Book Review : Carve The Mark #1 by Veronica Roth

Baiklah saya nyaris lupa belum bikin ciutan (?) tentang novel terbaru nya Veronica Roth yang berjudul Carve The Mark. Apakah ini pengaruh masih dendam gara-gara We Can be Mended? Uhmmmm… yah apapun itu, kita cerita sedikit lah kisah yang ada di novel ini.

Setelah sukses dengan series dystopia nya kali ini Veronica Roth mencoba peruntungan di genre lain, yang kita sebut saja Science Fiction, walau menurut saya ga terlalu Sci Fi banget sih. Tapi apakah uji coba Roth ini berhasil?

Sinopsis (yang dikutip dari Goodreads)

 20170411_070336.jpg

Original Title : Carve the Mark

ISBN13 : 9786026109903

Paperback : 552 pages

Published March 2017 by Mizan Fantasi (first published January 17th 2017)

Takdir memang tidak adil bagi sebagian orang, termasuk bagi Akos dan Cyra. Saat semua orang mendapatkan kekuatan karena berkah-Arus yang menguntungkan, berkah-Arus Akos dan Cyra malah membuat mereka dikendalikan orang lain. Di dunia tempat Arus adalah segalanya, takdir kedua muda-mudi itu berkelindan demi memenuhi kepentingan jahat orang lain. Cyra, bisa memberi kesakitan luar biasa melalui sentuhan. Sang tiran, abang kandungnya, malah memanfaatkan Cyra untuk menyiksa musuh-musuhnya. Sementara Akos yang kebal terhadap rasa sakit, dimanfaatkan untuk menjadi penjaga Cyra agar gadis itu tidak kabur dan berkhianat.


Akos, yang menjadi tawanan sang tiran terpaksa menjadi penjaga Cyra, dalam usaha untuk melarikan diri dan menyelamatkan keluarganya yang tersisa. Sulit rasanya mengabaikan permusuhan di antara mereka, tapi Akos dan Cyra harus memutuskan apakah mereka akan saling membantu agar bisa bertahan hidup, atau saling membunuh. Dapatkah mereka berdua kembali memegang kendali atas Arus, takdir, dan kehidupan mereka sendiri, serta mengembalikan keseimbangan kekuasaan di galaksi?

 

Review

Baiklah….

Carve The Mark ini menceritakan kisah 2 tokoh utama remaja (Akos dan Cyra) yang kira-kira usianya 16 musim (sebut saja 16 tahun) tapi mereka layaknya romeo dan Juliet, karena tinggal di 2 negara/wilayah/planet yang bermusuhan. Akos adalah anak dari Peramal yang di hormati di wilayahnya, sementara Cyra adalah seorang putri.

Akos dan Cyra ini memiliki berkah arus yang saling mengikat. Karena berkah arus akos ini mampu menyerap/mematikan berkah arus orang lain, ketika akos menyentuh mereka. Sementara Cyra memiliki berkah arus yang justru menyakiti nya jika tidak disalurkan ke orang lain. Ketika Akos menyerap kekuatan orang lain ketika menyentuh mereka, Cyra justru akan membuat orang lain kesakitan hingga mati ketika menyentuhnya. Dan yang dapat membantu Cyra untuk menghilangkan itu semua hanya Akos.

Singkat cerita, karena dendam dan kesalahpahaman masa lalu, dan juga karena sebuah ramalan yang membuat kakak cyra, Ryzek, ketakutan. Akos dan kakanya Eijah diculik ke planet tempat Cyra tinggal. Disana Eijah dijadikan “budak” peramal oleh sang kakak, sementara Akos dijadikan “budak” untuk membantu Cyra meredam kekuatan nya.

Kekejaman Ryzek dalam memimpin telah terlihat sejak lama, ia memanfaatkan kekuatan Cyra sebagai senjata untuk menaklukan semua musuhnya, tapi Cyra muak, hingga akhirnya Cyra berusaha untuk menaklukan kakaknya. Sementara Akos berusaha menyelamatkan Eijah yang terus menerus diperalat oleh Ryzek. Tapi selalu gagal. Ketika ia nyaris menyerah, Cyra memutuskan untuk membantu Akos.

Nah, dari konflik tersebut, kita diajak untuk mengetahui bagaimana cara Akos dan Cyra mengakhiri rezim ryzek dan menyelamatkan Eijah. Klise kan?

Menurut saya iya..

Sepertinya kali ini, Roth ga bisa memuaskan saya sebagai pembaca. Kisah yang diambil kurang mengena dan terlihat sangat biasa saja. Konfliknya pun terasa gitu doank. Kurang mantap, dan kurang dieksplore. Sepanjang baca buku yang cukup tebal ini, saya masih kebingungan arus ini maksudnya apa. Dan pas tau kekuatan Cyra dan Akos yang saling melengkapi, saya malah mau ga mau membandingkan dengan Shatter me Series…

Mungkin seperti yang orang-orang bilang, World Building nya kurang, jadi agak meh bacanya, karena pondasinya kurang kuat. Saya masih ga nangkep sama situasi di dua wilayah itu hahaha. Di awal saya sempat kebingungan sama timeline dan usia Cyra, karena sempat dikisahkan secara flashback dengan istilah musim, jadi ya ampun perlu muter otak buat mahamin ceritanya.

Action nya juga kurang banget, ga greget, beda banget deh sama Divergent yang bikin saya jatuh cinta banget. Oh ya, di novel ini ada 2 pov, satu Cyra dan satu Akos, yang Pov cyra menggunakan sudut pandang orang pertama, dan akos menggunakan sudut pandang orang ketiga, CMIIW. Pada awalnya saya harus beradaptasi untuk menyesuaikan perbedaan pov itu.

Terus saya agak gemash sama terjemahan nya,, maafkan,, tapi entah kenapa, terjemahan nya bikin bingung banget. Jadi bisa dibayangkan kan, selain cerita di novel yang ngebosenin parah, terus terjemahan nya begitu pula, alhasil saya bacanya jadi lintas lalu dan sambil nguap. Maafkan sekali lagi

Jadi intinya, menurut saya karya Roth ini agak flop. Dia mencoba untuk sci fi tapi yang saya tangkep malah revolusioner nya, sci fi nya Cuma bumbu. Dan karena konfliknya standard banget, jatohnya membosankan. World building nya lemah jadinya membingungkan. Yah tapi saya masih ingin tahu kelanjutan nya sih, mau dibawa kemana cerita Cyra dan Akos ini. Semoga kisah selanjutnya jauh lebih baik ya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s