Book Review : Trials of Apollo #2 The Dark Prophecy by Rick Riordan

0

Hap hap hap setelah setahun akhirnya seri kedua dari Trials Apollo rilis juga! Yeay! The Dark Prophecy is here! Karena saking keponya, saya langsung PO ke periplus, ke tokonya! Jadi pas hari H rilis, saya bisa langsung jemput bukunya ga pake nunggu dikirim kerumah. Kebetulan periplus ada di mall seberang kantor, jadi tinggal jalan kaki XD

Anyway, saya udah baca ini dari awal mei kemarin, tapi belum sempet untuk nulis review nya… maafkan ngomong sama diri sendiri. Jadi karena ini lagi sedikit senggang, saya putusin untuk mengumpulkan segenap pikiran dan hati (?) untuk menulis review singkat ini… baiklah mari kita mulai…

Sinopsis

IMG_20170502_133116_199

Original Title  The Dark Prophecy

Hardcover, 432 pages

Published May 2nd 2017 by Disney-Hyperion

ISBN 1484746422 (ISBN13: 9781484746424)

Edition Language English

Melanjutkan kisah di buku sebelumnya, Apollo masih dihukum menjadi manusia oleh sang Ayah Zeus. Ia  harus berjuang untuk beradaptasi sebagai seorang remaja tanpa kekuatan apapun bernama Lester papadopoulus.

Ditengah hati yang tercabik setelah ditinggalkan oleh teman baiknya Meg. Apollo bertekad untuk menyelamatkan Oracle kuno yang tersisa. Apollo pun pergi ke Amerika Utara, ia tidak sendiri, melainkan ditemani oleh sang demigod Leo Valdez dan Calypso.

Ditengah perjalanan, mereka diserang oleh anak buah Nero dan Comodus yang merupakan member dari Triumvirate. Beruntunglah Hemithea dan Josephine yang merupakan mantan pemburu artemis menolong mereka. Apollo, Leo dan Calypso dibawa ke Waystation, sebuah rumah aman yang dibangun oleh Hemithea dan Josephine. Disanalah mereka menyusun rencana untuk menyelamatkan oracle, meg, georgina (anak angkat Hemithea dan Josephine), menghancurkan Comodus serta menjawab Dark Prophecy.

Lalu apakah Apollo bisa menjalankan misi tersebut?

I Chopped Those Onions With My Own Ex Godly hands You’d better eat them

Review

Baiklah… om rick tetep om rick yang dulu..! selalu bisa bikin senyum-senyum dan ketawa-ketawa pas baca kisah-kisah yang ditulis. Dan kali ini om rick juga cukup sukses untuk menghibur saya dengan kisah di buku kedua TOA ini. Walau sebenernya secara konflik, om rick terkesan menggunakan formula yang sama, tapi entah kenapa ia tetap bisa menyusun kisah sedemikian rupa yang menarik dan menghibur.

Kehadiran Leo dan Calpyso disini benar-benar menghibur. Bayangin aja, seorang Apollo yang Drama King ditambah Leo yang tukang nyinyir plus Calpyso yang kerjaan nya ngomel ke Apollo.. bikin gemes!

Leo ke Calpyso itu sweet banget … tapi sweet nya dengan cara nya sendiri… dan juga sebaliknya.. kelihatan banget Calypso itu sayang banget sama Leo.

Lovebirds arguing.. Trouble in Elysium? I’ll just scrub these plates

Dan beneran deh saya dibuat ngakak setiap interaksi Calypso sama Apollo. Asli deh, berantem mulu kerjaan nya hahahahaha

When I was a GOD, I would’ve been pleased to have a beautiful woman pull me behind a building. But as Lester with Calypso, I was more likely to get killed than kissed.

Om rick emang jawara bikin quote-quote dan kalimat-kalimat kocak wkwkkww…

Now if Only I could remember my name. it occurred to me that I had two of them. Was one of them Lester? Oh Dear. How Awful! The Other was something that begin with an A.

Alfred? Hmmm No…. That Would Make this young girl Batman, and it didn’t feel right.

Makin kesini, kedewasaan Apollo makin meningkat, jauh banget deh dibandingin sama Apollo yang dulu. Walau tetep selalu bilang dia ogah bertarung atau ngejalanin misi.. tapi kenyataan nya dia berjuang paling keras dan bertanggung jawab banget…

Disini om rick ga terlalu ngejelasin tentang Nero seperti di buku 1, tapi kali ini salah 1 dari 3 anggota triumvirate yaitu Comodus yang jadi bintang nya… uhmmm kenapa ya? *evil smirk

It’s not how long you live that matters.it’s what you live for

Banyak banget kejutan-kejutan di buku kedua ini… dan ada tokoh lama yang juga hadir.. siapa? Ayo tebak!

Yang pasti ending nya selalu cliffhanger bikin kesel karena harus nunggu tahun depan T_T. anyway semoga penerbit Noura segera menerjemahkan buku ini ya!

 

Book Review : Momiji By Orizuka

0

Akhirnya setelah hamper setahun, atau udah setahun? Penulis kesayangan Orizuka menelurkan sebuah novel lagi.. Kali ini Novel terbaru Orizuka Berjudul Momiji… pas tau ada novel ini, saya langsung buru-buru PO, sampe bangun jam 1 malem biar bisa dapat novel bertanda tangan Orizuka. Dan yippiee Alhamdulillah saya salah satu pembaca beruntung yang bisa mendapatkan novel edisi special tersebut.

Oke ga berlama-lama lagi karena saya mau buru-buru nonton Shield lagi XD yuk kita bahas sedikit novel ini…

Sinopsis

IMG_20170513_080821_945.jpg

Paperback, 210 pages

Published May 2017 by Penerbit Inari

ISBN13 9786026044389

Setiap orang tua mungkin ingin memberikan nama terbaik baik sang anak, termasuk orang tua dari seorang pria bernama Pabel, atau yang memiliki nama lengkap Patriot Bela Negara. Nama yang sungguh unik bukan?

Namun, nama yang luar biasa itu berbanding terbalik dengan kondisi Pabel yang memiliki fisik dan mental lemah, jauh sekali dari iming-iming Patriot Bela Negara. Karena hal inilah, seumur hidup Pabel di Bully oleh teman-teman nya. Jangan kan bermimpi untuk memiliki pacar, untuk memiliki sahabat saja sulit sekali rasanya.

Karena hal tersebut lah, Pabel bertekad untuk kabur ke negeri sakura Jepang. Pada awalnya ia ingin melanjutkan studi disana, tapi sayang ia sangat tak sabar menunggu beasiswa! Alhasil dengan sedikit tabungan yang tersisa, ia memutuskan hanya kursus singkat Bahasa jepang selama sebulan! Ah tak masalah, yang penting Pabel bisa pergi dari keadaan ini!

Selama ini, Pabel mengidam-idamkan memiliki seorang pacar Yamato Nadeshiko , seorang gadis jepang yang anggun berambut hitam nan panjang,,, apakah mimpi ini akan menjadi kenyataan? Entahlah…

Di Jepang, Pabel tinggal dengan Keluarga Shiraishi. Ia memilih rumah tersebut karena biayanya yang lebih murah, maklum, ia tidak mendapatkan kamar sendiri, melainkan sekamar dengan anak lelaki keluarga Shiraishi, Kazuki. Hal ini tak menjadi masalah bagi Pabel, karena…. Setelah ditelusuri, Keluarga Shiraishi memiliki seorang anak perempuan seusianya yang bak Yamato Nadeshiko, ia bernama Momiji. Pabel berharap bisa dekat dengan anak itu…

Tapi ….

Suatu pagi, yang muncul dihadapan Pabel, bukanlah gadis cantik, lembut berambut hitam. Melainkan gadis Yanki nan urakan yang berambut merah megar! Astaga apa yang terjadi dengan Momiji!

Cita-cita Pabel untuk mendapatkan gadis lemah lembut mungkin hanya mimpi.. selama di jepang ia harus berhadapan setiap hari dengan Momiji, bahkan bertarung dengan segerombolan geng motor! Lalu apakah Pabel bisa bertahan dengan kondisi nya?

Review

Novel terakhir Orizuka yang saya baca itu Apapun Selain Hujan, dan saya sangat suka novel ini, bacanya pun sambil nangis tersedu-sedu. Tetapi pas membaca Momiji ini rasanya begitu lain.

Pertama, entah gaya Bahasa Orizuka Nampak lain, terlalu baku. Jadi berasa asing… apa ini hanya perasaan saya saja?

Kedua, konflik yang ada dalam novel ini kurang di eksplore dan terasa begitu remeh maafkan T_T. saya seperti merasa ini bukan Orizuka yang biasanya.

Ketiga, terlalu banyak istilah jepang dan footnote yang justru jadi mengganggu,, ya saya tau sih karena ini novel bertema jepang, jadi Orizuka ingin memasukan semua unsur jepang, sampai menyebutkan segala nama tokoh di anime yang justru bikin pusing untuk pembaca yang ga baca anime tersebut hehehe.

Keempat, endingnya kayak anti klimaks,,, berasa ada yang kurang… nanggung.. kentang lah ibaratnya… apakah ini kode akan ada novel Momiji part 2?? Ooh itu mah keinginan saya kali yaaa yang masih penasaran sama kelanjutan kisah momiji dan pabel ini

Kelima, chemistry antara tiap tokoh nya kurang dapat, jadi pas selesai baca, kayak… udah? Gitu aja?

Tapi yup.. novel ini adalah bacaan yang SANGAT ringan,,, ga bikin mikir,, apalagi jumlah halaman yang tergolong tipis, Cuma 200 halaman.. jadi bener2 santai banget sih bacanya.. lumayan buat menghabiskan waktu. Hehehe

Dari segi Cover, covernya cukup unik dan menarik, dan ini menjadi nilai tambah tersendiri.

Yah apapun itu, kesimpulan yang saya berikan, sebagai pembaca novel-novel nya Orizuka, saya kurang puas dengan novel ini.. dan saya berharap di novel yang akan datang, ciri khas Orizuka bisa kembali ya…

With luv… your fans ❤

 

Book Review : Captain America – The First Avengers

0

Holla setelah sekian lama akhirnya saya nulis lagi… padahal udah selesai 4 buku tapi belum satu pun yang di review, maklum virus malas melanda negara XD. Baiklah kali ini saya mau ngebahas secara singkat Novel adaptasi dari salah satu film kesayangan saya, yaitu Captain America – The First Avengers.

Sebelumnya, saya sama sekali ga tau kalau selain ada comic nya, Film nya si Captain America ini juga dijadikan Novel. Nemu novel ini juga ga sengaja pas lagi menelurusi rak demi rak di BBW 2017 awal mei ini. Pas pertama liat, langsung ga mikir buat ambil novel ini dan naro di trolly, dan untungnya ternyata 3 film lain nya (Thor-Iron Man-Hulk) juga ada novelnya… yeay!

Baiklah…

Novel adaptasi Film ini, sebenernya mengisahkan cerita yang sama persis seperti di film nya, Cuma bedanya dituangkan ke dalam kalimat demi kalimat aja *yaiyalah*

BTXyyQ3gQ0W

Sinopsis

Steve Rogers, seorang lelaki cupu yang berasal dari Brooklyn, ia mempunyai mimpi yang sangat mulia untuk berjuang demi negara nya. Sayangnya dengan tubuh yang kecil dan kurus, keinginan nya itu belum bisa tercapai. Ia pun nekat berpergian ke beberapa kota lain untuk mendaftar sebagai tentara, tapi tetap saja hasilnya nihil. Lain hal nya dengan sang sahabat, Bucky, yang sepertinya mudah saja untuk lolos di seleksi tentara.

Walaupun penolakan demi penolakan ia terima, steve tidak menyerah, ia pun terus berusaha mengikuti seleksi. Beruntung di suatu seleksi ia bertemu dengan Dr. Abraham Erskine, seorang ilmuwan yang sedang mengembangkan project tentara super. Dr. Erskine yang melihat tekad dan kebaikan hati Steve pun menawarkan nya untuk bergabung. Steve pun lolos seleksi dan akhirnya ikut serta menjadi uji coba pertama project tentara super tersebut.

Tak disangka project tersebut berhasil, Steve yang awalnya hanya seorang anak cupu nan kurus, berubah menjadi lelaki dewasa yang kekar dan tinggi. Tak hanya itu, tiba-tiba ia juga memiliki kekuatan super. Semua orang bersorak dan berharap project ini bisa berkembang. Namun sayang, ada mata-mata Hydra yang hadir di peluncuran project, sehingga menghancurkan semuanya. Dr. Erskine pun meninggal dan seluruh project hancur.

Steve pun menjadi satu-satunya tentara super America dan menjadi mascot tentara saat itu, ia pun mendapatkan julukan, Captain America.

Pada awalnya, Steve tidak diijinkan untuk ikut berperang, ia hanya bertugas sebagai ambassador dan mascot. Kian lama Steve pun berang, akhirnya ia bertekad untuk maju ke medan perang, mengalahkan semua musuh dan juga Hydra. Tapi tak hanya itu, Steve pun bertekad untuk menyelamatkan sang sahabat yang ditawan oleh Hydra.

Lalu apakah steve berhasil menyelamatkan sahabat sekaligus negaranya?

Review

Wuih baca ini, berasa nonton film, karena nyaris plek sama kayak filmnya hihi.. selama ini selain Hawkeye saya suka sama Captain America, karena apa ya, dia ini lurus banget… hatinya tuh kayak belum tercoreng moreng oleh kejahatan XDDDDD

Dan ternyata pas baca novel ini makinlah saya yakin Steve itu kayak gitu… *apasih. Kalau di film, kita pasti kayak heran, Steve apaan deh sama Bucky ampe segitunya, dia rela perang sama team avengers demi menyelamatkan Bucky. Bagi steve Bucky itu kayak segalanya… dan iya donk, dia novel ini juga diceritakan kayak gitu.. Steve itu kayak… SAYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANGGGGG banget sama Bucky XDDDDD.. duile! Mungkin karena mrk udah sahabatan dari kecil ya… dan selama ini Bucky yang selalu nolongin Steve kalo steve di Bully…

Saya suka sih sama cara penceritaan di novel ini, Bahasa inggrisnya ga sulit, dan novelnya tergolong tipis Cuma 152 halaman, jadi ga capek bacanya.

Ga sabar buat baca 3 series lainnya, walau entah kapan.. karena To Be Read yang lain masih banyak T_T

 

Book Review : Carve The Mark #1 by Veronica Roth

0

Baiklah saya nyaris lupa belum bikin ciutan (?) tentang novel terbaru nya Veronica Roth yang berjudul Carve The Mark. Apakah ini pengaruh masih dendam gara-gara We Can be Mended? Uhmmmm… yah apapun itu, kita cerita sedikit lah kisah yang ada di novel ini.

Setelah sukses dengan series dystopia nya kali ini Veronica Roth mencoba peruntungan di genre lain, yang kita sebut saja Science Fiction, walau menurut saya ga terlalu Sci Fi banget sih. Tapi apakah uji coba Roth ini berhasil?

Sinopsis (yang dikutip dari Goodreads)

 20170411_070336.jpg

Original Title : Carve the Mark

ISBN13 : 9786026109903

Paperback : 552 pages

Published March 2017 by Mizan Fantasi (first published January 17th 2017)

Takdir memang tidak adil bagi sebagian orang, termasuk bagi Akos dan Cyra. Saat semua orang mendapatkan kekuatan karena berkah-Arus yang menguntungkan, berkah-Arus Akos dan Cyra malah membuat mereka dikendalikan orang lain. Di dunia tempat Arus adalah segalanya, takdir kedua muda-mudi itu berkelindan demi memenuhi kepentingan jahat orang lain. Cyra, bisa memberi kesakitan luar biasa melalui sentuhan. Sang tiran, abang kandungnya, malah memanfaatkan Cyra untuk menyiksa musuh-musuhnya. Sementara Akos yang kebal terhadap rasa sakit, dimanfaatkan untuk menjadi penjaga Cyra agar gadis itu tidak kabur dan berkhianat.


Akos, yang menjadi tawanan sang tiran terpaksa menjadi penjaga Cyra, dalam usaha untuk melarikan diri dan menyelamatkan keluarganya yang tersisa. Sulit rasanya mengabaikan permusuhan di antara mereka, tapi Akos dan Cyra harus memutuskan apakah mereka akan saling membantu agar bisa bertahan hidup, atau saling membunuh. Dapatkah mereka berdua kembali memegang kendali atas Arus, takdir, dan kehidupan mereka sendiri, serta mengembalikan keseimbangan kekuasaan di galaksi?

 

Review

Baiklah….

Carve The Mark ini menceritakan kisah 2 tokoh utama remaja (Akos dan Cyra) yang kira-kira usianya 16 musim (sebut saja 16 tahun) tapi mereka layaknya romeo dan Juliet, karena tinggal di 2 negara/wilayah/planet yang bermusuhan. Akos adalah anak dari Peramal yang di hormati di wilayahnya, sementara Cyra adalah seorang putri.

Akos dan Cyra ini memiliki berkah arus yang saling mengikat. Karena berkah arus akos ini mampu menyerap/mematikan berkah arus orang lain, ketika akos menyentuh mereka. Sementara Cyra memiliki berkah arus yang justru menyakiti nya jika tidak disalurkan ke orang lain. Ketika Akos menyerap kekuatan orang lain ketika menyentuh mereka, Cyra justru akan membuat orang lain kesakitan hingga mati ketika menyentuhnya. Dan yang dapat membantu Cyra untuk menghilangkan itu semua hanya Akos.

Singkat cerita, karena dendam dan kesalahpahaman masa lalu, dan juga karena sebuah ramalan yang membuat kakak cyra, Ryzek, ketakutan. Akos dan kakanya Eijah diculik ke planet tempat Cyra tinggal. Disana Eijah dijadikan “budak” peramal oleh sang kakak, sementara Akos dijadikan “budak” untuk membantu Cyra meredam kekuatan nya.

Kekejaman Ryzek dalam memimpin telah terlihat sejak lama, ia memanfaatkan kekuatan Cyra sebagai senjata untuk menaklukan semua musuhnya, tapi Cyra muak, hingga akhirnya Cyra berusaha untuk menaklukan kakaknya. Sementara Akos berusaha menyelamatkan Eijah yang terus menerus diperalat oleh Ryzek. Tapi selalu gagal. Ketika ia nyaris menyerah, Cyra memutuskan untuk membantu Akos.

Nah, dari konflik tersebut, kita diajak untuk mengetahui bagaimana cara Akos dan Cyra mengakhiri rezim ryzek dan menyelamatkan Eijah. Klise kan?

Menurut saya iya..

Sepertinya kali ini, Roth ga bisa memuaskan saya sebagai pembaca. Kisah yang diambil kurang mengena dan terlihat sangat biasa saja. Konfliknya pun terasa gitu doank. Kurang mantap, dan kurang dieksplore. Sepanjang baca buku yang cukup tebal ini, saya masih kebingungan arus ini maksudnya apa. Dan pas tau kekuatan Cyra dan Akos yang saling melengkapi, saya malah mau ga mau membandingkan dengan Shatter me Series…

Mungkin seperti yang orang-orang bilang, World Building nya kurang, jadi agak meh bacanya, karena pondasinya kurang kuat. Saya masih ga nangkep sama situasi di dua wilayah itu hahaha. Di awal saya sempat kebingungan sama timeline dan usia Cyra, karena sempat dikisahkan secara flashback dengan istilah musim, jadi ya ampun perlu muter otak buat mahamin ceritanya.

Action nya juga kurang banget, ga greget, beda banget deh sama Divergent yang bikin saya jatuh cinta banget. Oh ya, di novel ini ada 2 pov, satu Cyra dan satu Akos, yang Pov cyra menggunakan sudut pandang orang pertama, dan akos menggunakan sudut pandang orang ketiga, CMIIW. Pada awalnya saya harus beradaptasi untuk menyesuaikan perbedaan pov itu.

Terus saya agak gemash sama terjemahan nya,, maafkan,, tapi entah kenapa, terjemahan nya bikin bingung banget. Jadi bisa dibayangkan kan, selain cerita di novel yang ngebosenin parah, terus terjemahan nya begitu pula, alhasil saya bacanya jadi lintas lalu dan sambil nguap. Maafkan sekali lagi

Jadi intinya, menurut saya karya Roth ini agak flop. Dia mencoba untuk sci fi tapi yang saya tangkep malah revolusioner nya, sci fi nya Cuma bumbu. Dan karena konfliknya standard banget, jatohnya membosankan. World building nya lemah jadinya membingungkan. Yah tapi saya masih ingin tahu kelanjutan nya sih, mau dibawa kemana cerita Cyra dan Akos ini. Semoga kisah selanjutnya jauh lebih baik ya.