Review Film : The Perfect Husband , Dimas Anggara & Amanda Rawless

2

Kamis 5 April kemarin, gw berkesempatan untuk hadir di Gala Premier salah satu film yang gw tunggu, yaitu The Perfect Husband yang “Ide” cerita nya diambil dari Novel Wattpad yang ditulis oleh Indah Riyana.. oh ya kenapa gw bilang “Ide” nya… ? nanti kita bahas…

Sinopsis

Ayla (Amanda Rawless) seorang remaja SMA yang hidup dengan sang Ayah (Slamet Rahardjo). Sesuai umurnya Ayla hidup dengan gaya nya cuek dan terkesan bebas. Ia memiliki seorang pacar anak Band yang bernama Ando (Maxime Bouttier) .

Suatu hari, Ayla tak sengaja menabrak mobil seorang pria, yang kemudian ia kenal sebagai Arsen (Dimas Anggara). Pada hari pertemuan mereka, Arsen mengaku sebagai Calon Suami nya. Ayla terkejut dan tak terima, lalu ia berusaha dengan segala cara untuk menggagalkan rencana perjodohan tersebut. Lalu apakah Arsen akan menyerah? Atau justru Ayla yang akan menyerah?

IMG20180405184144

Review

Percaya ga percaya, mungkin gw salah satu dari sekian banyak orang yang secara ga sengaja nonton teaser trailer film ini,, dan langsung suka, ampe langsung baca novel nya terus berniat nonton filmnya hahaha . oh ya buat yang mau baca review novelnya bisa disini ya….Book Review : The Perfect Husband by Indah Riyana

Alhamdulillah, beberapa hari kemarin gw ikutan kuis yang diadain oleh Loveable dan menang tiket premier plus novel The Perfect Husband Premium edition! Yiha… ga pake pikir panjang gw langsung dating deh ke gala premiernya.. dan karena dapet tiket tambahan dari Mba Muthia Esfand, gw pun langsung ngajak Ulya buat ikutan nonton , eh ga sangka ternyata doi suka Dimas Anggara XDDD jadi pas lah ya gw ngajak diaa….

IMG20180407171635

Oh seperti gw cerita diatas,,, gw sukaa sama trailer nya! Kenapa.. (walau gw bukan fans nya Dimas Anggara) tapi entah kenapa.. Dimas di trailer itu KEREN PARAH,,, apalagi pas pake baju pilot gitu yekan,, dan trailernya asik banget,, lagunya juga mendukung jadi kesannya film nya ceria..

***

 

IMG_20180407_181257

So… bagaimana dengan film The Perfect Husband ini?

DUDE… GW SUKA BANGET!!! PARAH!

Gw ga expect apa apa ya pas nonton,, tapi ternyata puas banget!!!! Buat kamu para pecinta novelnya, jangan heran deh kalau Film ini BEDA TOTAL dari Novelnya.. tapi entah kenapa malah Bagus… walau gw juga suka novelnya.. tapi di film, ceritanya lebih rapih,, lebih fun! (buat yang mau tau kayak apa perbedaannya,,, nanti ada dibawah ya)

Film The Perfect Husband ini Fun banget! Banyak banget adegan-adegan dan dialog-dialog lucu yang membuat seisi studio ketawa. Padahal simple banget sih, tapi ngena. Kisahnya tu pas. Walau sebenarnya konsepnya sederhana, Perjodohan. Tapi entah kenapa, dibuat sedemikian rupa jadi fresh nan fun.

Film ini ga semata-mata tentang sebuah percintaan antara pria dan wanita. Namun lebih dari itu, ada makna kasih sayang keluarga disana. Itu yang buat film ini istimewa. Kenapa istimewa? Om Slamet Rahardjo mampu membuat kita terenyuh dengan karakternya.. apalagi dari segi akting ga usah dipertanyakan lah ya.. kece banget! Sukses banget deh om Slamet jadi Scene Stealer disini.

Dimas Anggara? Astaga JAWARA Banget asli!!!!!!!! Gilak yaa… gw pikir dia bakal cool gimana gitu,, ternyata nggak.. akting nya sebagai Arsen tuh Natural banget,, kiyut dan gemesin! Bikin gw sama temen gw heboh pukul2an setiap Dimas senyam senyum minta dicubit #eh oke gw jatuh cinta sama Akting dia disini.

Amanda Rawless? Ah gw suka akting dia disini, waktu di Dear Nathan,, akting dia tuh biasa aja kurang hidup.. tapi sebagai Ayla, entah kenapa dia bisa jadi satu dengan karakter yang dimainkannya. Dia bisa jadi anak yang super ngeselin sekaligus bikin terenyuh.

Dan Duo Dimas plus Amanda menjadi kunci disini, chemistry mereka cukup oke!

Yang bikin minus justru sosok Aldo yang diperankan oleh Maxime , maaf banget tapi entah kenapa aktingnya kurang dapet.. sayang banget..

Selain hal diatas, kekuatan film ini juga ada pada pemeran pendukungnya… sosok Dita dan Eza kakak dan ipar Ayla atau bahkan Ayah dan Ibu Arsen sendiri membuat film ini jadi semakin baik.

Gw suka bagaimana pengembangan karakter, inti kisah cerita dan pesan moril disampaikan dengan pas, tidak berlebihan. Keluar dari bioskop pun saya bisa tersenyum bahagia.. semoga nanti ada kesempatan untuk menyaksikan film nya lagi ya… hehehehe

 

 

 

———————————————Perbedaan antara Novel dan Film———————————-

———————————————- SPOILER ALERT———————————————————

———————————————- Jangan dibaca kalau ga suka spoiler——————————

  1. Novel THB itu lebih mellow, agak sedih, tapi Filmnya FUN! Lawak banget deh,,,
  2. Novel THB dan Film nya itu… VICE Versa.. kebalikan banget
  3. Kalau di Novel Arsen lah anak Yatim Piatu, tapi di Film Justru Ayla yang seorang Piatu. Tapi hal ini merupakah kelebihan kisah ini sih jadi lebih make sense
  4. Alasan kenapa Arsen mau dijodohin pun ga maksa, kalau di novel gw ngerasa, apa sik, padahal Cuma beberapa tahun, masa Ayla udah lupa.. gitu. Tapi di Film nggak, dan gw suka!
  5. Kalau di Novel, kakaknya Ayla itu cowok, tapi di Film malah cewek, Mba Dita.
  6. Kalau kita kenal Arsen yang cool di Novel, tapi di Film Arsen nya lebih lucu.. ekspresi Dimas Anggara parah sik! Gemeshable banget.. suka banget setiap dia senyum2 nahan ketawa
  7. Sosok Ando lebih masuk akal di film ga maksa kayak di novel yang ternyata dia suami orang, apaan gitu kan
  8. Ayla nya ga sengeselin di Novel, lebih nyenengin di Film, karena Alasan di Film itu jelas,,,
  9. Kalau di Novel kan Ayla nya anak kuliahan, tp di Film anak SMA, jadi lebih make sense kenapa Ayla manggil Arsen om tua. Karena emang toh umurnya jauh ya
  10. Dan di Film kisahnya Cuma ditutup sampe pas mereka menikah hehe

 

Advertisements

Review #FilmArini #Arini Masih Ada Kereta yang Akan Lewat

2

Tanggal 5 April 2018 merupakan salah satu hari yang saya tunggu, apalagi kalau bukan karena Film Arini Masih Ada Kereta yang Lewat akhirnya tayang….. yeay! Walaupun akhirnya baru bisa nonton film ini di hari kedua penayangannya juga sih,, hihihihi

Kenapa saya nunggu film ini? jawabannya udah jelas kali ya.. karena Ada Morgan Oey XDDD film Arini ini merupakan film ke 10 morgan dalam kurun waktu 4 tahun, pencapaian yang cukup baik. Film yang saya tunggu untuk mengobati rasa rindu juga… *cieeee

Baiklah ga usah banyak cakap.. daripada saya kelamaan nulis terus malah jadi laper,,

152281126116028_700x394

Sinopsis

Pertemuan Nick dengan Arini di sebuah Kereta ternyata meninggalkan sebuah rasa yang mendalam. Sosok Nick yang bebas tak mampu lepas dari sosok Arini yang dewasa. Perbedaan umur yang cukup jauh dan sikap dingin Arini nyatanya tak membuat Nick menyerah.

Memori kelam masa lalu yang menghantui membuat Arini enggan untuk membuka diri. Lalu apakah keteguhan Nick mampu mengobati luka dan membuka lembar baru di hidup Arini?

ARINI-poster-411x600

Review

Saat pertama tau Morgan akan main di Film Arini, saya pun mulai mencari tau, mengenai film ini. Ternyata Film ini merupakan Remake dari sebuah film yang diperankan oleh Rano Karno, Widyawati dan Sophan Sophian. Sebuah film yang sangat sukses di masanya. Film ini ternyata adalah adaptasi novel yang ditulis oleh Mira W dengan Judul, Masih ada Kereta yang Lewat.

Saya pun langsung membaca novel tersebut (review ada disini Book Review : Masih Ada Kereta yang Akan Lewat, Arini by : Mira W ) dan langsung jatuh hati. Saya pun bertanya-tanya, akan seperti apa Film remake ini. apakah akan mengulang kesuksesan yang sama? Atau tidak?

Pertama kali teaser Trailer keluar… saya pun kembali jatuh cinta…  sosok Nick yang urakan ditambah dengan Arini yang elegan membuat rasa penasaran saya muncul.

Tak lama, Trailer Film pun rilis.. dan wow…. Pemandangan indah yang ada di Jerman,, soundtrack yang apik… membuat trailer ini ditonton oleh jutaan viewers di channel Falcon.. saya pun takjub,, dan berharap.. film ini akan mencapai kesuksesan yang serupa dengan pendahulunya.. banyak pula komen positif mengenai trailer ini…

Kemudian, akhirnya film ini rilis,,, dan saya baru bisa menyaksikan pada hari kedua penayangan.. mohon maaf! Lalu seperti apakah filmnya? Saya akan mencoba untuk berkomentar secara apa adanya, menurut pendapat saya pribadi hehehe

***

152281124058885_700x394

Film ini dibuka dengan adegan pertemuan Nick dan Arini disebuah kereta. Adegan yang cukup manis menurut saya.. saya suka bagaimana Naturalnya Morgan disini… yang membuat saya takjub, bahwa sebagian besar scene yang ada di Jerman, menggunakan Bahasa Inggris! Dan Morgan serta Aura Nampak tak canggung untuk mengucapkannya.. (Oh ya di bioskop tempat saya menonton, full filmnya ada teks Inggris hehehe kece ya)

Setelah adegan pertemuan itu.. kita akan diajak berputar di kisah seorang Arini dengan alur maju mundur nya… kita akan dibawa ke belasan tahun silam dimana, memori buruk dan luka yang dialami oleh Arini berasal. Kemudian kita akan diajak untuk kembali ke masa kini untuk menghadapi kisah baru antara Arini dan Nick.. adegan maju mundur ini begitu banyak, namun sayang kurang mampu mengeksekusi detail dan inti cerita dengan baik.

Jika boleh membandingkan dengan novel, kisah masa lalu arini diceritakan dengan begitu kuat. Sehingga pembaca akan paham dan mampu bersimpati terhadap apa yang dihadapi seorang Arini, namun didalam film, kisah masa lalu ini hanya seperti tempelan biasa, kurang kuat, fokus cerita justru berada pada Arini dan Nick di masa kini (dimana saya bahagia karena banyak nick)

Sinematografi nya luar biasa bagus! Saya suka.. cantik! Baik itu adegan di Jerman ataupun di Jogjakarta (dimana saya bingung kenapa tidak di Jakarta seperti novelnya). Namun ada adegan ketika Arini kembali ke apartemennya di Jerman, kameranya terlihat seperti bergoyang… apa ini memang style yang diinginkan ya? Entahlah saya tak paham. Yang pasti, dibalik semua itu, mata saya terobati dengan sinematografi yang indah.

Berbicara mengenai Scoring dan Soundtrack… wow… dari awal film di mulai, kedua hal ini cukup menyita perhatian saya. Scoring dan backsound nya begitu pas! Mampu membuat saya larut dalam kisah Nick dan Arini. Suara Morgan di Do You Really Love Me, Duet dengan Claresta di Mencintaimu dan bahkan suara Claresta di Kaulah segalanya begitu mencuri perhatian,, walaupun ini merupakan lagu remake, tapi aransemen nya kece!!!!

 

Sementara dari segi akting, Morgan lagi-lagi mampu menghidupkan sosok Nick yang bebas, ceria, manja , lucu dan pantang menyerah. Morgan seolah tanpa usaha menjadi Nick di film ini. Morgan adalah Nick dan Nick adalah Morgan, mereka Nampak begitu satu.. dari segi mimik, bahkan gerak gerik nya begitu pas! Saya dibuat senyum dan tertawa dengan tingkah polah Nick, dan kagum karena keteguhan hati nya. You DID A GREAT JOB Gan! I’m so proud of youuuuu!

Bagaimana dengan Aura Kasih? Wah,,, ini film pertamanya yang saya tonton,, dan saya sangat kagum pada perjuangannya untuk memerankan sosok Arini… aktingnya patut diacungi jempol.. gerak gerik dan mimik wajahnya mampu merepresentasikan sosok Arini dengan baik. Bahkan ada beberapa adegan yang membuat saya ikut merasakan apa yang ia rasakan.. Namun sayang, sosok Aura Kasih yang sesungguhnya, belum mampu mencerminkan wanita berusia 39 tahun secara Fisik.. Aura masih Nampak seperti wanita di akhir usia 20 an,,,

Hal ini menyebabkan perbedaan umur belasan tahun yang selalu mereka gembar gembor kan Nampak tak sesuai… karena ya,,, secara fisik tidak terlalu terlihat. Kemudian bagaimana dari segi Chemistry? Ada beberapa scene yang menampakan Chemistry manis di antara mereka,, namun ada beberapa scene yang tak mencerminkan kisah yang cukup kuat diantara mereka.. sayang sih.. padahal biasanya Morgan jago untuk yang satu ini, saya rindu dengan tatapan penuh cinta Morgan kepada lawan mainnya seperti yang kita lihat di Assalamualaikum Beijing atau Love Sparks in Korea..

Mungkin karena kekuatan kisah dan skrip yang memang kurang mendukung? Entahlah..

walaupun jujur, perlakuan Nick kepada Arini tetaaaapppp membuat saya iri! Dan juga Baper XDDDDDD

Kemampuan akting yang baik dari Morgan dan Aura tidak didukung oleh akting dari pemeran pendukungnya… sebenarnya hal ini sudah saya liat sejak menonton trailernya… tapi saya masih berusaha untuk positif..  sosok Haydar  dan Olga Lidya kurang mampu memerankan sosok Helmy dan Ira dengan baik, padahal mereka juga kunci utama dari kisah seorang arini.. huhuhu sayang banget padahal Morgan dan Aura udah bagus…

Namun,,, Film Arini tetap lah sebuah Film yang Manis dan wajib di tonton di BIOSKOP… apabila sosok Dilan di Dilan 1990 mampu mengobrak abrik hati para tante… sekarang adalagi NICK yang juga mampu membuat hati tante gemas dan girang…

Belum lagi banyak banget dialog-dialog yang QUOTEABLE banget deh,, bikin semeriwing pas dengernya hehehe

Yang terakhir Saya berharap Ismail Basbeth juga akan menggarap sekuel Arini yang berjudul Biarkan Kereta itu Lewat, Arini! Karena,, dude,, kita bakal tau sosok Nick lebih dalam! Hehehe

 

Review Film ala ala : Dilan 1990

9

Assalamualaikum, Jangan? dijitak ibu-ibu se-RT

Baiklah… gw kali ini mau menumpahkan segala perasaan sebelum dan setelah gw nonton film yang lagi Hitz di Jagat Raya Perfilman Indonesia AMPE NGALAHIN THE DEATH CURE BRAIII yak apalagi kalau bukan Dilan 1990, sebuah film yang diadaptasi dari Novel berjudul sama karangan Surayah Pidi Baiq. Dalam waktu 10 hari, film ini berhasil meraup 3 juta penonton.. ck! Gw ga heran kalau nanti Dilan 1990 bakal masuk ke jajaran 5 besar film indonesia yang paling banyak ditonton sepanjang masa. Oh ya, kemungkinan besar gw bakal cerita sambil Spoiler, jadi buat yang nggak kuat silahkan close tab aja ya.. jangan salahin Iqbaal.. eh gw…

falconpictures____BdmuXOxn7mg___

iri kan? iri kan?

Sebenarnya apa sih, yang ngebuat film ini jadi booming banget? Gw bisa memberikan sedikit analisis sotoy.

Penonton film ini tergolong kedalam 4 bagian :

  • Para Militan penggemar Novel Dilan dan Pidi Baiq
  • Para Militan penggemar IQBAAL DHIAFAKHRI RAMADHAN (gw termasuk yang ini, walau ga militan)
  • Para nitijen yang bingung bin kepo kenapa ni film yang dulu digunjing dan dinyinyirin Castnya, jadi ramai dibicarakan hingga akhirnya iseng ikutan nonton
  • Para teman-teman, pacar dan keluarga yang berbaik hati nemenin teman, pacar dan saudaranya buat nonton #eh
Foto Iqbal Coboy Junior

tenang dek iqbaal..Umur kita cuma beda 10 tahun kok

Kenapa bisa digolongkan seperti itu? Begini ceritanya…

Buku Dilan yang saat ini telah rilis kedalam tiga sekuel , Dilan 1990, Dilan 1991 dan Milea : The Voice From Dilan, merupakan salah satu buku yang begitu digemari oleh khalayak ramai.. gw dulu juga sempet bingung, kenapa sih orang-orang heboh dilan , dilan.. apa sih hebatnya? Apa sih bagusnya?

Alhasil tahun 2015 silam, pas banget lagi ada diskonan 50% gramedia, gw pun beli 2 buku pertamanya (karena buku terakhir memang baru rilis di 2016 yang gw beli juga pas lagi diskon, emang gw anaknya diskonan banget,,,) tapi sayang sekali, kedua buku pertama ini sama sekali tidak memberikan efek apapun di dalam diri gw… gw bahkan cenderung ga suka dan merasa cerita seperti ini biasa dan sudah cukup banyak beredar dipasaran. Yang benar-benar membuat gw ga suka adalah gaya penulisan dan tingkat kegombalan Dilan yang ngebuat gw pengen nutup muka saking malunya. Tapi yah,, mungkin masalah selera…. Untuk buku ketiga, gw memberikan penilaian lain, gw jauh lebih suka sama buku Milea ini.

Nah, balik lagi… berbasiskan fans buku yang cukup militan ini, saat tahun lalu pertama kali diumumkan bahwa buku ini akan di film kan, mulailah timbul perpecahan, dan masyarakat Indonesia terbagi kedalam 4 bagian :

  • Fans buku yang GA SUKA bukunya di Film kan, apalagi yang Main IQBAAL ANAK BOYBAND
  • Fans buku yang bahagia bukunya di Film kan, jadi pasrah aja sama keputusan Surayah
  • Fans Iqbaal yang tersyulut sama nyinyiran Nitijen dan Fans Buku yang ngehina Iqbaal (gw ada disini)
  • Masyarakat Indonesia yang tak tahu apa-apa dan hanya bisa terdiam membaca timeline
maxresdefault

membuatku tersyulut

Gw masih inget jelas, betapa kesalnya gw membaca Timeline terus banyak orang yang nyinyirin Iqbaal yang terpilih untuk memerankan sosok Dilan, Idola mereka itu. Banyak Nitijen kurang budiman yang underestimate sama sosok iqbaal dan menyudutkan tanpa bukti bahwa sosok anak boyband nan manis nan soleh itu ga bisa akting, apalagi memerankan sosok Dilan yang badboy nan puitis itu.

Disitu gw tersyulut, bukan apa-apa ya,, memang imajinasi orang berbeda, itu HAK KALIAN… tapi yang saya ga suka adalah, ketika mereka Meremehkan AKTING IQBAAL, padahal kalian BELUM MENONTON SATUPUN FILM NYA! Sana kelaut aje!

KZL BAT…

Padahal gw juga baru nonton satu sih filmnya, tapi itu film terakhir Iqbaal bersama CJR (ADA CINTA DI SMA) dan disitu Iqbaal berperan jadi bad boy kok… makanya gw tuh asa pengen teriak ke Nitijen… KZL brai… kalau lo da nonton lo nyinyir gapapa deh, lah ini, belum nonton aje trus nyinyir macem-macem minta diulek bareng sambel nya ayam geprek aje…

Saat itu, gw berharap Iqbaal bisa membuktikan ke seluruh Nitijen kurang budiman itu, bahwa ia bisa menjadi Dilan semua orang… biar tu para Nitijen bisa menjilat ludahnya sendiri Jahat . maap kakak emosi.

FILM-DILAN-1990-001

Niscaya,,, saya ada dibelakang motor itu,,, namun di crop… *delusi

Nah, 25 Januari 2018 saat film ini tayang perdana, gw ga bisa langsung nonton, maapin ya dek,,, tadinya mau nonton tanggal 28 nya, tapi apa daya, keabisan tiket brai,,, gw ga sangka sih, Bioskop di Jakarta layarnya penuh sama film ini, alhasil karena sedih belum bisa nonton, gw bacain deh review-review Nitijen mengenai film ini, dan betapa shock nya gw… HAMPIR SEMUANYA MEMUJI FILM INI. Memuji akting Iqbaal dan Vanesha,,, dan bahkan ga sedikit dari mereka yang MEMINTA MAAF dan mengaku bersalah telah Underestimate ke Iqbaal (gw ga boong ya, kalian baca aja sendiri)

falconpictures____Bd6y66nnX6Y___

cieeee yang dari benci jadi cinta

Dari situ kakak bangga sama dek Iqbaal T____T terus jadi sedih karena belum bisa nonton.. maap ya dek…

Alhamdulillah disela sela kesibukan, akhirnya gw bisa nonton film ini hari Kamis kemarin.. dan ….. menurut gw,,,,

20180201_150850

iya.. gw nonton sendiri

Secara keseluruhan, Film Dilan mampu mengeksekusi isi cerita di Novel dengan Baik.. Banyak dialog2 yang sama dengan buku… Termasuk dialog yang membuat “bulu kuduk gw mencuat2 (?)” karena saking cheesy nya ….

Walau sempat tak suka dengan make up Vanesha saat presscon (eh) ternyata akting debut Vanesha di Dilan terbilang cukup baik… Natural banget malah.. gw saluut banget sama doi, ga nyangka brai ini film pertamanya. Vanesha tu kayak Milea banget deh,,, cantik pula yakan, jadi ga sabar gw nonton film dia sama adipati (Teman Tapi Menikah) yang akan tayang bulan depan,, sebenarnya cukup disayangkan sih, kenapa terlalu berdekatan dengan waktu tayang Dilan……

dilanku___Bem6ixHFJ8n___

Telepon jadul menjadi saksi cinta antara Dilan dan Milea

Dan Iqbaal? Ia membuktikan Pidi Baiq tidak salah menilai kemampuan aktingnya dan sempat ikut berjuang melawan nyinyiran Nitijen.

Walau Jujur.. Di awal film, akting Iqbaal masih terasa kaku.. Ia terlihat berusaha mencari celah untuk memerankan Dilan dengan sempurna.. Namun makin lama.. Aktingnya terlihat natural.. Ditambah ekspresi (minta ditaboknya) wajahnya terbilang cukup mumpuni..

dilanku___BetuNEwlJtL___

salah satu adegan paporit ni,,,

YA ALLAH DEK IQBAAL KENAPA GANTENG AMAT SIK!!!! Di beberapa adegan gw ampe nutup muka pake kerudung saking leleh dan malunya *eh

Akting iqbaal di film dilan bahkan mengalami peningkatan dibandingkan film sebelumnya.. Iqbal berhasil memerankan Dilan si lelaki cheesy (?) hingga Dilan sang panglima perang (?) Ekspresi yang paling saya suka adalah ketika Disa berbicara di hadapan Dilan saat Milea berkunjung.. NATURAL SANGAT!

Mata dan senyumnya Iqbaal itu terlihat begitu hidup. Makanya wajar deh mulai dari abg ampe tante-tante diluar sana jadi menggilai Iqbaal wkwkwkwk…

Yang perlu diperbaiki dari akting iqbaal adalah Cara berbicara (?) atau pronounce nya ya. Ada beberapa adegan dimana kata2 yang iqbaal ucapkan tidak terlalu jelas. Menurut saya , aktor yang baik adalah ketika berakting dan berbicara secepat apapun namun bisa mengucapkan setiap dialognya dengan “tepat”. Sementara di beberapa adegan..Iqbaal kayak lagi ngegeranyem (?)

falconpictures____BdZ8WVPH-Km___

yang ga kuat liatnya,,, boleh kibarkan bendera…

Chemistry antara Vanesha dan Iqbaal tuh dapet parah astagaaaaa… gemesh sendiri gw ngeliatnya,,, huhuhu mereka cocok banget gitu,,, dengan Dilan yang tukang gombal ke Milea, dan Milea yang Dilan sentris (?) banget.. cocok!

iqbaal.e___BX0MmTUARg9___

panglima tempur nya capa nih..

I Know muka Iqbaal tu imut banget, jadi banyak orang yang worry pas dia jadi Bad Guy dan adegan berantem, tapi ternyata Iqbaal bisa kok mengeksekusi adegan itu,,, ^^

Akting pemeran pendukungnya cukup oke.. not so good but not so bad…

Ada beberapa bagian cerita di Buku yang kurang di eksplore, salah satunya pas kang adi. Jadi agak bingung kalau di film, ujug2 ada sosok kang Adi, kalau di Buku kan jelas diceritain seperti apa.

Sementara, sisi negatif dari film ini, yang sampai membuat gw mengerutkan kening adalah..

Adegan saat Bunda dan Milea didalam mobil… ASTAGA CGI NYAAA.. HARUS BANGET KELIATAN BOONGNYA? pengen nangis liatnya huhu.. sayang banget sik,

Terus agak gengges liat “Alis” nya Milea.. Harus banget rapih #eh kayak dibentuk ala ala zaman sekarang.. Plus lipsticknya agak menor walau berusaha dibuat “pink” tapi tetep berlebihan sangat..Yang paling malesin liat make up temen2 milea yang agak berlebihan.. Apa perasaan gw doank atau gimana deh.. Blush on wati agak lebeh? Dan adegan cocol obat merah (?) duh brai… Oles oles obat merah tp ko kayak ga keluar dan keliatan olesan obatnya huhu Cocol kapas doank sis?

Gw sih berpikir, dari segi outfit dan make up, film ini kurang mencerminkan tahun 1990,, yah walau gw emang baru umur 1 tahun saat itu, tapi entah gw ga nangkap jadul-jadulnya 90 di film ini, kecuali mungkin adegan telpon umum, jaket jeans / varsity dan motor nya itu…

Kesimpulannya.. gw suka2 aja sama film ini, dan bahkan lebih bisa tahan pada ke “Cheesy” an di film nya dibandingkan bukunya hehehe.. Ga dosa kan kalau bukan pens buku nya? Hehe

dilanku___BesSWC2FBZI___

chemistry nya ulalala… ampe cium tangan banget brai

Oh ya, dek Iqbaal juga ikut mengisi soundtrack di film ini loh…..

Menurut sang produser , Vanesha dan Iqbaal sudah dikontrak untuk 4 film : Dilan 1990, Dilan 1991, Milea dan Bundahara,,, YEAY! Film Dilan 1991 juga rencana akan rilis di Desember 2018 , syutingnya sendiri baru akan mulai di pertengahan Tahun, nunggu Dedek Iqbaal liburan cekoyah XDDD

Film-Dilan

naek motor sambil nenteng belanjaan aja tetep berasa romantis yeee

So,,, banyak yang berkomentar, Dilan Milea ini adalah Rangga Cinta di Jaman Milenial,,, bagaimana menurut anda?

Movie Review : The Maze Runner – The Death Cure

4

Disaat hujan turun membasahi bumi,, saya berusaha menguatkan hati untuk menulis review dari film ketiga sekaligus terakhir series The Maze Runner yang berjudul The Death Cure. Ditemani pula oleh backsound Original Soundtrack nya (baca : Scoring) yang lagi-lagi ditangani oleh John Paesano ini sukses membuat suasana menjadi semakin sendu,,, cieee…..

tumblr_p30kp4RZZ71smfh9io2_540

Sebenarnya, saya sudah menyaksikan film ini dari hari pertama penayangannya, Rabu 24 Januari 2018 namun saya tidak langsung menuliskan review nya karena menunggu sampai saya selesai Nonton Bareng Fandom The Maze Runner ID sabtu kemarin, ceritanya agar dapat mendalami saat menuliskan isi hati hehehe…

Oh iya, sama dengan review film The Scorch Trials sebelumnya,, kali ini review saya akan berisi unek-unek, curcolan sekaligus SPOILER ! jadi buat kalian yang tidak kuat… please langsung close tab saja.. daripada sedih….

Baiklah tidak butuh waktu lama lagi,,, yuk kita bahas…

 

DR6tOnBU8AAX4w4.jpg large

suka banget sama poster ini

Sinopsis

Melanjutkan akhir kisah sebelumnya, Thomas, Newt dan kawan-kawan berusaha untuk menyelamatkan Minho, Sonya, Aris yang ditangkap oleh WICKED. Usaha penyelamatan yang memakan waktu berbulan-bulan ini tidak bisa dibilang sukses karena Minho, yang berada di Gerbong lain, belum bisa mereka selamatkan.

Thomas pun memutuskan untuk pergi menyelamatkan Minho seorang diri, namun Newt dan Frypan dengan sigap membantu. Mereka bertiga pun pergi diam-diam dan berusaha menuju Markas WICKED (The Last City). Ditengah perjalanan, serangan para Crank membuat mereka nyaris mati. Beruntung Jorge dan Brenda datang tepat waktu untuk menyelamatkan mereka.

Thomas, Newt, Frypan, Brenda dan Jorge pun segera menuju The Last City. Namun saat berusaha untuk masuk kedalam kota tersebut, baku tembak antara petugas WICKED dan orang-orang diluar markas terjadi. Ditengah kericuhan itu, Mereka diculik (ditolong) oleh sekelompok orang bermasker, yang salah satunya adalah Gally.

Thomas, Newt dan Frypan terkejut melihat Gally masih hidup. Rupanya selama ini Gally hidup dengan para pemberontak yang berusaha untuk menghancurkan WICKED. Gally pun menawarkan bantuan terhadap Thomas untuk dapat masuk ke The Last City. Thomas menerima nya dengan timbal balik akan berusaha membantu para pemberontak untuk mendobrak keamanan WICKED.

Disisi lain, Minho yang berada di markas WICKED dijadikan kelinci percobaan untuk menemukan Cure dari virus Flare yang nyaris memusnahkan populasi manusia. Teresa yang bergabung kembali dengan WICKED berusaha untuk meyakinkan Minho. Namun rupanya tak semudah yang ia kira. Ditengah pembicaraan empat mata, Minho justru menyerang Teresa.

Lalu bagaimana cara Thomas untuk menyelamatkan Minho? Dan apakah Teresa berhasil menciptakan Cure untuk virus Flare?

4ac2f735-8419-4c89-910e-a9e6174f3017

Poster Ala Ketika Cinta Bertasbih

Review dan ungkapan isi hati

Film pertama dari The Maze Runner ini tayang pada bulan September tahun 2014 dan secara mengejutkan mampu mencuri perhatian tak hanya dari para pembaca nya namun juga para penikmat film pada umumnya. Beberapa penghargaan pun mereka dapatkan. Dengan budget hanya $34 million mereka mampu mendapatkan keuntungan sampai $348.3 million, cukup fantastis ya.

Film kedua yang berjudul The Scorch Trials tayang satu tahun kemudian yaitu di bulan September 2015. Secara pendapatan mungkin film ini terbilang menurun jika dibandingkan film pertamanya, yakni hanya $312.3 million padahal terdapat peningkatan budget menjadi $61 million. Yah walaupun terdapat penurunan, tapi film ini masih menjadi perhatian para penikmat film kok. Film ini tetap masuk ke dalam beberapa nominasi penghargaan walaupun hanya Dylan o Brien (Thomas) yang mampu membawa pulang award tersebut.

Tak butuh waktu lama bagi Wesball dan Fox untuk mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan series ini, mereka pun sangat pintar untuk tidak membuat film The Death Cure menjadi 2 bagian seperti pendahulunya, Harry Potter, The Hunger Games atau bahkan Divergent yang ternyata sangat tidak sukses.

Namun, ternyata proses produksi dari film The Death Cure ini penuh drama dan tidak semudah proses di film sebelumnya. Kenapa?

  • Kasus pengambilan artefak saat syuting The Scorch Trials

Dylan pernah mengungkapkan bahwa ia dan beberapa actor lain sempat mengambil beberapa artefak saat syuting scorch dan setelah itu beberapa dari mereka sakit, dan banyak juga fans yang mengeluarkan petisi untuk mengembalikan artefak itu. Tapi sepertinya menurut Dylan ia dan kawan-kawan telah mengembalikan artefak itu. Hal ini sempat disebut-sebut mempengaruhi jalannya syuting di film ketiga.

  • Kasus Kecelakaan Dylan Obrien saat syuting The Death Cure

Pada awalnya jadwal syuting untuk film ini dimulai pada bulan maret 2016, namun tak terduga Dylan mengalami kecelakaan di lokasi syuting. Dylan tertabrak mobil disebuah adegan dan harus dilarikan ke Rumah Sakit serta mengalami patah tulang (penasaran adegan yang mana). Alhasil syuting pun tertunda satu tahun dan baru dimulai kembali satu tahun kemudian.

  • Kehamilan Kaya

Tidak hanya kasus kecelakaan Dylan, tapi rasanya syuting The Death Cure pun menunggu hingga Kaya melahirkan di Des 2016.

Akhirnya, film yang harusnya tayang di akhir 2016 atau awal 2017 harus mundur hingga awal 2018. Lumayan ya menunggu 2 tahun lebih. Namun ternyata penantian ini terbayar nyaris sempurna. Wesball berhasil untuk menjadikan film ini jauh lebih bagus dari Novel nya.

17-maze-runner-the-death-cure.w1200.h630

Film ini langsung dimulai dengan adegan action. Baku tembak antar Thomas, Vince, Newt dengan petugas Wicked, kejar-kejaran antara Jorge, Brenda dengan Berg milik Wicked hingga adegan penyelamatan Gerbong Kereta yang diangkat menggunakan Berg milik Jorge. Kebayang donk, saya menonton ini di 4DX CGV GI, langsung deh kursi nya bergoyang kesana kemari,, seru! Saya memang sengaja untuk menonton film ini pertama kali di 4DX biar bisa surprise di setiap adegan. :p

IMG-20180124-WA0020

Seperti kita tahu ya, sejak di Film Kedua, sudah banyak perubahan terjadi, makanya saya penasaran akan seperti apa film ketiga ini. Bagi para pembaca Novelnya, pastilah kita was was karena akan ada dua orang yang harus……

Belum lagi Wesball sejak semula sudah berkicau bahwa “Siapapun yang harus mati dibuku, akan tetap mati” ia tidak akan mengubah hal itu…. Jadi sebelum film ini tayang saya sudah menyiapkan hati dan air mata saya. Supaya tidak terlalu kaget saat menonton di bioskop..

Tapi… ternyata… walaupun sudah membaca bukunya, saya tetap dibuat menangis sesenggukan. Walaupun sudah menonton untuk kedua kalinya namun tetap saja….

Anyway, saya sudah baca Novelnya dari awal 2014 jadi jujur agak lupa kalau harus membandingkan 1 demi 1 adegan di film dan buku.

Maze Runner: The Death Cure CR: Fox

Tapi yang pasti :

  • Right Arm yang harusnya ada di Buku ketiga dan tempat dimana Gally bergabung berubah menjadi “Pemberontak” karena kita tahu Right Arm telah dimunculkan di Film kedua, tempat dimana Team B bernaung.
  • Tim B tidak ikut berperan dalam misi penghancuran Wicked
  • Minho ditangkap , jelas ini tidak ada dibuku
  • Teresa berhasil menemukan Cure? Uhmmm seingat saya tidak ada di buku
  • Cure nya adalah Darah Thomas? Like seriously? Kayaknya tidak ada di buku
  • Di Buku Brenda dan Jorge adalah anggota WICKED, namun di Film sama sekali bukan
  • Brenda dan Thomas semakin dekat dan dekat dan dekat di Buku, hingga akhirnya Thomas jatuh cinta pada Brenda dan melupakan Teresa.. Namun di Film? ALHAMDULILLAH,,, hal itu tidak terjadi, Brenda tidak semenyebalkan seperti Brenda dibuku, harus saya akui dia agak Baddas di film, walau tetap ya tatapan mata nya tidak bohong kalau ia begitu mencintai Thomas, tapi ALHAMDULILLAH bertepuk sebelah tangan, karena THOMAS sangat MENCINTAI TERESA HAHAHAHA
  • Kita tahu Newt terserang Flare.. tapi kalau di buku entah kenapa terlihat lebih dramatis, karena hanya Thomas yang tahu, Newt sempat kabur seorang diri ke kumpulan para Crank dan berusaha mati disana, sementara Thomas mati-matian berusaha menolong Newt walau akhirnya dia mengabulkan permohonan Newt untuk menembaknya. Dan sampai akhir, TIDAK ADA SEORANG PUN YANG TAHU KEJADIAN ITU. Namun di FILM, sepertinya semua orang tahu, dan Newt Tidak menyembunyikan juga, walau tetap akhirnya Thomas lah yang membunuhnya secara tidak langsung.
  • Kalau di buku, Teresa benar-benar terlihat sebagai orang jahat, dan adegan kematian nya yang walaupun tetap dalam rangka menyelamatkan Thomas tapi terasa hampa, karena Thomas seakan tidak peduli… tapi di FILM. Dari adegan-adegan terakhir cukup banyak Thomas dan Teresa moment, Chemistry mereka cukup indah, bahkan sempat ada adegan ciuman dan sangat terlihat bahwa Thomas begitu mencintai Teresa.
  • Di buku rasanya tidak jelas WICKED is Good or Not. Tapi di Film, melalui Ava Paige dan Teresa terlihat lebih jelas kalau Wicked is a bit Good, paling tidak untuk ukuran mereka.
  • Ending di film cukup masuk akal dibandingkan saat di buku dimana mereka ke sebuah tempat antah berantah dengan menggunakan Flat Trans. Yah mungkin karena sejak awal tidak pernah disebutkan flat trans

maze-runner-3_2

Pada intinya… Wesball membuat The Death Cure ini menjadi cukup apik, banyak sekali adegan baku hantam. Cuma sayang menurut saya durasi 142 menit ini cukup panjang, disaat ada beberapa adegan yang harusnya bisa diringkas, dan saya menyesalkan ada adegan penting Alasan kenapa NEWT harus menolong Minho justru di Delete.. tapi syukurlah, Fox sudah mengeluarkan Deleted scene dari Adegan ini…

Pada film ketiga ini, Chemistry antara Thomas dan Newt dan persahabatan mereka dengan Minho sangat membuat saya terharu. Acting seluruh pemainnya juga sangat bagus, terutama DYLAN O’BRIEN. Astaga tidak heran kalau ia sering memenangkan penghargaan Best Actor.

mazerunnerdeathcure

Ada beberapa adegan dimana hanya dengan tatapan Thomas, baik itu Ke Newt, Minho atau Teresa mampu tersampaikan dengan baik. Apalagi saat di akhir film dimana Thomas menatap Minho, yang begitu mengartikan bahwa mereka kehilangan Newt. Ah…. Standing Applause untuk mu Dylan!

maxresdefault

DYLAN GANTENG BANGET YA ALLAH

Berbeda seperti di Novel, Minho tidak terlalu berperan banyak. Tapi aktingnya sebagai kelinci percobaan cukup apik. Cuma agak disayangkan, Kihong sebagai Minho agak gemuk dan Chubby ya di film ini, tidak seperti di series pertama yang aduhai.

KI-HONG-LEE-in-MAZE-RUNNER-THE-DEATH-CURE

Sementara Thomas Broddie Sangster sebagai Newt? Wow…. Acting dia sebagai pengidap Flare bahkan hingga menjadi seorang Crank, sangat bagus! Sejak awal dia mengetahui kalau teridap penyakit, saya sudah dibuat berkaca-kaca.

DKREoVtXoAAG1Ps

Tidak hanya dari segi acting, pengambilan gambar dan CGI nya juga cukup apik. Saya benar-benar salut dengan wesball. Scoring yang kembali dipercayakan ke John Paesano mampu menyatu dengan baik kedalam keseluruhan cerita, baik saat adegan action hingga Drama. Jadilah saya dibuat semakin berdebar dan sesenggukan.

Berbicara mengenai sesenggukan, sepertinya ¼ film terakhir saya benar-benar menangis hingga akhir hahaha.. Adegan ending nya cukup pamungkas ditutup oleh Surat dari Newt untuk Thomas. Fiuh,,, saya sudah tak mampu berkata-kata…

IMG_20180128_045556

Oh ya, berbicara kelemahan film ini, selain durasi cukup panjang dan ada beberapa adegan yang agak membosankan, ada beberapa hal yang menjadi catatan dan cukup bikin gemas kita semua… salah satunya..

Yakni,,

Kenapa Thomas tidak cepat menyadari kalau darahnya mampu menyelamatkan NEWT ? kenapa?

Tapi seperti kata Gally… NOBODY IS PERFECT… baiklah

Yang pasti, The Death Cure mampu mengukuhkan sebagai salah satu film adaptasi terbaik. Saya bangga menjadi salah satu penghuni Fandom ini. Terima kasih telah berhasil memberikan yang terbaik bagi kami para pembaca. Terima kasih telah menghidupkan sosok Thomas, Newt dan Minho secara nyata. Terima kasih telah membuat kami menangis dan tertawa bersama.. ah. Hanya dengan menuliskan ini, mata saya sudah berkaca-kaca.

Tak sabar ingin menyaksikan kembali film ini di IMAX. Sambil berdoa, Wesball dan FOX akan menggarap prequel The Kill Order dan The Fever Code.

IMG-20180127-WA0042

Kenang-Kenangan

WhatsApp Image 2018-01-28 at 19.37.51

Nobar! White Rose for NEWT and TERESA