Book Review : Nimona by Noelle Stevenson

0

Halooo… setelah sekian lama ga muncul untuk mereview buku, kali  ini saya kembaliiii… finally ya… seneng rasanya.. maklum kemarin sempet kena Reading Slump yang cukup hebat,, salah satunya karena kesel pas baca Caraval yang sampai sekarang belum selesai juga… fiuh,,, ya udah daripada ga maju-maju, akhirnya memutuskan untuk membaca Nimona terlebih dahulu… Alhamdulillah pelan-pelan reading slump nya sembuh..

Oke.. lanjut aja,, kali ini saya mau bahas sedikit Graphic Novel  (GrapNov) terbaru terbitan Penerbit Spring, yak.. dia adalah “Nimona”. GrapNov ini ditulis / digambar oleh Noelle Stevenson dan diterbitkan pertama kali pada tahun 2015. Awalnya saya excited banget loh, soalnya kan jarang banget ya ada graphic novel yang diterbitkan penerbit Indonesia. Paling mentok novel dengan illustrasi bergambar.. fiuh…

Sinopsis (Diambil dari Goodreads)

 WhatsApp Image 2017-08-01 at 14.12.51

Paperback, 272 pages

Published June 2017 by Penerbit Spring (first published May 12th 2015)

Original Title Nimona

ISBN139786026044358

Edition Language Indonesian

Nimona adalah seorang pengubah bentuk muda yang bisa berubah menjadi apa saja. Bersama dengan Lord Blackheart, mereka ingin membuktikan bahwa Sir Ambrosius Goldenloin dan Institusi Penegakan Hukum dan Kekesatriaan bukanlah pahlawan yang mereka pikirkan.

Namun, saat rencana-rencana kecil mereka berubah menjadi sebuah pertarungan sengit, Blackheart menyadari bahwa kekuatan Nimona sangat tidak stabil dan misterius, sama seperti masa lalu gadis itu. Dia juga harus menerima bahwa keliaran Nimona mungkin lebih berbahaya daripada yang dia pikirkan….

Review

Woah GrapNov Nimona ini cukup asik dibaca.. ceritanya menarik tentang seorang penjahat yang sebenarnya baik.. tentang sebuah loyalitas, kasih sayang dan persahabatan. Saya suka dengan alur nya yang cepat dan tidak bertele-tele, kayaknya ga butuh waktu lama untuk kalian menamatkan Grapnov ini.

Walaupun saya bilang asik dibaca ,,, tapi entah bagi saya Nimona tidak se Outstanding itu,, hanya sampai batas “Oke” saja hehehe…

Oh ya… jangan berharap ya kalian akan menemukan sebuah gambar layaknya Manga jepang ,, ga sama sekali. Gambar di Nimona ini cukup unik sih, dan gambarnya jauh banget sama komik2 di webtoon atau komik jepang dan korea XD tapi bukan berarti bikin sakit mata, ooh nggak ko,,, gambarnya justru unik.

Suka sih sama kualitas buku terbitan spring ini, jujur saya sempat waswas akan seperti apa grapnov nya, tapi ternyata nggak, kualitas kertas dan print an nya cukup oke

Saya cukup merekomendasikan grapnov ini untuk dibaca, lumayan loh mengisi waktu luang kalian ^^

Movie Review : Sweet 20 #Sweet20Movie #Sweet20

2

Assalamualaikum wr.wb. selamat hari raya idul fitri! Mohon Maaf lahir batin ya….

Anyway semalam saya nonton salah satu Film Indonesia yang baru tayang di lebaran kemarin, judulnya “Sweet 20”. Dikarenakan saya jatuh hati sama film ini, jadi saya iseng mau nulis sedikit review nya disini, walau sebelumnya udah bikin mini review di twitter sih.. tapi gapapa ya, saya bikin review lebih mendalam disini, hihi

 

17439073_1417548558301635_695877997231603712_n.jpg

Sweet 20 merupakan film adaptasi / remake dari Film Korea berjudul Miss Granny (2014). Miss Granny sendiri sangat sukses di pasaran korea saat itu dan mampu meraih 8.65 juta penonton loh… wow banget.. karena kesuksesan nya, Miss Granny diadaptasi secara resmi ke berbagai negara seperti, Jepang, Cina, Thailand, dll oleh CJ Entertainment bekerjasama dengan PH di masing-masing negara. Nah.. Alhamdulillah banget, Indonesia merupakan salah satu negara beruntung yang bisa ikut serta dalam proyek adaptasi ini.

Miss_Granny-p2

Miss Granny Ver Korea

Di Indonesia, Sweet 20 diperankan oleh jajaran aktor dan aktris yang sangat popular dimana aktingnya ga usah diragukan lagi … Sebut saja sang pemeran utama, Tatjana Saphira, Slamet Raharjo, Niniek L Karim, Morgan Oey, Lukman Sardi, Cut Mini, Kevin Julio, Alexa Key, Widyawati dan masih banyak lagi. Nah…jadi seperti apa film ini?

14134899_307200909641594_583760143_n.jpg

 

Sinopsis (Dikutip dari Wikipedia)

Fatmawati (Niniek L. Karim), nenek 70 tahun cerewet yang tinggal bersama putranya seorang dosen, Aditya (Lukman Sardi), menantu (Cut Mini), dan 2 orang cucu (Kevin Julio dan Alexa Key). Fatmawati selalu membanggakan Aditya, sampai suatu hari ia mengetahui akan dikirim ke panti jompo. Hal yang membuatnya sangat terpukul dan pergi dari rumah.

17438733_154994758355962_4324751077426593792_n.jpg

Di perjalanan ia melihat studio foto “Forever Young”, dan berniat mengambil foto untuk di pemakamannya kelak. Namun setelah berfoto Fatmawati berubah menjadi 50 tahun lebih muda, dan kembali berusia 20 tahun. Fatmawati pun memulai kehidupan yang baru dan mengganti namanya menjadi Mieke, seperti nama artis idolanya – Mieke Wijaya. Seiring berjalannya waktu, Mieke mendapat kesempatan untuk meraih mimpinya menjadi penyanyi, sesuatu yang tidak bisa dilakukannya pada saat muda dulu. Keunikan Mieke muda dengan gaya bicara dan seleranya yang masih seperti nenek 70 tahun, justru membuat 3 pria jatuh hati padanya, seorang produser musik (Morgan Oey), cucu laki-lakinya, dan Hamzah (Slamet Rahardjo) yang mencintainya sejak sama-sama muda dulu.

Hingga suatu peristiwa terjadi, yang membuat Mieke harus memilih untuk melanjutkan kehidupan barunya, atau kembali menjadi Fatmawati.

14073243_1270358546310146_1167970920_n.jpg

 

Review

Tahun lalu, pas saya tau morgan akan main disini saya langsung buru-buru nonton Miss Granny ver Korea dan sungguh memang Miss Granny ini kece berat… Ga heran deh kalau sampai jadi blockbuster movie di korea … 

Makanya saya jadi berekspektasi tinggi pada Film Sweet 20. Saya ga mau kualitas nya turun dibanding versi aslinya. 

Awalnya saya sempat skeptis sama Tatjana ketika tahu dia yang memerankan tokoh sang nenek. Karena ya, secara fisik tatjana ini beda sama aktris utama di ver korea. Saya juga sempat khawatir apakah tatjana bisa selepas itu memerankan “karakter” nenek yang cukup unik ini?

18096295_1756986817945380_2116579051907842048_n.jpg

Tapi rasanya kekhawatiran saya ini ga terbukti, ketika trailer demi trailer dirilis, saya sudah jatuh hati pada sosok Tatjana sebagai nenek fatma ditambah trailer film yang cukup menjanjikan makin membuat saya tidak sabar ingin menonton film ini di hari pertama penayangan nya..

Oleh karena itu, kemarin saya bela-belain kabur sehabis magrib untuk nonton sendirian di Lippo Mall Kramat Jati, yah maklum, sebelumnya pas premier / Nobar pertama saya belum berkesempatan nonton karena bentrok pas hari kerja T_________________T. Untunglah semalam masih dapat tiket nonton hehehe

20170625_184323

Oke…

SWEET 20, sangat memenuhi ekspektasi saya!

Film yang sangat layak untuk ditonton bersama keluarga ini sangat menghibur dan syarat akan humor tanpa sedikit pun mengurangi rasa haru dan pesan moral yang terkandung didalamnya. 

Film ini tak perlu humor murahan untuk membuat seisi bioskop tertawa terpingkal-pingkal. Dan tak perlu drama murahan untuk membuat mata berkaca-kaca. seluruh kisah dikemas secara pas dan tepat serta menyesuaikan dengan situasi dan problematika sebuah keluarga di Indonesia.

Jajaran aktor dan aktris seakan di pilih secara tepat untuk mengisi setiap peran yang ada. Tatjana Saphira secara sempurna sukses memerankan sosok nenek fatma saat muda. Kecantikan Tatjana sendiri sudah mampu membius penonton, ditambah akting natural dan total nya yang sungguh patut diacungi jempol. Tatjana bahkan mampu menyesuaikan gerak gerik dari Niniek L Karim, sosok Fatma ver tua, mulai dari cara jalan, gaya berbicara hingga intonasi suara. Keren!

Siapa bilang aktris muda tidak bisa beradu akting dengan jajaran aktor senior? Wah film ini sungguh membuktikan kalau itu salah. Melalui Sweet 20, kita dimanjakan dengan adu akting dari aktor-aktor muda dengan jajaran aktor kawakan yang nama besarnya ga usah diragukan lagi. Tatjana dan Slamet Raharjo misalnya, siapa sangka chemistry mereka juga “dapet” banget  dan tentunya menghibur.

Sebenarnya yang cukup buat saya terkaget-kaget adalah aktingnya Widyawati sebagai nenek rempong XD, sungguhan, dari kecil selalu lihat beliau sebagai aktris yang memerankan tokoh lemah lembut, dan disini?  Ahhhhhh beliau sukses bikin saya ketawa dan mesam-mesem karena geli sendiri XDDDD

Belum lagi ada sang Produser Alan yang diperankan oleh Morgan Oey <3. Duuuhhhh baru awal muncul aja udah bikin meleleh banget.. selalu deh, dari dulu saya selalu komen ya, kalau Morgan itu paling jawara akting lewat mata, ga perlu banyak kata, hanya dengan tatapan nya aja udah syarat sejuta makna, ini bukan bias ya, kalau emang ga bagus saya bakal bilang ga bagus kok XD

17437816_1409618245776007_5616398011354578944_n.jpg

Sweet 20 ini kayak sebuah Film pengobat kangen akan akting nya morgan, terakhir nonton kayaknya Melbourne ya (?) eh bukan deng.. Tapi Moon Cake Story XD, dan itu udah lama, makanya ngarep banget sama Sweet 20 ini. Walau kali ini, Morgan bukan karakter utama utama amat dengan “durasi” penampilan yang ga sepanjang film-film sebelumnya, tapi aktingnya sukes mencuri perhatian dan cukup apik dalam memerankan sosok Alan. Apalagi kalau melihat perjuangan Morgan yang harus menurunkan berat badan sampai segitu kurusnya hanya untuk memerankan sosok Alan. Ah… Morgan selalu total ❤

Selain bintang utama yang kece berat, para aktor pendukung dan figuran nya pun kece-kece loh XD Film ini benar-benar bertabur bintang deh hihi.. 

Nilai plus lain nya adalah Original Soundtrack nya yang bagusss. Banyak banget lagu-lagu lawas yang dinyanyikan ulang oleh Tatjana… eh Tatjana? Iyaaa Tatjana nyanyi loh disini… dia membuktikan dia berani untuk menyumbangkan suara nya juga hihihihi.. dan… not that bad lah.. suaranya cukup enak didengar… ^^

Dari semua itu, ada satu hal yang cukup menganggu buat saya dan menjadi nilai minus, yaitu adegan-adegan saat nenek Fatma muda / Mieke  bernyanyi. Yaaah saya tau kok kalau nyanyinya ga live dan harus lip sync, tapi seharusnya bisa dibikin lebih sempurna ya… karena banyak banget yang missed antara suara, lagu dan gerak gerik saat Mieke nyanyi. Sayang aja gitu, padahal udah bagus.

Jujur saya pengen banget liat Tatjana dan Morgan akting bareng lagi sebagai bintang utama, berasa kurang puas dan kurang di eksplore disini T_T

14145434_1782175925372327_2118010058_n.jpg

Oh ya… kemarin yang nonton di bioskop heboh banget, semua tuh pada ketawa-ketawa kenceng gitu di sepanjang film, dari awal sampai akhir… ah saya terharu #eh

Intinya… Film ini sangat cocok dan rekomen banget buat ditonton bareng keluarga.. sebuah film  yang sukses di adaptasi! jadi tunggu apalagi, ayo ajak keluarga dan teman-teman kalian buat ke bioskop nonton sweet 20 ini!

Ps : Saya nanti juga mau nonton lagi kok XDDD

Pss : Kalo ada Typo dimaafin ya… saya emang ratu typo XD


Update

Alhamdulillah jadi juga nonton kedua kali.. Kali ini nonton di bogor sekalian nobar..Dan demi apapun rame dan penuh parah.. 

Kocak banget pula liat reaksi penonton.. Pas bagian morgan yang cewek pada ber uwo uwo..Bagian tatjana giliran cowok yang beruwo uwo hahaha


———————————– Catatan dibawah ini Spoiler ya… jadi yang belum nonton dan anti spoiler mending jauh-jauh —————————————-

.

.

.

.

.

.

.

Mau bandingin sedikit sama versi korea nya.. hihihi

Sosok Morgan dengan sang produser ver korea, MIRIP BANGET sungguhan XDDDDDDDDDDDDDDDDDDD

Walau sosok Nenek Muda dan cucu nya agak beda secara fisik… 

Di Versi asli, saya sukses nangis-nangis di akhir film, sangat ga sangka sih bakal nangis u.u

Dan di ver Indonesia? Sama… saya nangis juga.. 

Tapi di beda adegan XD..

Kalau di ver korea saya nangis saat adegan nenek dan anaknya, plus saat nenek nya harus pisah sama sang produser, karena beneran BAPER BANGAT ELAH…

Tapi entah kenapa di ver Indonesia, saya Cuma nangis di bag Nenek dan Anak. Tapi di bagian Nenek dan Produser pas mereka pisah malah nggak..

“click” nya kurang dapat, padahal sebenernya bisa lebih di eksplore loh, harusnya adegan ini bikin terenyuh banget, karena kan sebenernya Alan dan Nenek beneran sama-sama suka banget.. ga Cuma cinta satu malam.. Tapi yah..Malah jadinya gitu aja…

atau mungkin saya ga nangis gara-gara di bioskop orang-orang malah pada ketawa? Jadi ga kebawa haru… XDDD

Suka banget sama humor di Sweet 20 dan yang paling jawara pas adegan nonton sinetron stripping, sungguhan!!! Itu Indonesia banget HAHAHAHA…  parah sik!

Sebenernya ga terlalu jauh beda ya ver korea dan Indonesia, karena jelas betul ver Indonesia ini semacam mencari aman, tapi jika harus menilai, ver korea nya lebih mengharukan ^^.. but overall dua-dua nya bagus ❤

 

Book Review The Sun is Also a Star by Nicola Yoon

0

Ga kerasa ya, hari ini sudah hari ke-9 berpuasa, udah nyaris sepertiga Ramadhan pertama! Gimana puasa kalian? Lancar kah? Kalau saya Alhamdulillah lancar,, semoga bisa full 1 bulan ya…. Oke, kali ini saya mau ngebahas sedikit salah satu novel karangan Nicola yoon yang beberapa waktu lalu diterjemahkan oleh penerbit spring… yak apalagi kalau bukan “The Sun is Also a Star”.

Novel ini merupakan karya kedua Nicola Yoon yang saya baca, sebelumnya saya sudah baca Everything-Everything yang sudah difilmkan tapi sayang ga jadi tayang di Indonesia! Dan sungguhan suka banget sama novel itu.. jadi ketika The Sun is Also a Star diterjemahkan, saya langsung excited, berharap novel ini se apik Everything-Everything…  so.. yuk kita intip sedikit…

Sinopsis

IMG_20170519_080827_146

Original Title The Sun Is Also a Star

Paperback, 484 pages

Published April 13th 2017 by Spring (first published November 1st 2016)

ISBN 6026044361 (ISBN13: 9786026044365)

Edition Language Indonesian

Setting New York City, New York (United States)

Literary Awards

Goodreads Choice Award Nominee for Young Adult Fiction (2016), Coretta Scott King/John Steptoe New Talent Author Award (2017), Michael L. Printz Honor (2017)

Natasha, gadis kelahiran Jamaica yang percaya pada Sains. Baginya Sains adalah segalanya. Ia tidak percaya pada Takdir.

Daniel, lelaki keturunan Korea yang sangat puitis dan percaya bahwa takdir itu ada.

Kedua remaja dengan perbedaan pandangan itu bertemu. Secara tak sengaja,,, atau mungkin disebut takdir? Pertemuan itu membuat Daniel jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Natasha, ia percaya, bahwa semesta dan takdir telah mempertemukan mereka. Ia percaya bahwa mereka ditakdirkan bersama.

Sebaliknya, Natasha menolak untuk percaya takdir. Ia berpikir semua hanyalah sebuah kebetulan. Ia tak ingin berharap terlalu banyak, pada apapun, terutama pada Cinta. Selagi hidupnya… masa depan nya dipertaruhkan karena kesalahan sang Ayah, ia tak mau menggantungkan hidup pada takdir.

Lalu apa yang akan dilakukan Daniel untuk meyakinkan takdir itu nyata? Tapi apakah sesungguhnya takdir itu ada… ataukah memang benar pendapat Natasha, bahwa yang ada hanyalah sebuah kebetulan belaka?

Manusia adalah mahluk yang tidak masuk akal. Bukannya diatur oleh logika, kami diatur oleh emosi. Dunia akan menjadi tempat yang lebih bahagia kalau yang berlaku adalah kenyataan yang berlawanan.

Review

Baiklah… novel ini mengisahkan tentang bagaimana seseorang dapat jatuh cinta pada pandangan pertama.. manis bukan?

Aku tahu sekarang, itu benar-benar sebuah pertanda, dan aku serius tentang mengikuti arah angin hari ini. Aku ingin tahu semua ini akan mengarah kemana.

Harusnya demikian… tapi ternyata keseluruhan kisahnya tidak semanis itu, bahkan tergolong biasa aja. Duh, kalau dibandingkan dengan Everything Everything, the Sun is Also a Star ini Nampak biasa saja.

Atau karena ekspektasi saya yang terlampau tinggi?

Sebenernya saya suka dengan tema nya tentang takdir. Tapi entah kenapa, pada awalnya terlalu dipaksakan, terlalu banyak kebetulan… tapi mungkin memang takdir berjalan seperti itu ya?

Ada pepatah jepang yang kusukai. Koi No Yokan. Pepatah ini bukan berarti cinta pada pandangan pertama, tapi lebih mirip cinta pada pandangan kedua. Itu adalah sesuatu yang kau rasakan ketika kau bertemu dengan seseorang yang akan membuatmu jatuh cinta pada mereka. Mungkin kau tidak langsung mencintai mereka, tapi kenyataan bahwa kau akan mencintai mereka tidak bisa dihindari.

Di novel ini, aka nada BANYAK sekali POV, yang jujur malah membuat saya bosan. Kenapa? POV nya bukan hanya dari Tokoh utama, atau tokoh hidup lain nya, tapi bahkan benda mati? Ilmu? Teori? Juga jadi POV.. sisi positif nya, kita jadi tahu banyak detail teori yang ingin diungkapkan oleh penulis. Tapi jika kebanyakan, entah kenapa jadi terkesan buang-buang kertas #eh.

Dan yak sama seperti sebelumnya, endingnya terkesan dipercepat,… padahal harusnya masih bisa dikembangkan dengan mengurangi-mengurangi pov yang kurang penting itu.

Ketika Natasha memikirkan tentang cinta, inilah yang ada dalam pikirannya, tidak ada yang abadi. Seperti hydrogen-7 atau Litimu-5 atau boron-7, cinta memiliki waktu paruh yang kecil tak terhingga, sehingga akan membusuk menjadi ketiadaan.

Sama seperti sebelumnya, sang penulis masih menjadikan remaja kulit hitam sebagai tokoh utama nya, dan yang lebih oke nya, kali ini dipasangkan dengan remaja korea. Saya suka sih konsep ini.

Selain itu kelebihan novel ini, ada beberapa kalimat yang quoteable banget.. dan… saya suka sama cover nya, baik cover asli atau cover Indonesia.

Dari segi terjemahan tidak ada masalah sih, semua oke oke aja,

Kesimpulan? Novel yang manis untuk kalian yang percaya akan kisah Love at The First Sight, tapi dari segi cerita kurang dapat memenuhi ekspektasi.

 

Graphic Novel Percy Jackson #2 – Percy Jackson and The Sea Of Monster

0

Akhir akhir ini lagi marak banget yang namanya Graphic Novel ya, alias adaptasi novel ke comic. Nah salah satunya yang ikutan hype dari dulu adalah graphic novel series Percy Jackson. Gw adalah salah satu fans percy, namun untuk mengoleksi Graphic Novel ini rasanya ga kuat.. mahal banget harganya…jadilah pas ke BBW nyari2 ini.. di BBW satu nemu buku ketiga nya dengan kondisi mulus,, tp di BBW kedua lagi ga jodoh, dapet sih tapi kondisi covernya udah agak rusak.. tapi ga masalah lah ya,, yang penting dalem nya masih bagus.

Sinopsis (From Goodreads)

IMG_20170523_081217_946

Paperback, 128 pages

Published July 2nd 2013 by Disney-Hyperion

ISBN 142314550X (ISBN13: 9781423145509)

Edition Language English

Series Camp Half-Blood ChroniclesPercy Jackson and the Olympians: The Graphic Novels #2

Seventh grade has been surprisingly quiet for Percy Jackson. Not a single monster has set foot on his New York prep-school campus. But when an innocent game of dodgeball among Percy and his classmates turns into a death match against an ugly gang of cannibal giants, things get…well, ugly. And the unexpected arrival of his friend Annabeth brings more bad news: the magical borders that protect Camp Half-Blood have been poisoned by a mysterious enemy, and unless a cure is found, the only safe haven for demigods will be destroyed.

In the follow-up to the wildly popular The Lightning Thief, The Graphic Novel, Percy and his friends must journey into the Sea of Monsters to save their camp. But first, Percy will discover a stunning new secret about his family–one that makes him question whether being claimed as Poseidon’s son is an honor or simply a cruel joke.

Featuring a faithful adaptation by Robert Venditti, stunning artwork by Attila Futaki, and sumptuous colors by newcomer Tamas Gaspar, Rick Riordan’s blockbuster book comes to life in The Sea of Monsters, The Graphic Novel.

Review

Di Graphic Novel, kisah Percy Jackson ini terkesan di persingkat, banyak detail-detail yang ga dijelaskan sama sekali. Sepertinya memang yang diambil hanya kisah-kisah utama nya aja. Wajarlah ya,, soalnya kan comic, kalo ketebelan juga ga asik.. lagi kalau mau lengkap bisa baca langsung di novelnya XD

Gambar di Graphic Novel ini lumayan oke lah, walau dibandingin sama Graphic Novel nya Legend agak jauh hihi.. tapi ga masalah kok.. percy is always lovely *bias

Duh semoga di BBW yang akan datang bisa beli buku ke 1, 4-5 nya, amin

Anyway gw bingung mau nulis apa, jadi udahan dulu ya.. *dilempar