Review #FilmArini #Arini Masih Ada Kereta yang Akan Lewat

2

Tanggal 5 April 2018 merupakan salah satu hari yang saya tunggu, apalagi kalau bukan karena Film Arini Masih Ada Kereta yang Lewat akhirnya tayang….. yeay! Walaupun akhirnya baru bisa nonton film ini di hari kedua penayangannya juga sih,, hihihihi

Kenapa saya nunggu film ini? jawabannya udah jelas kali ya.. karena Ada Morgan Oey XDDD film Arini ini merupakan film ke 10 morgan dalam kurun waktu 4 tahun, pencapaian yang cukup baik. Film yang saya tunggu untuk mengobati rasa rindu juga… *cieeee

Baiklah ga usah banyak cakap.. daripada saya kelamaan nulis terus malah jadi laper,,

152281126116028_700x394

Sinopsis

Pertemuan Nick dengan Arini di sebuah Kereta ternyata meninggalkan sebuah rasa yang mendalam. Sosok Nick yang bebas tak mampu lepas dari sosok Arini yang dewasa. Perbedaan umur yang cukup jauh dan sikap dingin Arini nyatanya tak membuat Nick menyerah.

Memori kelam masa lalu yang menghantui membuat Arini enggan untuk membuka diri. Lalu apakah keteguhan Nick mampu mengobati luka dan membuka lembar baru di hidup Arini?

ARINI-poster-411x600

Review

Saat pertama tau Morgan akan main di Film Arini, saya pun mulai mencari tau, mengenai film ini. Ternyata Film ini merupakan Remake dari sebuah film yang diperankan oleh Rano Karno, Widyawati dan Sophan Sophian. Sebuah film yang sangat sukses di masanya. Film ini ternyata adalah adaptasi novel yang ditulis oleh Mira W dengan Judul, Masih ada Kereta yang Lewat.

Saya pun langsung membaca novel tersebut (review ada disini Book Review : Masih Ada Kereta yang Akan Lewat, Arini by : Mira W ) dan langsung jatuh hati. Saya pun bertanya-tanya, akan seperti apa Film remake ini. apakah akan mengulang kesuksesan yang sama? Atau tidak?

Pertama kali teaser Trailer keluar… saya pun kembali jatuh cinta…  sosok Nick yang urakan ditambah dengan Arini yang elegan membuat rasa penasaran saya muncul.

Tak lama, Trailer Film pun rilis.. dan wow…. Pemandangan indah yang ada di Jerman,, soundtrack yang apik… membuat trailer ini ditonton oleh jutaan viewers di channel Falcon.. saya pun takjub,, dan berharap.. film ini akan mencapai kesuksesan yang serupa dengan pendahulunya.. banyak pula komen positif mengenai trailer ini…

Kemudian, akhirnya film ini rilis,,, dan saya baru bisa menyaksikan pada hari kedua penayangan.. mohon maaf! Lalu seperti apakah filmnya? Saya akan mencoba untuk berkomentar secara apa adanya, menurut pendapat saya pribadi hehehe

***

152281124058885_700x394

Film ini dibuka dengan adegan pertemuan Nick dan Arini disebuah kereta. Adegan yang cukup manis menurut saya.. saya suka bagaimana Naturalnya Morgan disini… yang membuat saya takjub, bahwa sebagian besar scene yang ada di Jerman, menggunakan Bahasa Inggris! Dan Morgan serta Aura Nampak tak canggung untuk mengucapkannya.. (Oh ya di bioskop tempat saya menonton, full filmnya ada teks Inggris hehehe kece ya)

Setelah adegan pertemuan itu.. kita akan diajak berputar di kisah seorang Arini dengan alur maju mundur nya… kita akan dibawa ke belasan tahun silam dimana, memori buruk dan luka yang dialami oleh Arini berasal. Kemudian kita akan diajak untuk kembali ke masa kini untuk menghadapi kisah baru antara Arini dan Nick.. adegan maju mundur ini begitu banyak, namun sayang kurang mampu mengeksekusi detail dan inti cerita dengan baik.

Jika boleh membandingkan dengan novel, kisah masa lalu arini diceritakan dengan begitu kuat. Sehingga pembaca akan paham dan mampu bersimpati terhadap apa yang dihadapi seorang Arini, namun didalam film, kisah masa lalu ini hanya seperti tempelan biasa, kurang kuat, fokus cerita justru berada pada Arini dan Nick di masa kini (dimana saya bahagia karena banyak nick)

Sinematografi nya luar biasa bagus! Saya suka.. cantik! Baik itu adegan di Jerman ataupun di Jogjakarta (dimana saya bingung kenapa tidak di Jakarta seperti novelnya). Namun ada adegan ketika Arini kembali ke apartemennya di Jerman, kameranya terlihat seperti bergoyang… apa ini memang style yang diinginkan ya? Entahlah saya tak paham. Yang pasti, dibalik semua itu, mata saya terobati dengan sinematografi yang indah.

Berbicara mengenai Scoring dan Soundtrack… wow… dari awal film di mulai, kedua hal ini cukup menyita perhatian saya. Scoring dan backsound nya begitu pas! Mampu membuat saya larut dalam kisah Nick dan Arini. Suara Morgan di Do You Really Love Me, Duet dengan Claresta di Mencintaimu dan bahkan suara Claresta di Kaulah segalanya begitu mencuri perhatian,, walaupun ini merupakan lagu remake, tapi aransemen nya kece!!!!

 

Sementara dari segi akting, Morgan lagi-lagi mampu menghidupkan sosok Nick yang bebas, ceria, manja , lucu dan pantang menyerah. Morgan seolah tanpa usaha menjadi Nick di film ini. Morgan adalah Nick dan Nick adalah Morgan, mereka Nampak begitu satu.. dari segi mimik, bahkan gerak gerik nya begitu pas! Saya dibuat senyum dan tertawa dengan tingkah polah Nick, dan kagum karena keteguhan hati nya. You DID A GREAT JOB Gan! I’m so proud of youuuuu!

Bagaimana dengan Aura Kasih? Wah,,, ini film pertamanya yang saya tonton,, dan saya sangat kagum pada perjuangannya untuk memerankan sosok Arini… aktingnya patut diacungi jempol.. gerak gerik dan mimik wajahnya mampu merepresentasikan sosok Arini dengan baik. Bahkan ada beberapa adegan yang membuat saya ikut merasakan apa yang ia rasakan.. Namun sayang, sosok Aura Kasih yang sesungguhnya, belum mampu mencerminkan wanita berusia 39 tahun secara Fisik.. Aura masih Nampak seperti wanita di akhir usia 20 an,,,

Hal ini menyebabkan perbedaan umur belasan tahun yang selalu mereka gembar gembor kan Nampak tak sesuai… karena ya,,, secara fisik tidak terlalu terlihat. Kemudian bagaimana dari segi Chemistry? Ada beberapa scene yang menampakan Chemistry manis di antara mereka,, namun ada beberapa scene yang tak mencerminkan kisah yang cukup kuat diantara mereka.. sayang sih.. padahal biasanya Morgan jago untuk yang satu ini, saya rindu dengan tatapan penuh cinta Morgan kepada lawan mainnya seperti yang kita lihat di Assalamualaikum Beijing atau Love Sparks in Korea..

Mungkin karena kekuatan kisah dan skrip yang memang kurang mendukung? Entahlah..

walaupun jujur, perlakuan Nick kepada Arini tetaaaapppp membuat saya iri! Dan juga Baper XDDDDDD

Kemampuan akting yang baik dari Morgan dan Aura tidak didukung oleh akting dari pemeran pendukungnya… sebenarnya hal ini sudah saya liat sejak menonton trailernya… tapi saya masih berusaha untuk positif..  sosok Haydar  dan Olga Lidya kurang mampu memerankan sosok Helmy dan Ira dengan baik, padahal mereka juga kunci utama dari kisah seorang arini.. huhuhu sayang banget padahal Morgan dan Aura udah bagus…

Namun,,, Film Arini tetap lah sebuah Film yang Manis dan wajib di tonton di BIOSKOP… apabila sosok Dilan di Dilan 1990 mampu mengobrak abrik hati para tante… sekarang adalagi NICK yang juga mampu membuat hati tante gemas dan girang…

Belum lagi banyak banget dialog-dialog yang QUOTEABLE banget deh,, bikin semeriwing pas dengernya hehehe

Yang terakhir Saya berharap Ismail Basbeth juga akan menggarap sekuel Arini yang berjudul Biarkan Kereta itu Lewat, Arini! Karena,, dude,, kita bakal tau sosok Nick lebih dalam! Hehehe

 

Advertisements

Movie Review : The Maze Runner – The Death Cure

4

Disaat hujan turun membasahi bumi,, saya berusaha menguatkan hati untuk menulis review dari film ketiga sekaligus terakhir series The Maze Runner yang berjudul The Death Cure. Ditemani pula oleh backsound Original Soundtrack nya (baca : Scoring) yang lagi-lagi ditangani oleh John Paesano ini sukses membuat suasana menjadi semakin sendu,,, cieee…..

tumblr_p30kp4RZZ71smfh9io2_540

Sebenarnya, saya sudah menyaksikan film ini dari hari pertama penayangannya, Rabu 24 Januari 2018 namun saya tidak langsung menuliskan review nya karena menunggu sampai saya selesai Nonton Bareng Fandom The Maze Runner ID sabtu kemarin, ceritanya agar dapat mendalami saat menuliskan isi hati hehehe…

Oh iya, sama dengan review film The Scorch Trials sebelumnya,, kali ini review saya akan berisi unek-unek, curcolan sekaligus SPOILER ! jadi buat kalian yang tidak kuat… please langsung close tab saja.. daripada sedih….

Baiklah tidak butuh waktu lama lagi,,, yuk kita bahas…

 

DR6tOnBU8AAX4w4.jpg large

suka banget sama poster ini

Sinopsis

Melanjutkan akhir kisah sebelumnya, Thomas, Newt dan kawan-kawan berusaha untuk menyelamatkan Minho, Sonya, Aris yang ditangkap oleh WICKED. Usaha penyelamatan yang memakan waktu berbulan-bulan ini tidak bisa dibilang sukses karena Minho, yang berada di Gerbong lain, belum bisa mereka selamatkan.

Thomas pun memutuskan untuk pergi menyelamatkan Minho seorang diri, namun Newt dan Frypan dengan sigap membantu. Mereka bertiga pun pergi diam-diam dan berusaha menuju Markas WICKED (The Last City). Ditengah perjalanan, serangan para Crank membuat mereka nyaris mati. Beruntung Jorge dan Brenda datang tepat waktu untuk menyelamatkan mereka.

Thomas, Newt, Frypan, Brenda dan Jorge pun segera menuju The Last City. Namun saat berusaha untuk masuk kedalam kota tersebut, baku tembak antara petugas WICKED dan orang-orang diluar markas terjadi. Ditengah kericuhan itu, Mereka diculik (ditolong) oleh sekelompok orang bermasker, yang salah satunya adalah Gally.

Thomas, Newt dan Frypan terkejut melihat Gally masih hidup. Rupanya selama ini Gally hidup dengan para pemberontak yang berusaha untuk menghancurkan WICKED. Gally pun menawarkan bantuan terhadap Thomas untuk dapat masuk ke The Last City. Thomas menerima nya dengan timbal balik akan berusaha membantu para pemberontak untuk mendobrak keamanan WICKED.

Disisi lain, Minho yang berada di markas WICKED dijadikan kelinci percobaan untuk menemukan Cure dari virus Flare yang nyaris memusnahkan populasi manusia. Teresa yang bergabung kembali dengan WICKED berusaha untuk meyakinkan Minho. Namun rupanya tak semudah yang ia kira. Ditengah pembicaraan empat mata, Minho justru menyerang Teresa.

Lalu bagaimana cara Thomas untuk menyelamatkan Minho? Dan apakah Teresa berhasil menciptakan Cure untuk virus Flare?

4ac2f735-8419-4c89-910e-a9e6174f3017

Poster Ala Ketika Cinta Bertasbih

Review dan ungkapan isi hati

Film pertama dari The Maze Runner ini tayang pada bulan September tahun 2014 dan secara mengejutkan mampu mencuri perhatian tak hanya dari para pembaca nya namun juga para penikmat film pada umumnya. Beberapa penghargaan pun mereka dapatkan. Dengan budget hanya $34 million mereka mampu mendapatkan keuntungan sampai $348.3 million, cukup fantastis ya.

Film kedua yang berjudul The Scorch Trials tayang satu tahun kemudian yaitu di bulan September 2015. Secara pendapatan mungkin film ini terbilang menurun jika dibandingkan film pertamanya, yakni hanya $312.3 million padahal terdapat peningkatan budget menjadi $61 million. Yah walaupun terdapat penurunan, tapi film ini masih menjadi perhatian para penikmat film kok. Film ini tetap masuk ke dalam beberapa nominasi penghargaan walaupun hanya Dylan o Brien (Thomas) yang mampu membawa pulang award tersebut.

Tak butuh waktu lama bagi Wesball dan Fox untuk mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan series ini, mereka pun sangat pintar untuk tidak membuat film The Death Cure menjadi 2 bagian seperti pendahulunya, Harry Potter, The Hunger Games atau bahkan Divergent yang ternyata sangat tidak sukses.

Namun, ternyata proses produksi dari film The Death Cure ini penuh drama dan tidak semudah proses di film sebelumnya. Kenapa?

  • Kasus pengambilan artefak saat syuting The Scorch Trials

Dylan pernah mengungkapkan bahwa ia dan beberapa actor lain sempat mengambil beberapa artefak saat syuting scorch dan setelah itu beberapa dari mereka sakit, dan banyak juga fans yang mengeluarkan petisi untuk mengembalikan artefak itu. Tapi sepertinya menurut Dylan ia dan kawan-kawan telah mengembalikan artefak itu. Hal ini sempat disebut-sebut mempengaruhi jalannya syuting di film ketiga.

  • Kasus Kecelakaan Dylan Obrien saat syuting The Death Cure

Pada awalnya jadwal syuting untuk film ini dimulai pada bulan maret 2016, namun tak terduga Dylan mengalami kecelakaan di lokasi syuting. Dylan tertabrak mobil disebuah adegan dan harus dilarikan ke Rumah Sakit serta mengalami patah tulang (penasaran adegan yang mana). Alhasil syuting pun tertunda satu tahun dan baru dimulai kembali satu tahun kemudian.

  • Kehamilan Kaya

Tidak hanya kasus kecelakaan Dylan, tapi rasanya syuting The Death Cure pun menunggu hingga Kaya melahirkan di Des 2016.

Akhirnya, film yang harusnya tayang di akhir 2016 atau awal 2017 harus mundur hingga awal 2018. Lumayan ya menunggu 2 tahun lebih. Namun ternyata penantian ini terbayar nyaris sempurna. Wesball berhasil untuk menjadikan film ini jauh lebih bagus dari Novel nya.

17-maze-runner-the-death-cure.w1200.h630

Film ini langsung dimulai dengan adegan action. Baku tembak antar Thomas, Vince, Newt dengan petugas Wicked, kejar-kejaran antara Jorge, Brenda dengan Berg milik Wicked hingga adegan penyelamatan Gerbong Kereta yang diangkat menggunakan Berg milik Jorge. Kebayang donk, saya menonton ini di 4DX CGV GI, langsung deh kursi nya bergoyang kesana kemari,, seru! Saya memang sengaja untuk menonton film ini pertama kali di 4DX biar bisa surprise di setiap adegan. :p

IMG-20180124-WA0020

Seperti kita tahu ya, sejak di Film Kedua, sudah banyak perubahan terjadi, makanya saya penasaran akan seperti apa film ketiga ini. Bagi para pembaca Novelnya, pastilah kita was was karena akan ada dua orang yang harus……

Belum lagi Wesball sejak semula sudah berkicau bahwa “Siapapun yang harus mati dibuku, akan tetap mati” ia tidak akan mengubah hal itu…. Jadi sebelum film ini tayang saya sudah menyiapkan hati dan air mata saya. Supaya tidak terlalu kaget saat menonton di bioskop..

Tapi… ternyata… walaupun sudah membaca bukunya, saya tetap dibuat menangis sesenggukan. Walaupun sudah menonton untuk kedua kalinya namun tetap saja….

Anyway, saya sudah baca Novelnya dari awal 2014 jadi jujur agak lupa kalau harus membandingkan 1 demi 1 adegan di film dan buku.

Maze Runner: The Death Cure CR: Fox

Tapi yang pasti :

  • Right Arm yang harusnya ada di Buku ketiga dan tempat dimana Gally bergabung berubah menjadi “Pemberontak” karena kita tahu Right Arm telah dimunculkan di Film kedua, tempat dimana Team B bernaung.
  • Tim B tidak ikut berperan dalam misi penghancuran Wicked
  • Minho ditangkap , jelas ini tidak ada dibuku
  • Teresa berhasil menemukan Cure? Uhmmm seingat saya tidak ada di buku
  • Cure nya adalah Darah Thomas? Like seriously? Kayaknya tidak ada di buku
  • Di Buku Brenda dan Jorge adalah anggota WICKED, namun di Film sama sekali bukan
  • Brenda dan Thomas semakin dekat dan dekat dan dekat di Buku, hingga akhirnya Thomas jatuh cinta pada Brenda dan melupakan Teresa.. Namun di Film? ALHAMDULILLAH,,, hal itu tidak terjadi, Brenda tidak semenyebalkan seperti Brenda dibuku, harus saya akui dia agak Baddas di film, walau tetap ya tatapan mata nya tidak bohong kalau ia begitu mencintai Thomas, tapi ALHAMDULILLAH bertepuk sebelah tangan, karena THOMAS sangat MENCINTAI TERESA HAHAHAHA
  • Kita tahu Newt terserang Flare.. tapi kalau di buku entah kenapa terlihat lebih dramatis, karena hanya Thomas yang tahu, Newt sempat kabur seorang diri ke kumpulan para Crank dan berusaha mati disana, sementara Thomas mati-matian berusaha menolong Newt walau akhirnya dia mengabulkan permohonan Newt untuk menembaknya. Dan sampai akhir, TIDAK ADA SEORANG PUN YANG TAHU KEJADIAN ITU. Namun di FILM, sepertinya semua orang tahu, dan Newt Tidak menyembunyikan juga, walau tetap akhirnya Thomas lah yang membunuhnya secara tidak langsung.
  • Kalau di buku, Teresa benar-benar terlihat sebagai orang jahat, dan adegan kematian nya yang walaupun tetap dalam rangka menyelamatkan Thomas tapi terasa hampa, karena Thomas seakan tidak peduli… tapi di FILM. Dari adegan-adegan terakhir cukup banyak Thomas dan Teresa moment, Chemistry mereka cukup indah, bahkan sempat ada adegan ciuman dan sangat terlihat bahwa Thomas begitu mencintai Teresa.
  • Di buku rasanya tidak jelas WICKED is Good or Not. Tapi di Film, melalui Ava Paige dan Teresa terlihat lebih jelas kalau Wicked is a bit Good, paling tidak untuk ukuran mereka.
  • Ending di film cukup masuk akal dibandingkan saat di buku dimana mereka ke sebuah tempat antah berantah dengan menggunakan Flat Trans. Yah mungkin karena sejak awal tidak pernah disebutkan flat trans

maze-runner-3_2

Pada intinya… Wesball membuat The Death Cure ini menjadi cukup apik, banyak sekali adegan baku hantam. Cuma sayang menurut saya durasi 142 menit ini cukup panjang, disaat ada beberapa adegan yang harusnya bisa diringkas, dan saya menyesalkan ada adegan penting Alasan kenapa NEWT harus menolong Minho justru di Delete.. tapi syukurlah, Fox sudah mengeluarkan Deleted scene dari Adegan ini…

Pada film ketiga ini, Chemistry antara Thomas dan Newt dan persahabatan mereka dengan Minho sangat membuat saya terharu. Acting seluruh pemainnya juga sangat bagus, terutama DYLAN O’BRIEN. Astaga tidak heran kalau ia sering memenangkan penghargaan Best Actor.

mazerunnerdeathcure

Ada beberapa adegan dimana hanya dengan tatapan Thomas, baik itu Ke Newt, Minho atau Teresa mampu tersampaikan dengan baik. Apalagi saat di akhir film dimana Thomas menatap Minho, yang begitu mengartikan bahwa mereka kehilangan Newt. Ah…. Standing Applause untuk mu Dylan!

maxresdefault

DYLAN GANTENG BANGET YA ALLAH

Berbeda seperti di Novel, Minho tidak terlalu berperan banyak. Tapi aktingnya sebagai kelinci percobaan cukup apik. Cuma agak disayangkan, Kihong sebagai Minho agak gemuk dan Chubby ya di film ini, tidak seperti di series pertama yang aduhai.

KI-HONG-LEE-in-MAZE-RUNNER-THE-DEATH-CURE

Sementara Thomas Broddie Sangster sebagai Newt? Wow…. Acting dia sebagai pengidap Flare bahkan hingga menjadi seorang Crank, sangat bagus! Sejak awal dia mengetahui kalau teridap penyakit, saya sudah dibuat berkaca-kaca.

DKREoVtXoAAG1Ps

Tidak hanya dari segi acting, pengambilan gambar dan CGI nya juga cukup apik. Saya benar-benar salut dengan wesball. Scoring yang kembali dipercayakan ke John Paesano mampu menyatu dengan baik kedalam keseluruhan cerita, baik saat adegan action hingga Drama. Jadilah saya dibuat semakin berdebar dan sesenggukan.

Berbicara mengenai sesenggukan, sepertinya ¼ film terakhir saya benar-benar menangis hingga akhir hahaha.. Adegan ending nya cukup pamungkas ditutup oleh Surat dari Newt untuk Thomas. Fiuh,,, saya sudah tak mampu berkata-kata…

IMG_20180128_045556

Oh ya, berbicara kelemahan film ini, selain durasi cukup panjang dan ada beberapa adegan yang agak membosankan, ada beberapa hal yang menjadi catatan dan cukup bikin gemas kita semua… salah satunya..

Yakni,,

Kenapa Thomas tidak cepat menyadari kalau darahnya mampu menyelamatkan NEWT ? kenapa?

Tapi seperti kata Gally… NOBODY IS PERFECT… baiklah

Yang pasti, The Death Cure mampu mengukuhkan sebagai salah satu film adaptasi terbaik. Saya bangga menjadi salah satu penghuni Fandom ini. Terima kasih telah berhasil memberikan yang terbaik bagi kami para pembaca. Terima kasih telah menghidupkan sosok Thomas, Newt dan Minho secara nyata. Terima kasih telah membuat kami menangis dan tertawa bersama.. ah. Hanya dengan menuliskan ini, mata saya sudah berkaca-kaca.

Tak sabar ingin menyaksikan kembali film ini di IMAX. Sambil berdoa, Wesball dan FOX akan menggarap prequel The Kill Order dan The Fever Code.

IMG-20180127-WA0042

Kenang-Kenangan

WhatsApp Image 2018-01-28 at 19.37.51

Nobar! White Rose for NEWT and TERESA

Movie Review : Sweet 20 #Sweet20Movie #Sweet20

2

Assalamualaikum wr.wb. selamat hari raya idul fitri! Mohon Maaf lahir batin ya….

Anyway semalam saya nonton salah satu Film Indonesia yang baru tayang di lebaran kemarin, judulnya “Sweet 20”. Dikarenakan saya jatuh hati sama film ini, jadi saya iseng mau nulis sedikit review nya disini, walau sebelumnya udah bikin mini review di twitter sih.. tapi gapapa ya, saya bikin review lebih mendalam disini, hihi

 

17439073_1417548558301635_695877997231603712_n.jpg

Sweet 20 merupakan film adaptasi / remake dari Film Korea berjudul Miss Granny (2014). Miss Granny sendiri sangat sukses di pasaran korea saat itu dan mampu meraih 8.65 juta penonton loh… wow banget.. karena kesuksesan nya, Miss Granny diadaptasi secara resmi ke berbagai negara seperti, Jepang, Cina, Thailand, dll oleh CJ Entertainment bekerjasama dengan PH di masing-masing negara. Nah.. Alhamdulillah banget, Indonesia merupakan salah satu negara beruntung yang bisa ikut serta dalam proyek adaptasi ini.

Miss_Granny-p2

Miss Granny Ver Korea

Di Indonesia, Sweet 20 diperankan oleh jajaran aktor dan aktris yang sangat popular dimana aktingnya ga usah diragukan lagi … Sebut saja sang pemeran utama, Tatjana Saphira, Slamet Raharjo, Niniek L Karim, Morgan Oey, Lukman Sardi, Cut Mini, Kevin Julio, Alexa Key, Widyawati dan masih banyak lagi. Nah…jadi seperti apa film ini?

14134899_307200909641594_583760143_n.jpg

 

Sinopsis (Dikutip dari Wikipedia)

Fatmawati (Niniek L. Karim), nenek 70 tahun cerewet yang tinggal bersama putranya seorang dosen, Aditya (Lukman Sardi), menantu (Cut Mini), dan 2 orang cucu (Kevin Julio dan Alexa Key). Fatmawati selalu membanggakan Aditya, sampai suatu hari ia mengetahui akan dikirim ke panti jompo. Hal yang membuatnya sangat terpukul dan pergi dari rumah.

17438733_154994758355962_4324751077426593792_n.jpg

Di perjalanan ia melihat studio foto “Forever Young”, dan berniat mengambil foto untuk di pemakamannya kelak. Namun setelah berfoto Fatmawati berubah menjadi 50 tahun lebih muda, dan kembali berusia 20 tahun. Fatmawati pun memulai kehidupan yang baru dan mengganti namanya menjadi Mieke, seperti nama artis idolanya – Mieke Wijaya. Seiring berjalannya waktu, Mieke mendapat kesempatan untuk meraih mimpinya menjadi penyanyi, sesuatu yang tidak bisa dilakukannya pada saat muda dulu. Keunikan Mieke muda dengan gaya bicara dan seleranya yang masih seperti nenek 70 tahun, justru membuat 3 pria jatuh hati padanya, seorang produser musik (Morgan Oey), cucu laki-lakinya, dan Hamzah (Slamet Rahardjo) yang mencintainya sejak sama-sama muda dulu.

Hingga suatu peristiwa terjadi, yang membuat Mieke harus memilih untuk melanjutkan kehidupan barunya, atau kembali menjadi Fatmawati.

14073243_1270358546310146_1167970920_n.jpg

 

Review

Tahun lalu, pas saya tau morgan akan main disini saya langsung buru-buru nonton Miss Granny ver Korea dan sungguh memang Miss Granny ini kece berat… Ga heran deh kalau sampai jadi blockbuster movie di korea … 

Makanya saya jadi berekspektasi tinggi pada Film Sweet 20. Saya ga mau kualitas nya turun dibanding versi aslinya. 

Awalnya saya sempat skeptis sama Tatjana ketika tahu dia yang memerankan tokoh sang nenek. Karena ya, secara fisik tatjana ini beda sama aktris utama di ver korea. Saya juga sempat khawatir apakah tatjana bisa selepas itu memerankan “karakter” nenek yang cukup unik ini?

18096295_1756986817945380_2116579051907842048_n.jpg

Tapi rasanya kekhawatiran saya ini ga terbukti, ketika trailer demi trailer dirilis, saya sudah jatuh hati pada sosok Tatjana sebagai nenek fatma ditambah trailer film yang cukup menjanjikan makin membuat saya tidak sabar ingin menonton film ini di hari pertama penayangan nya..

Oleh karena itu, kemarin saya bela-belain kabur sehabis magrib untuk nonton sendirian di Lippo Mall Kramat Jati, yah maklum, sebelumnya pas premier / Nobar pertama saya belum berkesempatan nonton karena bentrok pas hari kerja T_________________T. Untunglah semalam masih dapat tiket nonton hehehe

20170625_184323

Oke…

SWEET 20, sangat memenuhi ekspektasi saya!

Film yang sangat layak untuk ditonton bersama keluarga ini sangat menghibur dan syarat akan humor tanpa sedikit pun mengurangi rasa haru dan pesan moral yang terkandung didalamnya. 

Film ini tak perlu humor murahan untuk membuat seisi bioskop tertawa terpingkal-pingkal. Dan tak perlu drama murahan untuk membuat mata berkaca-kaca. seluruh kisah dikemas secara pas dan tepat serta menyesuaikan dengan situasi dan problematika sebuah keluarga di Indonesia.

Jajaran aktor dan aktris seakan di pilih secara tepat untuk mengisi setiap peran yang ada. Tatjana Saphira secara sempurna sukses memerankan sosok nenek fatma saat muda. Kecantikan Tatjana sendiri sudah mampu membius penonton, ditambah akting natural dan total nya yang sungguh patut diacungi jempol. Tatjana bahkan mampu menyesuaikan gerak gerik dari Niniek L Karim, sosok Fatma ver tua, mulai dari cara jalan, gaya berbicara hingga intonasi suara. Keren!

Siapa bilang aktris muda tidak bisa beradu akting dengan jajaran aktor senior? Wah film ini sungguh membuktikan kalau itu salah. Melalui Sweet 20, kita dimanjakan dengan adu akting dari aktor-aktor muda dengan jajaran aktor kawakan yang nama besarnya ga usah diragukan lagi. Tatjana dan Slamet Raharjo misalnya, siapa sangka chemistry mereka juga “dapet” banget  dan tentunya menghibur.

Sebenarnya yang cukup buat saya terkaget-kaget adalah aktingnya Widyawati sebagai nenek rempong XD, sungguhan, dari kecil selalu lihat beliau sebagai aktris yang memerankan tokoh lemah lembut, dan disini?  Ahhhhhh beliau sukses bikin saya ketawa dan mesam-mesem karena geli sendiri XDDDD

Belum lagi ada sang Produser Alan yang diperankan oleh Morgan Oey <3. Duuuhhhh baru awal muncul aja udah bikin meleleh banget.. selalu deh, dari dulu saya selalu komen ya, kalau Morgan itu paling jawara akting lewat mata, ga perlu banyak kata, hanya dengan tatapan nya aja udah syarat sejuta makna, ini bukan bias ya, kalau emang ga bagus saya bakal bilang ga bagus kok XD

17437816_1409618245776007_5616398011354578944_n.jpg

Sweet 20 ini kayak sebuah Film pengobat kangen akan akting nya morgan, terakhir nonton kayaknya Melbourne ya (?) eh bukan deng.. Tapi Moon Cake Story XD, dan itu udah lama, makanya ngarep banget sama Sweet 20 ini. Walau kali ini, Morgan bukan karakter utama utama amat dengan “durasi” penampilan yang ga sepanjang film-film sebelumnya, tapi aktingnya sukes mencuri perhatian dan cukup apik dalam memerankan sosok Alan. Apalagi kalau melihat perjuangan Morgan yang harus menurunkan berat badan sampai segitu kurusnya hanya untuk memerankan sosok Alan. Ah… Morgan selalu total ❤

Selain bintang utama yang kece berat, para aktor pendukung dan figuran nya pun kece-kece loh XD Film ini benar-benar bertabur bintang deh hihi.. 

Nilai plus lain nya adalah Original Soundtrack nya yang bagusss. Banyak banget lagu-lagu lawas yang dinyanyikan ulang oleh Tatjana… eh Tatjana? Iyaaa Tatjana nyanyi loh disini… dia membuktikan dia berani untuk menyumbangkan suara nya juga hihihihi.. dan… not that bad lah.. suaranya cukup enak didengar… ^^

Dari semua itu, ada satu hal yang cukup menganggu buat saya dan menjadi nilai minus, yaitu adegan-adegan saat nenek Fatma muda / Mieke  bernyanyi. Yaaah saya tau kok kalau nyanyinya ga live dan harus lip sync, tapi seharusnya bisa dibikin lebih sempurna ya… karena banyak banget yang missed antara suara, lagu dan gerak gerik saat Mieke nyanyi. Sayang aja gitu, padahal udah bagus.

Jujur saya pengen banget liat Tatjana dan Morgan akting bareng lagi sebagai bintang utama, berasa kurang puas dan kurang di eksplore disini T_T

14145434_1782175925372327_2118010058_n.jpg

Oh ya… kemarin yang nonton di bioskop heboh banget, semua tuh pada ketawa-ketawa kenceng gitu di sepanjang film, dari awal sampai akhir… ah saya terharu #eh

Intinya… Film ini sangat cocok dan rekomen banget buat ditonton bareng keluarga.. sebuah film  yang sukses di adaptasi! jadi tunggu apalagi, ayo ajak keluarga dan teman-teman kalian buat ke bioskop nonton sweet 20 ini!

Ps : Saya nanti juga mau nonton lagi kok XDDD

Pss : Kalo ada Typo dimaafin ya… saya emang ratu typo XD


Update

Alhamdulillah jadi juga nonton kedua kali.. Kali ini nonton di bogor sekalian nobar..Dan demi apapun rame dan penuh parah.. 

Kocak banget pula liat reaksi penonton.. Pas bagian morgan yang cewek pada ber uwo uwo..Bagian tatjana giliran cowok yang beruwo uwo hahaha


———————————– Catatan dibawah ini Spoiler ya… jadi yang belum nonton dan anti spoiler mending jauh-jauh —————————————-

.

.

.

.

.

.

.

Mau bandingin sedikit sama versi korea nya.. hihihi

Sosok Morgan dengan sang produser ver korea, MIRIP BANGET sungguhan XDDDDDDDDDDDDDDDDDDD

Walau sosok Nenek Muda dan cucu nya agak beda secara fisik… 

Di Versi asli, saya sukses nangis-nangis di akhir film, sangat ga sangka sih bakal nangis u.u

Dan di ver Indonesia? Sama… saya nangis juga.. 

Tapi di beda adegan XD..

Kalau di ver korea saya nangis saat adegan nenek dan anaknya, plus saat nenek nya harus pisah sama sang produser, karena beneran BAPER BANGAT ELAH…

Tapi entah kenapa di ver Indonesia, saya Cuma nangis di bag Nenek dan Anak. Tapi di bagian Nenek dan Produser pas mereka pisah malah nggak..

“click” nya kurang dapat, padahal sebenernya bisa lebih di eksplore loh, harusnya adegan ini bikin terenyuh banget, karena kan sebenernya Alan dan Nenek beneran sama-sama suka banget.. ga Cuma cinta satu malam.. Tapi yah..Malah jadinya gitu aja…

atau mungkin saya ga nangis gara-gara di bioskop orang-orang malah pada ketawa? Jadi ga kebawa haru… XDDD

Suka banget sama humor di Sweet 20 dan yang paling jawara pas adegan nonton sinetron stripping, sungguhan!!! Itu Indonesia banget HAHAHAHA…  parah sik!

Sebenernya ga terlalu jauh beda ya ver korea dan Indonesia, karena jelas betul ver Indonesia ini semacam mencari aman, tapi jika harus menilai, ver korea nya lebih mengharukan ^^.. but overall dua-dua nya bagus ❤

 

Movie Review : My Annoying Brother ( 형; Hyeong)

0

Hola! Gw mau bahas sebuah film korea yang judulnya My Annoying Brother ( 형; Hyeong) nih.. kebetulan tadi malam gw baru nonton ini di CGV Blitz bareng genggong korea :D. Film yg tayang 23 Nov 2016 (di korea) ini lagi booming banget dan jadi Box Office juga. Bayangin aja dalam waktu 4 hari, jumlah penonton nya udah 1 juta! Dan sampai pertengahan Des kemarin, jumlah penonton nya mencapai 3 Juta! No Wonder ya,, scriptwriter nya itu Yoo Young-A” yang sukses dengan “Miracle Cell No 7” yang juga sempet heboh banget dari tahun 2013 kemarin!

my_annoying_brother-p1_zpstwisp9sq

Movie Poster

Okay gw mau kasih sedikit sinopsis film dan trailer video-nya  sebelum melangkah lebih jauh ke short review ya…

111102_zpsd1v7sqfc

Sinopsis

Film ini menceritakan tentang atlet Judo nasional berbakat “Doo-Young” (Do Kyung Soo) yang harus rela kehilangan penglihatannya karena kecelakaan di pertandingan Judo. Ditengah situasi yang menghancurkan seluruh harapan dan hidupnya, Sang kakak “Doo-Shik” (Jo Jung-Suk) kembali ke dalam kehidupan nya.

Belasan tahun yang lalu Doo-Shik pergi meninggalkan rumah karena sebuah alasan yang tidak pernah dipahami oleh Doo-Young. Kedua orang tua nya meninggal disaat Doo-Young masih berusia 17 tahun dan sang kakak tak pernah ada disisinya. Kesalahpahaman ya menumpuk membuat keduanya saling membenci satu sama lain.

Hingga akhirnya, Doo-Shik yang masuk ke penjara karena kasus penipuan, memanfaatkan sang adik yang “buta” agar bisa bebas bersyarat. Tapi hal ini justru membuat Doo-Young semakin stress karena kelakuan Doo-Shik yang menyebalkan. Ingat. Doo-Shik adalah seorang penipu, ia bahkan mencoba menipu adik “buta” nya sendiri.

Mereka pun berusaha untuk beradaptasi satu sama lain.

Soo-Hyun”(Park Shin-Hye), mantan pelatih judo Doo-Young, berusaha membangkitkan semangat Doo-Young untuk kembali ke Judo, namun dalam ajang Paralimpiade. Tapi ia tak bisa sendiri, ia butuh Doo-Shik untuk membantu Doo-Young.

Akankah usahanya berhasil? Apakah hubungan Doo-Young dan Doo-Shik bisa membaik dan kembali seperti semula?

fullsizephoto773779_zpsapmqpbdn

Doo-Shik (Jo Jung Seok)

fullsizephoto773778_zpsndfqnfkf

Doo-Young (Do Kyung Soo)

fullsizephoto773777_zpsgktj9der

Soo Hyun – Park Shin Hye

My Review

Semalem gw nonton ber 6 (Dina, Yara, Ira, Dinar dan Sofia) di CGV Blitz GI jam 6 sore. Seperti biasa, jadwal jam 6 tapi film ini baru mulai jam 6.15. pas masuk bioskop gw dibuat shock.. ini seriusan shock sih… itu bioskop CGV studio 3 nyaris penuh loh…. Yah maksud gw,, ini film korea bukan film barat. Dan jarang banget ada film korea yang ditonton oleh banyak orang di Jakarta. bahkan menurut info dari penayangan hari pertama di Indonesia (21 Dec 2016) ada beberapa studio yang sold out! WOW!

20161222_180011_zpsfp0lef3y

Awalnya gw sempet bingung,, ko bisa? Emang segitu hebohnya? Segitu bagusnya? Gw pun kemarin pagi buru2 booking online biar ga kehabisan. Hehehe

Honestly,  gw berbulan-bulan lalu udah pengen banget nonton ini.. alasan utama karena aktor2 utamanya, Jo Jung Suk dan D.O. Jo Jung Suk gw kenal di Jealousy Incarnate yang baru banget tayang dan sempet booming kemarin. Plus D.O yang ya,,,, mayoritas udah pada tau ya, dia member boyband EXO. Eits tapi gw suka dia bukan karena EXO nya.. (honestly gw ga paham EXO Cuma kenal beberapa orang). Gw tau D.O karena Drama “Hello Monster” disitu dia Cuma muncul 2 episode sebagai seorang Psikopat.. tapi acting nya Sukses ngebuat gw kesemsem..

Oke lanjut…

Nah karena alasan itu, gw nonton Trailer nya.. dan ternyata ko menjanjikan ya… trailernya Menghibur dan Kocak banget.. jadi semangat deh gw…

Dan gw bahagia banget ternyata Jive Entertainment ngebawa film ini ke Indonesia! langsung deh gw jadwalkan untuk nonton di bioskop.. hohoho

Film ini dibuka sama adegan Doo-Shik di penjara dan Doo-Young yang sedang bertanding judo dimana ia kehilangan penglihatan nya.. kontras banget adegan ini… di bagian Doo-Shik kita dibuat ngakak sengakak nya karena dia berusaha acting untuk keluar dari penjara. Sementara kita juga dibuat sedih ketika penglihatan Doo-Young perlahan menghilang.

“Hampir” sepanjang film, satu bioskop sukses dibuat ketawa seheboh-heboh nya karena Doo-Shik yang bener-bener ngeselin. Asli ya.. ada kakak kek gitu,, udah tau adeknya buta, dia malah sebodo amat malah gangguin mulu, gimana Doo-Young ga bete, kehadiran Doo-Shik bukan nya bantuin dia malah nyusahin. Doo-Shik bahkan sampe menderita “Malnutrisi”. Iya… kekurangan gizi.. gara-gara dia Cuma makan mie mentah LOL

2119044e5805f4b72b178b_zpsn2itj3gm

Tapi seiring berjalan nya waktu, hubungan Doo-Shik dan Doo-Young jadi cute berat. Mereka itu semacam Love Hate Relationship.. walau dimulut ngomel-ngomel tapi didalam hati satu sama lain saling peduli.

film-hyung_zpsbjldiekb

Paling lucu sih pas Doo-Shik ngajarin Doo-Young untuk “cari cewek” dan akhirnya mereka ke Club.. ia ke Club.. asli… parah ngakaknya..

Acting Jo Jung Seok itu emang jawara.. udah ga usah ditanyain deh,, dia bisa banget mengangkat dan menyempurnakan karakter Doo-Shik sebagai kakak yang luar biasa ANNOYING dari ekspresi dan setiap gerak-gerik itu dapet.. ngeselin nya dapet.. nyayangin nya juga dapet.

Sementara D.O ? W-O-W parah sih…. Dia disini sukses banget memerankan Doo-Young, seorang “tuna netra” yang depresi… seorang adik yang kehilangan kasih sayang kakak.. seseorang remaja yang luar biasa lugu… lugu…iya lugu….

Gw ga paham lagi sih liat ekspresi bego nya D.O hahahahahahhaa dapet banget ya TUHAN…

downloadfile_zpsvvr8taxo

Chemistry antara D.O dan Jo Jong Seok juga dapet banget… parah sih dapetnya… mana muka mereka mirip yakan.. jadi berasa adek kakak beneran. Dan park shin hye pun sukses menjadi seorang pelatih,,, dia membuat film ini jadi manis (secara satu2nya tokoh cewek utama)

Jarang-jarang loh satu bioskop bener2 kompak ketawa bahkan TEPUK TANGAN di bioskop… LOL

Tapi bukan film korea kalau ga membuat kita “Terenyuh” dan terharu 😥 (tanya kenapa…. *kabur)

Overall, Yoo Young-A” sukses menuliskan kisah yang sangat menghibur sekaligus mengacak-acak perasaan setiap penonton. Ditambah acting semua actor yang emang mendukung banget.. belum lagi OST dan backsound yang melengkapi satu sama lain, membuat film ini menurut gw LAYAK banget ditonton,, mau lo pecinta korea atau bukan,, ga ngaruh deh,, film ini ngena banget untuk memotivasi… dan ringan… =)

oh ya… salah satu ost nya “Dont Worry” dinyanyikan oleh Jo Jung Seok dan D.O jadi makin oke banget deh mengaduk2 perasaan ❤

Sebenernya gw masih pengen bahas sampai akhir,, tapi ngeri spoiler.. jadi cukup sampai disini XDD kalau mau bahas detail mending PM aja :p

Berapa nilai untuk film ini ? 7.5 /10 ! film ini a MUST WATCH!

 

Makin cinta ama JJS dan D.O

 Update :
Dan gw nonton lagi donk untuk kedua kalinya..Dan tetep ngakak ampe baper jadi satu 💙