Book Review : Karung Nyawa by Haditha

0

Yuhuuu,,, kali ini saya kembali ingin menceritakan perasaan saya ketika selesai membaca Novel Horror Klenik karya Kang Mas Haditha, yang berjudul Karung Nyawa. Wah dari judulnya aja udah bikin penasaran ya,,, kenapa Karung Nyawa? Emang nyawa bisa dikarungin? Nyawa nya siapa? Uhm…

IMG20180416215347

Sinopsis (Dikutip dari Goodreads)

Original Title : Karung Nyawa

Penulis : Haditha

Editor : MB. Winata

Paperback, 220 pages

Published April 2018 by Bukune

ISBN13 : 9786022202653

Edition Language : Indonesian

Johan Oman, Pemilik Konter Pulsa
Ah, kejadian lagi, padahal belum juga hilang ingatanku akan kejadian mengerikan itu! Udahlah, tutup konter saja!

Janet Masayu, Pemandu Karaoke
Pacarku memang benar-benar trauma akan kejadian itu. Sekarang dia nggak mau keluar sama sekali dari konter pulsa kecilnya. Harus bagaimana ya kalau sudah begini…

Zan Zabil Tom Tomi, Penjaga Warnet
Menarik! Polisi saja tidak sanggup memecahkan misteri ini.
Sepertinya sudah perlu detektif partikelir yang lama nganggur ini turun tangan.

Tarom Gawat, Cucu Dukun
Gawat… gawat… GAWAT!

Empat pemuda bekerja sama menyelidiki kasus ganjil yang menggegerkan desa. Mereka tidak pernah menyangka akan berada di ranah klenik nan mistik yang membuka rahasia masa lalu kelam Purwosari.
Bukan hanya soal pesugihan dengan tumbal, tapi jauh lebih mengerikan lagi, perihal legenda Toklu–Pemulung pemburu kepala manusia yang mungkin benar adanya.

Kini mereka harus menghadapi tantangan terbesar ketika mendapati bahwa pemburu dan mangsa terakhir dari semua ini lebih dekat dari yang mereka kira.

 

Review

Ini adalah novel Haditha kesekian yang saya baca, sebelumnya saya sudah pernah baca Novel Anak Pohon (yang diterbitkan Fantasious), Sumur Hitam atau Bahkan Astral Travel Agent. Dari novel-novel tersebut, terlihat sekali, Karung Nyawa ini semakin membaik dari segi penulisan, plot hingga olah kata nya, walau tetap favourite saya adalah Astral Travel Agent. Hehehe

Melalui kisah di Karung Nyawa ini, saya diajak untuk mengikuti serentetan kisah penuh misteri. Belum apa-apa sang penulis telah mengajak kita memulai suatu konflik yang tiada henti hingga akhir. Sebuah kasus pembunuhan yang diselimuti mistis.

“Kata orang bijak, satu-satunya cara mengatasi ketakutanmu adalah dengan menghadapinya

Sedari awal saya diajak untuk ikut bertindak sebagai detective yang menebak-nebak, siapakah dalang dibalik pembunuhan ini? apa motifnya? Bagaimana caranya bisa sampai seperti itu? Begitu banyak dugaan,,, dan ternyata.. wow! Plot Twist! Nyaris tidak bisa saya tebak…

“Hidup mandiri itu ya haruse jangan bersembunyi kalau ketemu cobaan. Harus bangkit. Harus hadapi masalah”

Seperti, di Novel sebelumnya, sang penulis akan memberikan kita beberapa bab dengan sudut pandang yang berbeda, sehingga akan menambah rasa penasaran didalamnya, karena setiap sudut pandang punya kisah nya sendiri, punya alibi tersendiri. Dan kisah dari setiap sudut pandang atau tokohnya ini cukup menarik menurut saya. Belum lagi khas sang penulis yang kerap kali memberikan teka teki pertanyaan di akhir setiap bab, makin membuat penasaran.

Walau telah menuliskan beberapa buku, sang penulis nampaknya tetap konsisten berada di ranah horror klenik, yang menurut saya bagus, karena jarang ada penulis lokal yang ingin mengangkat tema ini. walau yah, saya memang bukan pecinta horror dan terkadang cukup membuat bulu kuduk bergidik ketika membayangkan tokoh-tokoh mistis yang penulis deskripsikan di setiap novelnya.

Sebagai informasi saja, Novel ini masih memiliki keterkaitan antara novel penulis yang lainnya, sehingga jangan heran ketika menemukan beberapa hal yang nampaknya pernah kita baca di buku lainnya.

Saran buat sang penulis, saya berharap dapat diinformasikan mengenai alur keterkaitan atau universe dari seluruh novel ini, agar para pembaca lebih paham harus memulai dari mana, dan agar lebih jelas juga timeline nya.

Anyway good luck! Semoga kedepannya semakin baik menuliskan kisah-kisah yang apik! Congratz atas terbitnya novel ini!

Jangan lupa beli yaaaaaa!

Advertisements

Book Review : Years After by Orizuka (17 Years of Love Song part 2)

0

Menilik Goodreads dan Blog kemudian tersadar, sungguh pemalas kau Ade Nurmarita Sari… habis baca harusnya langsung nulis! Jadi pendingan ga banyak.. baiklah,, daripada Cuma diliat dan dipikirin tapi ga dikerjain, mending kita mulai aja ya nyicil satu-satu, syukur-syukur kelar semua dalam satu hari, sambil nunggu buka puasa.

Buku pertama yang akan gw bahas hari ini adalah “Years After” nya Orizuka. Jujur pertama kali Orizuka mengumumkan kalau aka nada sekuel dari 17 years of Love Song, gw langsung gegap gempita. Gimana nggak, novel yang udah gw baca nyaris 10 tahun lalu sampe termehek-mehek ternyata ada lanjutannya!

Langsung lah gw Pre Order Years After ini. Biar dapet feel nya, gw baca ulang deh 17 Years of Love Song, review nya disini ya… dan abis itu langsung baca Years After,,, ah bener,, feel nya langsung berasa!

IMG20180408135825

Sinopsis

Paperback, 280 pages

Published March 2018 by Puspa Populer

ISBN13 9786022140139

Edition Language Indonesian

 

Kisah Cinta Leo dan Nana tidak berhenti walau maut memisahkan. Dengan keteguhan hati, Leo pun membesarkan Lena, buah cintanya dengan Nana seorang diri. Keengganan Leo untuk mencari sosok pengganti Nana membuat Lena merasa bersalah. Menurut Lena, karena kehadirannya di dunia ini, Ayah nya harus kehilangan sosok yang paling ia cintai.

Mama… saat itu, Lena ingin menyerah.
Lena hanya ingin menyerah.
Bolehkan Lena menyerah?

Namun, beban tersebut tak lantas membuat Lena menjadi gadis pemurung. Ia tumbuh menjadi sosok ceria yang juga mencintai Baseball. Rupanya, buah jatuh memang tak jauh dari pohonnya. Walaupun begitu mencintai baseball, Lena tidak dapat memainkan olahraga tersebut, karena kondisi tubuh yang tidak mendukung. Untuk itu, ia bersikeras untuk bergabung di tim sekolah “The Regals”  dengan menjabat sebagai Manajer. Tapi ternyata menjadi manajer pun tak semudah yang ia pikirkan.

Mama saat itu, Lena belum sadar, bahwa Lena sedang jatuh cinta.

Kepada Regals.

Juga Kepadanya.

Lalu bagaimanakah kehidupan Lena selanjutnya?

Review

Orizuka adalah orizuka, sosok yang gw kagumi akan karya nya. Sama dengan karya sebelumnya, gw pun menyukai kisah di novel ini dan semudah itu bagi gw untuk menyukai tokoh-tokoh yang ada didalamnya.

Kali ini Orizuka kembali mengambil kisah anak SMA dan segala permasalahan di dalamnya. Yah bisa dibilang sama dengan 17 Years of Love song ya.. Namun kali ini tokoh utamanya adalah sang Anak, Lena. Kita akan diajak untuk memahami perasaan Lena yang hidup tanpa seorang Ibu, bahkan ia tidak pernah bertemu dengan Ibu nya satu detik pun. Ga hanya itu, kita akan diajak memahami perasaan seorang Leo yang memilih untuk setia pada satu cintanya.

Sosok Lena ini, begitu ceria dan dapat menghidupkan suasana, terlebih lagi dengan sifatnya yang extrovert nan lugu, membuat semua orang gemash. Gw suka banget interaksi dia sama Segara, sosok kakak kelas kapten baseball yang begitu mencuri perhatian.

Mama saat itu, Lena tidak tahu mengapa dia selalu hadir tepat waktu,

Tapi satu hal yang Lena tahu : Dia adalah penyalamat bagi Lena

Sosok Segara sendiri juga membuat kisah ini semakin manis. Bagaimana perjuangan dia untuk sesuatu yang sangat ia cintai, Baseball begitu mengingatkan kita sama Leo.

Walau Years After ini merupakan novel remaja, tapi ga ada kok kisah cinta yang menye-menye atau berlebih, justru berbeda dari 17 years of Love Song, novel ini lebih berfokus menceritakan kisah keluarga, persahabatan dan apa arti meraih mimpi.

“Kakak bisa berhenti dulu, Kakak bisa beristirahat. Kakak bisa berusaha lagi nanti”

Selain Leo, Nana dan Segara , kita juga akan diajak untuk berkenalan dengan Tim Baseball dan SoftBall The Regals.

Seperti biasa, Orizuka lebih memilih untuk menggunakan POV orang ketiga, jadi ga hanya Lena, kita akan dibuat paham permasalahan tokoh-tokoh lainnya. Dan sama juga seperti 17 years of Love Song, di akhir setiap bab, terdapat surat untuk Nana, tapi kali ini bukan dari Leo, namun dari Nana.

Walau Novel ini lebih ceria dibandingkan 17 Years of Love Song, tapi tetap ada beberapa part yang ngebuat mata gw basah,, hikz! Khas orizuka banget lah pokoknya.

Satu hal yang bikin gw agak sedih, kisahnya semacam buru-buru banget dan seakan ingin cepat selesai, padahal mah kalau mau di eksplore lagi juga bisa. Argh! Gw masih pengen tahu kisah segara…

Hari ketika kamu lahir, adalah hari ketika aku terselamatkan.

Terima kasih karena telah dilahirkan

Sekarang giliran ku untuk berjuang

Demikian karena gw buntu mau nulis apa, udah kelamaan juga bacanya jadi segini aja deh ya hahaha

 

Book Review : 4 Ways to Get A Wife by Hyun Go Wun

0

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan Message yang menawarkan saya untuk me – review sebuah novel korea berjudul 4 Ways to Get A Wife yang ditulis oleh Hyun Go Wun. Waahh tanpa berpikir panjang saya pun mengiyakan tawaran ini. Salah satu alasannya adalah karena mendapatkan buku gratis XDDDDDDDD sebagai pecinta gratisan tentu saja hal ini sayang untuk dilewatkan. Hehehehe selain itu, saya tertarik karena ini adalah Novel Korea, sebelumnya saya hanya pernah membaca “So I Married An Anti Fan” dan sukaaaa banget sama ceritanya. Jadi saya juga berharap, Novel ini akan sebagus dengan “So I Married An Anti Fan”. Bismillah.. Doain…

20180304_101038

Sinopsis (Dikutip dari Goodreads)

4 Ways to Get A Wife by Hyun Go Wun

Paperback, 394pages

Published December 2012 by Penerbit Haru (first published July 1st 2012)

ISBN13 9786027742048

Edition Language Indonesian

Dicari: Istri Kontrak

Persyaratan: Usia 25-30 tahun, fisik sehat, dan penampilan rapi. IQ di atas 130. Memiliki pekerjaan tetap.

Kesepakatan: Diberikan uang kontrak dan upah per tahun standar lulusan universitas. Disediakan pakaian dan pembantu rumah tangga. Setelah kontrak selesai, akan diberikan keuntungan khusus seperti belajar di luar negeri.

Perhatian: Bukan kontrak seumur hidup. Masa kontrak maksimal 3 tahun. Kontrak akan diperbarui setiap tahun. Tidak diperbolehkan adanya kontak fisik atau keluhan apa pun.

Lampirkan CV, surat keterangan kesehatan, dan sertifikat tes IQ. Wawancara akan dilakukan setelah lulus seleksi dokumen.

####

Dunia sepertinya sudah semakin gila ketika aku melihat iklan untuk mencari’istri kontrak’ yang terpasang di koran hari itu. Apalagi, adikku sendiri yang baru berumur 20 tahun, yang memiliki perbedaan umur lebih dari 12 tahun dengan lelaki itu. Benar-benar sinting!

Setelah bersusah payah menjauhkan dan menyelamatkan adikku, lelaki itu malah berkata padanya dengan wajah datar. ‘Tidak ada burung pedar, ayam pun jadi.’

Ayam? Siapa yang ayam? Sekarang ia malah menawariku menjadi istri kontraknya!

“Sebagus apa pun latar pendidikannya, sebaik apa pun sifatnya, dan secantik apapun wajahnya, cobalah menikah dengannya. Akan muncul orang lain yang jauh berbeda dengan saat menjadi kekasih dulu. Itu sebabnya, lebih baik mulai “Mencari Pasangan” dari orang yang ada di sekitar kita dulu. Toh tidak ada jaminan akan mendapat pasangan yang lebih baik dengan mencari di tempat yang jauh”

20180304_100340

Review

Pertama kali baca sinopsis nya, novel ini mengingatkan saya terhadap novel So I Married an Anti Fan dan juga drama korea Full House. Kenapa? Karena sama-sama mengangkat tema mengenai Kawin Kontrak. Tema seperti ini memang sudah banyak diangkat di pasaran, jadi seperti apa ciri khas dan kelebihan dari 4 Ways To Get A Wife dibandingkan dengan kisah dengan tema serupa yang telah lebih dulu beredar? Sebagai informasi, di covernya , terdapat informasi bahwa novel ini merupakan “Novel Best Seller” yang merupakan salah satu Novel Korea Terbaik.. uhmmm…..

Awal baca, saya dibuat bingung oleh gaya bercerita dan penulisan Hyun Go Wun, dia menggunakan sudut pandang orang ketiga yang mengetahui segalanya. Tapi justru hal ini membuat setiap kalimat antar paragraf begitu campur aduk dipenuhi oleh isi pikiran nyaris semua tokohnya. Saya terkadang bingung, siapa yang berbicara? Siapa yang mengungkapkan pikirannya di kalimat atau paragraf tersebut? XD. Terbilang unik memang, disaat saya terbiasa membaca POV hanya dari 1 orang saja, sehingga lebih mudah untuk memahami isi ceritanya.

Namun, setelah beradaptasi, akhirnya saya bisa memahami setiap kisahnya, bahkan hanya dalam waktu 2 hari saya mampu menamatkan novel setebal 394 halaman ini. *elap keringet*

Awalnya saya agak skeptis, kok ceritanya masih standard ya, belum ada spesial-spesialnya? Tapi mulai pertengahan, pengembangan karakternya cukup baik, dan saya justru jadi suka dengan setiap karakter yang ada di novel ini, kecuali terhadap Direktur Oh dan Nyonya Oh ya… eh Shin Hee juga.

“Wanita ini, ternyata pikirannya lebih tajam dari yang ia duga. Wanita ini bisa membaca isi hatinya dengan tepat, padahal biasanya tidak ada seorang pun dapat melakukannya.”

Gyeon Hyeong ini gemas banget deh,, keliatan banget dibalik karakter kerasnya, tapi sebenarnya dia kesepian dan butuh seseorang yang tulus. Sementara Jung Won, karena ketulusannya dia justru susah untuk percaya diri. Mungkin dia harus banyak belajar dari Dilan. Padahal terkadang sedikit rasa percaya diri itu perlu loh.. *apasih

“Jung Won ssi, tolong jaga Gyeon Hyeong baik-baik, Kalaupun rasanya kau ingin membunuhnya, tolong bersabarlah. Kalau ia tidak mendengarkan perkataanmu, kau boleh menendangnya. Asal jangan kurung dia di dalam ruang bawah tanah meskipun kau sedang marah”

Kisah di novel ini ga maksa, semua ada proses, termasuk pengembangan sifat karakternya tadi, dan juga kita tidak hanya disuguhi oleh konflik cinta semata ternyata nggak! Saya salah kira. Ada beberapa konflik lain yang menjadi teka teki disini, saya sempat dibuat berdebar-debar dengan twist nya..aarrrhhh kesel…

“Tentu saja kita bisa mencari kelemahan orang lain sebanyak mungkin, sebelum kita benar-benar dibutakan oleh cinta. Tetapi setelah menemukan pasangan yang benar-benar cocok. Tuhan seolah membuat kedua orang itu buta”

Nilai plus lainnya dari novel ini adalah banyaknya kalimat-kalimat yang Quoteable banget cocok buat caption #eh

“Kang Jung Won, sebenarnya kau berharap apa? Apa Kau sempat salah paham dengan segala kebaikan dan kehangatannya? Mengira kalau semua itu benar-benar tulus darinya? “

Untuk Cover baru ini, relatif simple ya design nya, tapi jujur saya lebih suka cover yang dulu, lebih imut. Sedikit (eh banyak) catatan untuk novel ini, mungkin cara terjemahannya ya? Asli saya bingung hahahaa,, entah emang dari sananya gini, atau emang terjemahannya yang kurang sempurna? Dan diawal ada kata yang “hilang” alias ga keketik? #eh jadi sempat bingung maksudnya apa..

Semoga ada perbaikan untuk cetakan atau novel selanjutnya ya..

Terima kasih sudah memberikan saya kesempatan untuk me-review novel ini ^^ ditunggu tugas lainnya #eh ngarep

 

Book Review : Call From an Angel by Guillaume Musso

0

Hai… ayo merapat.. kali ini saya mau bahas Novel karya Guillaume Musso yang berjudul Call From an Angel (Madeline #1). Ada yang pernah mendengar Guillaume ini? sebelumnya Novel karya beliau yang berjudul The Girl On The Paper sudah diterjemahkan dan diterbitkan oleh penerbit spring. Ada yang sudah baca?

Jujur ya, saat saya membeli Call From an Angel ini, saya tidak memiliki ekspektasi apapun, mengingat saya kurang begitu suka The Girl on Paper nya. Jadi,, ya Call From an Angel ini menjadi urutan kesekian untuk saya baca. Tetapi.. Alhamdulillah sebelum bulan Desember ini berakhir, saya sudah berhasil menyelesaikannya. Daaannn…. Secara mengejutkan, saya begitu menyukai novel ini. Memangnya apa ya keistimewaan dari novel ini?

Sinopsis (Dikutip dari Goodreads)

Paperback, 432 pages

Published October 2017 by Penerbit Spring (first published 2011)

Original Title : L’appel de l’ange

ISBN13 9786026682086

Edition Language : Indonesian

Series : Madeline #1

20171210_113534

Di New York, Madeline dan Jonathan tanpa sengaja menukar ponsel mereka. Saat mereka menyadari kesalahan tersebut, mereka sudah terpisah hampir 10.000 kilo meter. Madeline adalah seorang floris di Paris, Jonathan memiliki restoran di San Fransisco.

Tidak membutuhkan waktu lama bagi keduanya untuk menyerah pada godaan dan menelusuri ponsel masing-masing. Namun, itu malah menguak sebuah rahasia yang mereka berdua ingin kubur selamanya. Sebuah rahasia yang bisa membunuh mereka berdua.

“Kalau kau tak bisa memercayai seseorang, kau juga tidak bisa benar-benar mencintainya”

Review

Saat mulai membaca novel ini jujur saya tidak membaca sinopsis nya dengan seksama, yang saya tahu hanya seorang gadis dan seorang pria tidak sengaja bertukar handphone. Dari situ saya menduga kelanjutan kisahnya akan seperti ftv atau kisah cinta kebanyakan, klise, jatuh cinta begitu aja. Selesai.

Pada awalnya saya berpikir novel ini merupakan novel young adult romance biasa, tapi ternyata saya salah besar. Novel ini lebih ke metropop? namun Digabung dengan thriller misteri (?)

 “Ada orang – orang yang takdirnya dipertemukan. Dimana pun mereka berada. Ke mana pun mereka pergi. Suatu hari nanti, mereka akan bertemu” 

Melalui kisahnya, kita akan diajak ikut serta untuk melalui petualangan dan mengungkap “beberapa” kasus. Kok bisa?

Pertemuan Madeline dan Jonathan memang tidak terlalu bagus. Buruk malah. Namun, kejadian itu membuka pintu untuk menyembuhkan luka masing-masing. Dengan tertukarnya handphone mereka dan jarak yang begitu jauh untuk langsung mengembalikan, membuat keduanya penasaran untuk melihat isi handphone masing-masing.

“Kita berdua perlu melupakan, perlu sebuah tempat pemberhentian, sebelum membawa beban kehampaan kita lebih jauh lagi.”

Rasa penasaran itu semakin membesar ketika satu persatu misteri muncul ke permukaan. Jonathan dan Madeline pun mau tak mau saling bertukar pesan untuk menuntaskan rasa penasaran mereka. Namun, ternyata tidak semudah itu. Misteri tersebut saling terkait dan berujung pada suatu petualangan yang mencekam.

Keduanya pun bekerja sama untuk menyelesaikan misteri tersebut. Tidak mudah memang. Tapi tekad mereka terlalu bulat untuk melewatkan petualangan ini.

Saat membaca, saya ikut berdebar, penasaran apa sebenarnya yang terjadi. Siapa madeline? Kenapa jonathan bisa jatuh bangkrut seperti itu? Sang penulis tidak hanya menuliskan satu pov, atau dua pov antara madeline dan jonathan, namun ada beberapa tokoh yang juga ikut bercerita disini. Ada beberapa yang penting terhadap alur cerita tapi ada juga yang menurut saya kurang penting dan apabila dihilangkan pun tak apa.

Sang penulis begitu pintar membuka satu persatu misteri, membuat saya ikut berpikir apa hubungan antara satu yang lainnya. Hingga tak terasa, ketika membaca novel ini rasanya kita tak ingin menyudahi nya.

Saya suka tokoh utamanya, Madeline yang pemberani, namun terjebak pada obsesi yang nyaris menghancurkan nya. Jonathan yang berbakat namun nyaris kehilangan kepercayaan diri nya karena sebuag trauma pengkhianatan. Dengan dua karakter yang begitu kuat, ditambah alur maju mundur serta konflik yang begitu menarik, rasanya Novel ini sangat patut untuk dibaca.

Kekurangan nya mungkin hanya pada kisah akhir nya.. saya merasa ada beberapa hal yang belum terselesaikan… kenapa begitu menggantung,,,

Tetapi… begitu saya membuka kolom Goodreads,,, terpampang nyata “Madeline #1” ah,,, rupanya novel ini bersambung… pantas saja….

Yeay! Saya masih ingin bertualang bersama Jonathan dan Madeline.. semoga penerbit spring segera menerbitkan buku keduanya (Un appartement à Paris) ya….