Book Review : Susah Sinyal by Ika Natassa dan Ernest Prakasa

Hai gengs… review-review lagi yuk… udah numpuk nih peer review nya, jadi harus segera diselesaikan, mumpung mood baca lagi ada hehehe.. oh ya, saya lagi malas ngereview pakai Bahasa formal, jadi mohon maap kalau agak selengean ya bahasanya..

Kali ini saya mau bahas sebuah novel yang diadaptasi dari Screenplay. Eh? Yup.. kalau biasanya Novel dijadikan Screenplay Film, kali ini ada sebuah novel yang justru diadaptasi dari film. Novel ini berjudul sama dengan judul filmnya yaitu “Susah Sinyal”.

Novel Susah Sinyal merupakan karya kolaborasi antara penulis fav saya “Ika Natassa” dan Sineas Favorit saya “Ernest Prakasa” jadi kebayang donk, saya Excited banget buat baca buku ini. Apalagi desember kemarin saya udah nonton filmnya dan suka! Jadi gw penasaran banget, di novelnya bakal seperti apa.

IMG_20180212_153850_993

Sinopsis

Original Title : Susah Sinyal

Paperback, 275 pages

Published January 31st 2018 by Gramedia Pustaka Utama

ISBN13 : 9786020380698

Edition Language : Indonesian

Ellen, Single Parent, Pengacara dengan Karir yang cukup sukses untuk wanita seusianya. Namun, kesuksesan ini tidak didukung oleh kesuksesan dalam menjuarai hati sang anak, Kiara. Seorang remaja yang penuh dengan siasat pemberontakan.

“Nobody knows how their day is going to unravel in Jakarta. Some days are crap. Someday days are wonderful. Some days are just numb. Most days are a mix of all of those”

Kesibukan yang tiada henti membuat hubungan Ellen dan Kiara semakin renggang. Kiara justru sangat dekat dengan sang Oma yang menjaganya selama ini dibandingan dengan Ellen, Ibu Kandungnya sendiri.

Namun, Kematian sang Oma yang begitu mendadak, membuat semuanya berubah. Ellen dan Kiara kini hanya hidup berdua. Mau tak mau Ellen berusaha untuk menyelamatkan keluarga kecilnya. Ia pun membuat sebuah rencana untuk memenangkan hati sang anak.

Lalu apakah rencananya berhasil?

“Rahasia terbesar dalam semesta ini adalah hidup itu sendiri. Kelahiran, kematian, dan setiap detik yang ada diantaranya, semua rahasia besar Tuhan . Kita bisa berusaha, bisa berdoa, bisa memproyeksi secara Scientific, bisa mencoba berhitung, beberapa bahkan mengklaim bisa meramal, tapi pada akhirnya yang membuka rahasia itu sendiri adalah waktu”

Review

Uwoooo finally, susah sinyal ini mampu mengobati rasa rindu saya terhadap tulisan ka Ika hehehe. Walau novel ini merupakan kolaborasi antara Ka Ika dan koh Ernest, tapi entah kenapa, sentuhan kak ika tetap terasa. Ah sedap…

Novel ini bercerita dengan begitu baik, memuat nyaris 80-90% isi cerita yang ada di film. Jadi mudah bagi saya untuk membayangkan setiap adegannya. Ada beberapa detail tambahan yang tidak ada di film diceritakan di novel ini, salah satunya tentang masa lalu Ellen. Menarik menurut saya, membuat saya memahami apa yang menyebabkan seorang Ellen menjadi wanita tegar seperti itu.

“Everyone has their own battle to fight, just like everyone has their own battle to lose, to win the war called Life”

Tokoh favorit saya adalah Aji, Pengacara tampan yang uwo uwo banget deh. Di film saya udah jatuh cinta sama Aji (Diperankan oleh Darius, SUMPAH GW GA TAU DIA JADI SE-HOT INI SEKARANG) dan berharap ada banyak cerita tentang dia didalam novel. Tapi sayang, Cuma sedikiiittt banget, sama lah kayak di filmnya.. hehe tapi tak apalah..

“Banyak orang bilang jatuh cinta selalu membuat kita lebih bodoh dari biasanya, tetapi cinta yang sesungguhnya tidak akan membodohi”

Pengembangan karakter di novel ini cukup baik. Kita diajak untuk memahami kisah mereka sejak awal dan melihat mereka menyelesaikan permasalahan dengan caranya sendiri.

“To Some People, we can never be right”

Novel ini seperti sebuah Drama Comedy, karena khasnya Koh Ernest ya, banyak banget dialog-dialog yang membuat kita tertawa atau minimal tersenyum saat membacanya, yah apalagi kalau bukan dialog nya Iwan (Diperankan oleh Koh Ernest sendiri). Seperti biasa ada sentilan sentilan “budaya Cina” disini hihi..

Bukan Novelnya Ka Ika kalau tidak dipenuhi dengan kalimat-kalimat yang Quoteable. Sukak lah pokoknya! Intinya Novel ini Worth to Read, bagi kalian fansnya Ika Natassa dan Ernest Prakasa kayaknya wajib baca deh

Cuma sayang sih novel ini terlalu tipis, hanya 264 halaman.. uhmmmm AKOH MAU AJI LAGIIII arghh…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s