Graphic Novel Percy Jackson #2 – Percy Jackson and The Sea Of Monster

0

Akhir akhir ini lagi marak banget yang namanya Graphic Novel ya, alias adaptasi novel ke comic. Nah salah satunya yang ikutan hype dari dulu adalah graphic novel series Percy Jackson. Gw adalah salah satu fans percy, namun untuk mengoleksi Graphic Novel ini rasanya ga kuat.. mahal banget harganya…jadilah pas ke BBW nyari2 ini.. di BBW satu nemu buku ketiga nya dengan kondisi mulus,, tp di BBW kedua lagi ga jodoh, dapet sih tapi kondisi covernya udah agak rusak.. tapi ga masalah lah ya,, yang penting dalem nya masih bagus.

Sinopsis (From Goodreads)

IMG_20170523_081217_946

Paperback, 128 pages

Published July 2nd 2013 by Disney-Hyperion

ISBN 142314550X (ISBN13: 9781423145509)

Edition Language English

Series Camp Half-Blood ChroniclesPercy Jackson and the Olympians: The Graphic Novels #2

Seventh grade has been surprisingly quiet for Percy Jackson. Not a single monster has set foot on his New York prep-school campus. But when an innocent game of dodgeball among Percy and his classmates turns into a death match against an ugly gang of cannibal giants, things get…well, ugly. And the unexpected arrival of his friend Annabeth brings more bad news: the magical borders that protect Camp Half-Blood have been poisoned by a mysterious enemy, and unless a cure is found, the only safe haven for demigods will be destroyed.

In the follow-up to the wildly popular The Lightning Thief, The Graphic Novel, Percy and his friends must journey into the Sea of Monsters to save their camp. But first, Percy will discover a stunning new secret about his family–one that makes him question whether being claimed as Poseidon’s son is an honor or simply a cruel joke.

Featuring a faithful adaptation by Robert Venditti, stunning artwork by Attila Futaki, and sumptuous colors by newcomer Tamas Gaspar, Rick Riordan’s blockbuster book comes to life in The Sea of Monsters, The Graphic Novel.

Review

Di Graphic Novel, kisah Percy Jackson ini terkesan di persingkat, banyak detail-detail yang ga dijelaskan sama sekali. Sepertinya memang yang diambil hanya kisah-kisah utama nya aja. Wajarlah ya,, soalnya kan comic, kalo ketebelan juga ga asik.. lagi kalau mau lengkap bisa baca langsung di novelnya XD

Gambar di Graphic Novel ini lumayan oke lah, walau dibandingin sama Graphic Novel nya Legend agak jauh hihi.. tapi ga masalah kok.. percy is always lovely *bias

Duh semoga di BBW yang akan datang bisa beli buku ke 1, 4-5 nya, amin

Anyway gw bingung mau nulis apa, jadi udahan dulu ya.. *dilempar

Book Review – Golden by Jessi Kirby @penerbitspring

0

Setelah gagal menamatkan “One” minggu ini karena ada halaman yang hilang dan terpaksa harus retur ke penerbit, akhirnya saya memutuskan untuk membaca “Golden” terlebih dahulu. Padahal awalnya saya agak skeptis karena sebelumnya melihat rating novel ini di Goodreads tidak terlalu tinggi, hanya 3.87. tapi ternyata saya salah….. kenapa? Mari kita lihat…..

Sinopsis

brsfe2xaf3y_zpsuoalplsz

Original Title : Golden

Author : Jessi Kirby

Paperback, 308 pages

Published January 23rd 2017 by Spring (first published May 4th 2013)

ISBN : 6027432276 (ISBN13: 9786027432277)

Literary Awards : Goodreads Choice Award Nominee for Best Young Adult Fiction (2013)

Parker Frost hidup bersama sang Ibu setelah kedua orang tua nya memutuskan untuk berpisah beberapa tahun silam. Ibu yang perfeksionis menuntut Parker untuk menjalani hidup sesempurna mungkin tanpa cacat. Parker nyaris tidak pernah melanggar aturan apapun dalam hidupnya. Ia adalah anak yang cerdas hingga akhirnya menjadi salah satu kandidat peraih beasiswa Farnetti-Cruz. Sebuah beasiswa bergengsi yang diadakan oleh Cruz Foundation dalam rangka mengenang kematian duo sejoli Julianna Farnetti dan Shane Cruz sepuluh tahun lalu.

Pada awalnya Parker sangat ingin memenangkan beasiswa tersebut agar dapat melanjutkan studi dalam bidang Kedokteran di Stanford University. Namun, sebuah jurnal telah mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan selama ini.

Jurnal atas nama Julliana Farnetti tertanggal 10 tahun silam…

Jurnal yang dituliskan oleh seseorang yang sudah meninggal 10 tahun silam…

Jurnal yang mungkin dapat menguak sebuah misteri dibalik kematian pasangan paling sempurna saat itu…

Jurnal yang membuat Parker rela untuk mengambil risiko… mengambil sebuah pilihan yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya…

Lalu apa sebenarnya yang dikisahkan Jurnal tersebut? Mampukan Parker menguak kisah dibalik kematian Julianna Farnetti? Lalu bagaimana dengan kehidupan Parker yang tanpa cela?

“Mengambil Risiko bisa bermanfaat jauh lebih banyak dari yang kau tahu”

 

Review

Jujur saja awal membaca Golden, saya dibuat kesal dengan terjemahan nya. Entah kenapa saya merasa terjemahan kali ini tidak sesempurna buku terjemahan Spring yang lain. Atau memang cara penulis dalam memulai kisah yang belum membuat saya puas? Entahlah…

Saya hampir saja menaruh kembali Novel ini dalam tumpukan timbunan saya, hingga akhirnya setelah memaksakan diri untuk terus membaca, saya justru dibuat jatuh hati oleh kisah hidup Parker ini.

Golden merupakan sebuah kisah Coming of Age seorang Parker Frost. Sebuah kisah bagaimana seorang remaja berusaha untuk menjadi lebih dewasa karena sebuah kejadian tertentu.

Sebenarnya, orang-orang seperti Parker ini banyak kita temui dalam kehidupan kita, tetapi sang penulis mampu mencari celah untuk membuat kisah ini lebih menarik, salah satunya dengan Jurnal dan Kisah milik Julianna Farnetti.

Julianna Farnetti dan Shane Cruz adalah Pasangan idola semua orang. Ia bersekolah di sekolah yang sama dengan Parker sepuluh tahun lalu. Semua orang memprediksi bahwa kehidupan kedua remaja tersebut akan berakhir bahagia selamanya. Shane akan menjadi generasi penerus kekayaan keluarga Cruz, sementara Julianna akan menjadi pasangan sempurna bagi Cruz. Namun takdir  berkata lain, di tengah badai musim salju, Mobil Cruz ditemukan tergelincir, Julianna dan Shane menghilang, di samping mobil tersebut hanya ditemukan sebuah kalung milik Julianna dan bercak darah.

Kepolisian dan warga setempat mencari kedua remaja itu berminggu-minggu namun semua nihil, jenazah pasangan ini tidak ditemukan. Hingga akhirnya semua orang menyerah untuk mencari dan memilih untuk mengenang kedua remaja tersebut dalam doa. Papan baliho besar bergambarkan wajah Julianna dan Shane pun terpampang di kota, sebagai upaya untuk mengenang salah satu pasangan sempurna di kota kecil itu.

Suatu saat, ditengah kesibukan nya menjadi asisten guru dan bertugas untuk mengirimkan Jurnal milik para siswa yang telah lulus sepuluh tahun lalu, Parker melihat sebuah nama tertulis, sebuah nama yang meningkatkan rasa penasaran, sebuah jurnal milik seseorang yang telah meninggal 10 tahun silam, Julianna Farnetti.

Parker pun mulai membaca jurnal tersebut, awalnya ia hanya berniat untuk membaca tulisan awal julianna, kemudian mengembalikan Jurnal tersebut, namun,,, tulisan-tulisan Julianna justru mengikatnya bersama Jurnal tersebut, hingga akhirnya ia berusaha untuk mencari tahu kisah sebenarnya dari seorang Julianna dan Shane.

“Setiap pilihan punya kekuatan untuk mempengaruhi kehidupanmu nanti dengan cara yang tidak bisa kau ubah”

Saya suka ketika Parker mengajak saya sebagai pembaca untuk ikut penasaran bersama dirinya ketika membuka halaman demi halaman Jurnal milik Julianna tersebut. Saya suka ketika saya juga ikut berpikir bersama Parker mengenai apa yang terjadi sebelum kecelakaan naas yang merenggut kehidupan Jullianna dan Shane.

Saya merasa setelah membaca Jurnal tersebut perlahan tapi pasti karakter Parker semakin berkembang. Dari anak rumahan yang tak pernah mau memilih risiko apapun, menjadi seorang anak remaja yang berani memutuskan pilihan hidupnya sendiri.

Kisah ini tidak melulu tentang Jurnal Julianna, tapi bumbu persahabatan dan kisah cinta nya juga ada. Walaupun hanya secuil. *deep sigh* tapi tetap saja membuat saya gemas setengah mati! Ah Parker, kamu kenapa Naif sekali sih!!!!

Awal mula kisah di buku ini diceritakan agak lambat, seolah penulis ingin kita memahami kehidupan Parker yang monoton. Tapi pada akhirnya kisah ini ditutup dengan sebuah pembelajaran yang manis mengenai sebuah pilihan, mengenai sebuah keputusan untuk memilih dan menjalankan pilihan tersebut. Karena pada akhirnya yang bertanggung jawab atas sebuah pilihan adalah kita sendiri bukan?

Tidak hanya itu, buku ini lumayan banyak memiliki kalimat-kalimat cantik yang cukup Quote-able ❤

“Tapi terkadang, hidup memberi kita momen-momen yang langka dimana kita benar-benar melihat kesempatan yang sedang terjadi. Dan dalam momen itu, kita punya pilihan. Dan terkadang kita harus mengambil risiko.”

Overall, novel ini cukup layak untuk dibaca dan menjadi koleksi, sebuah cerita yang cantik ditambah dengan Cover buku yang Simple, Cantik dan juga elegan. Mungkin satu catatan hanya pada terjemahan yang kurang “mulus”.

 

Book Review – Red Queen #3 : King’s Cage by Victoria Aveyard

10

King’s Cage merupakan salah satu novel yang gw tunggu-tunggu banget di Tahun 2017 ini. Yup novel ini merupakan seri ketiga dari Red Queen series. Sebelumnya buku kedua nya yang berjudul Glass Sword sudah diterbitkan tahun 2016 lalu. Terjemahan keduanya juga sudah rilis loh, diterbitkan oleh Noura Books yah semoga King’s Cage juga segera diterjemahkan ya.

Sinopsis :

20170222_124304_zpsfsvcx40h

Paperback, 528 pages

Published February 7th 2017 by HarperTeen

Original Title : King’s Cage

Series : Red Queen #3

ISBN 0062661914 (ISBN13: 9780062661913)

Mare Barrow terjebak dan terpenjara di dalam istana. Ia menjadi tahanan dari seseorang yang pernah ia cintai sekaligus seorang raja yang sangat ia benci, Maven Calore. Mare kehilangan kekuatan nya dan tak bisa berbuat apapun. Mare lebih memilih untuk dihukum hingga mati namun Maven menolak, ia tidak ingin menyakitinya apalagi membunuhnya, ia hanya ingin Mare berada didekatnya.

Maven berusaha agar Mare mengikuti seluruh perintahnya dan menjadikan nya boneka untuk menghancurkan Scarlet Guard dan New Bloods. Namun, ambisi dan obsesi Maven tersebut membuatnya kehilangan para pengikut setia kerajaan, satu demi satu pengkhianatan pun terjadi. Maven pun memutar otak untuk mengatasi hal tersebut dan berusaha menjadikan lawan menjadi kawan agar semua rencana pembataian berhasil.

Di sisi lain, Cal dan Scarlet Heart berusaha menyusun rencana setelah Mare ditangkap. Mereka ingin menyelamatkan Mare dan menghabisi maven, namun semua itu tidak mudah disaat Maven mengeluarkan propaganda yang menghancurkan nama Scarlet Guard. Hingga akhirnya, satu demi satu aliansi mereka kumpulkan untuk memulai perang.

Lalu apa yang akan dilakukan Maven, Mare dan Scarlet Guard? Siapakah yang akan berhasil menghancurkan antara satu dan lainnya?

Review :

Setahun terakhir gw ketar-ketir banget nunggu novel ini rilis, karena jujur, gw ga terlalu suka sama Glass Sword, terlalu mengecewakan buat gw. Mungkin alasan nya Biased banget sih, karena setting nya diluar kerajaan dimana Maven ga memegang peranan penting dalam kisah-kisah di Glass Sword,,, boro-boro memegang peranan, munculnya aja seiprit. Dan gw agak malas sama kelakuan Cal yang kebanyakan galau di Glass Sword. Makanya, gw berharap lebih di King’s Cage ini.

Dari judulnya aja udah ketebak kan, King’s Cage ini mengambil latar di dalam istana, iya istana nya Maven. Jadi gw mengharapkan porsi Maven akan lebih besar disini.

Seperti yang diduga, lebih dari separuh kisah di King’s Cage ini adalah tentang Mare dan Maven. Gw suka banget kenapa? Karena kita bakal dibuat memahami kenapa Maven seperti ini. Dari awal gw emang ga bisa menyalahkan Maven 100% karena sebenarnya yang berada di balik semua ini adalah Sang Ibu. Tapi apakah setelah kematian sang ibu Maven akan tetap dengan sifat lamanya? Nah itu yang akan diceritakan didalam novel ini.

Gw suka ketika maven mulai berani membuka hatinya ke Mare…

“It’s the only way you’ll stay with me”

Dan… gw luar biasa sedih sampe bawa-bawa perasaan setiap Maven nemuin Mare. Dia itu Nampak fragile banget. Dan gw gemas setengah mati sama keduanya. Mereka tuh terkana sindrom Love Hate Relationship jadi ya.. pengen gw toyor satu-satu.

“You are the only person I care about, the only person who reminds me I am alive. Not empty… not alone”

Terus tanggapan Mare gitu doank…. *siapin piso

Apakah kisah di King’s Cage hanya tentang kelabilan kisah cinta Mare dan Maven? Oh nggak… di buku ketiga ini bakal dijumpai konflik politik yang jauh lebih banyak dari sebelumnya. Kalau di Red Queen hanya berkutat pada Kerajaan…. Di Glass Sword fokus pada Scarlet guard. Nah di King’s Cage akan banyak tokoh-tokoh, aliansi bahkan kerajaan baru yang muncul.

Masing-masing pihak akan menggunakan misi dan taktik politik mereka untuk meningkatkan kekuatan mereka. Sampai saat ini gw ga bisa bilang yang mana yang benar dan yang mana yang salah. Semuanya itu sebenarnya hanya ingin memuaskan ego masing-masing. Semuanya ingin berkuasa dengan caranya masing-masing.

Kita juga bakal menemukan banyak anggota NewBloods yang baru dengan berbagai kekuatan. Tapi saking banyaknya tokoh baru, jujur aja gw pusing sendiri baca nya. Terlalu dilebarkan permasalahan nya…. Tapi gw suka pengembangan karakter Maven, dan tetep kesel sama kelabilan Mare apalagi Cal. Astaga orang kayak gini bisa jadi putra mahkota..! Maven aja ampe bilang… Cal itu penurut, dia itu followers dia ga bakal bisa jadi raja yang lebih baik dari Maven. Dan gw setuju banget!

Seperti sebelumnya, POV dari King’s Cage ini ga hanya satu, tapi ada beberapa, dan kali ini akan ada pov dari Cameron sampai Evangeline. Gw berharap ada pov dari Cal atau Maven,, tapi rasanya Cuma mimpi.

Overall, King’s Cage lebih baik dari Glass Sword, Cuma gw agak kecewa karena ternyata ini bukan novel terakhir dari seri Red Queen, karena ternyata masih berlanjut! Padahal menurut gw, dari jaman Glass Sword sampai King’s Cage ini, ceritanya terlalu bertele-tele, terlalu melebar, padahal bisa loh seri ini hanya sebagai trilogy dengan cerita yang lebih dipadatkan. Bisa loh….

Tapi entah lah mungkin sang penulis masih memiliki kejutan di buku selanjutnya. Apalagi mengingat akhir cerita di King’s Cage ini yang agak nge-Twist.

Terus,,, gw harus menunggu satu tahun lagi untuk buku keempat…. Ko tega sih? T______T

Gw kan masih kangen maven banget-banget T_____________________T

Oh iya dari awal baca Red Queen, gw punya Fancast sendiri yang menurut gw pas banget wkwkwk apakah kalian setuju? *kabur bersama Maven

fb_img_1489315088073_zpsjjjgsr08

Book Review : Dear Nathan by Erisca Febriani

2

Belakangan ini, banyak banget karya-karya penulis Lokal yang diangkat dari Wattpad dengan sampul buku yang dihiasi tulisan “Telah dibaca jutaan kali”. Mungkin tujuan nya untuk menarik minat para pembaca ya… kan kesan nya kalau sudah dibaca jutaan kali, berarti karya tersebut bagus dan wajib baca. Tapi… hingga beberapa waktu lalu gw ga minat untuk beli. Kenapa? Karena ngeri buang-buang uang #eh . nggak deng, jujur aja gw bukan pengguna media Wattpad, bahkan gw ga tau bentukan Wattpad itu kayak apa. Jadi belum tau pasar dari media Wattpad ini siapa dan sebenarnya riil nya berapa banyak yang baca, apa benar jutaan kali?. Jadi ya itu… gw masih menahan diri.

Hingga akhirnya, pas ada Harbolnas akhir tahun kemarin, gw mutusin untuk Beli salah satu novel yang juga dari Wattpad, yang berjudul “Dear Nathan”. Sebenarnya udah sering banget liat novel ini berkeliaran di timeline dan toko buku dengan tulisan MEGA BESTSELLER dan dibaca JUTAAN kali di sampulnya. Tbh, Sampai saat ini, salah satu novel Mega Bestseller yang gw tau ya karya nya Ilana Tan dan gw emang akui ini bagus,, kalau Dear Nathan? Gw masih ga tau. Bahkan gw aja belum kenal penulisnya siapa. Tapi ya karena agak kepo dan katanya mau di film in, plus diskon pula jadi gw putusin buat beli.

Gw pun mulai baca novel ini minggu lalu mengejar sebelum film nya tayang akhir bulan ini, jadi biar bisa ada bahan komenan. Jahat . Oke ga usah berlama-lama, mari mulai bahas sedikit buku ini, dimulai dengan sinopsis nya.

Sinopsis

 20170226_080000_zpsopusbdqk

Paperback, 520 pages

Published March 2016 by Best Media

Original Title Dear Nathan

ISBN  6026940146 (ISBN13: 9786026940148)

Edition Language Indonesian

Salma adalah siswi pindahan dari Bandung, awalnya dia ingin menjalani kehidupan SMA di Jakarta dengan baik, tapi belum apa-apa dia sudah terlambat untuk masuk sekolah. Tapi tak disangka, keterlambatan nya itu membuka pertemuan nya dengan seorang cowok tampan bernama Nathan. Nathan pun menolongnya untuk menyusup masuk kedalam sekolah.

Awalnya, Salma tidak terlalu mengambil hati atas pertemuan pertama itu, hingga ia menyadari seorang Nathan adalah sosok cowok yang menjadi bahan pembicaraan ia dan teman-teman nya setiap hari. Karena Nathan adalah cowok yang terkenal paling badung disekolah!

Cowok Badung? Oh tentu saja sama sekali bukan tipe cowok idaman Salma. Salma tidak berniat untuk mendekati Nathan seperti siswi lainnya. Tapi apa daya, berbagai kejadian justru mendekatkan mereka. Seorang Nathan yang tidak pernah terlihat menyukai siswi manapun di sekolah tiba-tiba menaruh perhatian pada Salma. Sementara, Salma yang tidak pernah menyukai cowok manapun sebelumnya bingung harus berbuat apa. Apalagi melihat karakter mereka yang berbeda 180 derajat, bagaikan minyak dan air.

Lalu apa yang harus Salma dan Nathan lakukan? Bisakah mereka saling beradaptasi antara satu dan lainnya?

Review

Oke… gw kasih peringatan sebelumnya,,, kemungkinan review gw kali ini mengandung SPOILER. Jadi mending yang ga  mau kena spoiler, buru-buru deh stop baca disini….

Gw ini termasuk penggemar novel romens dan teenlit, jadi sebenernya Dear Nathan ini masuk ranah kesukaan gw, dan ga butuh waktu lama buat gw untuk menamatkan novel yang cukup TEBAL dan MAHAL ini.

Dear Nathan ini merupakan karya perdana dari novelis muda Erisca F. awalnya masuk ke Wattpad terus diterbitkan kedalam paperback , laris manis hingga akhirnya diangkat kedalam layar lebar.

Menurut gw, Dear Nathan ini so so, karena mirip sama salah satu novel fav gw,,, (akan kita bahas dibawah) tapi gw tetep asik-asik aja sih bacanya. Walau masih ada beberapa kekurangan dari novel ini, yang mungkin bisa diperbaiki dikemudian hari.

Gw bingung aja sama gaya Bahasa nya,, sang penulis berusaha menggunakan gaya Bahasa semi baku? Tapi ujung-ujung nya jadi ga jelas, kenapa ? karena ada beberapa kalimat yang berasa ga padu banget, seakan-akan dia bingung mau menggunakan kata apa. Yang menurut gw jatohnya malah nggak banget. Intinya Koherensi antar kalimat banyak yang ga tepat.

Belum lagi gw agak risih sama kegalauan panggilan nama, dalam satu kalimat percakapan contohnya, si Nathan manggil bapaknya, Papa terus dibawahnya Anda,,, terus papa lagi,, dan anda lagi,,, itu dalam satu kalimat percakapan loh… ga konsisten banget rasanya.

Gw juga risih sama cara manggil Nathan ke Salma, Saya Kamu banget? Berasa kayak nonton AADC jadinya hahaha.

Terus entah plothole atau bukan, ada satu adegan, tiba-tiba si rahma punya pacar dan semacam Salma dan Nathan ini kenal sama pacarnya itu.. padahal gw ngerasa dari awal ga pernah disebutin rahma punya pacar… apa gw yang abai?

Terus ada typo yah? Biasa sih kalau ini…

Kemarin sempat baca komen di Goodreads, dan ngebahas tentang kejailan Nathan yang nggak banget,, dan GW SETUJU banget… emang sih dari awal penulis bilang mereka sekolah di sekolah unggulan, tapi kondisi nya ga mencerminkan itu… iya banget sih masa seorang siswa sekolah unggulan dan kaya dan bandel dan disegani terus main nusuk-nusuk pantat cewek pake sapu? Atau mainin lilin dibawah bangku?

Atau,,, emang jaman sekarang bercandaan siswa siswi SMA kayak gitu ya? Entahlah….

Konflik nya juga kurang Hot, semacam gitu doank? Penyelesaian nya pun kayak …. Oh gitu doank? Pas adegan sedih yang menurut gw bisa lebih di eksplore juga jatohnya gitu doank…. Ga sampe bikin gw nangis atau apalah…

Yah… Overall untuk sebuah karya perdana, novel ini cukup oke.. walau IDE nya sangat tidak FRESH dan harusnya beberapa notes diatas terutama masalah Koherensi kalimat bisa DIPERBAIKI ya,,, karena beneran ganggu banget XDDDDD

Dan,, kesimpulan gw… Novel ini bener-bener OVERRATED parah….

Oh ya, tadi gw sempet bahas tentang kemiripan novel ini dengan novel lain…. Mari kita bahas, tapi ini mengandung Spoiler

Jadi…awal baca….. gw shock,,, kenapa,,, karena ceritanya MIRIP sama novel dari penulis kesayangan gw,,, yaitu Jingga Matahari series yang udah diterbitkan dari tahun 2010 silam. Tapi gw ga terlalu mau berburuk sangka di awal, gw masih berpikir karakter Nathan dan Salma aja yang mirip sama sosok Ari dan Tari. Dan masih berharap kalau konsep ceritanya beda….

Tapi makin lama baca… ko makin mirip… yha….

Jadi di Dear Nathan ini mengisahkan Nathan sebagai sosok cowok yang kaya, tampan tapi bandelnya setengah mati dan dia suka sama seorang Salma yang merupakan cewek biasa-biasa aja tapi pinter. Terus, karena kejadian-kejadian akhirnya Nathan naksir Salma dan mulai mendekati eh mengejar-ngejar Salma. Tapi ya gitu Salma nya masih galau jadi Tarik ulur.

Oke …. Ini mirip sama Jingga Matahari Series, dimana sosok Ari yang warbyasah bandel ampe jadi kepala geng sekolah naksir sama tari yang biasa-biasa aja padahal sama kayak Nathan, mereka dikejar cewek-cewek hot lainnya.

Bedanya adalah,… perlakuan Nathan ke Salma itu lemah lembut,,, sementara Ari ke Tari beringas banget hahahaha

Kesamaan nya ga sampai situ,,, INI MENGANDUNG SPOILER

Ternyata, si Nathan ini menyimpan kisah kelam dalam hidupnya… dia tinggal sendiri, Bokapnya Nikah lagi… dan NATHAN KEMBAR! Kembaran nya bernama Daniel…

Oke.. agak mirip sama Jingga Matahari Series, dimana yes,,, Ari juga tinggal sendiri karena Bokapnya Nikah lagi… dan ARI emang KEMBAR.

Bedanya? Kalau di Dear Nathan, si Daniel ini udah meninggal dan Nyokapnya Nathan pergi karena gangguan psikologis. Sementara Ari, kembaran dan nyokapnya pergi karena perpisahan orang tua,,, okedeh..

Intinya sih secara Garis besar dan konsep sama banget Cuma pengembangan dibedain gitu sih Dear Nathan ini… dan gaya Bahasa Mbak Esti sama Erisca beda banget…

Pengembangan Konflik di Jingga Matahari jauh lebih oke, sementara Dear Nathan So so banget.. dari segi karakter juga, gw baca sampai akhir dan masih biasa-biasa aja ke si Nathan ini, nothing so special. Beda kalau ke Ari … karena Ari jauh lebih nyayangin.

Yah tapi sudahlah mungkin memang hanya kebetulan belaka, silahkan pembaca sekalian yang menilai seperti apa novel ini… FYI aja ya, Jingga untuk Matahari juga bakal di film in, tapi yah keduluan sama Dear Nathan rilisnya.. jangan sampe deh, nanti orang-orang yang duluan baca or nonton film Dear Nathan ini ngatain film Jingga untuk matahari (dibilang ngikutin blabla) secara yang rilis duluan novelnya yang mana ya…… yah semoga aja ketakutan gw ini ga terjadi.

Gw sih walau komen gw kayak gini,,, tetep bakal NONTON Filmnya… kenapa? Biar gw bisa komenin kalau ada yang ga sesuai sama novelnya,atau aktingnya ga oke… selain itu,,, yang jadi Nathan itu GANTENG BANGET YA ALLAH…… tapi pas liat trailer filmnya.. ko akting nya ga banget ya hahahahhaa semoga di film nya jauh lebih oke ya…

Ini trailernya btw :

Oke sekian review gw,, mohon maaf lahir dan batin ya,, ini Cuma pendapat gw aja ko,, kalau pendapat kalian beda ya itu hak kalian masing2 ^^