Book Review : Underwater by Marisa Reichardt

Kayaknya beberapa minggu ini saya baca novel atau nonton kisah tentang kehidupan….perjuangan hidup atau apa ya sebutan nya? Slice of Life? Mulai dari baca Golden, One, sampai nonton Tv Series The 13 reasons why.. uhmmm my life… dan minggu lalu saya juga baru namatin Another Slice of Life novel yang berjudul “Underwater” yang ditulis oleh Marisa Reichardt. Pada awalnya saya agak skeptis buat baca, soalnya pas sekilas liat blurb nya ko biasa aja, takut kecewa kayak pas baca One kemarin. Terus cover bukunya juga menurut saya biasa aja, kurang menarik.. Jadi saya kalem..

Tapi ternyata saya salah loh.. saya benar2 ga sangka kisah di Underwater ini cukup menarik dan enak dibaca. Khususnya buat kita atau kamu yang mungkin mengalami trauma dan ingin melepaskan trauma itu. Kayak apa sih kisahnya?

 Sinopsis

20170410_205520.jpg

Original Title : Underwater

Paperback : 332 pages

Published : March 25th 2017 by Spring (first published January 12th 2016)

ISBN : 6026044345 (ISBN13: 9786026044341)

Edition Language : Indonesian

Semenjak hari itu…. Morgan tak mampu melangkahkan kaki keluar. Seluruh kehidupan nya hanya berputar di sekeliling tembok apartemen yang ia tinggali bersama ibu dan adiknya. Trauma menghimpit dan merusak seluruh kehidupan nya. Ia meninggalkan sahabat-sahabatnya, sekolahnya… bahkan renang yang sangat ia cintai.

Bayangan itu selalu menghantui nya… ketakutan itu mencekamnya. Ia selalu merasa terancam akan apapun. Morgan pun terpaksa harus mengikuti sesi terapi bersama seorang psikolog muda. Tapi itu pun tak dapat membantunya. Ketika rasa sesak mencekik dadanya.. hanya obat-obatan yang dapat menolong.

Namun suatu hari, Evan mengetuk pintunya. Dan saat itu kenangan akan air muncul kehadapannya. Evan, seorang remaja seumuran yang baru pindah ke samping apartemen nya begitu mengingatkannya akan kegemaran renang. Evan sang peselancar… mencoba masuk kedalam hari hari morgan.

Namun tak semudah itu, tembok yang mengelilingi Morgan teramat rapat. Evan harus berusaha sekuat tenaga untuk memasukinya.

Lalu apakah Evan mampu membuat Morgan kembali melangkah ke dunia luar?

Aku berharap aku dapat menjadi sesuatu selain diriku saat ini.

Review

Satu kata … SUKA!

Pada awalnya Underwater ini mengingatkan saya akan kisah Everything-Everything, tentang seorang gadis yang tak pernah keluar rumah dan juga Boy Next Door nya. Kecuali tentang alasan kenapa gadis itu tak pernah keluar ya… jelas beda..

Sang penulis mampu mengisahkan Underwater dengan sangat baik. Saya suka bagaimana kita diajak memahami kenapa Morgan menutup diri. Mungkin sebagian diri kita berpikir, kenapa sih Morgan terlalu berlebihan menghadapi kejadian masa lalu? Tapi Well, setiap orang memiliki psikologis yang berbeda kan? Karena itu penanganan nya pun berbeda. Terlebih Morgan menghadapi kejadian itu di depan mata nya sendiri, berbeda dengan orang lain yang juga ada disana. Jadi saya tak sepenuhnya menyalahkan Morgan.

Kejadian nya seperti apa? Kalian harus baca sendiri 😛

Saya suka dengan bagaimana keluarga Morgan menghadapi masalah ini, Ibu nya itu sabar banget, padahal kehidupan keluarganya juga sudah berubah, hanya ia yang mengurus kedua anaknya, terlebih lagi perekonomian mereka pun tak terlalu bagus. Tapi ia masih begitu sabar menghadapi Morgan dan bahkan membantunya untuk menghadapi masalah ini, dan membantu mencarikan seorang psikolog. Salut!

Jangan meminta maaf… cukup belajar untuk berkata terima kasih

Saya juga suka bagaimana cara psikolog itu membantu Morgan untuk mengatasi trauma nya.. salah satunya dengan menyuruh Morgan menuliskan beberapa kalimat di sebuah kertas :

  • Bernapaslah
  • Kau Baik Baik Saja
  • Kau tidak sekarat

Lalu bagaimana dengan sosok Evan? Duh tipikal lovely boy next door banget… Evan ini lelaki yang sabar banget dalam menghadapi morgan. Ia seperti tau dengan baik bagaimana menghadapi morgan.. apakah selalu dengan menuruti nya? Oh belum tentu…. Saya suka bagaimana evan tidak begitu saja menyerah terhadap morgan. Cara Pendekatan mereka juga sweet banget.. bikin mesem2

Yang pasti Underwater ini memberikan banyak banget pelajaran, walau dalam bentukan novel Young Adult ya… beberapa Quote nya juga melekat banget…

Memaafkanmu akan membuatku bisa memaafkan diriku sendiri

memang sebenarnya rasa bersalah atau dengki itu akan selalu ada.. tapi kembali lagi kepada pribadi masing-masing, apakah rasa itu akan menjadi penghalang bagi kehidupan kita untuk melangkah di masa depan? terkadang lebih baik untuk memaafkan orang lain agar kita bisa memaafkan diri sendiri. sehingga kehidupan akan terasa lebih indah …. *ngomong sama kaca* XDDDD

Kisah di underwater juga ga melulu tentang bagaimana morgan menghadapi masalahnya, tapi juga disini diceritakan tentang kehidupan sang Ayah yang seorang veteran menghadapi kehidupan nya setelah pensiun dari perang. Well saya baru tau sih.. ternyata mereka tidak semudah itu melepaskan kehidupan tentara nya.. menarik loh… 

Sebenernya mau nulis kekurangan di buku ini… tapi apa ya? Secara kisah walau tidak sesempurna itu, tapi juga kayaknya belum ada kekurangan yang berarti,, saya benar2 cukup puas membacanya.. dari segi terjemahan juga cukup Oke, Bahasa nya mengalir juga, dan mudah dimengerti. Typo? Entah rasanya ga ada ya? Apa saya nya ga ngeh? *biasa nya kalau ada typo saya suka komen sih hihihi*

Oh paling masalah Cover, saya lebih suka cover asli dibandingkan cover terjemahan Indonesia ini.. tapi sisanya not bad lah… buat yang suka buku tentang PTSD (?) kayaknya wajib baca buku ini  =] karena menurut saya, buku ini underrated….

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Book Review : Underwater by Marisa Reichardt

  1. loh… One mengecewakankah? Aku penasaran deh itu karena kembar siam… XD *OOT*

    Makasih reviewnya, Ade. Asikkk terjemahannya dibilang cukup oke. semoga bisa terus mengalir seperti air. eaaa

    Btw interaksinya Morgan dan Ben itu menggemaskan ga sih? tokoh favoritku itu Ben.

  2. not my cup of tea si one itu,, entahlah hahaha.. iya emg oke ko,, biasanya kalo aku ga suka aku bakal riwil bgt… ben adeknya kan? iya emesh bgt,, suka gimana si ben secara ga sadar ngedukung morgan jg wkwkkw

  3. Kan katanya..Anak kecil itu selalu jujur… Nah itu ungkapan hati paling dalam nya si ben wkwkwk which somehow jd trigger buat morgan untuk “berusaha” wkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s