Review #FilmArini #Arini Masih Ada Kereta yang Akan Lewat

Tanggal 5 April 2018 merupakan salah satu hari yang saya tunggu, apalagi kalau bukan karena Film Arini Masih Ada Kereta yang Lewat akhirnya tayang….. yeay! Walaupun akhirnya baru bisa nonton film ini di hari kedua penayangannya juga sih,, hihihihi

Kenapa saya nunggu film ini? jawabannya udah jelas kali ya.. karena Ada Morgan Oey XDDD film Arini ini merupakan film ke 10 morgan dalam kurun waktu 4 tahun, pencapaian yang cukup baik. Film yang saya tunggu untuk mengobati rasa rindu juga… *cieeee

Baiklah ga usah banyak cakap.. daripada saya kelamaan nulis terus malah jadi laper,,

152281126116028_700x394

Sinopsis

Pertemuan Nick dengan Arini di sebuah Kereta ternyata meninggalkan sebuah rasa yang mendalam. Sosok Nick yang bebas tak mampu lepas dari sosok Arini yang dewasa. Perbedaan umur yang cukup jauh dan sikap dingin Arini nyatanya tak membuat Nick menyerah.

Memori kelam masa lalu yang menghantui membuat Arini enggan untuk membuka diri. Lalu apakah keteguhan Nick mampu mengobati luka dan membuka lembar baru di hidup Arini?

ARINI-poster-411x600

Review

Saat pertama tau Morgan akan main di Film Arini, saya pun mulai mencari tau, mengenai film ini. Ternyata Film ini merupakan Remake dari sebuah film yang diperankan oleh Rano Karno, Widyawati dan Sophan Sophian. Sebuah film yang sangat sukses di masanya. Film ini ternyata adalah adaptasi novel yang ditulis oleh Mira W dengan Judul, Masih ada Kereta yang Lewat.

Saya pun langsung membaca novel tersebut (review ada disini Book Review : Masih Ada Kereta yang Akan Lewat, Arini by : Mira W ) dan langsung jatuh hati. Saya pun bertanya-tanya, akan seperti apa Film remake ini. apakah akan mengulang kesuksesan yang sama? Atau tidak?

Pertama kali teaser Trailer keluar… saya pun kembali jatuh cinta…  sosok Nick yang urakan ditambah dengan Arini yang elegan membuat rasa penasaran saya muncul.

Tak lama, Trailer Film pun rilis.. dan wow…. Pemandangan indah yang ada di Jerman,, soundtrack yang apik… membuat trailer ini ditonton oleh jutaan viewers di channel Falcon.. saya pun takjub,, dan berharap.. film ini akan mencapai kesuksesan yang serupa dengan pendahulunya.. banyak pula komen positif mengenai trailer ini…

Kemudian, akhirnya film ini rilis,,, dan saya baru bisa menyaksikan pada hari kedua penayangan.. mohon maaf! Lalu seperti apakah filmnya? Saya akan mencoba untuk berkomentar secara apa adanya, menurut pendapat saya pribadi hehehe

***

152281124058885_700x394

Film ini dibuka dengan adegan pertemuan Nick dan Arini disebuah kereta. Adegan yang cukup manis menurut saya.. saya suka bagaimana Naturalnya Morgan disini… yang membuat saya takjub, bahwa sebagian besar scene yang ada di Jerman, menggunakan Bahasa Inggris! Dan Morgan serta Aura Nampak tak canggung untuk mengucapkannya.. (Oh ya di bioskop tempat saya menonton, full filmnya ada teks Inggris hehehe kece ya)

Setelah adegan pertemuan itu.. kita akan diajak berputar di kisah seorang Arini dengan alur maju mundur nya… kita akan dibawa ke belasan tahun silam dimana, memori buruk dan luka yang dialami oleh Arini berasal. Kemudian kita akan diajak untuk kembali ke masa kini untuk menghadapi kisah baru antara Arini dan Nick.. adegan maju mundur ini begitu banyak, namun sayang kurang mampu mengeksekusi detail dan inti cerita dengan baik.

Jika boleh membandingkan dengan novel, kisah masa lalu arini diceritakan dengan begitu kuat. Sehingga pembaca akan paham dan mampu bersimpati terhadap apa yang dihadapi seorang Arini, namun didalam film, kisah masa lalu ini hanya seperti tempelan biasa, kurang kuat, fokus cerita justru berada pada Arini dan Nick di masa kini (dimana saya bahagia karena banyak nick)

Sinematografi nya luar biasa bagus! Saya suka.. cantik! Baik itu adegan di Jerman ataupun di Jogjakarta (dimana saya bingung kenapa tidak di Jakarta seperti novelnya). Namun ada adegan ketika Arini kembali ke apartemennya di Jerman, kameranya terlihat seperti bergoyang… apa ini memang style yang diinginkan ya? Entahlah saya tak paham. Yang pasti, dibalik semua itu, mata saya terobati dengan sinematografi yang indah.

Berbicara mengenai Scoring dan Soundtrack… wow… dari awal film di mulai, kedua hal ini cukup menyita perhatian saya. Scoring dan backsound nya begitu pas! Mampu membuat saya larut dalam kisah Nick dan Arini. Suara Morgan di Do You Really Love Me, Duet dengan Claresta di Mencintaimu dan bahkan suara Claresta di Kaulah segalanya begitu mencuri perhatian,, walaupun ini merupakan lagu remake, tapi aransemen nya kece!!!!

 

Sementara dari segi akting, Morgan lagi-lagi mampu menghidupkan sosok Nick yang bebas, ceria, manja , lucu dan pantang menyerah. Morgan seolah tanpa usaha menjadi Nick di film ini. Morgan adalah Nick dan Nick adalah Morgan, mereka Nampak begitu satu.. dari segi mimik, bahkan gerak gerik nya begitu pas! Saya dibuat senyum dan tertawa dengan tingkah polah Nick, dan kagum karena keteguhan hati nya. You DID A GREAT JOB Gan! I’m so proud of youuuuu!

Bagaimana dengan Aura Kasih? Wah,,, ini film pertamanya yang saya tonton,, dan saya sangat kagum pada perjuangannya untuk memerankan sosok Arini… aktingnya patut diacungi jempol.. gerak gerik dan mimik wajahnya mampu merepresentasikan sosok Arini dengan baik. Bahkan ada beberapa adegan yang membuat saya ikut merasakan apa yang ia rasakan.. Namun sayang, sosok Aura Kasih yang sesungguhnya, belum mampu mencerminkan wanita berusia 39 tahun secara Fisik.. Aura masih Nampak seperti wanita di akhir usia 20 an,,,

Hal ini menyebabkan perbedaan umur belasan tahun yang selalu mereka gembar gembor kan Nampak tak sesuai… karena ya,,, secara fisik tidak terlalu terlihat. Kemudian bagaimana dari segi Chemistry? Ada beberapa scene yang menampakan Chemistry manis di antara mereka,, namun ada beberapa scene yang tak mencerminkan kisah yang cukup kuat diantara mereka.. sayang sih.. padahal biasanya Morgan jago untuk yang satu ini, saya rindu dengan tatapan penuh cinta Morgan kepada lawan mainnya seperti yang kita lihat di Assalamualaikum Beijing atau Love Sparks in Korea..

Mungkin karena kekuatan kisah dan skrip yang memang kurang mendukung? Entahlah..

walaupun jujur, perlakuan Nick kepada Arini tetaaaapppp membuat saya iri! Dan juga Baper XDDDDDD

Kemampuan akting yang baik dari Morgan dan Aura tidak didukung oleh akting dari pemeran pendukungnya… sebenarnya hal ini sudah saya liat sejak menonton trailernya… tapi saya masih berusaha untuk positif..  sosok Haydar  dan Olga Lidya kurang mampu memerankan sosok Helmy dan Ira dengan baik, padahal mereka juga kunci utama dari kisah seorang arini.. huhuhu sayang banget padahal Morgan dan Aura udah bagus…

Namun,,, Film Arini tetap lah sebuah Film yang Manis dan wajib di tonton di BIOSKOP… apabila sosok Dilan di Dilan 1990 mampu mengobrak abrik hati para tante… sekarang adalagi NICK yang juga mampu membuat hati tante gemas dan girang…

Belum lagi banyak banget dialog-dialog yang QUOTEABLE banget deh,, bikin semeriwing pas dengernya hehehe

Yang terakhir Saya berharap Ismail Basbeth juga akan menggarap sekuel Arini yang berjudul Biarkan Kereta itu Lewat, Arini! Karena,, dude,, kita bakal tau sosok Nick lebih dalam! Hehehe

 

Advertisements

2 thoughts on “Review #FilmArini #Arini Masih Ada Kereta yang Akan Lewat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s