Book Review : Warcross #1 by Marie Lu

Marie Lu is back! Dan sebagai #TeamSuksesMarieLu tidak benar rasanya jika tidak langsung mencurahkan isi hati setelah membaca novel terbaru nya yang berjudul #Warcross upss padahal Series Legend aja tidak saya buatkan review nya XD . Marie Lu merupakan satu dari segelintir penulis yang menyukai tantangan dengan aktif menulis kisah / series yang mengambil Genre berbeda.

Sebut saja, series debut nya “Legend” yang bertemakan Dystopia. Setelah sukses Marie lu tetap mengukuhkan posisi nya sebagai penulis ternama dengan ikut serta meramaikan dunia High Fantasy melalui “The Young Elites” dan kali ini setelah sukses meluluhlantakan hati pembaca nya, Marie Lu kembali dengan series baru (Duologi) yang mengambil Tema Sci Fi – Games berjudul “Warcross” . Tidak mengherankan bagi Marie Lu untuk menuliskan kisah tentang gamers, mengingat ia pernah bekerja di dunia Video Games dan juga menjadi salah satu Gamers disela waktu luangnya. Ups.. tidak hanya itu, Marie Lu juga akan segera menerbitkan Novel Superhero “Batman” di awal tahun nanti.. dan tentu nya Epilog Novel Legend yang berjudul “Life Before Legend”.

Sinopsis

Original Title : Warcross

Series : Warcross #1

SoftCover, 353 pages

Published September 12th 2017 by G.P. Putnam’s Sons Books for Young Readers

ISBN 0399547967 (ISBN13: 9780399547966)

Edition Language : English

IMG_20170914_182155_767

Seiring kemajuan Zaman dan perkembangan Teknologi, dunia Games pun ikut berkembang. Hideo Tanaka adalah salah satu dari segelintir orang yang mampu mengukuhkan namanya sebagai pencipta games “Warcross” sebuah games yang tidak hanya dikenal di Jepang tapi juga di seluruh dunia, dengan salah satu Teknologi Virtual nya yang menjadikan Warcross tidak hanya sebagai sebuah games tapi juga sebuah gaya hidup.

“Some people still say that Warcross is just a stupid game. Other Say it’s a revolution. But for me and millions of others, it’s the only foolproof way to forget our troubles”

Emika Chen merupakan salah satu penggemar Warcross, namun karena keterbatasan keuangan dan lilitan hutang pasca kematian sang Ayah, membuat Emika hanya bisa bermain secara “Ilegal” dengan menggunakan Device murahan. Tapi hal ini tidak menghambat kemampuan nya dalam bermain.

Untuk menjalankan kehidupan sehari-hari Emika harus bekerja sebagai Bounty hunter yang memiliki bayaran tak tetap. Padahal ia nyaris terusir dari apartemen nya karena sudah menunggak selama berbulan-bulan. Ditengah kesulitannya, ia mengembangkan kemampuan alami nya sebagai seorang Hacker dan berusaha untuk “mencuri” sebuah “Gems” di Warcross International Championship. Tapi malang, kejadian tersebut justru mengekspose dirinya kehadapan semua Gamers diseluruh dunia.

Emika yang ketakutan akan mengalami masalah hukum justru mendapatkan tawaran untuk bekerja secara langsung dengan Hideo Tanaka sebagai Bounty Hunter dan membantu nya mencari “seseorang” yang berusaha menghancurkan dunia Warcross.

Lalu apakah Emika dapat menjalankan tugas tersebut? Dan siapakah sosok yang berniat menghancurkan dunia Warcross yang dicintai oleh banyak orang di dunia?

“Every Locked Door has a Key”

Review

Sebuah Duologi terbaru dari Marie Lu dengan genre baru tentunya dan Marie Lu tidak kehilangan kemagisannya untuk menulis sebuah kisah dengan gaya tulisan yang sangat menarik.. Walaupun, jika dibandingkan dengan Legend atau The Young Elites, Warcross menempati posisi paling bawah dari jajaran novel favourite saya.

Alur yang terbilang lambat, dengan fokusnya pada perkenalan akan dunia warcross dan tokohnya serta konflik yang menurut saya tidak se-menggelegar dibandingkan kedua series terdahulunya, tidak membuat saya kecewa pada seri ini. Justru saya dibuat penasaran pada apa yang akan Marie Lu lakukan di dunia virtual ciptaannya ini…

Di buku pertama ini, kita diajak ikut serta untuk memahami seorang Emika Chen. Saya suka ketika Emika tidak patah semangat ditengah kesulitan yang ia hadapi. Dan bagaimana ia berjuang keras untuk beradaptasi dengan team nya di Warcross Championship.

17493783_1068441616594137_3530463929060818944_n.jpg

Belum lagi jika kita bercerita tentang seorang Hideo Tanaka.. ah rasanya dengan mendengar namanya saya sudah jatuh cinta.. sosok pria jenius yang sudah sukses dari umur belasan tahun membuat hideo menanamkan tembok penghalang disekitar dirinya. Banyak masa lalu yang ia simpan rapat-rapat dan menolak untuk membagikannya ke siapapun.. tapi sesosok Emika mampu meruntuhkan tembok itu.

“Everyone in the World is connected in some way to everyone else”

Well, bisa ditebak ya ada kisah cinta di dunia Warcross ini, walau menurut saya agak terkesan terburu-buru sehingga mengurangi sedikit “chemistry” nya. Tapi tenang, porsi kisah cinta nya sendiri tidak berlebihan kok, pas menurut saya.

“Emika… Hearing him say my first name sends a pleasant shiver down my spine.”

Tidak hanya itu, sesuai tema nya, kita akan diperkenalkan kedalam Dunia Warcross yang begitu gemilang, dimana kita diajak masuk kedalam duni Virtual yang penuh imajinasi. Bagaimana seseorang dapat bertarung di dunia virtual hanya dengan menggunakan kacamata khusus yang diciptakan oleh Hideo. Tapi.. dibalik itu semua, Dunia Warcross ini mempunyai rahasia nya sendiri.

“So Hideo created the best brain-computer interface ever built. A Pair of sleek glasses. The Neurolink”

Tokoh-tokoh lain didalam novel ini tidak diceritakan secara mendalam, mengingat fokus cerita yang hanya ada pada Emika dan Hideo. Dan berbeda dengan Novel sebelumnya yang biasanya terdiri dari beberapa POV, di Novel Warcross ini Marie Lu hanya menyuguhkan satu POV saja yaitu Emika.

Banyak sekali rahasia yang masih tersimpan di buku pertama ini dan membuat saya penasaran akan dibawa kemana di buku keduanya… Tapi seperti biasa, ia selalu membuat akhir cerita “cliffhanger” Fiuhh.. saya masih harus menunggu satu tahun lagi untuk menikmati sequel nya…

“ That’s the thing about the Dark World : You can prepare for it all you want, but the only way to truly understand its is to head in”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s