Book Review : Cruel Crown #RedQueen 0.1 , 0.2 by Victoria Aveyard

0

Siapakah disini yang merupakan penggemar Red Queen Series? Kali ini Nourabooks berbaik hati menerjemahkan sebuah buku yang merupakan kumpulan dua Novella berjudul “Queen Song” dan “Steel Scars”. Novella ini mengambil kisah sebelum kejadian di Red Queen. Saya merasa bersyukur penerbit Noura mau menerjemahkan dan menerbitkan Novella ini mengingat jarang ada penerbit yang mau menerbitkan Novella hehehe…

Sinopsis  [Dikutip dari Goodreads]

Original Title : Cruel Crown

Series : Red Queen 0.1-0.2

Paperback, 196 pages

Published September 2017 by Noura Books (first published January 5th 2016)

ISBN13 : 9786023852857

Edition Language :Indonesian

IMG_20170920_151655_821

QUEEN SONG

Seperti kisah dongeng para putri, Coriane, gadis yang tidak menarik tapi cerdas, bertemu sang pangeran, memesona pria itu dengan kata-kata hingga akhirnya mereka menikah. Saat sang suami, Tiberias, menaiki takhta kerajaan kaum Perak, Coriane pun menjadi ratu. Namun, ada sesuatu di istana. Sesuatu yang tersembunyi, sesuatu yang tidak terlihat, tapi menghantuyi benak sang ratu. Dia tidak lagi mengenali dirinya sedniri dan merasa seseorang sedang menegndalikan pikirannya.

Bagaimana kisah wanita yang melahirkan Cal—sang putra mahkota yang memesona para gadis—ini akhirnya?

“Tiada kisah yang lebih mengenaskan daripada kisah yang tak tersampaikan”

 

STEEL SCARS

Dana Farley, putri seorang kolonel, adalah wanita kuat, dingin, dan bisa diandalkan. Dia menginginkan tantangan, menjadi bagian dari barisan depan Kaum Merah yang akan melakukan pemberontakan. Tugasnya tidaklah mudah. Dia harus menyamar, membawa timnya menyelinap ke kota yang dipenuhi Kaum Perak, dan berusaha merekrut ornag-orang berbahaya demi mendapatkan informasi. Farley kemudian bertemu dengan Shade Barlow, lelaki yang begitu misterius baginya. Apa yang harus dilakukan Farley saat mengetahui bahwa adik Shade, Mare Barrow, ternyata adalah kunci penting dari usaha pemeberontakan Kaum Merah? Sayangnya, gadis itu berada dalam tawanan para Perak. Beranikah Farley maju demi kemerdekaan kaumnya?

“Kini aku harus melindungi yang lain, menanggung hidup dan mati mereka di pundakku”

Review

2.5/5 sih..

Duh.. entah karena biasa baca red queen – kings cage dalam bahasa inggris.. terus pas cruel crown baca edisi terjemahan jadi zonk banget

Banyak banget kalimat dan kata yang campur aduk.. jujur saya kurang suka sama pemilihan kata.. misalnya saja “mesti” kenapa ga “harus” ? ada juga ” Mending aku percaya ” kenapa ga “lebih baik aku percaya”?

Dengan cerita yang biasa aja dan cenderung membosankan ditambah terjemahan yang lemah makin membuat saya tidak bisa menikmati 2 kisah di novella ini…

*maafkan tidak bisa memberikan review panjang lebar*

 

 

BTW baru tau Red Queen mau di film in.. udah ditentuin produser nya pulak..

 

AKKKKKKKKKKKKKKK MAVEN

 

 

Advertisements

Book Review : Warcross #1 by Marie Lu

0

Marie Lu is back! Dan sebagai #TeamSuksesMarieLu tidak benar rasanya jika tidak langsung mencurahkan isi hati setelah membaca novel terbaru nya yang berjudul #Warcross upss padahal Series Legend aja tidak saya buatkan review nya XD . Marie Lu merupakan satu dari segelintir penulis yang menyukai tantangan dengan aktif menulis kisah / series yang mengambil Genre berbeda.

Sebut saja, series debut nya “Legend” yang bertemakan Dystopia. Setelah sukses Marie lu tetap mengukuhkan posisi nya sebagai penulis ternama dengan ikut serta meramaikan dunia High Fantasy melalui “The Young Elites” dan kali ini setelah sukses meluluhlantakan hati pembaca nya, Marie Lu kembali dengan series baru (Duologi) yang mengambil Tema Sci Fi – Games berjudul “Warcross” . Tidak mengherankan bagi Marie Lu untuk menuliskan kisah tentang gamers, mengingat ia pernah bekerja di dunia Video Games dan juga menjadi salah satu Gamers disela waktu luangnya. Ups.. tidak hanya itu, Marie Lu juga akan segera menerbitkan Novel Superhero “Batman” di awal tahun nanti.. dan tentu nya Epilog Novel Legend yang berjudul “Life Before Legend”.

Sinopsis

Original Title : Warcross

Series : Warcross #1

SoftCover, 353 pages

Published September 12th 2017 by G.P. Putnam’s Sons Books for Young Readers

ISBN 0399547967 (ISBN13: 9780399547966)

Edition Language : English

IMG_20170914_182155_767

Seiring kemajuan Zaman dan perkembangan Teknologi, dunia Games pun ikut berkembang. Hideo Tanaka adalah salah satu dari segelintir orang yang mampu mengukuhkan namanya sebagai pencipta games “Warcross” sebuah games yang tidak hanya dikenal di Jepang tapi juga di seluruh dunia, dengan salah satu Teknologi Virtual nya yang menjadikan Warcross tidak hanya sebagai sebuah games tapi juga sebuah gaya hidup.

“Some people still say that Warcross is just a stupid game. Other Say it’s a revolution. But for me and millions of others, it’s the only foolproof way to forget our troubles”

Emika Chen merupakan salah satu penggemar Warcross, namun karena keterbatasan keuangan dan lilitan hutang pasca kematian sang Ayah, membuat Emika hanya bisa bermain secara “Ilegal” dengan menggunakan Device murahan. Tapi hal ini tidak menghambat kemampuan nya dalam bermain.

Untuk menjalankan kehidupan sehari-hari Emika harus bekerja sebagai Bounty hunter yang memiliki bayaran tak tetap. Padahal ia nyaris terusir dari apartemen nya karena sudah menunggak selama berbulan-bulan. Ditengah kesulitannya, ia mengembangkan kemampuan alami nya sebagai seorang Hacker dan berusaha untuk “mencuri” sebuah “Gems” di Warcross International Championship. Tapi malang, kejadian tersebut justru mengekspose dirinya kehadapan semua Gamers diseluruh dunia.

Emika yang ketakutan akan mengalami masalah hukum justru mendapatkan tawaran untuk bekerja secara langsung dengan Hideo Tanaka sebagai Bounty Hunter dan membantu nya mencari “seseorang” yang berusaha menghancurkan dunia Warcross.

Lalu apakah Emika dapat menjalankan tugas tersebut? Dan siapakah sosok yang berniat menghancurkan dunia Warcross yang dicintai oleh banyak orang di dunia?

“Every Locked Door has a Key”

Review

Sebuah Duologi terbaru dari Marie Lu dengan genre baru tentunya dan Marie Lu tidak kehilangan kemagisannya untuk menulis sebuah kisah dengan gaya tulisan yang sangat menarik.. Walaupun, jika dibandingkan dengan Legend atau The Young Elites, Warcross menempati posisi paling bawah dari jajaran novel favourite saya.

Alur yang terbilang lambat, dengan fokusnya pada perkenalan akan dunia warcross dan tokohnya serta konflik yang menurut saya tidak se-menggelegar dibandingkan kedua series terdahulunya, tidak membuat saya kecewa pada seri ini. Justru saya dibuat penasaran pada apa yang akan Marie Lu lakukan di dunia virtual ciptaannya ini…

Di buku pertama ini, kita diajak ikut serta untuk memahami seorang Emika Chen. Saya suka ketika Emika tidak patah semangat ditengah kesulitan yang ia hadapi. Dan bagaimana ia berjuang keras untuk beradaptasi dengan team nya di Warcross Championship.

17493783_1068441616594137_3530463929060818944_n.jpg

Belum lagi jika kita bercerita tentang seorang Hideo Tanaka.. ah rasanya dengan mendengar namanya saya sudah jatuh cinta.. sosok pria jenius yang sudah sukses dari umur belasan tahun membuat hideo menanamkan tembok penghalang disekitar dirinya. Banyak masa lalu yang ia simpan rapat-rapat dan menolak untuk membagikannya ke siapapun.. tapi sesosok Emika mampu meruntuhkan tembok itu.

“Everyone in the World is connected in some way to everyone else”

Well, bisa ditebak ya ada kisah cinta di dunia Warcross ini, walau menurut saya agak terkesan terburu-buru sehingga mengurangi sedikit “chemistry” nya. Tapi tenang, porsi kisah cinta nya sendiri tidak berlebihan kok, pas menurut saya.

“Emika… Hearing him say my first name sends a pleasant shiver down my spine.”

Tidak hanya itu, sesuai tema nya, kita akan diperkenalkan kedalam Dunia Warcross yang begitu gemilang, dimana kita diajak masuk kedalam dunia Virtual yang penuh imajinasi. Bagaimana seseorang dapat bertarung di dunia virtual hanya dengan menggunakan kacamata khusus yang diciptakan oleh Hideo. Tapi.. dibalik itu semua, Dunia Warcross ini mempunyai rahasia nya sendiri.

“So Hideo created the best brain-computer interface ever built. A Pair of sleek glasses. The Neurolink”

Tokoh-tokoh lain didalam novel ini tidak diceritakan secara mendalam, mengingat fokus cerita yang hanya ada pada Emika dan Hideo. Dan berbeda dengan Novel sebelumnya yang biasanya terdiri dari beberapa POV, di Novel Warcross ini Marie Lu hanya menyuguhkan satu POV saja yaitu Emika.

Banyak sekali rahasia yang masih tersimpan di buku pertama ini dan membuat saya penasaran akan dibawa kemana di buku keduanya… Tapi seperti biasa, ia selalu membuat akhir cerita “cliffhanger” Fiuhh.. saya masih harus menunggu satu tahun lagi untuk menikmati sequel nya…

“ That’s the thing about the Dark World : You can prepare for it all you want, but the only way to truly understand its is to head in”

Book Review : Always and Forever Lara Jean #3 by Jenny Han

2

Jika disuruh memilih Fictional Character terfavourite, mungkin saya akan dengan sigap menjawab Peter Kavinsky! Selain menjawab Day, Aaron Warner dan Magiano tentunya. Tapi entah kenapa, beberapa tahun ini, nama Peter K begitu melekat dihati, dan jika bisa terpilih sebagai “Boyfriend Goal” edisi hati fictional (?). Seorang Peter K, telah menjelma sebagai idola para penggemar Young Adult Romance melalui To All The Boys I’ve Loved Before dan PS I Still Love You nya Jenny Han. Banyak banget gadis-gadis termasuk saya yang dibuat ga bisa Move On dari dua sejoli Peter dan Lara Jean. Alhasil ketika sang Author mengumumkan akan merilis satu novel lanjutan terakhir berjudul “Always and Forever Lara Jean” satu tahun yang lalu, banyak orang menyambutnya dengan gegap gempita lagi-lagi termasuk saya. Rasa rindu terhadap Peter akhirnya bisa terobati! Mungkin itu salah satu teriakan para penggemar series ini..

Ketika “Always and Forever Lara Jean” akhirnya terbit pertama kali di US pada bulan Mei 2017 saya rasanya ingin langsung membaca versi asli nya.. tapi apa daya, niat tersebut saya urungkan, karena saya menolak untuk membeli versi inggris nya, disaat dua buku sebelumnya saya koleksi dalam bentuk terjemahan yang diterbitkan oleh Penerbit Spring. Alhasil saya kembali harus menunggu beberapa bulan sampai buku ini terbit. Alhamdulillah, tepat pada hari pertama even IIBF 2017 tanggal 6 September 2017, buku ketiga dan sangat disayangkan buku terakhir dari seri Peter dan Lara Jean resmi diterbitkan oleh Penerbit Spring. Saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membeli langsung pada hari pertama…!

Dan disinilah saya, masih terbayang-bayang oleh Peter dan Lara Jean, walaupun telah selesai membaca buku ini 2 minggu silam… well, mari me-review sedikit kisah didalam novel ini…

Sinopsis

Original Title : Always and Forever, Lara Jean

Series : To All the Boys I’ve Loved Before #3

Paperback, 356 pages

Published September 2017 by Penerbit Spring

 (first published May 2nd 2017)

ISBN13 :9786026682062

Edition Language : Indonesian

21435902_115428932462189_4790056972302942208_n.jpg

Kisah ini dimulai ketika Lara Jean dan Peter Kavinsky berada di tahun senior sekolah nya. Saat-saat terakhir untuk menikmati masa remaja dan memulai hidup baru sebagai anak kuliahan, sebagai orang dewasa! Semua terasa sempurna bagi Lara Jean, ia memiliki keluarga yang bahagia ditambah seorang Ibu Tiri baru, sang Ayah akan menikah! Belum lagi kisah percintaan nya dengan Peter yang nyaris tanpa cela, Lara Jean merasa begitu dihargai, disayangi dan dicintai oleh Peter.

Mereka pun sudah memikirkan rencana jangka panjang, dimana hubungan yang sempurna tetap ada di dalamnya. Salah satu Universitas ternama UVA menjadi pilihan mereka untuk melanjutkan kuliah. Kebetulan Peter telah lebih dulu diterima melalui beasiswa olahraga Lacrosse. Sementara, Lara Jean sedang menunggu pengumuman penerimaan. Ia yakin akan diterima, mengingat nilai-nilai nya yang jauh lebih baik dari Peter.

Namun ternyata, Kenyataan tidak selamanya harus sesuai dengan harapan. Lara Jean, harus menerima kenyataan pahit tidak diterima di kampus yang sama dengan Peter. Disinilah masalah demi masalah mulai muncul. Lara Jean dan Peter masing masing merasa Insecure, mereka takut ketidakberadaan satu sama lain akan membuat hubungan menjadi renggang. Belum lagi campur tangan orang-orang sekitar yang membuat Lara Jean dan Peter semakin gundah.. lalu apakah perpisahan menjadi sebuah jawaban yang tepat? Seperti yang dialami oleh Margot sebelumnya?

“Aku sangat mencintai Peter Sampai sampai aku bisa menangis. Dia akan menjaga Kitty untukku, aku tahu dia akan melakukannya”

Review

Membaca kisah Lara Jean dan Peter K ini memberikan polemik dan sensasi yang aneh bagi saya pribadi. Saya sungguh bahagia akhirnya ada kisah lanjutan dari buku sebelumnya. Akhirnya.. saya bisa kembali bertemu dengan Peter… Tapi di sisi lain, saya merasa sedih karena ketika sampai di halaman akhir,, saya akan kembali berpisah dengan keduanya.. dan mungkin untuk selamanya.. karena sang penulis sendiri telah meyakinkan para pembaca nya, bahwa ini akan benar-benar menjadi kisah terakhir keduanya.. fiiuhh…

Seperti buku-buku sebelumnya, kita akan disuguhi oleh kisah yang luar biasa manis, seakan sedang menikmati setiap gigitan cookies cokelat. Sama seperti yang selalu Lara Jean sajikan didalam buku ini. Peter K tetap menjadi Peter yang dulu, bahkan entah saya merasa ia jauh lebih manis, lebih protektif terhadap Lara Jean dan jujur saya tidak menyangka Peter bisa menjadi seperti itu … ❤

“Peter meraih tanganku dan meletakannya diatas jantungnya. ‘Lets stay together ‘. Dia bernyanyi. Suaranya jernih dan tulus, semua yang kucintai tentangnya”

Iri rasanya terhadap Lara Jean, ia bisa memiliki Peter yang diidamkan oleh semua orang. Tapi yak, karena hal itu lah rasa Insecure itu muncul… bagaimana jika….. ahhh… hal itu mungkin akan terjadi jika mereka tidak bersama…

“Peter adalah cokelat di cangkir ku, sarung tangan merahku yang tebal, Perasaanku pada pagi Natal”

Saya suka bagaimana Lara Jean berusaha untuk menjadi dewasa, bagaimana untuk memikirkan masa depan dan percintaan nya disaat yang bersamaan. Bagaimana ia mencoba untuk menimbang-nimbang dari setiap keputusan.

“Jangan pernah mengatakan tidak padahal sebenarnya kau ingin mengatakan iya”

Sementara Peter? Ah.. tak usah ditanya.. dia telah menjadi seorang anak lelaki yang disukai oleh semua orang, tapi tetaplah tidak ada yang sempurna di kehidupan ini, di buku ketiga ini, kita akan diajak untuk memahami pergolakan batin antara Peter dan sang Ayah yang telah meninggalkan nya bertahun silam.

Lalu bagaimana dengan keluarga Covey? Well, semakin hidup! Kita akan diajak untuk ikut serta dalam persiapan pernikahan dr Covey! Kebahagiaan baru tentunya,,,  paling tidak disaat Lara Jean dan Margot sibuk dengan kuliahnya, Kitty akan memiliki seseorang yang menjaganya…

Well, jika disuruh berbicara dari segi konflik cerita, konflik dibuku ketiga ini tidak lah “seberat” kedua buku sebelumnya. Semuanya cenderung berjalan nyaris tanpa hambatan yang berarti.. memang sebuah buku penutup dan perpisahan yang manis.. alur nya pun terkesan lambat seakan berputar-putar di satu masalah.

Tapi… sebagai penggemar setia Peter K, saya sangat bahagia porsi Peter kembali “besar” dibuku ini, mengingat di PS I Still Love You, porsi Peter nyaris digantikan oleh seseorang ….

Yah.. jika boleh berharap, rasanya saya masih ingin membaca kisah lanjutan Peter K dan Lara Jean di masa kuliah… karena mungkin sulit untuk Move On dari kedua sejoli ini…

Nah.. berita baiknya.. dan mungkin kalian semua sudah tahu… novel To The Boys I’ve Loved Before akan di film kan!!!! Proses syuting nya sendiri sudah selesai! Walau seperti biasanya, akan sulit mencari Cast yang sesuai dengan semua yang diimpikan oleh semua orang…

Sebelumnya saya telah menuliskan Cast yang saya mau disini hehehe… tapi ternyata Cast yang terpilih sangat jauh berbeda! Jujur saya sempat shock dan terkejut, karena Peter yang saya impikan tidak seperti itu… tapi… satu demi satu foto syuting bertebaran.. dan saya rasa,,, Peter yang terpilih ini cukup manis! Yah saya berdoa semoga film nya tidak mengecewakan dan sesuai dengan  harapan sekaligus pelepas rindu kita semua ❤

20398320_1422240484518816_3462013544910815232_n.jpg

Lara Jean dan Josh Sanderson (I LOVE JOSH!!!! – Israel )

21041450_1803785243245852_3874956306615894016_n.jpg

Lara Jean dan Peter K (Noah) ❤

Book Review : “Alcatraz vs The Evil Librarians” #1 by Brandon Sanderson

0

Well.. apa kabar! Udah lama banget saya ga posting review novel XDDD… Padahal bulan ini Alhamdulillah banget ya  udah selesai 5 buku… Tapi entah kenapa padahal biasanya begini hawa malas untuk mengetik begitu menggelora… alhasil ya gitu… mandek total dan PR menumpuk… Dan… baru malam ini saya menguatkan hati, jiwa dan pikiran untuk nyalain laptop untuk menulis sesuatu.. walaupun yang ditulis belum tentu berfaedah… tapi gapapa ya, daripada ga sama sekali hehe…

Baiklah, untuk review pertama, saya mau bahas “Alcatraz vs The Evil Librarians” karya om Brandon Sanderson yang baru banget diterjemahkan oleh Penerbit Mizan buku kesatu dan keduanya. Tapi kali ini saya baru akan bahas buku pertama nya ya.. karena memang baru kebaca yang buku kesatu hehehe…

20170830_072908

Sinopsis

Original Title : Alcatraz Versus the Evil Librarians

Series : Alcatraz #1

Published August 2017 by Mizan Fantasi (first published October 1st 2007)

Paperback, 288 pages

ISBN13 9786026109972

Edition Language : Indonesian

Selama ini, Alcatraz Smedry hidup berpindah-pindah dari rumah kerumah. Hal ini disebabkan karena keahlian nya dalam “Merusak Barang” hingga tiada satu keluarga pun yang sanggup untuk bertahan menjaga nya. Namun, di hari ulang tahun nya yang ketiga belas, sebuah paket hadiah ulang tahun tiba dirumah nya. Alcatraz pun terkejut, karena rupanya paket ini berasal dari Orang Tua… sebuah paket yang merupakan warisan berharga. Tapi… kenapa warisan tersebut hanya berupa sekantong pasir?

Ditengah kebingungan nya, seorang pria tua yang mengaku Kakek kandung Alcatraz datang kehadapan nya. Memberi tahu semua hal yang tidak sanggup Alcatraz percaya, semua hal yang berbanding terbalik dari apa yang dia yakini ada di kehidupan nya selama ini.

“Moron. Berdasarkan pengalamanku, sebagian besar masalah dalam hidup ini disebabkan oleh kurangnya informasi. Banyak orang yang tidak tahu hal-hal yang perlu mereka ketahui. Sebagian orang tidak peduli akan kebenaran, sebagian lagi tidak memahami nya”

Semenjak itulah, hidup seorang Alcatraz berubah… Warisan nya dicuri! Karena.. pasir itu bukan lah pasir biasa, dan pihak yang tidak bertanggung jawab berusaha untuk menggunakan pasir itu agar dapat menguasai dunia…

Alcatraz pun terpaksa harus mengikuti sebuah misi perjalanan untuk mencegah hal tersebut.. ah… makin banyak saja keanehan yang terjadi…

“Kalian tenang, bahagia, dan benar-benar bebal, seperti yang mereka inginkan. Bukankah kalian punya peribahasa, Ketidaktahuan adalah kebahagiaan?”

Review

Well, kali ini Om Brandon Sanderson membuktikan bahwa ia mampu menulis berbagai genre untuk karya-karya nya. Ada Elantris yang mengambil tema High Fantasy, ada juga The Reckoners Trilogy dengan Dystopia Superhero nya? Dan kali ini, Om Brandon kembali ke dunia fantasy tapi mengambil tema “Middle Grade” alias mengambil pasar anak-anak.

Jadi bisa ditebak donk, kisah yang diceritakan tidak terlalu berbelit tapi menarik. Om Brandon seakan berusaha begitu keras untuk mengembangkan sisi humoris kedalam series ini. Sangat banyak istilah-istilah “Konyol” dan “unik” yang mengisi setiap halaman nya.

Dan,, semacam teori konspirasi, kita akan diajak untuk memahami bahwa sebenarnya dunia yang kita percaya ini salah! Bahwa… kita hanya diperbodoh oleh pustakawan durjana itu.. ahh! Tokoh-tokoh nya juga terbilang lucu dan unik. Belum lagi kekuatan yang mereka miliki, lupakan kemampuan ala The Flash atau Wonder Woman, melalui novel ini “Kemampuan Merusak”, “Kemampuan Terlambat” merupakan sebuah kehebatan yang tak terelakan.. ahh apapula dengan escalator? Itu sungguh kuno! Tangga merupakan penemuan terhebat saat ini…

“Kalian para penduduk Negeri Sunyi mirip seperti para narapidana ini. Kalian telah, bukan salah kalian tentunya, seumur hidup memercayai bayang-bayang yang ditunjukkan oleh para pustakawan kepada kalian. Tak peduli seberapa logis argumen-argumenku, kalian akan tetap menganggapnya tidak logis.”

Well… karena pasarnya yang memang untuk anak-anak entah kenapa, genre ini sepertinya tidak terlalu cocok untuk saya pribadi XD maafkan,, jujur saja setelah dibuat sangat WOW oleh Elantris dan cukup wow oleh The Reckoners, saya merasa Alcatraz ini sangat biasa.. maaf!

Tapi nilai plus nya, cover edisi Indonesia yang sangaaaatttt bagus, lucu dan menarik dan saya suka terjemahannya.. membuat humor yang berusaha disampaikan oleh Om Brandon mampu tersampaikan dengan baik. Hehehe

Baiklah next kalau ada waktu saya akan lanjut baca buku kedua ya! See you!