Book Review : The Fill In Boyfriend by Kasie West

2

Yeay?! Penerbit Spring terjemahin Novel Romance Young Adult lagi!!! Saya sungguh bahagiaaaaaaa… apalagi novel yang diterjemahin kali ini adalah novel nya Kasie West! Buat yang belum tau, sebelumnya Penerbit Spring sudah menerjemahkan dan menerbitkan Novel Kasie West yang berjudul PS I Like You, dan saya sukaaaaaaa…. Review nya bisa dilihat disini ya

Makanya, pas tahu penerbit spring mau nerjemahin buku nya lagi, saya excited banget dan langsung memasang ekspektasi tinggi.. semoga ga mengecewakan, itu harapan saya. Apalagi saya yang baru saja terkena reading slump, berharap kalau novel ini bisa menjadi pelipur lara yang ampuh.. uhmmmm lalu bagaimana akhirnya? Bagus ga yaa…

SInopsis

20766546_161130517782869_7005328913769431040_n.jpg

Paperback

Published July 2017 by Penerbit Spring (first published May 5th 2015)

ISBN13 9786026044372

Edition Language Indonesian

Setting California (United States)

Literary Awards

Goodreads Choice Award Nominee for Young Adult Fiction (2015)

Gia, cewek popular di sekolah, berharap dapat “memamerkan” pacar nya ke hadapan teman-teman nya disaat malam prom, tapi keinginan itu justru menjadi boomerang untuknya. Tepat saat ingin melangkah ke pesta prom, Gia diputuskan oleh sang pacar. Tak tau harus berbuat apa dan tak ingin dicap pembohong karena tak membawa pacar oleh teman-teman nya, Gia nekad mencari seorang pria yang mau dijadikan “Pacar Bohongan” untuk malam itu..

Tapi ups… hanya ada satu pria di arena parkiran saat itu! Gia pun memohon bantuan pria tersebut yang akhirnya disanggupi. Kebetulan sang pria baru saja mengantar sang adik yang juga hadir dalam malam prom itu. Namun.. semua tak selancar yang Gia harapkan…

Alih-alih berbahagia di malam prom, tapi ada kejadian tak terduga yang justru mencoreng muka nya saat itu..! tak hanya itu… dia tak sanggup melupakan pria pacar bohongan ituuu! Ah… tapi Gia bahkan tak tau namanya… apa yang harus gia lakukan?

Review

 

yeay selesai dalam 2 hari.. dan…SUKA!

SUKA BANGET!

Ini novel kedua kasie west yang saya baca.. Sebelumnya berhasil dibuat jatuh cinta sama ps. I like you.. Makanya pas tau novel ini diterjemahin.. Saya langsung berekspektasi tinggi.. Dan alhamdulillah ga mengecewakan.

Kisah awalnya memang bagaimana seorang wanita, gia, yang menurut saya sedang mengalami krisis kepercayaan diri ditengah sabahat dan lingkungan nya.. Tidak sanggup menerima kenyataan bahwa ia diputuskan oleh pacarnya tepat di malam prom.. Disaat ia ingin memamerkan sang pacar tepat dihadapan sahabatnya.. Akhirnya ia memutuskan untuk membawa “pacar bohongan” ke hadapan teman-teman nya

Tapi ya.. Sebagus apapun kebohongan..pasti akan terbongkar juga ya..

Saya suka banget ketika kasie west tidak hanya berputar kedalam kisah cinta remaja.. Tp ia juga berusaha keras menceritakan konflik persahabatan, dan keluarga..

Memang benar.. Terkadang apa yang tampak sempurna diluar belum tentu sempurna didalam.. Dan hal ini diceritakan melalui kisah gia dan keluarganya.. Tapi kasie west juga menceritakan potret keluarga bahagia dalam kisah sang pacar bohongan…

Ga hanya itu, kisah persahabatan remaja juga menjadi masalah utama disini.. Yah… terkadang, ketika ada orang baru dalam lingkup pertemanan kita jadi merasa insecure yaaa….. People come and go…

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil di novel ini.. Paling tidak tentang bagaimana kita bisa berusaha untuk bersikap jujur dan apa adanya walau itu menyakitkan

Seperti biasa.. Seorang kasie west selalu menuliskan karakter utama pria yang luar biasa! Duh saya dibuat jatuh hati banget sama si pacar bohongan… Ditengah kecanggungan nya..tp dia sweet banget.. Sukak!

Dan interaksi dia sama adik dan orang tua nya itu lucu banget.. Sungguh iri t.t.

Buat kalian yang suka kisah romance remaja.. Kayaknya wajib baca ini deh.. Terjemahan nya itu oke punya, mengalir lancar.. Ditambah sama cover nya yang manis banget… jadi nilai plus banget dehhh…

Advertisements

Book Review : The Mortal Instrument #4 City of Fallen Angels by Cassandra Clare

0

Setelah lepas dari reading slump, saya jadi semangat lagi nih buat baca novel, yeay! Makanya minggu kemarin kelar baca 2 buku! The Mortal Instrument 4 : City Of Fallen Angels dan The Fill in Boyfriend. Nah kali ini saya mau bahas sedikit City of Fallen Angels nya.

Sinopsis

20633430_761424287362473_1490607797811806208_n.jpg

Kisah Clary dan Jace nampaknya tak akan lepas dari segala permasalahan. Setelah mengetahui mereka bukan kakak beradik dan bisa menjalankan hubungan seperti layaknya pasangan normal lainnya, Clary justru harus menerima kenyataan bahwa perlakuan Jace padanya semakin dingin. Ia tak tau pasti apa kesalahan nya.

Sementara, Simon yang sebelumnya diberikan tanda Cain oleh Clary terus menerus dikejar-kejar oleh orang yang ingin membunuhnya, Simon tau pasti dengan adanya tanda Cain orang-orang tak dapat menyakiti nya, tapi tetap saja ia begitu bingung kenapa orang-orang begitu ingin ia mati.

Lalu sebenernya apa yang terjadi? Siapa yang mengincar Simon ? dan apa yang terjadi pada Jace?

Review

Kisah ke-4 dari seri The Mortal Insrument ini tetap seru! Walau menurut saya harusnya kisah di buku ini bisa di buat lebih padat ketimbang terlalu melebar dan fokus pada detail. Yah tapi mungkin ini merupakan ciri khas dari sang penulis ya.

Yang saya suka dari buku ini adalah kisahnya tidak hanya fokus pada Clary dan Jace, tapi banyak banget kisah Simon baik itu kisah adaptasi nya sebagai vampire atau kisah cinta nya pada Issabele dan maia #eh. Ga hanya itu, lagi-lagi Magnus dan Alec juga menjadi bumbu yang luar biasa dalam setiap kisah di TMI. Ah,, sungguh gemash banget melihat polah dan tingkah Alec yang terbakar cemburu XD #ooppss

Selain itu ada tokoh baru yang SUPER LOVELY, duh saya suka banget! Semoga ya di buku selanjutnya tokoh ini lebih banyak dikisahkan.

Anyway saya agak sebal sama Clary dan Jace disini, mereka berdua itu lemah banget ya.. yang satu lemah ketika bertarung dan yang satu lemah dalam menangani kegundahan hati nya. Jadi kadang sebel banget, walau yah tetep sih Jace itu sweet banget..

Suka banget sama interaksi Jace dan Simon plus tokoh baru disini.. mereka udah kayak BFF banget.. gemes banget liat Jace nyinyir terus tapi sebenarnya peduli banget ke simon XD

Dan issabele? Ah,, di buku ini dia yahud! Sukaaaaaaaaaa… semoga kisah cinta mu berjalan dengan lancer ya #eh

Seperti biasa, endingnya ngeselin , baca : ngegantung! Keseeell jadi pengen langsung baca lanjutannya.. tapi… masih banyak timbunan yang harus dibaca nih T__T

Oh ya, sebuah catatan penting, saya SEBAL sama terjemahan nya.. udah ada typo dan terjemahan nya ga bagus…. Fiuh mengurangi nilai sekali, padahal saya cukup suka pada seri ini…

 

Review Buku : “La Storia – Kisah-kisah Menarik AC Milan Era Berlusconi” dan Curhatan Seorang Milanisti <3

2

Apa yang pertama kali ada di otak kalian ketika mendengar nama AC Milan? 😀

Kalau gw pribadi, gw akan dengan sigap menyebut Inzaghi! Yups bukan nya apa-apa, dialah sosok yang mengenalkan gw sama tim merah hitam asal Itali ini. Cinta pertama gw di dunia persepakbolaan sekaligus idola gw sampai saat ini.

soccer-champions-league-first-round-season-20032004-ac-milan-vs-afc-picture-id640499131

Ehhh kenapa jadi ngebahas Milan ya…? Uhmmm.. karena gw baru aja selesai baca buku “La Storia : Kisah-kisah Menarik AC Milan Era Berlusconi” yang ditulis oleh Aditya Nugroho. Seneng banget deh pas tau ada yang mau nulis kisah Milan ini. Kenapa? Soalnya suka iri kalau ke toko buku dan ada beragam buku yang mengisahkan berbagai klub lain tapi ga ada tuh buku tentang Milan.. eh? Atau ada ya? Tapi saya yang abai? Hehehe XD

Jadilah pas dhika my fellow milanisti dan penefiers infoin kalau ada Pre Order buku ini, gw langsung gercep alias gerak cepet buat PO, eh si dhika nya yang pertama kasih info malah lupa order hahaha.

Dan yes, akhir minggu kemarin buku ini sampai! Yippieee… dan langsung lah kita baca…

IMG_20170731_132748_367

Resensi (Dikutip dari Goodreads)

Membicarakan klub-klub besar yang kaya sejarah dan tradisi di dunia sepak bola, Anda tidak dapat melupakan AC Milan. Meskipun kini klub berjuluk Rossoneri mengalami penurunan dari segala lini, baik itu kehebatan di lapangan maupun branding di luar lapangan, namun gelar-gelar bergengsi dan permainan spektakuler saat mereka mengalami masa jaya, tentunya amat sulit dikesampingkan begitu saja. Saya pun tumbuh besar menyaksikan permainan spektakuler Milan dengan meninggalkan ingatan yang begitu berkesan.

Buku ini menitikberatkan pada pembahasan mendalam tentang era demi era yang dilalui Milan bersama pelatih-pelatihnya, khususnya yang pernah memberikan gelar juara bagi Milan. Dibahas pula mengenai bagaimana taktik yang mereka gunakan, juga kisah haru-biru hubungan mereka dengan Berlusconi dan juga para pemain.

Ada pula kisah tentang pemain-pemain, dari mulai yang melegenda hingga pemain-pemain yang terlupakan. Dari para sidekick hingga para maverick dibahas dengan deskriptif disertai dengan opini-opini pribadi dari penulis

” Dengan ditulisnya buku ini, Anda akan semakin mengenal kehebatan Milan, dan Bukan hal yang mustahil akan membuat anda mencintai Milan. “

Gading Marten – Presenter, aktor, public figure dan penggemar setia AC Milan

” Saya pikir, pilihan Adit untuk menulis buku ini bukan pilihan masuk akal. Memangnya sehebat apa AC Milan sekarang? Melawan tim gurem saja sering keok. Tapi itulah sepak bola, yang mempersetankan alasan logis yang mendorong Adit untuk menulis buku ini. saya rasa, tak ada salahnya untuk menikmati ketidakmasukakalan seseorang. Selamat Membaca!”

Marini Saragih – Karyawan Swasta dan Penggemar serta AC Milan

“Buku ini mengantar Saya kembali ke awal 90an ketika saya baru mengenal sepak bola dengan menyaksikan trio Belanda : Rijkaard, Gulit dan Van Basten. Pengalaman – Pengalaman ini menjadi awal bagi saya untuk jatuh cinta kepada AC Milan. Terima Kasih untuk penulis. “

Ricardo Salampessy – Pesepak bola profesional indonesia dan penggemar setia AC Milan

 

Review

Seneng banget baca buku ini <3. Kisah-kisah perjalanan seorang Berlusconi dalam memimpin Milan diceritakan dengan cukup jelas, satu persatu Pelatih dan para pemain yang dimulai dari era Arrigo Sacchi pun ikut diceritakan. Ah,, pas baca itu rasanya campur aduk banget.. haru.. bangga .. dan sedih…

Seneng ada bahasan pemain legend.. pemain idola.. dan bahkan pemain-pemain yang mungkin tidak bisa bertahan dan beradaptasi di Milan ❤

It’s such a nice info!

Jujur di era awal Berlusconi, gw belom lahir atau selanjutnya masih bayi, jadi jelas belum mengikuti dunia persepakbolaan, dan dengan membaca buku ini, gw seolah ikut memahami era masa lampau,,, jadi ikut paham sejarah Milan..

Ah,, rupanya begitu… ah,, rupanya begini… ini Milan ku …

Terima kasih banget ya mas Adit sudah meluangkan waktu untuk menulis buku ini,, cukup bagus dan informatif..

Walau kalau boleh berkomentar, untuk edisi selanjutnya mungkin beberapa typo nya bisa dihilangkan, dan terkadang ada koherensi dan padu padan kalimat yang kurang pas jadi bikin kening berkerut saat membacanya *cailah, tapi ga banyak ko.. buku ini tetep fun to read.

Setelah membaca, jiwa Milanisti gw berasa makin berkibar-kibar ampe langsung daftar Membership Official Milanisti Indonesia HAHAHAHA.. padahal udah bertahun-tahun lalu pengen daftar tapi belum kesampaian ampe kemarin LOL.. maaf ya sesepuh XDDDDD

Kira-kira buku ini akan tersedia di toko buku resmi macam Gramedia, Gunung Agung, Kharisma dll ga ya? Duh berharap banget nih, biar Milanisti lain yang mungkin kurang dapat info untuk PO bisa beli langsung di toko buku 😀 jadi bisa nge-Hype bareng XDDD

Anyway, gw jadi pengen cerita awal mula gw jadi milanisti wkwkwkwk penting banget ya

 

Perjalanan Ade menjadi Milanisti

Pas SD dulu, gw awam banget sama dunia persepakbolaan, gw mah hobby nya nonton anime sama baca komik, boro-boro mau nyentuh dunia olahraga ini.. paling tau bola juga gara-gara kakak gw doyan Juve, suka pasang poster bola di kamar.. salah satu nya ya poster Inzaghi saat masih berseragam Juve.

Dulu tuh gw sebel banget sama bola, kenapa? Soalnya gara-gara bola, kakak gw ngomel2 kalo kami lagi pergi di malam minggu, bela-bela in pulang dan ga mau diajak makan demi nonton bola! Kesel ga lo! Udah gitu gw dikorbankan suruh beli pernak pernik bola kayak gantungan kunci di abang-abang gerobak di depan SD wkwkwk. Lucu banget deh kalau inget.

Kakak : rit, beliin gw gantungan kunci filippo inzaghi

Gw : oke

*pulang sekolah mampir ke abang-abang*

Gw : bang, beli gantungan kunci filippo inzaghi *gw ga tau yang mana*

Abang2 : nih neng *ngasih gantungan kunci tulisannya “pippo inzaghi”

Gw : ihh ini Pippo bukan filippo!

Abang2 : iya neng sama aja, pippo itu nama panggilan nya…

Gw : oooh…

Gw yang dulu ga tau apa-apa… siapa sangka kan malah gw yang menggilai Bola dan Pippo hahaha epic banget XD…

tumblr_nxondxcykq1r90nv2o1_1280

Terus kenapa gw suka bola? Dicekokin sang kakak? Oh sama sekali nggak… karena,, saat gw suka, kakak gw udah ga suka bola LOL entah kenapa.. tp seinget gw,, semenjak Pippo pindah ke Milan sih XDDDDD

Saat itu, Piala Dunia 2002, gw masih kelas 2 SD, kebetulan Piala Dunia 2002 itu di Korea Selatan dan Jepang kan? Pas banget jadinya gw bisa nonton… karena tayangnya ga tengah malam.. gw lupa pertandingan pertama apa yang gw tonton, tapi yang paling gw inget dengan jelas adalah pertandingan Italia lawan Korea Selatan.. saat itu gw udah bela Itali (dan jerman) terus terpesona berat sama Inzaghi. Eh tau-tau drama, Fransesco Coco berdarah-darah dan Itali kalah mengenaskan.. gw nangis… oke emang gw baper berat dari dulu ampe besok di Sekolah masih baper, ga fokus terus rumpi ama temen2, kebetulan ada temen cewek yang suka bola juga :p

Setelah itu, entah kenapa gw ga bisa lepas dari bola dan Inzaghi, hingga akhirnya, gw memutuskan untuk mendukung Inzaghi di klub, gw cari tau deh dia ada di klub apa.. oh AC Milan .. dan akhirnya gw ikutin lah semuanya… ternyata gw malah jadi cinta banget banget sama Milan ga hanya sama Inzaghi..

Dulu Milan itu jaya banget, bangga banget gw deh. Menang segala piala.. tim yang hebat, pemain dunia ada disana.. dan selain Pippo, gw suka banget sama Dida… kayaknya gw emang ada sindrom tertarik sama Kiper deh dari dulu haha.. dimulai dari Wakabayashi (eh itu mah anime XD), oliver Khan, dilanjutkan dengan Dida.. kemudian Neuer dan terakhir Donnarumma XDDD

Jadi Milanisti dan fans bola tahun 2000an itu menyedihkan banget tau… mana ada kita update di sosmed.. cari informasi ga gampang, gw harus menyisihkan uang jajan gw setiap minggu untuk langganan tabloid Soccer, setiap kamis ya kalau ga salah terbitnya, gw baca dengan detail, terus gw bawa ke sekolah dan langsung di edarin ke kelas (biasa ke cowok-cowok) dan hal ini berlangsung sampai sampai SMA…

Jadi fans jaman dulu itu ribet banget… mentok paling Cuma bisa heboh-hebohan sama temen-temen di sekolah, mau curcol di sosmed? Mana bisaa.. mana ada sosmed.. gw kan tipikal manusia ekstrovert jadi butuh sesuatu untuk melampiaskan isi hati.. alhasil kalau abis nonton bola gw tulis lah review …. Di diary LOL

20170804_025024

Dan ampe sekarang masih ada loh Diary nya,,, ngakak kalau baca lagi… hihihi

20170804_02512220170804_025107

Walau gw suka bola, tapi gw ga pernah di bolehin nonton bola secara langsung di stadion… sedih ya.. alhasil pas Milan Glorie kesini waktu itu gw Cuma bisa gigit jari T___T padahal ada billy T______T

Yah nasib.. jadi cewek dan emang ga ada temen yang bisa diajak nonton juga sik..

Jujur, beberapa tahun lalu gw sempet stop nonton Milan.. Liga Itali.. bukan kenapa-kenapa sih.. alasan nya konyol banget.. pas lulus SMA, kan masuk IPB ya,, dan kita wajib masuk Asrama. Tau sendiri donk  Asrama itu Horor Gila, banyak kasus kesurupan dan ga ada tv dikamar pula.. kalau mau nonton harus ke ruang istirahat… yang malesin + horror kalau malem, terus temen sekamar juga ga ada yang suka bola… alhasil gw yang cemen ini, memilih untuk diem ga nonton dan Cuma sesekali ngikutin berita aja di internet dimana saya menyesal buangat sekarang

Tahun kedua kuliah gw udah pindah ke kost-kostan sih, ada TV di kamar, tapi….. kpop telah menghancurkan semuanya XDDD saking fokusnya sama kpop gw ga fokus lagi sama persepakbolaan… paling nonton Cuma kalau ada Euro dan World Cup aja T___T

Hal ini berlangsung nyaris 7 tahun… dan suatu hari, gw baca berita kalau Inzaghi diangkat jadi Pelatih Milan.. dan saat itu, jiwa Milanisti gw semacam berkibar-kibar… dan memutuskan untuk aktif jadi Milanisti lagi sampai sekarang…

Dan pas nonton bola lagi gw sempet syok banget sih, Milan sekarang udah ga kayak Milan yang dulu.. ah… tapi namanya juga hidup, semua berputar kan,,, gw yakin Milan akan jadi Milan yang dulu.. The Dream Team ❤

Btw ini panjang banget ya curcol nya.. maafkaaaann…..

Anyway jangan lupa dibaca bukunya!

Book Review : Ketika Mas Gagah Pergi by Helvy Triana Rosa

0

Setelah sukses bergumul dengan Reading Slump dan akhirnya berhasil menyelesaikan Nimona,,, selanjutnya saya beralih ke sebuah karya lokal yang legendaris cailah . Apalagi kalau bukan “Ketika Mas Gagah Pergi” nya Bunda Helvy. Jujur udah lama banget pengen baca ini, tapi belum sempat punya dan Alhamdulillah pas ke solo Maret lalu, ada toko buku yang jual KMGP terus diskon pulak , langsung deh saya beli hehehe..

WhatsApp Image 2017-08-01 at 14.12.50

Sinopsis

Ketika Mas Gagah Pergi merupakan sebuah kumpulan Cerita pendek yang dituliskan oleh Helvy Triana Rosa. KMGP sendiri merupakan salah satu judul Cerpen utama nya yang mengisahkan tentang seorang adik kakak yang begitu akrab. Namun suatu hari sang adik merasa perlahan sikap dan sifat kakaknya berubah dari semula yang jauh dari agama menjadi sesosok pemuda yang begitu dekat dengan agama.

Sang adik pun heran dan merasa kehilangan sang kakak. Namun pada akhirnya ia berusaha untuk memahami dan ikut belajar bersama dengan sang kakak. Namun apakah ia bisa?

Review

wow! sebuah kumpulan cerpen yang luar biasa keren.. hampir semua kisahnya bagus dan penuh makna.. benar-benar membuat saya bercermin dan tertampar.

Malu rasanya baru membaca novel ini sekarang ketika gaung novelnya sudah berkibar sejak dekade yang lalu.. ah tapi tak apa.. lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Kumpulan cerpen ini ditulis bunda helvy sejak tahun 1992 (cmiiw) dengan beragam budaya yang diangkat.. mulai dari tokoh utama orang Medan, orang Jawa, orang Sunda hingga Maluku..

Karena telah ditulis sejak lama, jadi bahasa novelnya cukup unik.. khas sekali bahasa jaman dulu.. tapi bukan berarti tidak asik dibaca.. tetap oke kok.

Bunda helvy mengajarkan tanpa menggurui.. itu yang membuat ku suka dan dari seluruh kisah nya.. paling suka sama Ketika Mas Gagah pergi.. ahh tidak hanya sekali saya terharu dan menangis.. indah sekali ceritanya..

satu hal lagi yang paling saya suka adalah beragam kalimat yang penuh pesan…

Ingat islam itu Indah…
Islam itu cinta… Kalau kau tak setuju dengan suatu kebaikan, yang mungkin belum kau pahami … Kau selalu bisa menghargainya

dan saya menyesal saya tak sempat melihat adaptasi nya di bioskop T.T. semoga DVD nya segera rilis..