Movie Review : The Maze Runner – The Death Cure

4

Disaat hujan turun membasahi bumi,, saya berusaha menguatkan hati untuk menulis review dari film ketiga sekaligus terakhir series The Maze Runner yang berjudul The Death Cure. Ditemani pula oleh backsound Original Soundtrack nya (baca : Scoring) yang lagi-lagi ditangani oleh John Paesano ini sukses membuat suasana menjadi semakin sendu,,, cieee…..

tumblr_p30kp4RZZ71smfh9io2_540

Sebenarnya, saya sudah menyaksikan film ini dari hari pertama penayangannya, Rabu 24 Januari 2018 namun saya tidak langsung menuliskan review nya karena menunggu sampai saya selesai Nonton Bareng Fandom The Maze Runner ID sabtu kemarin, ceritanya agar dapat mendalami saat menuliskan isi hati hehehe…

Oh iya, sama dengan review film The Scorch Trials sebelumnya,, kali ini review saya akan berisi unek-unek, curcolan sekaligus SPOILER ! jadi buat kalian yang tidak kuat… please langsung close tab saja.. daripada sedih….

Baiklah tidak butuh waktu lama lagi,,, yuk kita bahas…

 

DR6tOnBU8AAX4w4.jpg large

suka banget sama poster ini

Sinopsis

Melanjutkan akhir kisah sebelumnya, Thomas, Newt dan kawan-kawan berusaha untuk menyelamatkan Minho, Sonya, Aris yang ditangkap oleh WICKED. Usaha penyelamatan yang memakan waktu berbulan-bulan ini tidak bisa dibilang sukses karena Minho, yang berada di Gerbong lain, belum bisa mereka selamatkan.

Thomas pun memutuskan untuk pergi menyelamatkan Minho seorang diri, namun Newt dan Frypan dengan sigap membantu. Mereka bertiga pun pergi diam-diam dan berusaha menuju Markas WICKED (The Last City). Ditengah perjalanan, serangan para Crank membuat mereka nyaris mati. Beruntung Jorge dan Brenda datang tepat waktu untuk menyelamatkan mereka.

Thomas, Newt, Frypan, Brenda dan Jorge pun segera menuju The Last City. Namun saat berusaha untuk masuk kedalam kota tersebut, baku tembak antara petugas WICKED dan orang-orang diluar markas terjadi. Ditengah kericuhan itu, Mereka diculik (ditolong) oleh sekelompok orang bermasker, yang salah satunya adalah Gally.

Thomas, Newt dan Frypan terkejut melihat Gally masih hidup. Rupanya selama ini Gally hidup dengan para pemberontak yang berusaha untuk menghancurkan WICKED. Gally pun menawarkan bantuan terhadap Thomas untuk dapat masuk ke The Last City. Thomas menerima nya dengan timbal balik akan berusaha membantu para pemberontak untuk mendobrak keamanan WICKED.

Disisi lain, Minho yang berada di markas WICKED dijadikan kelinci percobaan untuk menemukan Cure dari virus Flare yang nyaris memusnahkan populasi manusia. Teresa yang bergabung kembali dengan WICKED berusaha untuk meyakinkan Minho. Namun rupanya tak semudah yang ia kira. Ditengah pembicaraan empat mata, Minho justru menyerang Teresa.

Lalu bagaimana cara Thomas untuk menyelamatkan Minho? Dan apakah Teresa berhasil menciptakan Cure untuk virus Flare?

4ac2f735-8419-4c89-910e-a9e6174f3017

Poster Ala Ketika Cinta Bertasbih

Review dan ungkapan isi hati

Film pertama dari The Maze Runner ini tayang pada bulan September tahun 2014 dan secara mengejutkan mampu mencuri perhatian tak hanya dari para pembaca nya namun juga para penikmat film pada umumnya. Beberapa penghargaan pun mereka dapatkan. Dengan budget hanya $34 million mereka mampu mendapatkan keuntungan sampai $348.3 million, cukup fantastis ya.

Film kedua yang berjudul The Scorch Trials tayang satu tahun kemudian yaitu di bulan September 2015. Secara pendapatan mungkin film ini terbilang menurun jika dibandingkan film pertamanya, yakni hanya $312.3 million padahal terdapat peningkatan budget menjadi $61 million. Yah walaupun terdapat penurunan, tapi film ini masih menjadi perhatian para penikmat film kok. Film ini tetap masuk ke dalam beberapa nominasi penghargaan walaupun hanya Dylan o Brien (Thomas) yang mampu membawa pulang award tersebut.

Tak butuh waktu lama bagi Wesball dan Fox untuk mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan series ini, mereka pun sangat pintar untuk tidak membuat film The Death Cure menjadi 2 bagian seperti pendahulunya, Harry Potter, The Hunger Games atau bahkan Divergent yang ternyata sangat tidak sukses.

Namun, ternyata proses produksi dari film The Death Cure ini penuh drama dan tidak semudah proses di film sebelumnya. Kenapa?

  • Kasus pengambilan artefak saat syuting The Scorch Trials

Dylan pernah mengungkapkan bahwa ia dan beberapa actor lain sempat mengambil beberapa artefak saat syuting scorch dan setelah itu beberapa dari mereka sakit, dan banyak juga fans yang mengeluarkan petisi untuk mengembalikan artefak itu. Tapi sepertinya menurut Dylan ia dan kawan-kawan telah mengembalikan artefak itu. Hal ini sempat disebut-sebut mempengaruhi jalannya syuting di film ketiga.

  • Kasus Kecelakaan Dylan Obrien saat syuting The Death Cure

Pada awalnya jadwal syuting untuk film ini dimulai pada bulan maret 2016, namun tak terduga Dylan mengalami kecelakaan di lokasi syuting. Dylan tertabrak mobil disebuah adegan dan harus dilarikan ke Rumah Sakit serta mengalami patah tulang (penasaran adegan yang mana). Alhasil syuting pun tertunda satu tahun dan baru dimulai kembali satu tahun kemudian.

  • Kehamilan Kaya

Tidak hanya kasus kecelakaan Dylan, tapi rasanya syuting The Death Cure pun menunggu hingga Kaya melahirkan di Des 2016.

Akhirnya, film yang harusnya tayang di akhir 2016 atau awal 2017 harus mundur hingga awal 2018. Lumayan ya menunggu 2 tahun lebih. Namun ternyata penantian ini terbayar nyaris sempurna. Wesball berhasil untuk menjadikan film ini jauh lebih bagus dari Novel nya.

17-maze-runner-the-death-cure.w1200.h630

Film ini langsung dimulai dengan adegan action. Baku tembak antar Thomas, Vince, Newt dengan petugas Wicked, kejar-kejaran antara Jorge, Brenda dengan Berg milik Wicked hingga adegan penyelamatan Gerbong Kereta yang diangkat menggunakan Berg milik Jorge. Kebayang donk, saya menonton ini di 4DX CGV GI, langsung deh kursi nya bergoyang kesana kemari,, seru! Saya memang sengaja untuk menonton film ini pertama kali di 4DX biar bisa surprise di setiap adegan. :p

IMG-20180124-WA0020

Seperti kita tahu ya, sejak di Film Kedua, sudah banyak perubahan terjadi, makanya saya penasaran akan seperti apa film ketiga ini. Bagi para pembaca Novelnya, pastilah kita was was karena akan ada dua orang yang harus……

Belum lagi Wesball sejak semula sudah berkicau bahwa “Siapapun yang harus mati dibuku, akan tetap mati” ia tidak akan mengubah hal itu…. Jadi sebelum film ini tayang saya sudah menyiapkan hati dan air mata saya. Supaya tidak terlalu kaget saat menonton di bioskop..

Tapi… ternyata… walaupun sudah membaca bukunya, saya tetap dibuat menangis sesenggukan. Walaupun sudah menonton untuk kedua kalinya namun tetap saja….

Anyway, saya sudah baca Novelnya dari awal 2014 jadi jujur agak lupa kalau harus membandingkan 1 demi 1 adegan di film dan buku.

Maze Runner: The Death Cure CR: Fox

Tapi yang pasti :

  • Right Arm yang harusnya ada di Buku ketiga dan tempat dimana Gally bergabung berubah menjadi “Pemberontak” karena kita tahu Right Arm telah dimunculkan di Film kedua, tempat dimana Team B bernaung.
  • Tim B tidak ikut berperan dalam misi penghancuran Wicked
  • Minho ditangkap , jelas ini tidak ada dibuku
  • Teresa berhasil menemukan Cure? Uhmmm seingat saya tidak ada di buku
  • Cure nya adalah Darah Thomas? Like seriously? Kayaknya tidak ada di buku
  • Di Buku Brenda dan Jorge adalah anggota WICKED, namun di Film sama sekali bukan
  • Brenda dan Thomas semakin dekat dan dekat dan dekat di Buku, hingga akhirnya Thomas jatuh cinta pada Brenda dan melupakan Teresa.. Namun di Film? ALHAMDULILLAH,,, hal itu tidak terjadi, Brenda tidak semenyebalkan seperti Brenda dibuku, harus saya akui dia agak Baddas di film, walau tetap ya tatapan mata nya tidak bohong kalau ia begitu mencintai Thomas, tapi ALHAMDULILLAH bertepuk sebelah tangan, karena THOMAS sangat MENCINTAI TERESA HAHAHAHA
  • Kita tahu Newt terserang Flare.. tapi kalau di buku entah kenapa terlihat lebih dramatis, karena hanya Thomas yang tahu, Newt sempat kabur seorang diri ke kumpulan para Crank dan berusaha mati disana, sementara Thomas mati-matian berusaha menolong Newt walau akhirnya dia mengabulkan permohonan Newt untuk menembaknya. Dan sampai akhir, TIDAK ADA SEORANG PUN YANG TAHU KEJADIAN ITU. Namun di FILM, sepertinya semua orang tahu, dan Newt Tidak menyembunyikan juga, walau tetap akhirnya Thomas lah yang membunuhnya secara tidak langsung.
  • Kalau di buku, Teresa benar-benar terlihat sebagai orang jahat, dan adegan kematian nya yang walaupun tetap dalam rangka menyelamatkan Thomas tapi terasa hampa, karena Thomas seakan tidak peduli… tapi di FILM. Dari adegan-adegan terakhir cukup banyak Thomas dan Teresa moment, Chemistry mereka cukup indah, bahkan sempat ada adegan ciuman dan sangat terlihat bahwa Thomas begitu mencintai Teresa.
  • Di buku rasanya tidak jelas WICKED is Good or Not. Tapi di Film, melalui Ava Paige dan Teresa terlihat lebih jelas kalau Wicked is a bit Good, paling tidak untuk ukuran mereka.
  • Ending di film cukup masuk akal dibandingkan saat di buku dimana mereka ke sebuah tempat antah berantah dengan menggunakan Flat Trans. Yah mungkin karena sejak awal tidak pernah disebutkan flat trans

maze-runner-3_2

Pada intinya… Wesball membuat The Death Cure ini menjadi cukup apik, banyak sekali adegan baku hantam. Cuma sayang menurut saya durasi 142 menit ini cukup panjang, disaat ada beberapa adegan yang harusnya bisa diringkas, dan saya menyesalkan ada adegan penting Alasan kenapa NEWT harus menolong Minho justru di Delete.. tapi syukurlah, Fox sudah mengeluarkan Deleted scene dari Adegan ini…

Pada film ketiga ini, Chemistry antara Thomas dan Newt dan persahabatan mereka dengan Minho sangat membuat saya terharu. Acting seluruh pemainnya juga sangat bagus, terutama DYLAN O’BRIEN. Astaga tidak heran kalau ia sering memenangkan penghargaan Best Actor.

mazerunnerdeathcure

Ada beberapa adegan dimana hanya dengan tatapan Thomas, baik itu Ke Newt, Minho atau Teresa mampu tersampaikan dengan baik. Apalagi saat di akhir film dimana Thomas menatap Minho, yang begitu mengartikan bahwa mereka kehilangan Newt. Ah…. Standing Applause untuk mu Dylan!

maxresdefault

DYLAN GANTENG BANGET YA ALLAH

Berbeda seperti di Novel, Minho tidak terlalu berperan banyak. Tapi aktingnya sebagai kelinci percobaan cukup apik. Cuma agak disayangkan, Kihong sebagai Minho agak gemuk dan Chubby ya di film ini, tidak seperti di series pertama yang aduhai.

KI-HONG-LEE-in-MAZE-RUNNER-THE-DEATH-CURE

Sementara Thomas Broddie Sangster sebagai Newt? Wow…. Acting dia sebagai pengidap Flare bahkan hingga menjadi seorang Crank, sangat bagus! Sejak awal dia mengetahui kalau teridap penyakit, saya sudah dibuat berkaca-kaca.

DKREoVtXoAAG1Ps

Tidak hanya dari segi acting, pengambilan gambar dan CGI nya juga cukup apik. Saya benar-benar salut dengan wesball. Scoring yang kembali dipercayakan ke John Paesano mampu menyatu dengan baik kedalam keseluruhan cerita, baik saat adegan action hingga Drama. Jadilah saya dibuat semakin berdebar dan sesenggukan.

Berbicara mengenai sesenggukan, sepertinya ¼ film terakhir saya benar-benar menangis hingga akhir hahaha.. Adegan ending nya cukup pamungkas ditutup oleh Surat dari Newt untuk Thomas. Fiuh,,, saya sudah tak mampu berkata-kata…

IMG_20180128_045556

Oh ya, berbicara kelemahan film ini, selain durasi cukup panjang dan ada beberapa adegan yang agak membosankan, ada beberapa hal yang menjadi catatan dan cukup bikin gemas kita semua… salah satunya..

Yakni,,

Kenapa Thomas tidak cepat menyadari kalau darahnya mampu menyelamatkan NEWT ? kenapa?

Tapi seperti kata Gally… NOBODY IS PERFECT… baiklah

Yang pasti, The Death Cure mampu mengukuhkan sebagai salah satu film adaptasi terbaik. Saya bangga menjadi salah satu penghuni Fandom ini. Terima kasih telah berhasil memberikan yang terbaik bagi kami para pembaca. Terima kasih telah menghidupkan sosok Thomas, Newt dan Minho secara nyata. Terima kasih telah membuat kami menangis dan tertawa bersama.. ah. Hanya dengan menuliskan ini, mata saya sudah berkaca-kaca.

Tak sabar ingin menyaksikan kembali film ini di IMAX. Sambil berdoa, Wesball dan FOX akan menggarap prequel The Kill Order dan The Fever Code.

IMG-20180127-WA0042

Kenang-Kenangan

WhatsApp Image 2018-01-28 at 19.37.51

Nobar! White Rose for NEWT and TERESA

Book Review : I Want To Eat Your Pancreas by Sumino Yoru

0

Semalam saya berhasil menamatkan satu lagi Novel Jepang berjudul “ I want To Eat Your Pancreas “ yang ditulis oleh Sumino Yoru. Mungkin ada yang sudah mengetahui kalau Novel ini telah diadaptasi ke layar lebar dengan judul sama pada 2017 silam. Nah, seperti biasa saya tipikal yang harus membaca terlebih dahulu novelnya baru menikmati filmnya. Alhasil saya memutuskan untuk membeli Novel ini di IIBF 2017 kemarin, walaupun pada akhirnya baru memiliki kesempatan untuk membaca saat ini hehehehe…

Pertama kali membaca judulnya saya merasakan sebuah keanehan,, apa maksud dari memakan pancreas? Kenapa harus pancreas? Apakah kalian tahu kenapa? Yuk mari kita diskusi bersama…

20180107_110323_LLS-01

Sinopsis (Dikutip dari Goodreads)

I Want to Eat Your Pancreas

by Sumino Yoru,

Paperback, 308 pages

Published March 2017 by Haru

ISBN13 9786026383143

Edition Language Indonesian

Aku menemukan sebuah buku di rumah sakit.

Judulnya Cerita Teman si Sakit.

Pemiliknya adalah Yamauchi Sakura, teman sekelasku.

Dari sana aku tahu dia menderita penyakit pankreas.

Buku itu adalah buku harian rahasia miliknya.

Namun gadis itu tidak seperti orang sakit.

Dia seenaknya sendiri, dia mempermainkan perasaanku, dia suka menggodaku.

Dan aku… mungkin dia menarik hatiku.

Review

Buku ini dituliskan dengan gaya penulisan dan alur yang tidak biasa. Tak seperti kebanyakan novel lainnya, I want to eat your pancreas menggunakan Sudut pandang orang pertama dengan kata “ Aku “ seolah kitalah yang menjadi sang tokoh utama. Nama dari sang tokoh utama bahkan tidak disebutkan oleh tokoh lain nyaris di sepanjang kisahnya. Sang penulis menyembunyikan nama sang tokoh utama dan hanya menggunakan ungkapan seperti “ teman baikku-kun “ , “Teman Sekelas yang kejam-kun” dan masih banyak ungkapan lainnya. Tentunya hal ini membuat saya bertanya-tanya.. Apa maksud dari sang penulis.

Tak hanya itu, kebanyakan Novel mungkin merahasiakan akhir kisahnya, agar sang pembaca dibuat penasaran. Namun tidak dengan novel ini. Saat kita membuka halaman awal, kita sudah dihadapkan pada sebuah Prolog yang menjelaskan akhir dari kisah ini. Jujur saya pribadi agak kurang suka dengan gaya seperti itu. Dengan adanya penjelasan akhir kisah di awal cerita, secara otomatis Novel ini menggunakan alur maju mundur.

Namun, ternyata kekecewaan saya akan hal itu tidak membuat kisah ini kehilangan magnet nya. Novel dengan tema Slice of Life ini benar-benar mengajak kita untuk memahami makna akan sebuah kehidupan. Bagaimana kita harus menghargai setiap detiknya.

Tokoh “Aku” disini merupakan Pria introvert yang enggan berinteraksi dengan orang lain, ia benar-benar tidak memiliki seorang temanpun, Namun sebuah takdir akhirnya mendekatkan dirinya pada Yamauchi Sakura. Sesorang yang pada akhirnya mengubah hidupnya dan membuka matanya akan kehidupan yang sesungguhnya.

Saya suka dengan ungkapan Sakura yang menyatakan bahwa :

Pertemuan dan Kejadian bukanlah Suatu kebetulan, Melainkan sebuah Pilihan

Sakura benar, pertemuan dan kejadian ada karena kita membuat sebuah pilihan, pilihan untuk datang, pergi, berbicara, diam, mendekat atau bahkan menjauh. Pilihan-pilihan itulah yang pada akhirnya menjadikan “Aku” sebagai manusia baru,

Sementara tokoh Sakura merupakan tipe karakter yang luar biasa. Pintar, Cantik, Ramah, Kaya dan Supel. Namun dari semua kesempurnaan itu, ia mengidap semua penyakit mematikan. Namun hal tersebut tak membuatnya membenci kehidupan, ia justru menghargai setiap detiknya dan berusaha memanfaatkan semaksimal mungkin. Ia memilih untuk bahagia dengan keadaannya. Dengan pilihan tersebutlah ia ahkhirnya memiliki teman baik, Tokoh Aku.

“Kalau ada hal yang bisa kusyukuri karena berhadapan dengan kematian…. Adalah hal itu. Setiap hari, aku menjalani hidup sambil berpikir bahwa aku hidup”

Awalnya Novel ini terkesan membosankan, karena kita diajak bagaimana Sakura dan Aku menjajaki hubungan pertemanan mereka. Namun lambat laun, alurnya menjadi semakin menarik, saya pribadi dibuat penasaran apa yang akan dilakukan sakura dan aku selanjutnya.

Begitu banyak ungkapan yang memiliki makna tersembunyi di novel ini, termasuk Kata “I Want To Eat Pancreas” itu sendiri, yang sejujurnya ingin saya ceritakan maknanya.. namun alangkah baiknya kalau kalian mengetahui nya sendiri :p

Selama membaca Novel ini, saya tidak menyangka akan menangis, mengingat kisah akhir yang telah diungkapan di awal tadi, namun saya salah. Masih banyak kisah mengharukan yang belum diceritakan diawal yang justru menguras emosi saya.

Ah… akhirnya… saya bisa menonton filmnya…..

Q0VyWc

Book Review : Hyouka by Honobu Yonezawa

6

Selamat hari sabtu!!! Jam 10.23 dan saya belum sarapan! Argh… kemajuan ❤ . Baiklah dikesempatan kali ini, saya mau bahas Novel Hyouka yang ditulis oleh Yonezawa Honobu. Novel ini dirilis pertama kali tahun 2001, telah diterjemahkan ke berbagai Bahasa dan mendapatkan penghargaan loh.

Oh ya, sebelum membahas novel ini lebih lanjut, saya mau sedikit cerita. Buat yang memperhatikan, progress baca saya lagi meningkat nih (Akhirnya) balik ke mode aktif #eh. Setelah berjibaku melawan rasa malas, alhamdulillah beberapa minggu ini jadi rajin baca hehee, tapi karena hal ini saya harus rela meninggalkan puluhan episode Drama Korea yang sudah teriak minta ditonton. Maafkan!

Baiklah ga perlu waktu lama, mari kita intip Hyouka nya.

 

Sinopsis

Original Title 氷菓[Hyouka] (Kotenbu Series #1)

Paperback, 244 pages

Published December 2017 by Haru Media (first published October 31st 2001)

ISBN13 9786026383396

Edition Language Indonesian

Series Kotenbu Series #1

IMG_20180105_182307_096

Oreki Hotaro, siswa kelas 1 SMA yang menolak untuk menghabiskan waktunya pada hal apapun yang menurutnya tidak penting untuk dikerjakan. Termasuk mengikuti kegiatan Klub usai sekolah. Namun harapan nya harus sirna, ketika kakaknya secara tersirat mengancam nya untuk meneruskan jejaknya dengan bergabung ke Klub Sastra Klasik.

Akhirnya dengan berat hati Oreki pun bergabung dengan klub yang nyaris dibubarkan itu. Siapa sangka, di klub itulah Oreki bertemu dengan Chitanda Eru, seorang siswi yang memiliki rasa penasaran tingkat tinggi. Yang pada akhirnya membuat Oreki menghabiskan banyak waktu untuk berpikir… eh berpikir?

Semenjak bergabung dengan klub tersebut, hidup Oreki jadi semakin sibuk, bukan karena kegiatan klub, tapi karena ia harus ikut serta untuk memecahkan berbagai Misteri. Ya,,, dalam rangka untuk memecahkan rasa penasaran Chitanda juga.

Melalui berbagai misteri tersebut, akhirnya terkuak lah sebuah kasus yang terjadi 33 tahun silam, yang melibatkan Klub Sastra Klasik.

Dibantu oleh Chitanda, Satoshi dan Ibara, Oreki pun berusaha memecahkan kasus tersebut. Lalu apakah mereka bisa?

“Aku tidak akan melakukan hal yang tidak harus kulakukan”

Review

Jujur ya, sebelumnya saya tidak tahu apa itu Hyouka, tapi semenjak Yamazaki Kento didaulat sebagai pemeran utama dari Film Hyouka (dia akan memerankan tokoh Oreki tentunya) akhirnya saya tahu novel ini, dan semakin gembira ketika Penerbit Haru mengumumkan untuk menerbitkan novel ini.. asik!

Saya hanya pernah mendengar kalau Novel ini mengisahkan tentang sebuah Misteri, jad awalnya saya pikir Novel ini merupakan novel detektif. Ternyata saya salah haha

Seperti yang saya ceritakan dalam sinopsis sebelumnya, Novel ini berlatarkan Klub Sastra Klasik. Kisah yang biasa ya sepertinya. Yang membuat tidak biasa adalah karakter-karakter yang unik. Kita sebut saja tokoh utama nya Oreki, astaga, kalau berbicara mengenai Oreki mau tidak mau membuat saya tersenyum, dia ini unik sekali, tipikal anak SMA yang hanya menyibukan diri dengan kegiatan sekolah dan langsung pulang, enggan untuk berinteraksi dengan siswa lain apalagi kegiatan semacam ekstrakurikuler. Namun dibalik itu semua, Oreki memiliki daya analitikal dan hipotesa tingkat tinggi. Melalui kedua keunggula tersebut Oreki membantu teman-temannya untuk mengungkapkan misteri.

“Memecahkan misteri itu tergantung pada Ilham. Artinya, tergantung pada keberuntungan”

Sementara Chitanda, gadis ini sangat lucu, dalam artian alami dan lugu. Tipikal anak orang kaya yang sangat pintar dan naif. Tapi baik hati dan memiliki rasa penasaran tingkat tinggi, Bahasa kasarnya, Kepo banget XD namun dalam artian baik ya… Sebenarnya melalui Chitanda ini Oreki bisa menemukan jati diri nya yang lain.

Tidak hanya kedua tokoh utama tersebut, masih ada satoshi dan Ibara, teman Oreki yang akhirnya juga masuk ke Klub Sastra Klasik. Walau dengan nyinyiran dan gurauan nya pada Oreki, tapi sungguh mereka berdualah teman yang sangat tahu Oreki itu seperti apa.

Alur kisah ini dituliskan dengan sangat baik, misteri-misteri yang nampaknya sederhana diungkapkan dengan sangat cantik, ikut membuat para pembaca nya penasaran dan ikut serta untuk menyelesaikan misteri tersebut, inilah yang membuat saya mampu menamatkan novel ini hanya dalam beberapa jam saja. Enak dibaca pokoknya.

“Masa SMA adalah masa yang berwarna-warni. Masa yang berwarna-warni adalah masa SMA”

Sementara itu, dengan alur yang cantik, gaya penulisannya juga cukup baik dan unik. Saya tidak tahu Bahasa aslinya seperti apa, namun terjemahan nya tampak baku dan banyak kata-kata klasik didalamnya. Yah mungkin menyesuaikan dengan tema Klub sastra klasik sendiri. Sehingga ada istilah pula dari zaman masa lampau di Jepang dulu.

Cover buku nya sendiri cukup simpel dan cantik, dan mencerminkan kisah “misteri” utama pada novel ini. penasaran apa artinya? Silahkan baca sendiri :p

Namun, yang membuat saya sedikit kesal adalah kualitas cetakan nya, ada beberapa halaman yang cetakan nya berantakan dalam artian tintanya seakan menempel antara halaman yang satu dengan yang lain, sehingga membuat mata sakit saat membaca.

Tapi secara kesuluruhan, Novel Hyouka ini patut dibaca, selain karena kisah misteri nya namun Novel ini memiliki Makna yang tersirat.

Jangan lupa ya nonton film Hyouka nya ❤

Hyouka-_Forbidden_Secrets-P2

 

Book Review : Call Me Miss J by Orizuka

0

TGIF! Yeay,,, kirain hari ini bakal pulang malam karena Diklat, eh ternyata sore juga udah kelar Alhamdulillah.. jadilah sekarang bisa langsung nulis untuk mencurahkan isi hati setelah semalam menamatkan (re-read) Call Me MISS J nya Orizuka which is one of my fav author . oh ya karena lagi mau bahas novel teenlit, jadi kali ini gaya Bahasa nya santai aja ya,, biar kayak dipantai :p.

Well, seperti yang gw sebutkan sebelumnya, gw udah kenal orizuka dari jaman SMP kayaknya,, atau awal SMA ya? Yah yang pasti dari awal Orizuka debut banget, saat awal-awal Me and My Prince Charming dan Summer Breeze nya itu rilis. Nah.. saat itu gw udah dibuat jatuh cinta setengah mati sama karya-karya nya, alhasil, ngikutin novel-novel nya deh, walau jujur sempat berhenti pas awal mulai kerja hehehe.

Nah singkat cerita, pas masih SMA, di tahun 2006, Call Me Miss J ini pertama kali rilis, tapi kalau ga salah dulu judul awalnya masih Miss J aja deh.. dan saat itu emang pas masih zaman SMA juga, jadi berasa cocok banget sama novel ini… tapi sayang seribu sayang… dulu gw masih LUGU banget minjemin novel ke temen-temen seenaknya ga pake di data,, eh tau-tau NOVEL KESAYANGAN INI HILANG BEGITU SAJA, entah dipinjam siapa, dan GA BERTANGGUNG JAWAB PULA! Hey kalau diantara kalian ada yang inget, please balikin!

tumblr_inline_mll4kszUqQ1qz4rgp

cover pertama

Nah ya udah lah waktu itu pasrah akhirnya, dan ga beli ulang juga, maklum namanya anak sekolahan uang jajan terbatas, daripada beli ulang mending beli novel lain ya ga? Eh Alhamdulillah pas IRF des 2017 kemarin, ada sesi talkshow sama ka Orizuka, finally bisa FOTO BARENG!!! Dan disitu dijual Call Me Miss J dengan cover baru.. plus,, ada bonus JURNAL RAYA!!! KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA… langsung deh gw beli. Sekalian minta tandatangan langsung hehehe…

WhatsApp Image 2018-01-05 at 18.56.05

finally huhu

Oke deh ga pakai lama, yuk kita bahas bareng-bareng, tapi maaf kalau ada sedikit yang mungkin antara sadar dan ga sadar bakal kelepasan cerita berujung spoiler :p

Sinopsis

Original Title : Call Me Miss J

Paperback, 332 pages

Published November 29th 2017 by Noura Books (first published September 2006)

ISBN 6023853382 (ISBN13: 9786023853380)

Edition Language Indonesian

IMG_20180105_185014_078

Azalea atau yang akrab dipanggil Lea, mengalami masa-masa menakutkan yang kerap dialami oleh beberapa gadis remaja yang sedang menginjak masa puber, well sebut saja memiliki banyak Jerawat di wajah. Sebenarnya hal ini biasa, tapi entah kenapa bagi seorang Lea ini merupakan hal yang sangat tidak biasa, Wajahnya yang penuh jerawat membuat kepercayaan dirinya menurun drastis.

Mana bisa mendekati Dimas sang pujaan hati dengan wajah seperti itu!!!! Arghhh….

Belum lagi, dengan “ciri khas” nya itu, Lea menjadi terkenal di seluruh sekolah dan mendapatkan julukan Miss J! dan ia harus “berkelahi” dengan Ketua Osis yang super diktator bernama Barbie.

Hidup Lea semakin sulit saja. Ditengah pergulatan batin untuk mendapatkan Dimas, memperbaiki wajah dan balas dendam ke Barbie, Lea bertemu dengan Raya, seorang cowok yang cuek pada semua hal di dunia ini.

Raya bahkan tak tahu bahwa Lea itu Miss J! wow…

Raya pun menjadi “tempat sampah” Lea untuk menyurahkan seluruh isi hati nya, yah,, Lea juga punya sahabat setia , Vidi, alex dan Sabil yang setia padanya, namun Ngobrol dengan Raya itu beda.

Lalu.. apa yang akan Lea lakukan untuk menjalankan sisa masa SMA nya dengan tenang?

“Cowok nggak pernah ngasih komentar tentang cowok lain”

Review

Gila sih, baca ulang novel ini setelah 11 tahun dan tetap jatuh hati pada Raya #eh pada keseluruhan ceritanya maksudnya. Walau harus diakui pas awal baca ulang agak canggung dengan gaya Bahasa yang remaja banget.. haha

Dulu pas baca rasanya Perfect banget, karena gaya bahasanya sesuai dengan anak SMA saat itu, tapi pas baca di umur segini jadi agak malu-malu gimana gituuuu….. cheesy dan pure banget. Dalam artian, keliatan banget novel ini ditulis saat Orizuka baru memulai karir kepenulisannya. Gaya penulisannya masih sangat alami, terkesan lugu malah. Tapi dengan segala keluguannya itu, Orizuka mampu menuliskan kisah yang membuat para pembaca nya tersenyum bahagia dan enggan untuk melepaskan novel ini , sangat Orizuka sekali pokoknya.

Membaca Novel jadul (?) yang diterbitkan ulang membuat kalian paham, bahwa ada beberapa hal yang diperbaiki oleh Orizuka, ya misalnya saja Gadget Ipod atau segala nama Artis masa kini. Kalau zaman dulu rasanya hal itu ga ada, misalnya ada juga, artis yang disebutkan adalah artis yang hits tahun 2000an dulu hehehehe CMMIW

Selama membaca ini, memori gw seakan kembali satu persatu. Gw jadi inget kenapa gw suka banget sama novel ini. well karena disitu ada RAYA! Astaga, RAYA itu semacam tipe COWO IMPIAN JAMAN SMA dulu deh,,,

RAYA suka Bola

RAYA jago main Bola

RAYA kelas BAHASA!

RAYA cuek banget sama cewek

Gila! Sebagai penggemar sepakbola yang saat masa SMA juga obsesi sama kakak kelas yang anak klub bola Eh ngebuka aib sendiri plus karena cita-cita gw yang pengen banget masuk kelas Bahasa tapi ga kesampaian, sosok Raya itu seakan sempurna!

“Nggak apa apa kok. Akuin aja. Itu namanya perasaan. Itu yang bikin kita manusia”

Mungkin sebagian dari kita berpikir, ini Lea super lebay banget deh sama jerawat, tapi ya, namanya anak remaja pasti ada rasa krisis kepercayaan diri kalau penampilan nya ga sempurna. Ga usah anak SMA deh, gw yang kadang ada jerawat gede 1 – 2 biji aja udah stress berat apalagi Lea kan ya..

“ But There’s always the first time for everything “

Lea dan temen-temennya itu menggambarkan kehidupan pertemanan anak sekolahan pada masanya sih. Gw suka sama persahabatan mereka.

Karakter Lea sendiri memang sebenarnya cukup unik, menggebu-gebu sekali, tapi ya itu lah kisah polos anak remaja SMA, belum tau aja mereka nanti kehidupan setelah SMA bakal sulit #eh

Melalui novel ini, walau dikemas dalam bentuk teenlit tapi banyak banget pelajaran yang bisa kita ambil loh. Salah satunya dengan memanfaatkan kekurangan / kelemahan untuk memaksimalkan potensi yang ada. Eh gimana maksudnya? Ya Lo baca sendiri deh ya :p

“ Hidup itu sama kayak main bola. Tanpa orang lain, lo nggak akan mungkin bisa menang. Yang ada lo hancur. “

Kalau ada yang sadar, diawal gw cerita tentang Jurnal Raya. Ada yang ngeh maksudnya apa? Karena memang di edisi sebelumnya Jurnal ini ga ada.. gw awalnya bingung sih jurnal ini maksudnya apa, secara gw agak lupa juga sama ceritanya. Eh pas baca,, ternyata….

JURNAL INI BERISI TULISAN TANGAN RAYA.. ARGHHHHH

Gila! Gemesh parah tau ga pas baca… bisa ketebak sih ini RAYA banget…

Mungkin dulu tuh kita ngarep ya ada lanjutan Call Me Miss J atau paling ga ada POV nya Raya, nah,,, kalau kalian pernah mengharapkan itu.. HARAPAN KALIAN MENJADI KENYATAAN!!!!

Di Jurnal ini, kalian bisa tau isi hati Raya dari sebelum Raya ketemu Lea dan psstt… ada lanjutan kisah Call Me Miss J juga disini, walau sedikit sih… Worth to Read Banget deh Jurnal si Raya ini,, jadi ngarep banget kisah ini berlanjut lagi T_____T

Buat yang mau tau kayak apa Jurnal nya.. ini gw kasih bocoran dikit hihihi

Btw… di sepanjang novel Lea teriak-teriak terus kalau Raya mirip sama Chace Crawford, dan yah, biar kalian gampang ngebayanginnya,, ini nih Raya Chace tu kayak gini…

chace20crawford1

Well maaf ya gw ceritanya heboh hahaha bukan review ni mah tapi curhatan :p

see You.. gw lagi mau baca HYOUKA nih,, jadi tunggu ya review nyaaa