Book Review : Milea – Suara dari Dilan by Pidi Baiq

0

Sebenarnya saya bukan fans Dilan –  Milea nya Kang Pidi Baiq, sebelumnya beli novel nya pun pas lagi ada diskonan di Gramedia. Itu juga karena banyak yang bilang bagus, jadi saya kepoh. Tapi sayang pas baca buku 1 dan 2 entah kenapa saya kurang dapat feel nya… kurang cocok sama gaya bicara dan kisahnya yang menurut saya udah banyak saya baca di beberapa novel lain.

meramal.jpg

eh tiba-tiba muncul lah sekuel nya  yang Berjudul Milea : Suara hati Dilan dengan POV dilan. yah,, sebenarnya saya sudah skeptis mau baca nya, tapi karena udah kadung baca 2 novel sebelumnya jadi mau ga mau saya baca juga, kebetulan akhir tahun ada Harbolnas  jadi sekalian beli novel ini deh. 😀

“Biar Bagaimanapun tidak ada yang akan baik baik saja tentang perpisahan , dan itu adalah perasaan sedihnya, bagaimana kita memulai dari awal dan kemudian mengakhiri nya di tempat yang sama “

Review

Seperti judulnya, Milea : Suara dari Dilan novel ini merupakan kelanjutan dari dua series Dilan sebelumnya, namun menggunakan POV dari sang tokoh utama, Dilan.  Untuk membaca Novel ini diharapkan kalian sudah membaca kedua novel sebelumnya.

CjokVo8VAAA4YeM.jpg

Walaupun novel ini menggunakan POV Dilan, tapi bukan berarti kisah di Novel ini akan 100% mengulang kisah yang sudah diceritakan di Kedua novel sebelumnya. Alhamdullillah nggak… Disini Dilan seolah akan menjawab beberapa kisah atau pertanyaan yang telah dibeberkan Milea sebelumnya.

“Berburuk sangka adalah dilarang oleh ALLAH SWT. Tidak boleh menghakimi dengan menduga-duga, apalagi sampai menghujat, padahal kita belum tahu kebenarannya. Hanya ALLAH SWT yang bisa membaca isi hati manusia”

Dan… secara tak terduga,, saya suka kisah di Novel ini.. wow! saya jauh lebih suka dengan cara Dilan bercerita.. Tentang bagaimana dia memandang beberapa hal yang mungkin dianggap negative oleh Milea atau orang-orang di sekitar nya.

Kalau di novel sebelumnya Milea menceritakan seolah Dilan adalah anak Nakal Geng Motor, ternyata di Novel ini diceritakan apa, kenapa dan bagaimana yang Dilan lalui sebagai Geng Motor.

20170329_114321.jpg

Saya suka bagaimana Dilan tidak hanya menceritakan kisah percintaan nya dengan Milea, tapi juga kisah tentang beberapa sahabatnya. Cukup menarik..

Di Novel ini juga diceritakan bagaimana proses Dilan masuk ke universitas dan bagaimana dia berusaha sedemikian rupa menata hati semenjak diputuskan Milea. jujur saya suka dengan cara berpikir Dilan. dan Maaf saya jadi berpikir, ko Milea gitu amat ya hahahaha

Kalau ketika baca Kedua Novel sebelumnya saya misuh-misuh, eh ketika baca Novel ini saya justru menemukan banyak pelajaran dan Quote yang cukup oke loh.

“Masa lalu adalah Masa Lalu tidak perlu kau hindari atau kau tolak. Masa lalu akan menjadi penasihat yang baik. Tidak ada gunanya kau sesali. Biarlah itu hadir sebagai aliran yang membawa mu pergi ke tujuan yang lebih baik”

Mungkin memang cara berpikir wanita dan Pria berbeda ya, jadi kesan saya membaca juga beda. oh ya sedikit spoiler

Dilan sedikit menyinggung tentang “Kisah percintaan dia dengan kekasih baru nya” ah semoga saja benar akan dibukukan =]

Overall, Thanks to Dilan, pandangan saya tentang dua buku sebelumnya jadi berubah hihihi… karena saya jauh lebih nyaman membaca kisah Dilan disini.

Advertisements

Book Review : One by Sarah Crossan

0

Ah,,, akhirnya berhasil menamatkan Novel “One” karya Sarah Crossan. Sebenarnya ga butuh waktu lama buat bacanya sih , Cuma kebetulan dua minggu lalu pas lagi asik-asik baca eh ternyata ada halaman yang kelongkap, alhasil harus retur dulu ke penerbit, jadilah baru bisa menamatkan nya minggu lalu, dan Cuma dalam waktu 1.5 jam aja hahaha..

Novel setebal 414 halaman yang dituliskan oleh Sarah Crossan ini terbit pertama kali pada September 2015 dan rasanya sukses memenangkan beberapa award seperti Carnegie Medal (2016) dan YA Book Prize (2016). Dan bulan lalu penerbit spring berbaik hati untuk menerbitkan novel “unik” ini.

20170306_161838

Sinopsis

Grace dan Tippi adalah sepasang anak kembar. Tapi mereka bukan hanya anak kembar biasa, tapi anak kembar siam yang memiliki tubuh bersama. Tubuh mereka terpaut mulai dari pinggul, hingga menyulitkan mereka untuk sekedar berjalan. Ketika ingin berjalan mereka harus bersandar pada Kruk masing-masing.

Karena kekurangan inilah, Grace dan Tippi tidak dapat bersosialisai dengan orang lain, mereka enggan menerima pandangan remeh dari orang lain. Untuk bersekolah pun mereka memilih untuk Homeschooling.

Tapi kondisi ekonomi keluarga yang ditopang hampir sepenuhnya oleh sang ibu tak sanggup lagi memenuhi kebutuhan Homeschooling tersebut, hingga akhirnya Grace dan Tippi harus rela untuk bersekolah di Sekolah Negeri bagi anak anak berkebutuhan khusus yang dibiayai oleh Pemerintah.

Pada awalnya Grace dan Tippi takut menjadi tertawaan dan cibiran dari teman-teman di sekolah baru mereka. Namun, ternyata mereka menemukan dua orang sahabat baru Yasmeen dan Jon yang mau menerima keadaan mereka apa adanya.

Grace dan Tippi pun mulai melakukan hal-hal baru, hal-hal yang dilakukan anak-anak normal pada umumnya. Mereka pun mulai merasakan persahabatan bahkan cinta. Tapi apakah semua benar-benar bisa berjalan sesuai yang mereka inginkan?.

Review

Sepertinya baru pertama ini saya membaca novel tentang anak kembar siam, jujur ga pernah kebayang sebelumnya. Makanya pas tahu Spring mau terbitin novel dengan tema seperti ini saya langsung PO XD.

Selain tema yang unik, cara sang penulis menggambarkan isi hati si kembar melalui POV Grace juga terbilang unik. Kita seolah-olah diajak membaca Buku Diary seorang Grace. Mengetahui apa yang ia rasakan sebagai seorang kembar siam. Nah, karena bentuknya yang seperti buku Diary ini, cara penulisan nya juga seakan menulis di buku Diary, jadi halaman yang terisi Cuma setengah halaman, dengan kalimat yang tidak utuh di setiap barisnya, jadi ga heran kan, kalau saya baca nya cepet banget.

Saya salut sih sama Sarah Crossan, maksud saya dia bisa gitu ya dia berusaha memahami dan menuliskan perasaan kembar siam, I mean di lingkungan sehari-hari pun jarang banget ada kasus kayak gini. Saya pribadi jadi banyak belajar tentang mereka, dan bagaimana menghadapi atau menangani mereka.

Cover buku nya juga cukup oke, dengan warna-warna yang soft.

Tapi ya… entah lah saya tetap merasa ada yang kurang pada buku ini, efek yang ditimbulkan terhadap saya tidak terlalu mendalam, pas selesai baca ya udah gitu doank rasanya.. konflik nya kurang panas, dan saya agak malas juga karena percakapan nya agak banyak, serasa baca Script dibandingkan novel hihi

Dan karakter-karakter nya juga biasa-biasa aja, klimaks nya juga kurang di eksplore , disaat saya berharap novel ini bisa sedikit mendramatisir, tapi justru sama sekali nggak.. padahal mungkin agak sedikit seru ya kalau dibumbui sedikiiittt  aja drama #eh.

Overall, novel ini adalah bacaan ringan yang cukup oke dibaca kalau kamu pengen tau apa sih yang ada di pikiran orang-orang dengan kekurangan tertentu…

 

Book Review : The Trials of Apollo – The Hidden Oracle by Rick Riordan

0

Sebenarnya saya paling malas sama penulis yang ga bisa move on, tapi untuk kasus Rick Riordan jelas beda… special case! Secara, saya sendiri sebagai pembaca juga sama-sama ga bisa move on terutama sama seseorang yang bernama Percy Jackson! Doh! Rasanya pengen gitu ada cerita khusus tentang dia, lagi dan lagi… saya belum bosan! Yah tapi apa daya, mungkin om Rick lebih pengen mengeksplore kisah yang lain, gapapa sih, gw tetap suka XD

latest-2

Okay kali ini gw mau bahas salah satu seri dia yang terbit tahun lalu, yaitu Trials of Apollo The hidden of Oracle! Jujur saya mah udah baca edisi inggrisnya dari tahun lalu, tapi belum sempat bikin review (baca : malas) nah mumpung minggu ini baru baca ulang edisi terjemahan nya (itung-itung refresh ingatan sebelum seri baru nya keluar bulan mei besok) jadi mari kita cuap-cuap sedikit… iya sedikit aja deh ya…

Sinopsis

Apollo sang Dewa Jatuh ke bumi dan terpaksa harus menerima nasib untuk hidup sebagai seorang manusia bernama Lester Papadopoulus. Seluruh kekuatan nya hilang, bahkan ia pun tak mampu melindungi diri dari serangan anak berandal. Nasib mujur, ia bertemu dengan gadis cilik yang bernama Meg McCaffrey yang secara kebetulan menolongnya, hingga akhirnya mereka saling “terikat”, Apollo mau tak mau harus rela mematuhi seluruh keinginan Meg.

latest

Ditengah kegalauan nya menjadi seorang manusia, Apollo pun datang ke Camp Half Blood dan berharap seseorang dapat mengembalikan dirinya menjadi seorang Dewa. Tapi tak diduga ternyata beberapa kejadian menimpa Camp Half Blood! Sang Oracle tak lagi mengeluarkan Ramalan, masa depan pun terancam! Tak hanya itu, satu per satu demigod pun menghilang.

latest-1

Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Dan bagaimana reaksi Apollo untuk mengatasi hal tersebut disaat kekuatan nya hilang?

“Zeus needed someone to blame, so of course he’d picked the handsomest, most talented, most popular god in the pantheon: me.”

BFeR-U-mEyW

Review

APOLLO I LOVE YOU!

Ya ampun saya suka banget sama Trials of Apollo ini.. dari baca tingkah laku Apollo di PJO and HOO plus Greek GODS , dia itu emang udah lucu dan Drama King,, tapi pas baca ini MAKIN PARAH!!! Drama King nya tingkat Dewa (emang dia DEWA!)

“Used to be goddy Now uptown feeling shoddy Bah, haiku don’t rhyme”

Baca novel ini bikin ngikik2 sendiri, sebenernya sedih gara2 apollo di hukum,, tp setiap sedih,, eh ketawa lagi gara2 nyinyiran, narsisan dan Drama King nya,,, dari awal ampe akhir keliatan banget perubahan sikap dan mental nya Apollo ini, dari Drama King,, jadi,,,, ah sudahlah kalian harus baca sendiri,,,

Yang pasti,, baca ini lumayan bikin kerinduan saya ke Camp Half Blood terobati,, dan bahkan bisa ketemu Percy lagi,, dan beberapa orang lainnya (stop disini takut spoiler)..

“We only have one life, but we can choose what kind of story it’s going to be.” That”

Oh ya,, kita bakal ketemu sama beberapa teman baru,,, villain baru pastinya dan tentu aja dengan “Konflik” yang lebih hebat (tapi tetep bikin ngakak)…

Kemarin sempet baca beberapa komen yang kecewa sama novel ini, tapi saya pribadi ga terlalu ambil pusing. Karena memang baca semua series nya om rick ini Cuma hiburan, jadi saya lebih memilih untuk menikmati daripada berpikir terlalu dalam XD

Seperti biasa Om rick bisaan banget bikin judul-judul bab yang lucu-lucu sama lah kayak seri-seri sebelumnya…  ❤

Ah rasanya ga sabar untuk baca seri selanjutnya… The Dark Prophecy … mari siap2 PO!

Oh ya maafkan kalau review nya ga mendalam (ini pun agak copas dr review sebelumnya di goodreads) XD

5/5 stars for TOA!

 

Book Review – Golden by Jessi Kirby @penerbitspring

0

Setelah gagal menamatkan “One” minggu ini karena ada halaman yang hilang dan terpaksa harus retur ke penerbit, akhirnya saya memutuskan untuk membaca “Golden” terlebih dahulu. Padahal awalnya saya agak skeptis karena sebelumnya melihat rating novel ini di Goodreads tidak terlalu tinggi, hanya 3.87. tapi ternyata saya salah….. kenapa? Mari kita lihat…..

Sinopsis

brsfe2xaf3y_zpsuoalplsz

Original Title : Golden

Author : Jessi Kirby

Paperback, 308 pages

Published January 23rd 2017 by Spring (first published May 4th 2013)

ISBN : 6027432276 (ISBN13: 9786027432277)

Literary Awards : Goodreads Choice Award Nominee for Best Young Adult Fiction (2013)

Parker Frost hidup bersama sang Ibu setelah kedua orang tua nya memutuskan untuk berpisah beberapa tahun silam. Ibu yang perfeksionis menuntut Parker untuk menjalani hidup sesempurna mungkin tanpa cacat. Parker nyaris tidak pernah melanggar aturan apapun dalam hidupnya. Ia adalah anak yang cerdas hingga akhirnya menjadi salah satu kandidat peraih beasiswa Farnetti-Cruz. Sebuah beasiswa bergengsi yang diadakan oleh Cruz Foundation dalam rangka mengenang kematian duo sejoli Julianna Farnetti dan Shane Cruz sepuluh tahun lalu.

Pada awalnya Parker sangat ingin memenangkan beasiswa tersebut agar dapat melanjutkan studi dalam bidang Kedokteran di Stanford University. Namun, sebuah jurnal telah mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan selama ini.

Jurnal atas nama Julliana Farnetti tertanggal 10 tahun silam…

Jurnal yang dituliskan oleh seseorang yang sudah meninggal 10 tahun silam…

Jurnal yang mungkin dapat menguak sebuah misteri dibalik kematian pasangan paling sempurna saat itu…

Jurnal yang membuat Parker rela untuk mengambil risiko… mengambil sebuah pilihan yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya…

Lalu apa sebenarnya yang dikisahkan Jurnal tersebut? Mampukan Parker menguak kisah dibalik kematian Julianna Farnetti? Lalu bagaimana dengan kehidupan Parker yang tanpa cela?

“Mengambil Risiko bisa bermanfaat jauh lebih banyak dari yang kau tahu”

 

Review

Jujur saja awal membaca Golden, saya dibuat kesal dengan terjemahan nya. Entah kenapa saya merasa terjemahan kali ini tidak sesempurna buku terjemahan Spring yang lain. Atau memang cara penulis dalam memulai kisah yang belum membuat saya puas? Entahlah…

Saya hampir saja menaruh kembali Novel ini dalam tumpukan timbunan saya, hingga akhirnya setelah memaksakan diri untuk terus membaca, saya justru dibuat jatuh hati oleh kisah hidup Parker ini.

Golden merupakan sebuah kisah Coming of Age seorang Parker Frost. Sebuah kisah bagaimana seorang remaja berusaha untuk menjadi lebih dewasa karena sebuah kejadian tertentu.

Sebenarnya, orang-orang seperti Parker ini banyak kita temui dalam kehidupan kita, tetapi sang penulis mampu mencari celah untuk membuat kisah ini lebih menarik, salah satunya dengan Jurnal dan Kisah milik Julianna Farnetti.

Julianna Farnetti dan Shane Cruz adalah Pasangan idola semua orang. Ia bersekolah di sekolah yang sama dengan Parker sepuluh tahun lalu. Semua orang memprediksi bahwa kehidupan kedua remaja tersebut akan berakhir bahagia selamanya. Shane akan menjadi generasi penerus kekayaan keluarga Cruz, sementara Julianna akan menjadi pasangan sempurna bagi Cruz. Namun takdir  berkata lain, di tengah badai musim salju, Mobil Cruz ditemukan tergelincir, Julianna dan Shane menghilang, di samping mobil tersebut hanya ditemukan sebuah kalung milik Julianna dan bercak darah.

Kepolisian dan warga setempat mencari kedua remaja itu berminggu-minggu namun semua nihil, jenazah pasangan ini tidak ditemukan. Hingga akhirnya semua orang menyerah untuk mencari dan memilih untuk mengenang kedua remaja tersebut dalam doa. Papan baliho besar bergambarkan wajah Julianna dan Shane pun terpampang di kota, sebagai upaya untuk mengenang salah satu pasangan sempurna di kota kecil itu.

Suatu saat, ditengah kesibukan nya menjadi asisten guru dan bertugas untuk mengirimkan Jurnal milik para siswa yang telah lulus sepuluh tahun lalu, Parker melihat sebuah nama tertulis, sebuah nama yang meningkatkan rasa penasaran, sebuah jurnal milik seseorang yang telah meninggal 10 tahun silam, Julianna Farnetti.

Parker pun mulai membaca jurnal tersebut, awalnya ia hanya berniat untuk membaca tulisan awal julianna, kemudian mengembalikan Jurnal tersebut, namun,,, tulisan-tulisan Julianna justru mengikatnya bersama Jurnal tersebut, hingga akhirnya ia berusaha untuk mencari tahu kisah sebenarnya dari seorang Julianna dan Shane.

“Setiap pilihan punya kekuatan untuk mempengaruhi kehidupanmu nanti dengan cara yang tidak bisa kau ubah”

Saya suka ketika Parker mengajak saya sebagai pembaca untuk ikut penasaran bersama dirinya ketika membuka halaman demi halaman Jurnal milik Julianna tersebut. Saya suka ketika saya juga ikut berpikir bersama Parker mengenai apa yang terjadi sebelum kecelakaan naas yang merenggut kehidupan Jullianna dan Shane.

Saya merasa setelah membaca Jurnal tersebut perlahan tapi pasti karakter Parker semakin berkembang. Dari anak rumahan yang tak pernah mau memilih risiko apapun, menjadi seorang anak remaja yang berani memutuskan pilihan hidupnya sendiri.

Kisah ini tidak melulu tentang Jurnal Julianna, tapi bumbu persahabatan dan kisah cinta nya juga ada. Walaupun hanya secuil. *deep sigh* tapi tetap saja membuat saya gemas setengah mati! Ah Parker, kamu kenapa Naif sekali sih!!!!

Awal mula kisah di buku ini diceritakan agak lambat, seolah penulis ingin kita memahami kehidupan Parker yang monoton. Tapi pada akhirnya kisah ini ditutup dengan sebuah pembelajaran yang manis mengenai sebuah pilihan, mengenai sebuah keputusan untuk memilih dan menjalankan pilihan tersebut. Karena pada akhirnya yang bertanggung jawab atas sebuah pilihan adalah kita sendiri bukan?

Tidak hanya itu, buku ini lumayan banyak memiliki kalimat-kalimat cantik yang cukup Quote-able ❤

“Tapi terkadang, hidup memberi kita momen-momen yang langka dimana kita benar-benar melihat kesempatan yang sedang terjadi. Dan dalam momen itu, kita punya pilihan. Dan terkadang kita harus mengambil risiko.”

Overall, novel ini cukup layak untuk dibaca dan menjadi koleksi, sebuah cerita yang cantik ditambah dengan Cover buku yang Simple, Cantik dan juga elegan. Mungkin satu catatan hanya pada terjemahan yang kurang “mulus”.