi sosok yang lemah dan ceroboh hanya karena kehilangan Etta. Jujur saya agak kecewa. Untung saja ada sosok Sophia dan Li Min yang nampak jauh lebih kuat dan berhati hati dibandingkan Nicholas.

20170207_122659.jpg

Ada beberapa tokoh baru di dalam Wayfarer, Henry Hemlock, Julian Ironwood dan Li Min. Tapi yess… saya paling suka sosok seorang Henry Hemlock, saya suka setiap interaksi nya dengan Etta dan sungguh membuat saya terenyuh.

Overall, Wayfarer sungguh lebih menarik dengan semua konflik, pengembangan karakter, Fast Pace serta action pack nya dan wow! Saya suka Ending nya, Alexandra Bracken mampu menutup kisah ini dengan sangat cantik dan tidak berlebihan saya suka dengan konklusi dan pemecahan semua konflik yang ada.

Namun, Epilog yang seharusnya menjadi ucapan perpisahan justru membuat saya penasaran dan berharap paling tidak Alexandra Bracken mau membuat Novella tentang Rose dan Henry Hemlock. Ah rasanya memang saya belum rela berpisah dengan keduanya.

Note : Salah satu hal yang menjadi masalah utama adalah kemampuan Bahasa inggris saya yang tak seberapa sehingga membuat saya memeras otak untuk mencerna setiap makna XD.

Review ini juga ditulis oleh Alter Ego untuk memenuhi Giveaway review dari Greeny Oni. Semoga dapat memuaskan ❤

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s