Book Review : Milea – Suara dari Dilan by Pidi Baiq

Sebenarnya saya bukan fans Dilan –  Milea nya Kang Pidi Baiq, sebelumnya beli novel nya pun pas lagi ada diskonan di Gramedia. Itu juga karena banyak yang bilang bagus, jadi saya kepoh. Tapi sayang pas baca buku 1 dan 2 entah kenapa saya kurang dapat feel nya… kurang cocok sama gaya bicara dan kisahnya yang menurut saya udah banyak saya baca di beberapa novel lain.

meramal.jpg

eh tiba-tiba muncul lah sekuel nya  yang Berjudul Milea : Suara hati Dilan dengan POV dilan. yah,, sebenarnya saya sudah skeptis mau baca nya, tapi karena udah kadung baca 2 novel sebelumnya jadi mau ga mau saya baca juga, kebetulan akhir tahun ada Harbolnas  jadi sekalian beli novel ini deh. 😀

“Biar Bagaimanapun tidak ada yang akan baik baik saja tentang perpisahan , dan itu adalah perasaan sedihnya, bagaimana kita memulai dari awal dan kemudian mengakhiri nya di tempat yang sama “

Review

Seperti judulnya, Milea : Suara dari Dilan novel ini merupakan kelanjutan dari dua series Dilan sebelumnya, namun menggunakan POV dari sang tokoh utama, Dilan.  Untuk membaca Novel ini diharapkan kalian sudah membaca kedua novel sebelumnya.

CjokVo8VAAA4YeM.jpg

Walaupun novel ini menggunakan POV Dilan, tapi bukan berarti kisah di Novel ini akan 100% mengulang kisah yang sudah diceritakan di Kedua novel sebelumnya. Alhamdullillah nggak… Disini Dilan seolah akan menjawab beberapa kisah atau pertanyaan yang telah dibeberkan Milea sebelumnya.

“Berburuk sangka adalah dilarang oleh ALLAH SWT. Tidak boleh menghakimi dengan menduga-duga, apalagi sampai menghujat, padahal kita belum tahu kebenarannya. Hanya ALLAH SWT yang bisa membaca isi hati manusia”

Dan… secara tak terduga,, saya suka kisah di Novel ini.. wow! saya jauh lebih suka dengan cara Dilan bercerita.. Tentang bagaimana dia memandang beberapa hal yang mungkin dianggap negative oleh Milea atau orang-orang di sekitar nya.

Kalau di novel sebelumnya Milea menceritakan seolah Dilan adalah anak Nakal Geng Motor, ternyata di Novel ini diceritakan apa, kenapa dan bagaimana yang Dilan lalui sebagai Geng Motor.

20170329_114321.jpg

Saya suka bagaimana Dilan tidak hanya menceritakan kisah percintaan nya dengan Milea, tapi juga kisah tentang beberapa sahabatnya. Cukup menarik..

Di Novel ini juga diceritakan bagaimana proses Dilan masuk ke universitas dan bagaimana dia berusaha sedemikian rupa menata hati semenjak diputuskan Milea. jujur saya suka dengan cara berpikir Dilan. dan Maaf saya jadi berpikir, ko Milea gitu amat ya hahahaha

Kalau ketika baca Kedua Novel sebelumnya saya misuh-misuh, eh ketika baca Novel ini saya justru menemukan banyak pelajaran dan Quote yang cukup oke loh.

“Masa lalu adalah Masa Lalu tidak perlu kau hindari atau kau tolak. Masa lalu akan menjadi penasihat yang baik. Tidak ada gunanya kau sesali. Biarlah itu hadir sebagai aliran yang membawa mu pergi ke tujuan yang lebih baik”

Mungkin memang cara berpikir wanita dan Pria berbeda ya, jadi kesan saya membaca juga beda. oh ya sedikit spoiler

Dilan sedikit menyinggung tentang “Kisah percintaan dia dengan kekasih baru nya” ah semoga saja benar akan dibukukan =]

Overall, Thanks to Dilan, pandangan saya tentang dua buku sebelumnya jadi berubah hihihi… karena saya jauh lebih nyaman membaca kisah Dilan disini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s