Book Review : Legend #1 by Marie Lu

Marie Lu adalah seorang penulis yang memiliki berjuta ide cerita, oke lebay, tapi sungguh, gw tuh sayang banget sama penulis yang satu ini. Ada penulis yang hanya bisa fokus ke satu genre aja, tapi Marie Lu beda, dia bisa menciptakan berbagai buku dengan genre yang berbeda-beda, tapi tetep sama bagusnya!

Novel pertama Marie Lu yang gw baca adalah Legend series. Kebetulan saat itu baca edisi terjemahan yang diterbitkan oleh Mizan. Mungkin banyak yang belum tahu novel ini, karena saat ini pun sulit di dapatkan di toko buku, plus covernya yang agak uhmmmmm…. Gw pun kalau bukan karena rekomendasi orang, agak enggan dan mungkin ga ngeh kalau buku Marie Lu bagus wkwkkw.. maapin

Jadi gw Panjang lebar banget ya, postingan ini sesungguhnya mau ngebahas novel Legend, kenapa? Karena gw baru aja kelar baca ulang edisi inggrisnya dalam rangka menghayati dan mengingat detail cerita sebelum Rebel (Novel keempat Legend) rilis di bulan oktober nanti.

IMG20190606221033

Sinopsis (Dikutip dari Mizan Fantasi)

Tahun 2130. Amerika Serikat telah terbagi menjadi dua wilayah: Republik di Barat dan Koloni di Timur. Keduanya menghadapi perang saudara yang tak ada habisnya. Seakan itu belum cukup, rakyat Republik di rumah-rumah kumuh harus menghadapi wabah penyakit dan konflik kesenjangan sosial.

Day, warga miskin Republik, mempunyai puluhan catatan kriminal dan tak punya rekaman sidik jari maupun potret diri. Selama lima tahun, pemuda itu menjadi buronan paling dicari, terlebih setelah dia dituduh membunuh Metias, salah satu tentara militer Republik.

June, adik perempuan Metias dari ranah elite dan calon prajurit militer, bersumpah untuk memburu Day demi membalas dendam atas kematian kakaknya, sekaligus mengabdi pada Republik. Namun, kenyataan berkata lain saat June dan Day saling jatuh cinta. Bagaimana hubungan keduanya berlanjut? Dan apakah yang akan dilakukan June untuk menghadapi intrik dengan Day serta negaranya?

“Penuh ketegangan dan adegan-adegan laga yang sesuai untuk semua jenis pembaca.”
Los Angeles Times
“Petualangan filmis dengan tokoh-tokoh yang menarik dan menawan.”
Kirkus Reviews

 

Review

Gila deh, gw baca ulang dan makin baper menjadi-jadi.. Marie Lu emang paling jawara mengaduk-aduk perasaan pembaca.

Novel Legend mengisahkan bagaimana Daniel Altan Wing atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Day harus hidup sebagai buronan selama bertahun-tahun dan menangung ketidakadilan selama hidupnya. Namun hal ini justru menjadikannya sebagai orang yang memiliki kepedulian sangat tinggi.

Melalui caranya ia berusaha untuk membantu rakyat miskin, walau itu artinya ia harus melawan pemerintahan yaitu Republik Amerika. Hal inilah yang menjadikan Day seorang Kriminal. Namun belum satupun militer republik yang berhasil menangkap Day.

Di sisi lain, June Iparis, salah satu kalangan elite pemerintah, yang berhasil melewati ujian dengan nilai sempurna, dan siap untuk menjadi agen militer selanjutnya mengikuti jejak kakaknya Metias Iparis harus menerima kenyataan pahit, bahwa sang kakak terbunuh oleh salah satu buronan yang paling dicari di seantero republik, Day. Semenjak itu, June bertekad untuk memburu kemanapun Day pergi dan membalaskan dendam atas kematian sang kakak.

“I Will hunt you down. I will scour the streets of Los Angeles For You”

Legend ber-setting di tahun 2130, disini kita sudah tidak melihat lagi Amerika dalam keadaan utuh, diceritakan bahwa saat itu Amerika telah terbagi dua yaitu Republik dan Koloni dimana keduanya terus menerus berseteru. Dari sini kita bisa melihat ya, bahwa Legend mengambil team Dystopia, dengan kehancuran dimasa yang akan datang. Cukup menarik menurut gw, gw jadi ngebayangin kalau amerika kebagi dua kayak gini. Uhmmm…

yang paling gw suka adalah world building yang dibangun oleh marie lu sedari awal ini sangat baik, bagaimana ia menceritakan keadaan amerika, dengan segala kondisi pemerintahannya. Kita akan dibuat membayangkan perbedaan antara Republik dan Koloni yang begitu signifikan, dimana yang satu adalah pemerintahan sosialis dan yang satu pemerintahan kapitalis. Bukan novel dystopia namanya apabila tidak menggunakan isu wabah penyakit, demikian halnya di novel legend ini, selain bumbu tentang perjuangan dan pemerintahan yang berat sebelah, wabah penyakit yang digunakan sebagai senjata biologis. Semua keadaan dikisahkan dengan begitu natural dan senyata mungkin. Marie lu juga berusaha dengan baik mengambarkan perbedaan kondisi kaya dan miskin dengan sangat baik.

Marie Lu mengambil dua pov utama yang berasal dari Day dan June, sehingga kita bisa merasakan perbedaan pemikiran yang cukup signifikan. Dari pemikiran tersebut, kita juga akan melihat pengembangan karakter yang sangat baik.

Walau ini tema dystopia, tapi layaknya novel young adult lain, kita masih akan disuguhi oleh bumbu-bumbu cinta remaja antara keduanya, dan ini, sweet banget sik, walau ya apabila gw berpikir secara logis, cinta yang begitu cepat antara anak berusia 15 tahun ini agak kurang make sense, tapi karena ini Day dan June jadi gapapa.

Selain kisah perjuangan dan percintaan, yang menjadikan novel ini begitu menarik adalah bagaimana kisah keluarga juga diangkat menjadi salah satu faktor sentral bagi kedua tokoh utama. Diawal gw sempat menyebutkan tentang Metias Iparis kakak June, tapi dari sisi Day pun ia memiliki keluarga yang akan menjadi alasan Day untuk balas dendam, yaitu sang ibu, kakaknya John dan adiknya Eden. Hal ini yang membuat gw terenyuh dan ga sadar membuat air mata gw bermunculan.

Gw suka banget sama gaya penulisan marie lu yang sederhana namun menusuk, alur dan plot nya dituliskan dengan begitu cantik, deskripsinya pun tidak menyulitkan, benar-benar membuat kita paham mau kemana arah kisahnya.

Dan Day adalah salah satu karakter novel terbaik yang pernah gw baca, gw suka banget sama sifat dan kepedulian Day, tapi bukan berarti dia selalu kuat, nggak, justru Day tanpa malu memperlihatkan kalau dia juga punya titik lemah.

“Each day means a new twenty-four hours. Each day means everything’s possible again. You live in the moment, you die in the moment, you take it all one day at a time.”

Yang pasti Legend adalah salah satu novel dystopia terbaik yang pernah gw baca.

oh ya, setelah baca ulang, gw jadi punya fancast sendiri nih…  Menurut gw Remy Hii (yang main di spiderman far from home + crazy rich asian) cocok jadi sosok Anden yang berkarisma, terus Mackenyu Arata jadi DAY!!!  duh dia tu japanese tp jago banget bahasa inggris, dan cantik *eh , yang terakhir Barbara Palvin (Victoria Secret Model) cocok jadi June Iparis.. cantik banget!

 

 

 Nah kalau Fancast kalian siapa?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s